21 research outputs found

    Figurative Language An Analysis of Figurative Language Used in William Shakespeare’s Poems: Figurative language; Poem; William Shakespeare

    No full text
    Poem is one of the popular literary works that is loved by many people because of its beautiful language and the deep meaning of it. In poem, there are words or sentences that has a poetic meaning. Many poets write poems that have hidden or unreal meanings in it, and it is called figurative language. With figurative language applied in the poem, some people do not understand what the idea behind it. Therefore, this research aimed is to analyze the type of figurative language used in William Shakespeare’s poems and to reveal the function of figurative language dominantly used in William Shakespeare’s poems. The titles of the 7 William Shakespeare’s poems were “Shall I Compare Thee to A Summer’s Day?”, “Let Me Not to The Marriage of True Minds”, “Like as The Waves Make Towards the Pebbled Shore”, “When, In Disgrace with Fortune and Men’s Eyes”, “All the World’s Stage”, “That time of year thou mayst in me behold”, and “The Rape of Lucrece”. Results showed six types of figurative language used in William Shakespeare’

    ABSTRAKSI PENGARUH METODE TATABAHASA DAN TERJEMAH (GRAMMATICAL TRANSLATION METHOD) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA : Studi Deskriptif Kuasi Eksperimental Penerapan Metode Tatabahasa dan Terjemah Pada Kelas X di SMA Negeri 1 Cisarua 2010/2011

    Full text link
    Penyelenggaraan Pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Arab di Sekolah tingkat menengah untuk SMA dan MA, Proses pembelajaran bahasa Arab Lebih ditekankan pada keteramilan serta kemampuan siswa dalam tindak komunikasi dan menyerap ilmu pengetahuan. Selain itu kegiatan pembelajaran yang dirancang berdasarkan kurikulum KTSP. Rumusan masalah yang diangkat pada penelitian ini: Bagaimana kemampuan membaca siswa kelas X.5 SMA Negeri I Cisarua pada kelompok pretes-postes dengan menggunakan metode tatabahasa dan terjemah; Bagaimana kemampuan membaca siswa kelas X.1 SMA Negeri I Cisarua pada kelompok pretes-postes tanpa menggunakan metode tatabahasa dan terjemah (Grammatical / Translation Method); Adakah pengaruh penggunaan metode tatabahasa dan terjemah dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas X SMA Negeri 1 Cisarua tahun pelajaran 2010/2011. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca teks bahasa Arab siswa SMA Negeri 1 Cisarua RSBI Bandung Barat Kelas X.5 tahun dengan diterapkannya Metode Tatabahasa dan Terjemah, dan kemampuan membaca teks bahasa Arab siswa SMA Negeri 1 Cisarua RSBI Bandung Barat Kelas X.1 tanpa diterapkannya Metode Tatabahasa dan Terjemah, dan pengaruh Metode Tatabahasa dan Terjemah dalam meningkatkan kemampuan membaca teks bahasa Arab pada siswa SMA Negeri 1 Cisarua Kelas X.5 tahun pelajaran 2010/2011.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen, dengan data berupa data kuantitatif, dan rancangan dalam penelitian ini dengan teknik Control Group Time Series Design. Pemilihan metode ini disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, yaitu menguji penggunaan Metode Tatabahasa dan Terjemah dalam pemebelajaran membaca teks bahasa Arab. dan data yang diperoleh terbagi kedalam dua kelompok, yaitu data kualitatif (hasil observasi), dan data kuantitatif (hasil pretes dan postes). Adapun istrumen yang digunakan untuk pengambilan data kuantitatif adalah tes tertulis yang berbentuk tes objektif dengan 5 opsi sebanyak 20 butir soal. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Cisarua RSBI Bandung Barat tahun ajaran 2010/2011 dengan sampel yang dipilih adalah dua kelas dari tujuh kelas yang ada.Berdasarkan data penelitian yang telas dilakukan, ada perbedaan antara siswa yang belajar dengan menggunakan metode tatabahasa dan terjemah dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan metode tatabahasa dan terjemah. Ini dibuktikan dengan data yang diperoleh yaitu rata-rata N-Gain kelas eksperimen = 0,53. Nilai rata-rata ini lebih besar jika dibandingkan dengan rata-rata N-Gain kelas kontrol sebesar = 0,42. Pengolahan data penellitian yang dilakukan penulis dengan menggunakan program SPSS 18.0 for windows Berdasarkan hasil perhitungan di atas, menggunakan tara signifikasi 0,05 (tingkat kepercayaan 95%) dan derajat kebebasan 30 diperoleh 1.70. Dan ttabel 1.70 dan thitung 11.11. dengan demikian jika thitung > dan ttabel, yaitu 11.11 > 0,05 < 1.70 Maka Ho ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, hipotesis yang peneliti ajukan diterima. Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan Metode Tatabahasa dan Terjemah pada pembelajaran membaca teks bahasa Arab dan kemampuan siswa meningkat. Begitu pula hasil observasi memperlihatkan bahwa metode tatabahasa dan terjemah memberikan pengaruh dan respon yang positif

