1,720,955 research outputs found
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI UPT SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KOTA YOGYAKARTA JALAN BUNG TARDJO NO. 9A YOGYAKARTA
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan suatu
kegiatan yang bertujuan membekali mahasiswa kelak dalam menghadapi dunia
kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman dan ketrampilan
mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang telah
dikuasai secara interdisipliner kedalam pembelajaran disekolah ataupun lembaga
pendidikan. Kegiatan PPL diawali dengan micro teaching sebagai pelatihan
mahasiswa sebelum terjun ke PPL. Laporan ini berisi tentang kegiatan Praktik
Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PPL PLS
FIP UNY tahun 2014. Kegiatan PPL PLS FIP UNY berlokasi di UPT SKB KOTA
YOGGYAKARTA dengan alamat di Jalan Bung Tardjo No. 9A Yogyakarta, yang
dimulai dari tanggal 2 Juli 2014 sampai dengan 17 September 2014.
Program PPL yang dilaksanakan berawal dari hasil observasi dan
identifikasi kebutuhan yang ada di UPT SKB KOTA YOGYAKARTA dengan
alamat di Jalan Bung Tardjo No. 9A Yogyakarta. Adapun tahap-tahap yang kami
lakukan adalah planning, organizing, actuating, contrloing dan evaluation.
Bentuk persiapan kami lakukan semasa pra PPL berupa pembelajaran secara
khusus yang berupa perkuliahan micro teaching selama 16 kali pertemuan
dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan. Secara garis besar, program
PPL yang kami lakukan adalah sebagai berikut : Program utama dalam kegiatan
PPL yang kami laksanakan ialah praktek pendampingan di KB SALMA binaan
UPT SKB KOTA YOGYAKARTA, Pendampingan kesetaraan, serta pengelolaan
program-program yang ada di SKB. Untuk lebih meningkatkan mutu dari
kegiatan PPL di lembaga maka lembaga perlu mempertahankan hubungan
dengan pihak UNY yang telah terjalin dengan baik selama ini. Saran belajar
perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya.
Hasil dari kegiatan PPL yang kami lakukan adalah berupa pembelajaran
di PAUD KB SALMA, pendampingan proses pembelajaran kesetaraan paket C,
proses pembelajaran dan mengelola program di UPTD SKB KOTA
YOGYAKARTA, pengalaman mengelola pelatihan parenting, pelatihan
holtikultura, pelatihan tata boga, pelatihan komputer, dan revitalisasi sarana dan
prasarana TBM Sumber Ilmu, pemberian motivator program kesetaraan
paket C, Pengawasan UNPK Paket C khusus ABK, Koreksi EHB Program
Kesetraan paket C, Pembenahan APE PAUD KB ”SALMA”, Pemanfaatan botol
bekas sebagai media tanam untuk PAUD KB “SALMA”. Harapan kami apa yang
telah kami laksanakan di lokasi PPL dapat bermanfaat bagi lembaga dan
masyarakat yang bersangkutan dan bagi mahasiswa PPL semoga dapat
mengambil hikmah sesuai dengan ilmu yang di dapat dan harapan kedepan
semoga PPL dapat lebih baik dan maju
PENDAMPINGAN ANAK JALANAN MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)) DI RUMAH SINGGAH HAFARA KASIHAN BANTUL
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penyelenggaraan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) bagi anak jalanan di Rumah Singgah Hafara, (2)Manfaat pelaksanaan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Rumah Singgah Hafara, (3)Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Rumah Singgah Hafara.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola Rumah Singgah Hafara, pendamping Rumah Singgah Hafara dan anak jalanan Rumah Singgah Hafara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi sumber dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan berbagai narasumber dalam mencari informasi yang di butuhkan.
Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) Penyelenggaraan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) bagi anak jalanan di Rumah Singgah Hafara yakni melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. (2) Manfaat pelaksanaan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Rumah Singgah Hafara: (a) Pendidikan, anak memperoleh manfaat dari kegiatan pendampingan seperti menambah pengetahuan sehingga membuat anak menjadi termotivasi untuk belajar, b) Kecakapan personal, anak jalanan memiliki pola berpikir untuk masa depannya, c) Kecakapan sosial, anak jalanan memiliki empati dengan orang lain, dapat bersosialisasi dan berinteraksi, (3) Faktor pendukung dalam pelaksanaan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Rumah Singgah Hafara, yaitu: (a) semangat dari anak jalanan untuk mengikuti pendampingan. (b) adanya motivasi dari pendamping dan relawan. (c) adanya tempat mendukung untuk keberlangsungan program. Faktor penghambatnya, yaitu : (a) tidak adanya kerjasama dengan pihak lain sehingga segala sarana dan prasarana dipersiapkan oleh pihak Hafara sendiri. (b) karakter anak yang beragam. (c) pendanaan yang terbatas.
Kata kunci : Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill), Anak Jalanan, Pendampingan, Rumah Singga
PENDAMPINGAN ANAK JALANAN MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)) DI RUMAH SINGGAH HAFARA KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penyelenggaraan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) bagi anak jalanan di Rumah Singgah Hafara, (2)Manfaat pelaksanaan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Rumah Singgah Hafara, (3)Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Rumah Singgah Hafara.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola Rumah Singgah Hafara, pendamping Rumah Singgah Hafara dan anak jalanan Rumah Singgah Hafara. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Triangulasi sumber dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data dengan berbagai narasumber dalam mencari informasi yang di butuhkan.
Hasil penelitian menujukkan bahwa: (1) Penyelenggaraan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) bagi anak jalanan di Rumah Singgah Hafara yakni melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. (2) Manfaat pelaksanaan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Rumah Singgah Hafara: (a) Pendidikan, anak memperoleh manfaat dari kegiatan pendampingan seperti menambah pengetahuan sehingga membuat anak menjadi termotivasi untuk belajar, b) Kecakapan personal, anak jalanan memiliki pola berpikir untuk masa depannya, c) Kecakapan sosial, anak jalanan memiliki empati dengan orang lain, dapat bersosialisasi dan berinteraksi, (3) Faktor pendukung dalam pelaksanaan pendampingan pendidikan kecakapan hidup (life skill) di Rumah Singgah Hafara, yaitu: (a) semangat dari anak jalanan untuk mengikuti pendampingan. (b) adanya motivasi dari pendamping dan relawan. (c) adanya tempat mendukung untuk keberlangsungan program. Faktor penghambatnya, yaitu : (a) tidak adanya kerjasama dengan pihak lain sehingga segala sarana dan prasarana dipersiapkan oleh pihak Hafara sendiri. (b) karakter anak yang beragam. (c) pendanaan yang terbatas.
Kata kunci : Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill), Anak Jalanan, Pendampingan, Rumah Singga
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
