1,720,973 research outputs found

    HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN DENGAN HASIL BELAJAR PENJAS SISWA KELAS VI SDN SUKASARI

    Full text link
    AbstractParenting is a way or effort of parents to educate their children and build children's character from an early age in this case, namely to educate discipline in physical education learning. However, in reality the process of Physical Education learning activities carried out at SDN Sukasari 2014/2015 has not shown the maximum results of Physical Education learning. There are still many students who are often late, do not do the work and often fight the teacher and do not bring sports clothes. The low level of discipline in the physical education learning process needs to be explored. Is it because the environment is not good or improper parenting. The purpose of this study was to determine: Relationship between Parenting and Discipline of Parenting with Physical Education Learning Outcomes of Class VI Students of SDN Sukasari 2014/2015 Academic Year. The research method that I use in this study is the correlation method. The population of this study was the parents of SDN Sukasari students, amounting to 16 students. Based on the research data, it can be concluded that there is a relationship between Parenting Parenting and High Discipline with Physical Education Learning Outcomes of Class VI Students of SDN Sukasari, 2014/2015 Academic Year.Keyword: Parenting, Discipline, Learning Outcomes. AbstrakPola asuh merupakan salah suatu cara atau upaya orang tua untuk mendidik anak- anaknya dan membangun karakter anak sejak usia dini dalam hal ini yaitu untuk mendidik kedisiplinan dalam pembelajaran penjas. Namun, pada kenyataannya proses kegiatan pembelajaran penjas yang dilaksanakan di SDN Sukasari 2014/2015 belum menunjukkan hasil pembelajaran penjas yang maksimal. Masih banyak siswa yang sering terlambat, tidak mengerjakan tugas dan sering melawan kepada guru dan tidak membawa pakaian olahraga. Rendahnya tingkat disiplin dalam proses pembelajaran penjas tersebut perlu ditelusuri faktor penyebabnya. Apakah karena lingkungan yang kurang baik atau pola asuh yang kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Kedisiplinan  dengan Hasil Belajar  Penjas Siswa Kelas  VI  SDN Sukasari Tahun  Ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi. Populasi dari penelitian ini adalah orang tua siswa SDN Sukasari yang berjumlah 16 siswa. Berdasarkan  data  hasil  penelitian  diperoleh kesimpulan terdapat hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Kedisiplinan yang tinggi dengan Hasil Belajar Penjas Siswa Kelas VI SDN Sukasari Tahun Ajaran 2014/2015.Kata Kunci: Pola Asuh, Kedisiplinan, Hasil Belajar

    IMPLEMENTASI MODEL TEACHING GAME for UNDERSTANDING (TGfU) DALAM MENINGKATKAN INTENSITAS LATIHAN GERAK DAN KEMAMPUAN GERAK DASAR

    Full text link
    Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan interaksi pedagogis antara guru, siswa, materi, dan lingkungan. Muara dari proses pembelajaran adalah siswa belajar. Dalam menjalankan proses pembelajaran penjas, seorang guru harus mampu memerankan fungsi mengajarnya pada saat proses pembelajaran. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa, salahsatu masalah dalam proses pembelajaran penjas terutama di sekolah dasar adalah rendahnya kualitas pembelajaran. Dampak dari permasalahan tersebut adalah intensitas siswa dalam mengikuti pembelajaran penjas menjadi rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh data respon siswa mengenai pengaruh penerapan model TGfU terhadap intesitas latihan gerak dan kemampuan gerak dasar siswa SD Negeri Cijati Kecamatan Majalengka. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 3 siklus, yaitu diawali dengan kegiatan prasiklus, siklus 1, siklus 2, siklus 3. Hasil penelitian dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas 4 SD Negeri Cijati Kecamatan Majalengka dengan jumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, tes kemampuan gerak dasar dan penghitungan denyut nadi. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa, 1) Respon siswa terhadap penerapan model TGfU di SD Negeri Cijati Kecamatan Majalengka rata-rata memberikan respon yang positif; 2) Terdapat pengaruh penerapan model TGfU terhadap intensitas latihan gerak siswa SD Negeri Cijati Kecamatan Majalengka; 3) Terdapat pengaruh penerapan model TGfU terhadap kemampuan gerak dasar siswa SD Negeri Cijati Kecamatan Majalengka. Actually learning process is a pedagogic interaction among teachers, students, learning materials, and environment. The purpose of learning process is student learning activity. Learning process in physical education, the teacher has to be the role as a teacher but in the fact shows that one of the problems in the learning process in physical education in elementary school in learning quality is poor. The effect from this problem is student participation in learning physical education is poorly. The purposes of this research to getting data about the influence from TGfU method on intensity of motor exercises and basic motor ability in SD Negeri Cijati Kecamatan Majalengka. The use of method in this research with using action research classroom. This research consist of three cycles. There are the first cycles is pra-cycles, cycles one, cycles two, and cycles three. The result of this research have analyze and presented in form of descriptive qualitative. Sample of research is student in four grade of SD Negeri Cijati Kecamatan Majalengka with 26 students. Techniques of collecting data using observation sheet, interview sheet, test of basic motor ability and pulse counting. The conclusion from this research that is, 1) students’ respond of using application TGfU method in SD Negeri Cijati Kec. Majalengka give the positive respond. 2) there are influence of using application TGfU method on intensity student basic motor ability at SD Negeri Cijati Kecamatan Majalengka.. 3) there are influences using application TGfU method on students’ basic motor ability at SD Negeri Cijati Keamatan Majalengka

    OLAHRAGA MIXED MARTIAL ARTS (MMA) DI KABUPATEN MAJALENGKA: OLAHRAGA MIXED MARTIAL ARTS (MMA) DI KABUPATEN MAJALENGKA

    No full text
    Beladiri merupakan salah satu kegiatan olahraga yang memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing Mixed Martial Arts (MMA) merupakan seni olahraga beladiri yang menggabungkan olahraga beladiri lainnya. Fighter pada Mixed Martial Arts (MMA) memiliki ciri khas, yaitu dituntut memiliki kesiapan mental dan fisik yang sangat tinggi karena saat bertanding hanya menggunakan sarung tangan tipis serta Groin Protector saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat olahraga MMA karena di dapati cabang olahraga Muaythai sudah ada. Penelitian ini menghasilkan pengetahuan dan pemahaman untuk diterapkan pada lingkup masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan Untuk menghasilkan  penelitian tentang survai olahraga MMA di Kabupaten Majalengka ini ditempuh dengan studi pendahuluan ,pengembangan instrumen, uji kelayakan instrument, Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Partisispan dari jumlah yang diwawancara hanya ada 1 sumber yakni atlet seklaigus pelatih, alat ukur yang digunakan yaitu metode wawancara dan observasi menggunakan alat bantu. Alat bantu yang digunakan adalah pedoman wawancara dan alat perekam. Adapun luaran yang ditargetkan Publikasi ilmiah di jurnal nasional (berISSN), pemakalah dalam pertemuan ilmiah, Capaian target utama pada penelitian ini adalah berorientasi pelatih dan atlet serta perkemangan olahraga MMA di Kabupaten Majalengka.Beladiri merupakan salah satu kegiatan olahraga yang memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing Mixed Martial Arts (MMA) merupakan seni olahraga beladiri yang menggabungkan olahraga beladiri lainnya. Fighter pada Mixed Martial Arts (MMA) memiliki ciri khas, yaitu dituntut memiliki kesiapan mental dan fisik yang sangat tinggi karena saat bertanding hanya menggunakan sarung tangan tipis serta Groin Protector saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat olahraga MMA karena di dapati cabang olahraga Muaythai sudah ada. Penelitian ini menghasilkan pengetahuan dan pemahaman untuk diterapkan pada lingkup masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan Untuk menghasilkan  penelitian tentang survai olahraga MMA di Kabupaten Majalengka ini ditempuh dengan studi pendahuluan ,pengembangan instrumen, uji kelayakan instrument, Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Partisispan dari jumlah yang diwawancara hanya ada 1 sumber yakni atlet seklaigus pelatih, alat ukur yang Beladiri merupakan salah satu kegiatan olahraga yang memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing Mixed Martial Arts (MMA) merupakan seni olahraga beladiri yang menggabungkan olahraga beladiri lainnya. Fighter pada Mixed Martial Arts (MMA) memiliki ciri khas, yaitu dituntut memiliki kesiapan mental dan fisik yang sangat tinggi karena saat bertanding hanya menggunakan sarung tangan tipis serta Groin Protector saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat olahraga MMA karena di dapati cabang olahraga Muaythai sudah ada. Penelitian ini menghasilkan pengetahuan dan pemahaman untuk diterapkan pada lingkup masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan Untuk menghasilkan  penelitian tentang survai olahraga MMA di Kabupaten Majalengka ini ditempuh dengan studi pendahuluan ,pengembangan instrumen, uji kelayakan instrument, Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Partisispan dari jumlah yang diwawancara hanya ada 1 sumber yakni atlet seklaigus pelatih, alat ukur yang digunakan yaitu metode wawancara dan observasi menggunakan alat bantu. Alat bantu yang digunakan adalah pedoman wawancara dan alat perekam. Adapun luaran yang ditargetkan Publikasi ilmiah di jurnal nasional (berISSN), pemakalah dalam pertemuan ilmiah, Capaian target utama pada penelitian ini adalah berorientasi pelatih dan atlet serta perkemangan olahraga MMA di  Kabupaten Majalengka. Kata Kunci : Olahraga, Mixed Martial Arts yaitu metode wawancara dan observasi menggunakan alat bantu. Alat bantu yang digunakan adalah pedoman wawancara dan alat perekam. Adapun luaran yang ditargetkan Publikasi ilmiah di jurnal nasional (berISSN), pemakalah dalam pertemuan ilmiah, Capaian target utama pada penelitian ini adalah berorientasi pelatih dan atlet serta perkemangan olahraga MMA di  Kabupaten Majalengka