    Studi Leksikografi Kamus Dwibahasa Arab-Indonesia dan Penggunaannya pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab FPBS-UPI Tahun Ajaran 2013-2014

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan mahasiswa mencari makna dalam kamus, tidak adanya ruang bagi leksikografi terapan dalam kurikulum pembelajaran bahasa Arab, minimnya minat pengajar bahasa asing untuk menyusun kamus dwibahasa bagi pembelajar pemula, sehingga pembelajar enggan untuk membuka kamus, karena membutuhkan waktu lama. Padahal, kamus berperan penting pada pembelajaran bahasa asing pada berbagai jenjang pendidikan baik bagi pembelajar maupun pengajar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan kamus dwibahasa Arab-Indonesia dalam pembelajaran, mendeskripsikan presepsi penguna, mendeskripsikan evaluasi eksternal kamus, dan mendeskripsiakan implikasi pedagogis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) serta data kuantitatif sebagai pendukungnya. Sumber data penelitian adalah 3 kamus dwibahawa Arab-Indonesia dan 2 kamus Indonesia-Arab yang dianggap memiliki fitur kamus terbaik, dan Infestigasi kuesioner survei pada 173 pengguna yaitu Mahasiswa JPBA UPI Bandung, dan wawancara. Temuan penelitian ini menunjukan, 1) pengguna mengalami kesulitan dalam menentukan kepala lemma, aspek morfologi yakni menentukan kata dasar, pada aspek semantik yaitu sulit mencari padananan, makna yang sesuai konteks, dan tidak akrab dengan fitur kamus yang tersaji, 2) lebih dari 50% pengguna merasa kurang efektif menggunakan kamus, sehingga membutuhkan pelatihan, 3) hasil dari evaluasi eksternal kamus menunjukan setiap kamus memiliki karakter tersendiri, tidak semua unsur kelengkapan kamus termuat, meskipun tidak seluruh nilai evaluasi terpenuhi, karena informasi kamus tidak tersaji, terdapat beberapa fitur kamus yang bisa dimanfaatkan bagi pengembangan kamus pedagogis, seperti informasi sejarah bahasa sasaran, ortografi dan fungtuasi, cara penggunaan, pelafalan, informasi morfologi dan sintaksi, kelengkapan lema, contoh penjelas dan contoh penggunaan, 4) kebutuhan akan pelatihan penggunaan kamus terutama pada jenjang universitas. Bedasarkan hasil penelitian, perlu adanya pengembangan kamus untuk pembelajar, dan pelatihan penggunaan kamus di awal mata kuliah pada mata kuliah morfologi (sharaf) dan terjemah. Untuk peneliti, penelitian asepk eksternal kamus hanya dilakukan pada kamus yang terbatas, maka perlu dilakukan kajian pada kamus lainnya. Penggunaan kamus dalam pembelajaran belum spesifik, yaitu penggunaan kamus pada kegiatan berbahasa tertentu, maka hal ini perlu dilakukan oleh peneliti berikutnya. The problem in this study is concerning nothing to the space for applied lexicography in the curriculum Arabic language learning, minimal interest from teacher of foreign languages to compile a bilingual dictionary for beginner learners, difficulty of finding meaning in the dictionary, so the learner refuses to open the dictionary, because it took a long time, and the important role of the dictionaries is supporting material of language learning, for educators or learners at various levels. The purpose of this study to describe the use of bilingual Arabic-Indonesian dictionary in learning, and perception of learners, to evaluate external dictionaries, and to describe the pedagogical implications. Research methods used are literature studies (library research) and quantitative data site as supporters. Source data of this study are 3 bilingual dictionaries Arabic-Indonesian and two dictionaries Indonesian-Arabic that are considered to have the best features, and Infestigasition questionnaire survey of 173 learners namely Students of Department Arabic Language of Education UPI Bandung, and interviews. The findings of this study showed that, 1) users have difficulty in determining the head lemma, the morphology determine the root word, and the semantics aspec that is difficult to find equivalent meaning that fits the context, not familiar with the feature in the dictionaries, and 2) more than 50% of users feel less effective to use the dictionary, that requires training, 3) the results of the evaluation show dictionaries that each dictionary has its own character not all elements of the dictionary contained equipment, although not all the evaluations are met, because the information does not render dictionary, there are some features of the dictionary to be used in for the development of pedagogical dictionaries, such as the historical information of the target language, orthography and functuation, usage, pronunciation, morphology and syntax information, entry equipment, descriptive examples and examples of usage, 4) the need for training in the use of dictionaries, especially at the university stage. Based on our results, there should be an expansion dictionary for learners, and training in the use of dictionaries in the early course. For researchers, the study performed asepk external dictionary in the dictionary is limited, and to do research in other dictionaries. Use no specific dictionary learning, namely the use of a dictionary in a specific language activities, this will be done by subsequent researchers

