1,720,993 research outputs found
Beberapa aspek retorik dalam s?rah al-Ra\u27d
This article discusses the simple of rhetoric in S?rah al-Ra\u27d. The discussion try to find-out rhetoric by conventional perception and Islamic perception especially by Sayyid Qu?b
Nilai sosial dalam s�rah al-M��n : penafsiran modern tentang anak yatim
Al-Qur?�n mempunyai perhatian khusus terhadap anak yatim. Perhatian terhadap anak yatim ini tampak didalam al-Qur?�n s�rah al-Ma?�n. mereka yang tidak memperhatikan anak yatim di golongkan sebagai pendusta agama. Anak yatim ialah anak yang ditinggal mati oleh orang tuanya sebelum baligh dan hidup dalam keadaan sendirian tanpa pelindung yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidupnya. Nilai Sosial adalah kualitas perilaku, pikiran, dan karakter yang dianggap masyarakat baik dan benar, hasilnya diinginkan, dan layak ditiru oleh orang lain. Konteks Modern yaitu penafsiran Modern mulai dari tahun 1297 sampai tahun 2014 seperti Mahmud Syalt�t tahun1297, Ahmad Mustaf� al- Mar�g� tahun 1881 dan Syaikh Muhammad �Abduh tahun 1849, mereka merupakan para mufasir modern Timur Tengah dan ada pun para mufasir modern Indonesia yaitu Haji �Abdulmalik �Abdulkar�m Amrullah tahun 1908, M. Quraish Shihab tahun 1944. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research), dimulai dengan mengumpulkan data dan informasi dari berbagai buku-buku dan materi pustaka lainnya. Dalam menulis penelitian ini digunakan metode tafsir tematik yaitu berusaha mencari jawaban al-Qur?�n tentang suatu masalah tertentu dengan jalan menghimpun seluruh ayat yang dimaksud, termasuk dari munasabah s�rah, asbab an-Nuzul s�rah dan berdasarkan pendapat riwayat. Dalam metode pembahasan, penulis menggunakan metode Deskriptif-Analisis, yaitu mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam s�rah al-M�?�n dan menganalisa penafsiran dari berbagai mufassir, tentang s�rah al-M�?�n, kemudian di ambil suatu kesimpulan dengan pemahaman yang komprehensif. Adapun teknik penulisan, penulis menggunakan buku �Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Jakarta: CeQD, 2007.� Penulis berkesimpulan bahwa nilai-nilai sosial yang terdapat dalam s�rah al- M�?�n yaitu pertama: Pentingnya memahami agama dengan benar, kedua: Pentingnya penanganan dan pengelolaan anak yatim, ketiga: Menyantuni fakir miskin keempat: Sholat parameter keimanan yang mendalam, kelima: Tolongmenolong
S?rah Nabawiyyah dan Byzantine Rom: analisis terhadap surat Ibn al-Layth kepada empayar Rom
Menurut Nadia el-Sheikh, di zaman Constantine IV, Kerajaan Byzantine melaksanakan polisi yang aggresif terhadap Kerajaan Abb?siyah. Mereka telah menghentikan bayaran jizyah kepada Kerajaan Abb?siyyah sehingga menyebabkan Khal?fah al-R?shid (m. 193/809) mengarahkan supaya satu surat amaran dikeluarkan kepada Empayar Rom. Mu?ammad ibn al-Layth (m. 203/819) telah merangka satu surat amaran bagi pihak alR?shid memperingatkan Byzantine tentang perkara ini. Anehnya, menurut analisis terhadap surat tersebut, hanya 15% sahaja daripada kandungan surat ini yang dirangka berhubung isu jizyah, manakala baki 85% lagi adalah kandungan peringatan yang mempunyai unsur keagamaan. Justeru, kajian ini dijalankan bertujuan untuk (1) mengkaji isi kandung surat Ibn alLayth tersebut yang mempunyai elemen Sirah Nabawiyyah, (2) meneliti apakah punca Ibn al-Layth meletakkan elemen S?rah Nabawiyyah di dalam suratnya kepada Maharaja Rom tersebut (3) dan menghuraikan perkaitan elemen S?rah Nabawiyyah dengan Kerajaan Byzantine Rom. Kajian ini bersifat tekstual. Metod yang digunakan adalah tertumpu kepada analisis teks. Dapatan kajian menyimpulkan bahawa elemen keagamaan dan S?rah Nabawiyyah yang terkandung di dalam surat ini adalah bersifat tekanan keagamaan yang menggambarkan Kerajaan Ab?ssiyyah bukan sahaja teguh dengan sokongan kekuatan ketenteraan fizikal malah dipacu oleh unsur keagamaan yang dipimpin terdahulu oleh Nabi yang dinukilkan dalam sejarah
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
The reality of an abrogation in the Qur\u27?n: a review of s?rah al-Baqarah, 2: 106
Persoalan naskh merupakan antara persoalan yang kompleks dan kontroversi dalam pengajian al-Qur\u27?n khasnya dan perbincangan Kal?m dan U??l Fiqh amnya. Berbagai pandangan dan tafsiran dapat dilihat berkenaan permasalahan ini dalam berbagai tradisi dan aliran dalam Islam. Makalah ini cuba mengemukakan suatu review ke atas satu bentuk perbahasan tentang persoalan naskh, iaitu pendekatan tafsir khususnya tafsir S?rah al-Baqarah, 2: 106. Ia cuba memperlihatkan asas kelahiran perbincangan dan polemik berkaitan persoalan naskh berdasarkan ayat tersebut
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
