384 research outputs found
TEKNIK KOMUNIKASI PERSUASIF USTADZAH NOR LAILI SAFITRI DALAM KEGIATAN KAJIAN ISLAM KHUSUS MUSLIMAH BANATUSSHOFA BANJARMASIN
Jum’ah: NIM. 180104010218: Teknik Komunikasi Persuasif Ustadzah Nor Laili
Safitri Dalam Kegiatan Kajian Islam Khusus Muslimah Banatusshofa
Banjarmasin. Skripsi, Kota Banjarmasin, Jurusan Komunikasi dan
Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Antasari
Banjarmasin. 2022. Pembimbing: (I) Samsul Rani, S. Ag., M. Si dan (II)
Syaiful Hadi, S. IP., M. A.
Kata Kunci: Teknik Komunikasi Persuasif, Dakwah
Banatusshofa merupakan sebuah tempat pendidikan agama Islam nonformal yang berada di Jl. Setia RT.38 No. 11 Kelurahan Pemurus Dalam,
Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Di
dalam pelaksanaan dakwah tersebut, dipimpin langsung oleh Ustadzah Nor
Laili Safitri yang merupakan alumni dari Daruzzahra Tarim-Hadramaut.
Selanjutnya, jamaah yang hadir di majelis ini di peruntukkan untuk muslimah
saja. Adapun kegiatan dakwah di dalam pengajian ini ialah pembacaan Hadrah
Basaudan dan materi dakwah. Dalam menyampaikan ceramah ustadzah Nor
Laili Safitri mengajak jamaah untuk bersama-sama dalam kebaikan. Adapun
komunikasi yang digunakan Ustadzah Nor Laili Safitri dalam menyampaikan
materi dakwah ialah dengan menggunakan komunikasi persuasif. Agar
dakwah berhasil, sangatlah penting dalam menggunakan teknik. Sehingga
terdapat beberapa teknik komunikasi persuasif yang diperlukan dalam
melakukan kegiatan tersebut. Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka
yang menjadi fokus masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana teknik
komunikasi persuasif yang dilakukan ustadzah Nor Laili Safitri dalam
kegiatan kajian dakwah khusus muslimah Banatusshofa Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis
penelitian lapangan (field research), yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan
untuk menggali data yang diperlukan sesuai dengan masalah yang diteliti,
kemudian diolah melalui proses koleksi data, editing data,klasifikasi data,dan
interprestasi data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara,dan
dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik komunikasi
persuasif yang dilakukan ustadzah Nor Laili Safitri dalam kegiatan kajian
dakwah yaitu pemilihan bahasa, pengilustrasian atau penggambaran dan
penempatan sikap. Selain itu, berdasarkan teori yang digunakan yakni
komunikasi persuasif terdapat beberapa teknik yang juga di temukan dalam
penelitian ini yaitu, teknik asosiasi, teknik integrasi, teknik ganjaran, teknik
tataan, teknik red-herrin
Taphonomy of bird (Aves) remains at Laili Cave, Timor-Leste, and implications for human-bird interactions during the Pleistocene
The significance of the role of birds in hominin evolution in Island Southeast Asia is not clear. Few avian vertebrate deposits have been recovered from archaeological or fossil sites in the region, and their association with either hominin or natural deposition in caves and rock shelters complicates their usefulness in hominin behavioural and palaeoecological reconstructions. In this paper, we assess the taphonomic history of the Pleistocene avian vertebrate remains recovered from Laili Cave, Timor-Leste, dated to between ca. 44.6 to 11.2 ka and in association with abundant lithic material. We use avian taxonomic composition, skeletal element abundance, and bone surface modification data to determine the agent of avian skeletal deposition. Our analyses indicate that the small grassland and woodland birds (quail, buttonquail, song birds), which dominate the assemblage, were deposited by avian predators (probably barn owls) throughout the sequence. Humans possibly hunted the small quantity of larger birds (imperial pigeon, duck). The bird remains suggest that grasslands, woodland savannahs, wetlands, and forest environments were present locally during the Pleistocene.The research was funded by ARC Laureate Project
FL12010015
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PENGEMBANGAN UKHUWAH ISLAMIYAH DI DESA MARGA MULYA KECAMATAN TERBANGGI BESAR LAMPUNG TENGAH
ABSTRAK
Komunikasi Antar budaya adalah proses pembagian
informasi, gagasan atau perasaan diantara mereka yang berbeda latar
belakang budayanya. Komunikasi antarbudaya yang dimaksud dalam
penelitian ini ialah komunikasi antar budaya dalam pengembangan
ukhuwah islamiyah pada masyarakat islam di desa marga mulya
kecamatan terbanggi besar lampung tengah. Penulis ingin
menegaskan bahwa komunikasi antarbudaya yang dimaksud adalah
dimana perbedaan disuatu daerah terjadi dan dengan adanya
perbedaan maka suatu masyarakat itu bisa komunikasi lebih baik lagi
dan saling menghargai perbedaan dimana suatu kelompok
berinteraksi didalam satu pengembangan ukhuwah Islamiyah.
Adapun rumusan masalah yaitu, bagaimana upaya masyarakat dan
Bagaimana Komunikasi Antar Budaya dalam pengembangan
Ukhuwah Islamiyah di Desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi
Besar Lampung Tengah. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk
mengetahui bagaimana upaya masyarakat dan Mendeskripsikan
bentuk komunikasi antarbudaya dalam Pengembangan ukhuwah
Islamiyah antarbudaya dalam pengembangan ukhuwah Islamiyah di
Desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi Besar Lampung Tengah.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research
dengan sifat penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini
yaitu, Masyarakat desa marga mulya kecamatan terbanggi besar
lampung tengah. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu bentuk
komunikasi antarbudaya dalam menjalin ukhuwah islamiyah di
masyarakat khususnya di desa Marga Mulya Kecamatan Terbanggi
Besar Kabupaten Lampung Tengah terbagi menjadi dua macam
yakni, Komunikasi personal dan Komunikasi Kelompok.
Kata Kunci : Komunikasi, Budaya, Ukhuwah Islamiyah
v
ABSTRACT
Intercultural communication is the process of exchanging
knowledge, concepts, or emotions between people from various
cultural backgrounds. Intercultural interaction is referred to in this
study as the process by which Islamic ukhuwah is developed among
Islamic communities in Marga Mulya, Banggi Besar subdistrict,
Central Lampung. The author wants to make it clear that the issue of
intercultural communication arises when differences in a particular
area exist. When differences exist, a community can communicate
more effectively and respect one another's differences in settings
where people interact to develop ukhuwah Islamiyah. How are local
efforts and intercultural communication affecting the growth of
Ukhuwah Islamiyah in Marga Mulya Village, Terbanggi Besar
District, Central Lampung? is how the issue is formulated. The goal
of this study is to understand how the community functions and to
define methods of cross-cultural interaction in the growth of
intercultural ukhuwah Islamiyah in Marga Mulya Village, Terbanggi
Besar District, Central Lampung. This study employed a type of field
research known as qualitative descriptive field research. The
community of Marga Mulya village, Banggi Besar sub-district,
Lampung Tengah, served as the subject of this study. The findings of
this study helped to establish Islamic ukhuwah in society, particularly
in Marga Mulya village, through various intercultural communication
methods. The two methods of communication in Terbanggi Besar
District, Central Lampung Regency are personal communication and
group communication.
