1,721,216 research outputs found

    Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Operasi Hitung pada Bilangan Real Siswa Kelas X SMK Muhammdiyah Tello Baru Makassar.

    Get PDF
    ABSTRAK ROSTINA T. 2013. Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Operasi Hitung pada Bilangan Real Siswa Kelas X SMK Muhammdiyah Tello Baru Makassar. (Dibimbing oleh Ruslan dan Ilham Minggi) Operasi hitung pada bilangan Real merupakan hal yang sangat fundamental dalam pembelajaran matematika. Namun pada SMK Muhammadiyah Tello Baru Makassar peneliti menemukan masalah yang terkait dengan kemampuan dasar matematika siswa terutama kemampuan siswa dalam operasi hitung pada bilangan Real. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (i) Jenis kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pada bilangan real ditinjau dari dimensi pengetahuan, (ii) Faktor-faktor penyebab terjadinya kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pada bilangan Real ditinjau dari dimensi kognitif Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif deskriptif dengan perhatian utama terletak pada proses. Proses yang dimaksud adalah keadaan yang menggambarkan fenomena jenis kesulitan yang dialami siswa serta faktor-faktor penyebab terjadinya kesulitan yang dialami oleh siswa. Subjek penelitian terdiri dari 2(dua) orang, yakni 1 (satu) orang untuk kategori paling lambat dalam menyelesaikan soal dan 1 (satu) orang untuk kategori paling banyak kesalahan dalam menyelesaikan soal. Hasil penelitian diperoleh jenis kesulitan yang dialami kedua subjek adalah kesulitan pada pengetahuan faktual, kesulitan pada pengetahuan konseptual dan kesulitan pada pengetahuan prosedural. Faktor penyebab terjadinya kesulitan yang dialami siswa adalah: (1) tidak memahami pengetahuan faktual, (2) tidak bisa mengaplikasikan pengetahuan faktual, (3) tidak mengingat pengetahuan konseptual, (4) tidak memahami pengetahuan konseptual, (5) tidak bisa mengaplikasikan pengetahuan konseptual, (6) tidak mengingat pengetahuan prosedural, (7) tidak memahami pengetahuan prosedural, (8) tidak bisa mengaplikasikan pengetahuan prosedural

    Alih Fungsi Lahan Pertanian Sawah ke lahan non pertanian di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar

    Get PDF
    ABSTRAK ROSTINA. 2014. Alih Fungsi Lahan Pertanian Sawah ke lahan non pertanian di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. (Dibimbing oleh H. Ramli Umar dan Nasiah Badwi) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa luas alih fungsi lahan pertanian sawah di kecamatan Galesong utara kabupaten Takalar, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian sawah dan dampak alih fungsi lahan pertanian sawah di kecamatan Galesong Utara kabupaten Takalar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel persentase yang penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah semakin lama luas lahan pertanian sawah semakin berkurang dan hasil produksi pangan juga ikut mengalami pengurangan. Dalam kurun waktu Sembilan tahun yaitu pada tahun 2005 sampai tahun 2013, seluas 1.176.402 m2 lahan pertanian sawah yang mengalami pengurangan luas menjadi lahan non pertanian dan dengan pengurangan seluas 1.176.402 m2 menyebabkan penurunan hasil produksi tanaman pangan padi sebanyak 2.681 ton pada tahun 2005-2013 di Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian sawah ke lahan non pertanian di kecamatan Galesong Utara kabupaten Takalar yaitu Bertambahnya jumlah penduduk, letak atau posisi Kecamatan Galesong Utara yang strategis, dan tingginya harga jual lahan sawah di Kecamatan Galesong Utara. Dampak yang ditimbulkan dari alih fungsi lahan pertanian sawah ke lahan non pertanian di Kecamatan Galesong Utara kabupaten Takalar yaitu hasil produksi tanaman pangan yang menurun dan terjadinya alih fungsi tenaga kerja dari sector pertanian ke non pertanian. Kata kunci: Penggunaan Lahan, Alih Fungsi Lahan, Faktor Alih Fungsi Lahan dan Dampak Alih Fungsi Lahan. ABSTRACT ROSTINA. 2014. Conversion of Agricultural Land to Non-Agricultural Land at North Galesong Sudistrict in Takalar District (Supervised by H. Ramli Umar and Nasiah Badwi) The study aimed at examining the extend of the conversion of agricultural land at North Galesong subdistrict in Takalar district, analyzing the factors which causes the conversion of agricultural land, and the impact of the conversion of agricultural land at North Galesong subdistrict in Takalar district. The study was a quantitative research. The sample of the study was chosen by employing purposive sampling technique. Data were analyzed by employing descriptive analysis and presented in a form of table of percentage. The result of the study revealed that the agricultural land was getting reduced and food production was decreasing as well. Within a period of nine years, 2005 to 2013, 1.176.402 m2 of agricultural land decreased to non-agricultural land which caused the decreasing product of paddy by 2.681 tons in North Galesong subdistrict in Takalar district. The factors which causes the conversion of agricultural land to non-agricultural land were the increasing numbers of peple, strategic geographical position, and the high price of land at North Galesong sudistrict in Takalar district. The impact of the conversion of agricultural land to non-agricultural land at North Galesong sudistrict in Takalar district were the decreasing amount of food product and the switch of human resources from agricultural sector to non-agricultural sector. . Keywords: Land untilization, conversion of agricultural land, factors of the conversion of agricultural land, and the impact of the conversion of agricultural land

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    PENENTUAN UANG PANAIK DALAM PERNIKAHAN MASYARAKAT SUKU MAKASSAR DITINJAU DARI PRESPEKTIF HUKUM ISLAM

    Get PDF
    ABSTRAK Rostina, NIM 17102163049, Penentuan Uang panaik dalam Pernikahan Masyarakat Suku Makassar Ditinjau dari Prespektif Hukum Islam, Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. IAIN Tulungagung, 2020, Pembimbing Dr. Zulfatun Ni’mah, S.H.I., M.hum. Kata Kunci: Pernikahan Masyarakat Suku Makassar, Uang Panaik, Hukum Islam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya uang panaik dalam pernikahan masyarakat suku Makassar yang mengacu status sosial masyarakat. Tingginya uang panaik terkesan memberatkan keluarga mempelai laki-laki, sehingga menimbulkan ketertarikan untuk meneliti bagaimana penentuannya ditinjau dari hukum Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana proses penentuan Uang Panaik dalam pernikahan masyarakat suku Makassar 2) Bagaiamana tinjauan hukum Islam terhadap penentuan Uang Panaik dalam pernikahan masyarakat suku Makassar. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui proses penentuan Uang Panaik dalam pernikahan masyarakat suku Makassar 2) untuk memahami tinjauan presfektif hukum hukum Islam terhadap Uang Panaik dalam pernikahan masyarakat suku Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis sosiologis yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah–masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realistis dan natural setting yang holistic kompleks dan rinci. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sumber data primer berupa hasil wawancara dan sumber data sekunder berupa buku, jurnal, dan dokumen-dokumen yang relevan dengan tema. Adapun tehnik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode induktif yaitu dengan mendiskripsikan bagian–bagian yang telah dikumpulkan dari bersifat khusus kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat umum. Hasil dari penelitian ini 1) Penentuan uang panaik dalam pernikahan masyarakat adat suku Makassar di Desa Tonrorita dilakukan melalui proses musyawarah untuk mufakat, dimana pihak keluarga laki-laki mengirim orang yang mereka tuakan sebagai wali untuk menemui pihak keluarga perempuan, selanjutnya pihak kelurga perempuan menyambut dan menyampaikan besar jumlah uang panaik yang mereka kehendaki, apabila kelurga laki-laki langsung menyanggupi maka terjadilah kesepakatan, akan tetapi jika tidak menyanggupi maka akan dilanjutkan dengan proses tawar menawar sampai menghasilkan kesepakatan jumlah. Uang panaik diserahkan pada kedatangan berikutnya. 2) Penentuan uang panaik ditinjau dari hukum Islam dirinci menjadi dua, yaitu makruh apabila dimanfaatkan untuk semata-mata pamer kekayaan melalui pesta pernikahan yang berlebih-lebihan dan mubah bagi apabila diniatkan sebagai hadiah yang bermanfaat untuk bekal kehidupan menjalankan rumah tangga
    corecore