    Kamus dwibahasa ARAB-INDONESIA untuk pembelajar pemula

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan mahasiswa mencari makna, keengganan membuka lamus, karna membutuhkan waktu lama, tidak adanya ruang bagi leksikografi terapan dalam kurikulum, minimnya minat pengajar menyusun kamus dwibahasa bagi pembelajar pemula, padahal kamus berperan pentng bagi pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan penggunaan kamus dwibahasa arab-indonesia, presepsi pengguna, melakukan evaluasi eksternal, dan implikasi pedagonis. metode penelitian yaitu studi kepustakaan serta data kuantitatif sebagai pendukungnya. sumber data berupa 3 kamus arab-indonesia dan 2 kamus indonesia-arab yang memiliki fitur terbaik, infestigasi kuesioner survey pada 173 pengguna, dan wawancara. temuan penelitian menunjukan, 1) pengguna mengalami kesulitan menentukan kepala lemma, aspek morfologi yakni menentukan kata dasar, semantik yaitu sulit mencari padananan makna yang sesuai kontek, tidak akrab dengan fitur kamus, dan 2) lebih dari 50% pengguna merasa kurang efektif menggunakan kamus, sehingga membutuhkan pelatihan, 3) hasil evaluasi menunjukan setiap kamus memiliki karakteristik, tidak semua unsur kamus termuat, meskipun tidak seluruh nilai evaluasi terpenuhi, karena informasi kamus tidak tersaji, terdapat fitur yang bisa dimanfaatkan bagi pengembangan kamus pedagogis, seperti informasi sejarah, ortografi, fungtuasi, cara penggunaan, pelafalan, morfologi, sintaksis, kelengkapan lema, contoh penjelas dan penggunaan, 4) kebutuhan pelatihan penggunaan kamus pada jenjang universitas

    PERSEPSI DAN PROBLEMATIKA PENGGUNAAN KAMUS DWIBAHASA BAHASA ARAB – INDONESIA TINJAUAN LEKSIKOGRAFI PEDAGOGI

    Full text link
    Bilingual dictionaries are necessary to help learners understand and communicate in the target language, and bilingual dictionaries serve as a second resource when native speakers are not available. The problem is the basis for selecting equivalents and the level of similarity related to the semantic field. This research uses a qualitative descriptive method with library research and quantitative research as support. Researchers used three data collection techniques, namely content analysis, questionnaires and interviews with 173 respondents. Research findings show that aspects of accessibility include the field of morphology: difficulty finding basic words, the semantic field has difficulty finding equivalent words and graphics. About (52.75%), users prefer entries that are appropriate to the context, and (35.16%) prefer entries based on usage examples. The difficulty of using a bilingual Arabic-Indonesian dictionary is caused by language competency factors, both grammar and semantics, design factors including design, dictionary graphics. Then the intensity factor is around (60%) rarely using a dictionary. The results of the survey questionnaire on 91 users showed that (91.21%) felt that they needed training in using dictionaries, this was based on the role of dictionaries, which increased (65.93%) stated that dictionaries had a significant role in study activities. Solution, more than half 58.24% of users chose to switch to electronic dictionaries. So this phenomenon has an impact on users switching to using electronic dictionaries

    The Use of Manipulative Language by Esther in the Film "Orphan" by David Leslie Jhonson: Manipulative Language, Linguistic Manipulation, Orphan Film by David Leslie Jhonson (2009), Power and Control, Emotional Framing

    No full text
    This research examines the use of manipulative language in the film Orphan by David Leslie Jhonson a story by Alex Mace (2009), focusing on the character Esther who, despite her innocent appearance, uses sophisticated linguistic strategies to influence, deceive, and control others to achieve her hidden goals, by employing emotional framing, exploiting sympathy, and combining lies with incomplete thrust, Esther successfully manipulates how people around her perceive Esther. This research will analyse these manipulation tactics from psychological and linguistic perspectives, emphasizing the power and control dynamics demonstrated through Esther's character in this Orphan film. Additionally, this research compares the manipulative language in the film with its real-world applications in interpersonal relationships involving varying degrees of power. The research focuses on Esther’s conversation with other characters to show how she uses language to manipulate, which heightens narrative tension, influences audience perception, and reflects human behaviour.

    ETIKA KOMUNIKASI BUDAYA KOLEKTIF APARATUR PEMERINTAHAN DI DESA WALUYA KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT

    Full text link
    Ciri komunikasi masyarakat kolektif adalah adanya kesantunan yang didasarkan atas norma-norma yang disepakati dalam system konvensi masyarakat. Tujuan penelitian ini mencoba menemukan sebuah pola komunikasi dalam interaksi proses pemerintahan Desa. Metode Penelitian yang digunakan adalah analisis isi karena data yang diambil berupa isi kutipan komunikasi perangkat desa dan pimpinan sebagai isi, lalu mengkaji hirarki untuk menelaah pengaruh isi. Dengan prosedur yang digunakan adalah pada tataran semiotik (semantik-pragmatik) penggabungan beberapa taksonomi Herkner dan Holsti. Temuan penelitian menunjukan bahwa pengaruh Kekuatan Jarak Long Power Distance pada interaksi Kepala Desa dan Bawahannya sangat kental mengingat Kyai memiliki kredibilitas dan legitimasi dalam kontek kelembagaan, Porses Komunikasi Aparat dengan rekan cenderung lebih egaliter karena adanya kesamaan, terdapat beberapa pola kumunikasi kesantunan komunikasi lebih didasarkan pada budaya komunikasi dan nilai yang dianut oleh anggota berupa nilai, norma, pedoman etika interaksi berupa kekuatan jarak sangat terlihat dalam interaksi antara pemimpin dan pegawai pemerintahan lainnya, komunikasi cendrung lebih egaliter

    Telaah Sejarah Maritim Islam Dengan Pendekatan Leksiko-Semantik

    Full text link
    Evidence of the history of the sea in Islam, can be seen from the existence of historical evidence in the form of relics and terminology that are still used in the language community, especially the Arab community. Based on this explanation, the author tries to study manuscripts on the history of the sea in Islam through a lexico-semantic approach in the form of entries from several Indonesian-Arabic and English Bilingual dictionaries, as well as manuscript descriptions of the history of the sea in Islam, inventory at the word level, and semantic analysis at the word level. and sentences. The research findings show that the text descriptions of Islamic history show that several terms refer to the fields of maritime, navy, and political icons and my which characterize Islamic maritime history, besides that several entries have experienced several changes and shifts in meaning.  Â

    An Analysis of Persuasive Communication with Ethnographic Communication Approach at Junior High Schools in West Bandung

    No full text
    Improving student discipline is one of the main challenges in the education system. This study explores the application of persuasive communication patterns in improving the discipline of high school students in West Bandung with the SPEAKING approach from Dell Hymes. This approach identifies relevant communication components, including settings, participants, goals, and norms, to produce more effective interactions between teachers and students. This study uses qualitative methods with in-depth interviews and participant observations to analyze the application of persuasive communication strategies in the school environment. The results of the study indicate that the Persuasive communication pattern is able to build more harmonious relationships, foster intrinsic motivation, and increase student compliance with school regulations

    PENINGKATAN LITERASI BANGSA BERBASIS KELEMBAGAAN MELALUI TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM)

    Full text link
    Abstract:. This article discusses how the Bandasari Village Government plays an active role in improving community literacy through strengthening the Community Reading Park (TBM) and the Development of Reading Corners spread across various strategic points in the village at the Al-Bayum reading park and Village Library. Using a descriptive qualitative approach, this study reveals the strategies, policies, and social impacts of literacy practices based on village institutions. The results of the study indicate that the commitment of the village government in forming the institutional structure of TBM, allocation of village funds, and synergy with external partners are strong foundations in building a culture of community literacy. This article recommends replication of the village government-based model as a national literacy strategy Keywords: community literacy, reading corner, institutions, government, villageAbstrak: Artikel ini membahas bagaimana Pemerintahan Desa Bandasari berperan aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat melalui penguatan kelembagaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Pengembangan Pojok Bacaan yang tersebar di berbagai titik strategis desa pada taman bacaan Al-Bayum dan Perpustakaan Desa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap strategi, kebijakan, serta dampak sosial dari praktik literasi berbasis kelembagaan desa. Hasil studi menunjukkan bahwa komitmen pemerintah desa dalam membentuk struktur kelembagaan TBM, alokasi dana desa, dan sinergi dengan mitra eksternal menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya literasi masyarakat. Artikel ini merekomendasikan replikasi model berbasis pemerintahan desa sebagai strategi literasi nasional. &nbsp; Kata Kunci: literasi masyarakat, pojok bacaan, kelembagaan, pemerintah, desa. &nbsp
    corecore