Keywords : Communication, Culture, Ukhuwah Islamiya
Behavior of microemulsion systems of virgin coconut oil (VCO) using igepal CO-520 and tween 80 surfactant
Teacher’s opinions about learning continuum based on the student’s level of competence and specific pedagogical materials on anatomical aspects
KAJIAN HISTORISISME DALAM NOVEL KEINDAHAN DAN KESEDIHAN KARYA YASUNARI KAWABATA
Nurul Laili Prodi D3 Bahasa Jepang, Fakultas Bahasa dan Sastra UNIPDU [email protected] Abstract Beauty and Sadness is one of the famous novels that has earned the nobel prize written by Yasunari Kawabata, who is one of the novels that can be analyzed from different studies of literary theory. The study of psychology, feminism, new Historicism, and historicism is an example of a theory which is suitable for analyzing the novel. One of the theories that can be analyzed in the novel is The Historicism. Yasunari presents the results of this work by focusing on the various points of view of the author of the life of the original society in Japan. Based on a comparison of the author's biography and works, readers can understand that the author engaged in various forms of the setting and roles in the novel. The prominent points of the study of historicism in the novel is Kawabata retains the traditional values of Japan, which is considered very valuable although the story unfolds is the romance of life by modern society that hedonist. Keywords: history, biography, reflections Abstrak Novel Keindahan dan Kesedihan merupakan salah satu novel terkenal yang telah memperoleh nobel yang ditulis oleh Yasunari Kawabata, merupakan salah satu novel yang dapat dianalisis dari berbagai kajian teori sastra. Kajian feminisme, psikologi, historisisme, dan new historitisme merupakan contoh beberapa teori yang cocok untuk menganalisis novel tersebut. Salah satu teori yang dapat dianalisis dalam novel adalah historisisme. Yasunari menyajikan hasil karya ini dengan menitikberatkan berbagai macam sudut pandang pengarang dalam kehidupan aslinya di masyarakat Jepang. Berdasarkan perbandingan biografi pengarang dan hasil karya, pembaca dapat memahami bahwa pengarang ikut terlibat dalam berbagai bentuk setting dan peran di dalam novel. Poin yang menonjol tentang kajian historisime dalam novel ini adalah Kawabata tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional Jepang yang dianggap sangat berharga meskipun kisah yang diungkapkan adalah romantika kehidupan masyarakat modern yang bebas. Kata kunci: sejarah, biografi, refleks
Oldest human occupation of Wallacea at Laili Cave, Timor-Leste, shows broad-spectrum foraging responses to late Pleistocene environments
The Wallacea Archipelago provides an extraordinary laboratory for the study of human colonisation and adaptation, yet few detailed archaeological studies have been conducted in the region that span the earliest phase of human settlement. Laili Cave, in northern Timor-Leste, preserves the oldest human occupation in this insular region with a cultural sequence spanning 11,200 to 44,600 cal BP. Small-bodied vertebrates and invertebrates were recovered to the lowest excavated levels, associated with highly concentrated stone artefacts. We report on human behavioural adaptations within the context of Pleistocene environments and changing landscapes using zooarchaeological, stone artefact, bathymetric, and experimental isotopic analyses. Results indicate that Pleistocene humans used the abundant local chert liberally and engaged in mobile broad-spectrum exploitation of invertebrates and fishes from marine, estuarine, and freshwater environments within close proximity of Laili Cave. The faunal assemblage indicates heterogeneous but relatively stable environments during the late Pleistocene. Variability in subsistence strategies over time appears to be a response to changing landscapes and concomitant local resources. This record contrasts with marine specialisations evident from other sites in Timor-Leste and within the broader Wallacean region.Full Tex
PENGGUNAAN BAHASA RAGAM PRIA DANSEIGO OLEH TOKOH-TOKOH UTAMA WANITA DALAM KOMIK CHIBI MARUKO CHAN KARYA MOMOKO SAKURA
Nurul Laili Universitas Pesantren Tinggi Darul’[email protected]  Abstrak Bahasa Jepang memiliki karakteristik tertentu yang digunakan dalam setiap percakapan. Mereka adalah huruf, kosa kata, sistem pengucapan, tata bahasa dan varian bahasa (termasuk faktor jenis kelamin pembicara). Tulisan ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi varian bahasa kelamin laki-laki (Danseigo). Danseigo berarti bahasa yang digunakan identik dengan jenis kelamin (pria dan wanita). Hal ini dapat dilihat dari topik yang bisa diceritakan, kosa kata dan situasi. Penelitian ini mengeksplorasi Danseigo digunakan oleh Chibi Maruko Chan sebagai wanita dari karakter utama di Chibi Maruko Chan komik. Hasil analisis menunjukkan bahwa situasi adalah faktor dominan yang mempengaruhi penggunaan Danseigo oleh Chibi Maruko Chan. kata kunci: danseigo, bahasa gender, varian bahasa   Abstract Japanese language has certain characteristics that are used in every conversation. They are letter, vocabulary, pronunciation system, grammatical and language variants (which includes the speaker’s sex factors). This paper is intended to explore the variants of male gender language (Danseigo). Danseigo means the language that identically used by gender (male and female). It can be seen from the topic to tell, dictions, and situation. This research explores the Danseigo used by Chibi Maruko Chan as the woman of the main character in Chibi Maruko Chan comics. The result of the analysis shows that situation is the dominant factors influencing the use of Danseigo by Chibi Maruko Chan. key words: danseigo, gender language, language varian
Optimization measurement of muscle oxygen saturation under isometric studies using FNIRS
A review: Functional near infrared spectroscopy evaluation in muscle tissues using Monte Carlo simulation
- …