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID 19

    Full text link
    Kesehatan merupakan salah satu aspek fundamental dalam pembangunan bangsa.Tanpa kesehatan, manusia tidak bisa mengurus dirinya sendiri dan membantu serta membangun daerahnya masing-masing. PBB sebagai lembaga internasional tertinggi didunia membuat MDGs (Millenium Development Goals) yang mencakup 8 poin yang digunakan sebagai indikator kemajuan pembangunan suatu negara. Salah satu poin penting dalam MDGs point pertama yaitu to halve the number of under nourished people. Sehingga apabila poin ini kurang terpenuhi,maka pembangunan pun akan berjalan lambat. Sehingga, pada program PKM ini kami berkeinginan membentuk suatu pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan. Daerah yang akan menjadi binaan PKM kami adalah Kelurahan Cijati, Kecamatan Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, desa ini dekat dengan perkotaan termasuk menjadi salah satu desa dengan populasi yang padat. Selain itu, disana juga belum berjalan pemberdayaan kesehatan dengan lancar sebagai forum untuk berbagi satu dengan yang lainnya, mayoritas dari warga di desa ini merupakan pedagang kaki lima. Program ini lebih menekankan kepada peningkatan kualitas kesehatan di masa pandemic. Melihat permasalahan dunia dan Indonesia terhadap pandemi, kami merasa perlu   untuk   mengadakan   peningkatan   kualitas   kesehatan untuk meningkatkan kondisi tubuh dan kesehatan yang baik khususnya di Majalengka yaitu Kelurahan Cijati. Sehingga, harapan kami warga dapat mencegah penyebaran virus covid 19 di lingkungan masyarakat  sekitar

    MENINGKATKAN IMINUTAS MELALUI SENAM AEROBIK DI MASA PANDEMIK COVID-19 DI DESA CIKONENG KABUPATEN MAJALENGKA

    Full text link
    Olahraga yang terukur dan terprogram dengan asupan gizi seimbang merupakan faktor penting untuk menjaga imunitas tubuh dimasa pandemik Covid 19. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kegiatan olah raga untuk mengajak masyarakat agar memelihara kesehatan jasmani mereka melalui kegiatan senam aerobik yang bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat berolahraga selama pandemik Covid-19, sehingga daya tahan tubuhnya lebih baik.metode pengabdian ini menggunakan action reaserch, yakni persiapan, praktek senam aeronik dan penyuluhan mengenai olahraga sehat di masa pandemik, analisis data akhir dan evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini merupakan kegiatan Tridarma Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Majalengka di Desa Cikoneng Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka.Dengan melakukan senam aerobik teratur diharapkan menjadi alat ukur dalam upaya pencegahan Covid-19, serta dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. Target luaran yang diharapkan dari pengabdian ini yaitu jurnal nasional terakreditasi

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore