1,720,956 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PERLINDUNGAN NEGARA TERHADAP HAK ANAK TERLANTAR DI INDONESIA PADA MASA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    ABSTRAK Perlindungan negara terhadap hak anak terlantar di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28B ayat (2) menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Di Indonesia begitu banyak anak-anak yang haknya tidak terpenuhi bahkan cenderung diabaikan. Saat ini pandemi covid-19 sedang melanda dunia dan diberlakukannya protokol kesehatan demi mencegah penyebaran pandemi covid-19, anak semakin kesulitan untuk mendapatkan hak-hak dasarnya. Dampak sekunder pandemi covid-19 pada anak terlantar, akses terhadap makanan dan gizi, pendidikan, dan perlindungan terganggu. Anak terlantar menghadapi risiko tinggi terkait keselamatan dan kesejahteraan baik jangka pendek maupun jangka panjang, bahkan bisa seumur hidup mereka. Namun dari kejadian yang terjadi terhadap hak anak terlantar yang tidak sesuai dengan semestinya dan implementasi negara terhadap hak anak terlantar tidak sejalan sepenuhnya. Adapun rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah pertama bagaimana perlindungan negara terhadap hak anak terlantar di Indonesia, dan yang kedua bagaimana perlindungan negara terhadap hak anak terlantar pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode yuridis normatif, sedangkan data yang digunakan adalah data sekunder, serta metode pengumpulan data berupa studi dokumen (kepustakaan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan negara terhadap hak anak terlantar di Indonesia dan mengetahui perlindungan negara terhadap hak anak terlantar pada masa pandemi covid-19. Hasil penelitian pada skripsi ini dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan perlindungan anak yang meliputi berbagai bidang pelayanan kehidupan yang harus dikerjakan bersama-sama, memerlukan suatu organisasi koordinasi kerja sama diperlukan untuk mencegah ketidakseimbangan dalam pemilihan pelaksanaan perlindungan anak dan penghalang serta persaingan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan antar individu, golongan, instansi yang melibatkan diri dalam perlindungan anak. Penanganan anak terlantar pada masa pandemi covid-19 sejauh mungkin harus dikurangi program-program bantuan yang hanya bersifat karitatif, dan sebagai gantinya diupayakan untuk lebih menekankan pada bentuk bantuan yang dapat berfungsi sebagai asuransi sosial bagi anak-anak terlantar dan keluarganya di masa pandemi covid-19

    Perlindungan negara terhadap anak terlantar di Indonesia pada masa pandemi covid 19

    No full text
    viii.; 62 hal.; ill.; 19 c

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    PERLINDUNGA|N HUKUM TERHA|DA|P NOTA|RIS DA|LA|M PEMBUA|TA|N COVER NOTE TERKA|IT DA|SA|R PENCA|IRA|N KREDIT OLEH BA|NK

    Full text link
    A|BSTRA|K Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan bahwa negara hukum mempunyai prinsip-prinsip da|la|m ha|l menja|min a|da|nya| kepa|stia|n, ketertiba|, serta| perlindunga|n hukum ya|ng memperha|tika|n 3 (tiga|) unsur ya|itu kema|nfa|a|ta|n, kea|dila|n, da|n kepa|stia|n hukum. Nota|ris merupa|ka|n seora|ng peja|ba|t umum ya|ng memiliki kewena|nga|n khusus ya|ng dia|tur da|la|m unda|ng-unda|ng khusus, ya|itu Unda|ng-Unda|ng Ja|ba|ta|n Nota|ris. Nota|ris memiliki kewena|nga|n untuk membua|tka|n a|kta| da|n Nota|ris juga| berwena|ng untuk membua|tka|n a|kta| terka|it perta|na|ha|n. Nota|ris da|pa|t membua|tka|n sura|t ketera|nga|n da|la|m proses pemberia|n kredit oleh ba|nk ya|ng disebut denga|n Cover Note, ya|ng merupa|ka|n hukum kebia|sa|a|n da|la|m dunia| perba|nka|n. Cover Note buka|nla|h a|kta| otentik, tida|k a|da| penga|tura|n ya|ng menga|tur tenta|ng Cover Note, ba|nya|knya| Nota|ris ya|ng terjeba|k perma|sa|la|ha|n da|n berujung tinda|k pida|na| korupsi. Ha|l ini tentu menja|di ketida|ka|dila|n ba|gi Nota|ris. Perma|sa|la|ha|n da|la|m penelitia|n ini a|da|la|h: 1) Ba|ga|ima|na| keduduka|n Cover Note da|la|m penca|ira|n kredit oleh ba|nk?, 2) Ba|ga|ima|na| perlindunga|n hukum terha|da|p Nota|ris terka|it pembua|ta|n Cover Note?. Metode penelitia|n ya|ng diguna|ka|n a|da|la|h yuridis-norma|tif. Seda|ngka|n penelitia|n ini bersifa|t deskriptif-a|na|lisis. Penelitia|n ini memiliki tujua|n a|ga|r mengeta|hui ba|ga|ima|na| keduduka|n Cover Note da|la|m penca|ira|n kredit da|n ba|ga|ima|na| perlindunga|n hukum Nota|ris terka|it pembua|ta|n Cover Note. Teori ya|ng diguna|ka|n ia|la|h Teori kepa|stia|n hukum da|n Teori perlindunga|n hukum. Penga|tura|n khusus mengena|i Cover Note sa|mpa|i sa|a|t ini belum a|da|, ba|nk da|la|m penca|ira|n kredit ha|rus menera|pka|n a|na|lisis prisip 5C da|n 7P serta| tida|k keberga|ntunga|n denga|n Cover Note Nota|ris. Nota|ris da|la|m menerbitka|n Cover Note ha|rus menera|pka|n prinsip keha|ti-ha|tia|n, menera|ngka|n fa|kta| ya|ng a|da|, da|n tida|k menja|njika|n sesua|tu da|la|m pembua|ta|n Cover Note a|ga|r tercipta|nya| perlindunga|n hukum ba|gi Nota|ris

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore