1,720,971 research outputs found
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. K UMUR 27 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WELAHAN I KABUPATEN JEPARA
Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara pada Tahun 2016 hingga 2021 Tercatat Angka Kematian Ibu mengalami kenaikan. Pada Tahun 2016 tercatat Angka Kematian Ibu mencapai 14 kasus, hal itu menempatkan Kabupaten Jepara berada di posisi ketiga dalam daftar AKI terendah di Provinsi Jawa Tengah. Namun, pada tahun 2020 Angka Kematian Ibu mengalami kenaikan hingga mencapai 20 kasus diikuti pada Tahun 2021 mencapai 14 kasus. Hal ini dikarenakan adanya kasus Pandemi Covid-19 yang berada di Indonesia.Tujuan Studi Kasus adalah melaksakan asuhan kebidanan komprehensif pada saat kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluaga berencana pada Ny.K G1P0A0 di wilayah kerja Puskesmas Welahan I Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan dalam Studi Kasus ini dengan menggunakan pendekatan manajemen 7 langkah varney dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP.Hasil studi kasus pada Ny. K didapatkan diagnosa G1P0A0 hamil 37 minggu dengan keluhan nyeri pada punggung dengan proses persalinan fisiologis diikuti dengan nifas fisiologis, tanpa ada penyulit maupun komplikasi, bayi baru lahir fisiologi tanpa penyulit maupun komplikasi, serta keluarga berencana. Pada asuhan kehamilan ibu hamil diberikan pelayanan antenatal 10 T. Pada saat persalinan diberikan 60 langkah APN dan asuhan sayang ibu. Pada asuhan nifas diberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan ibu, pada bayi baru lahir diberikan asuhan sesuai dengan kebutuhan bayi. Pada pelayanan KB diberikan konseling berupa macam-macam kontasepsi, dan Ny. K berencana menggunakan KB suntik 3 bulanKesimpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif melalui studi kasus yaitu semua proses kehamilan, persalinan, nifas, BBL dan KB Ny. K adalah fisiologis. Terdapat kesenjagan pada penerapan asuhan masa nifas 6 jam pertama yaitu pemberian Tablet Fe tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya. Oleh karena itu, diharapkan setiap asuhan dan tindakan yang diberikan kepada psien sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang telah ditetapkan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN BIDAN DENGAN KEPATUHAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI USIA 1-2 TAHUN DIMASA COVID-19
Coronavirus diease 2019 (COVID-19) yaitu suatu penyakit yang sedang mewabah hampir diseluruh dunia. Kecamatan Tengaran adalah salah satu wilayah yang memasuki zona merah. Hasil survei UNICEF pelayanan imuniasi terkena dampak dari wabah virus corona (covid-19). Di Puskesmas Tengaran mengalami penurunan cakupan imunisasi pada bulan April 2020 sebesar 3,1% dibanding April 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dan Dukungan Bidan Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 1-2 Tahun Dimasa Covid-19. Metode penelitian cross sectional. Tehnik pengambilan sample yaitu non probability sampling sebanyak 54 responden. Uji Statistik Fisher exact test dengan tingkat kemaknaan 95%, ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan kepatuhan didapat niali p = 0,013, sedangkan untuk dukungan bidan dan kepatuhan didapat nilai p = 0,005. Kesimpulannya ada hubungan tingkat pengetahuan ibu dan dukungan bidan dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi usia 1-2 tahun dimasa covid-19
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. NUMUR 24 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MLONGGO KABUPATEN JEPARA
Indikator keberhasilan Upaya kesehatan ibu dan anak dapat di lihat dari besarnya angka AKI dan AKB setiap tahunnya, Continuity of care adalah Asuhan yang berkelanjutan dari masa ke masa sehingga terjalin hubungan yang terus menerus antara seorang wanita dan bidan mulai dari masa kehamilan,persalinan,nifas,Bayi baru lahir dan KB dengan tujuan mampu mendeteksi lebih dini komplikasi yang terjadi dan di harapkan dapat membantu penurunan kasus AKI dan AKB yang ada di Indonesia. Tujuan laporan ini untuk melaksanakan asuhan kebidanan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dengan memberikan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan pelayanan KB serta BBL dan neonatus secara komprehensif. Metode yang digunakan dalam Asuhan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan yang di ambil melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi kasus, studi pustaka dan dokumentasi dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Hasil laporan Di peroleh Ny. N G1P0A0 umur 24 tahun usia kehamilan 41 minggu dengan kehamilan fisiologis, persalinan tanpa adanya penyulit dan komplikasi yang diikuti masa nifas fisiologis, bayi baru lahir fisiologis, serta Ny. N berencana menggunakan KB Implant. Kesimpulan hasil studi kasus ini yaitu semua proses kehamilan, persalinan, nifas, BBL, dan KB adalah fisiologis. Pemberian asuhan sudah di sesuaikan dengan keluhan yang di alami oleh Ny. N dan berdasarkan evidence based terlaksana dengan baik. terdapat kesenjangan teori dan praktik dalam pelaksanaan asuhan kehamilan dan persalinanpada asuhan komprehensif yang di lakukan. Saran untuk penulis untuk selallu memperbarui ilmu sesuai perkembangan jaman sehingga dapat meningkatkan asuhan komprehensif yang lebih berkualitas
EFEKTIVITAS VOLUNTEER SAYANG IBU TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN TENTANGPERSIAPAN PERAN MENJADI IBU(STUDI PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DI KABUPATEN BENGKULU UTARA)
Latar Belakang: Mempersiapkan peran menjadi ibu sejak masa kehamilan sangat penting, namun masih banyak ibu yang belum mempersiapkan perannya menjadi ibu sebesar 62,5%. Jika peran ibu tidak dipersiapkan dapat berakibat pada kegagalan adaptasi yang dialami ibu dan berdampak pada perawatan bayi baru lahir yang tidak aman, pemberian ASI yang tidak baik dan mempengaruhi ikatan ibu dan bayi yang dapat memberikan dampak negatif pada anak setelah dewasa. Volunteer sayang ibu merupakan upaya yang dapat diberikan untuk mempersiapkan peran ibu pada masa kehamilan. Tujuan: menganalisis efektivitas Volunteer sayang ibu terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu hamil primigravida.Metode: Research and Development (R&D) dan uji model studi Quasy Eksperimental Control Group Pre-test and Post-test Design. Subjek penelitian volunteer sayang ibu berjumlah 13 orang dan ibu hamil primigravida berjumlah 50 orang. Intervensi diberikan pendampingan oleh volunteer sayang ibu selama 14 hari dengan 4 kali kunjungan rumah dan pada kelompok kontrol diberikan edukasi persiapan peran menjadi ibu melalui kelas ibu hamil pada saat antenatal care. Variabel terikat: pengetahuan dan keterampilan volunteer sayang ibu dan ibu hamil. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner kecemasan PrAQ-R2, checklist pengetahuan dan checklist keterampilan. Data hasil model diuji menggunakan uji beda.Hasil: Modul ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan (0,001) dan keterampilan (0,001) volunteer sayang ibu. Penerapan volunteer sayang ibu efektif meningkatkan pengetahuan (0,000) dan keterampilan (0,000) ibu hamil lebih baik dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Volunteer sayang ibu efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil primigravida
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA IBU HAMIL DIPUSKESMAS KEDUNGWUNI I KABUPATEN PEKALONGAN
Gizi ibu hamil merupakan nutrisi yang diperlukan dalam jumlah yang banyak untuk pemenuhan gizi ibu sendiri dan perkembangan janin yang dikandungnya (Bobak dkk, 2015). Prevalensi ibu hamil risiko KEK masih tinggi yaitu pada tahun 2013 sebesar 24,4%. Jawa Tengah termasuk lima besar daerah angka kurang energi kronik pada usia subur tertinggi di Indonesia, prevalensi ibu hamil risiko KEK di Jawa Tengah tahun 2017 yaitu (51,47%) (K.R. Kesehatan, 2018). Menurut data Cakupan ibu hamil KEK di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 jumlah ibu hamil ibu KEK ada 2.804 khususnya di Puskesmas Kedungwuni I yang menduduki peringkat pertama paling tinggi dari 27 puskesmas di kabupaten pekalongan dengan jumlah ibu hamil KEK sebesar 339.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Kedungwuni 1 Kabupaten Pekalongan. Factor- faktor yang diteliti diantaranya adalah karakteristik usia, jarak kehamilan, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan gizi, dan asupan gizi.Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kedungwuni 1 Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectionaldengan teknik sampling menggunakan Accidental Sampling.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 81 ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan pada saat pandemic covid- 19, pengambilan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada responden yang saat itu juga dating ke Puskesmas Kedungwuni 1 Kabupaten Pekalongan.Hasil penelitian menunjukan 25,9% ibu hamil KEK dan 74,1% tidak KEK. Dari analisis bivariat dengan chi square test menunjukan adanya hubungan antara karakteristik usia (p=0,001), pendidikan (p=0,011), pekerjaan (p=0,001), jarak kehamilan (p=0,002), pengetahuan gizi (p=0,000) dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Kedungwuni I Kabupaten Pekalongan
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN PADA BALITA USIA 48-60 BULAN DI PUSKESMAS KEBONDALEM KABUPATEN PEMALANG
Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang menyebabkan tinggi badan anak yang terlalu rendah dibandingkan usianya. Prevalensi stunting secara nasional tahun 2018 adalah 30,8%, yang berarti terjadi penurunan dibandingkan tahun 2013 sejumlah 37,2% namun prevalensi stunting di Kabupaten Pemalang pada tahun 2017 mencapai 22,94% anak balita dengan stunting kemudian di tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 16,95%. Meskipun menurun tetapi kasus balita stunting di Kabupaten Pemalang masih tergolong masih tinggi, hal tersebut dibuktikan pada tahun 2020 ada 514 anak balita di wilayah kerja Puskesmas Kebondalem Kabupaten Pemalang yang mengalami stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan stunting dengan perkembangan pada balita usia 48-60 bulan di desa Kebondalem Kabupaten Pemalang.Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 59 responden. Penelitian ini dianalisis secara univariat dengan mengetahui distribusi frekuensi dari stunting dan perkembangan serta analisis bivariat menggunakan Chi-square. Penelitian ini menggunakan alat ukur perkembangan berupa KPSP. Hasil penelitian bivariat berdasarkan uji chi-square dan menunjukkan bahwa ada hubungan stunting dengan perkembangan pada balita (p-value=0,000). Perlu adanya upaya guna mengatasi keterlambatan perkembangan pada balita stunting dengan lebih memperhatikan, menambah wawasan tentang perkembangan anak meliputi gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi kemandirian. Khususnya, bagi anak stunting perlu diperhatikan serta terus menstimulasi perkembangan anak sesuai dengan usia anak. Ibu juga diharapkan dapat mengetahui penanggulangannya serta mampu memenuhi kebutuhan fisik maupun psikologis anak
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENURUNAN KINERJA GASURKES KIA DI KOTA SEMARANG SELAMA PANDEMI COVID-19
Gasurkes KIA memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat Kesehatan Ibu dan Anak. Peran dan tugas Gasurkes KIA mengharuskan kontak langsung dengan masyarakat sehingga dapat meningkatkan resiko tertinfeksi virus Covid-19. Dinilai dari target atau capaian yang bisa dicapai oleh Gasurkes Dinas Kesehatan Kota Semarang menyimpulkan bahwa terjadi penurunan kinerja Gasurkes di Wilayah Kota Semarang selama adanya pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja gasurkes KIA selama pandemi Covid-19 diantaranya adalah kemampuan, sarana prasarana dan supra sarana.Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja gasurkes KIA Kota Semarang. Menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Gasurkes KIA di Wilayah Kerja Kota Semarang sejumlah 125 gasurkes yang sudah bekerja minimal pada tahun 2019-Januari 2020. Teknik pengambilan sampe menggunakan snowball sampling. Semua sampel yang terpilih diberikan kuesioner melalui link google form.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan, sarana prasarana dan supra sarana terhadap penurunan kinerja gasurkes KIA diwilayah Kota Semarang dimasa pandemi Covid-19 yang ditunjukkan dengan uji statistik diperoleh nilai p-vallue sebesar 0,0001. Hasil penelitian ini diharapkan masyarakat dapat menambah pemahaman akan pentingnya pelayanan yang optimal oleh gasurkes dan senantiasa mematuhi protokol kesehatan serta bagi dinas kesehatan diharapkan berupaya memberikan saran prasarana yang memadai untuk menunjang kinerja gasurkes terutama adalah APD (Alat Pelindung Diri)
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
