1,721,148 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Penggunaan Media Pandang Non Proyeksi Dalam Melatih Ketrampilan Berbicara Anak Kelompok B Tk Aisyiyah 2 Sengon Tahun Ajaran 2012/2013

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan berbicara anak melalui media pandang nonproyeksi yaitu papan flanel di kelompok B TK Aisyiyah 2 Sengon Tahun Ajaran 2012/2013. Subyek pelaksanaan tindakan adalah anak kelompok B TK Aisyiyah 2 Sengon yang berjumlah 20 anak. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode yang diterapkan untuk meningkatkan ketrampilan berbicara menggunakan metode papan flanel berupa tanya jawab, bercakap-cakap dan pemberian tugas. Penelitian tindakan kelas ini melalui 2 siklus. Prosedur dalam penelitian terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketrampilan berbicara anak sebelum diadakan tindakan dengan menggunakan media papan flanel sebanyak 47,87% dengan nilai rata-rata 1,8%. Setelah dilakukan tindakan yaitu menggunakan media papan flanel pada siklus I peningkatan ketrampilan berbicara anak meningkat yaitu 69,99% dengan nilai rata-rata 2,8%, dan pada siklus II meningkat menjadi 86,66% dengan nilai rata-rata 3,46%. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa melalui media papan flanel dapat meningkatkan ketrampilan berbicara anak Kelompok B TK Aisyiyah 2 Sengon

    Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kreativitas Matematika Materi Pokok Segi Empat Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Tulungagung 2 Tahun Ajaran 2011/2012

    Full text link
    Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Kreativitas. Kemampuan berfikir kreatif merupakan kemampuan yang harus dibina melalui pendidikan. Hal ini sesuai dengan tujuan pembelajaran matematika yaitu mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil dan rasa ingin tahu membuat prediksi dan dugaan serta mencoba-coba. Banyak pendekatan atau pembelajaran yang merangsang siswa untuk belajar mandiri, kreatif dan lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu pembelajaran yang bisa digunakan dalam strategi pembelajaran matematika yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri, lebih aktif, dan kreatif adalah dengan pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pembelajaran terhadap pengajaran terhadap siswa akan strategi-strategi belajar, yang menerapkan tahap orientasi siswa pada masalah; tahap mengorganisasi siswa untuk belajar; tahap membimbing, penyelidikan individual maupun kelompok; tahap pengembangan dan menyajikan hasil karya; tahap menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses pembelajaran berbasis masalah siswa kelas VII MTs Negeri 2 Tulungagung tahun ajaran 2011/2012, (2) Adakah pengaruh pembelajaran berbasis masalah siswa kelas VII MTs Negeri 2 Tulungagung tahun ajaran 2011/2012 terhadap kreativitas matematika?. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mendeskripsikan proses pembelajaran berbasis masalah siswa kelas VII MTs Negeri Tulungagung 2 tahun ajaran 2011/2012, dan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis masalah siswa kelas VII MTs Negeri Tulungagung 2 tahun ajaran 2011/2012 dengan kreativitas siswa. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Tulungagung 2 pada bulan Mei 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimmental Design (eksperimen semu) dengan menggunakan 2 kelas. Satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Kelompok eksperimen dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah sedangkan kelompok kontrol dengan menggunakan pendekatan konvensional. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII C dan kelas VII D dengan jumlah 53 siswa. Proses pembelajaran berlangsung dengan mengikuti tahap-tahap pembelajaran berbasis masalah. Metode pengumpulan data adalah observasi, tes, interview, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah pada materi pokok segi empat sangat membantu siswa dalam pembelajaran matematika. Melalui lima tahap dalam pembelajaran berbasis masalah yaitu tahap orientasi siswa pada masalah; tahap mengorganisasi siswa untuk belajar; tahap membimbing, penyelidikan individual maupun kelompok; tahap pengembangan dan menyajikan hasil karya; tahap menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, siswa lebih mudah memahami konsep-konsep baru dalam pembelajaran matematika sehingga mampu membuat mata pelajaran matematika yang dianggap sulit dan menakutkan menjadi lebih menarik dan menyenangkan serta mampu dengan mudah diterima siswa. Setelah memberikan treatment dengan pembelajaran berbasis masalah (kelompok eksperimen) dalam pembelajaran matematika menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap kreativitas matematika siswa kelas VII MTs Negeri Tulungagung 2. Hal ini sesuai dengan perhitungan manual yang menggunakan analisis uji t untuk sampel yang tidak berkorelasi. Hasil perhitungan data menunjukkan bahwa harga thitung (7,091) lebih besar dari harga ttabel (5% = 2,000) atau (1% = 2,66). Sehingga dapat dilihat baik pada taraf signifikansi 5% maupun pada taraf signifikansi 1% (2,0002,66). Yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Dalam arti kata “terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran berbasis masalah terhadap kreativitas matematika siswa kelas VII MTs Negeri Tulungagung 2

    Penerapan Model Children Learning in Science (Clis) terhadap Pembenahan Miskonsepsi IPA di MI

    No full text
    Beberapa kesulitan dalam pembelajaran IPA adalah rendahnya pemahaman konsep siswa terhadap materi, hal ini disebabkan konsep awal yang dimiliki siswa sangat beragam, model yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang tepat, dan sangat rendahnya literasi sains siswa sehingga menyebabkan terjadinya miskonsepsi. Kegiatan pembelajaran didominasi dengan penyampaian materi tanpa adanya praktik mengakibatkan siswa pasif, pembelajaran berlansung di dalam kelas, belum pernah menggunakan media. Penggunaan model CLIS berangkat dari pengetahuan awal siswa,melalui pengalaman langsung siswa diajak menemukan konsep, pembelajaran berpusat pada siswa dan meningkatkan keaktifan dan kreatifitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penerapan model CLIS untuk membenahi miskonsepsi struktur tumbuhan pada siswa kelas IV MI Al-Hidayah Wajak-Malang
    corecore