6 research outputs found

    Studi Interaksi Genetik × Lingkungan Galur-galur Mutan Putatif M5 dan Ketahanan terhadap Layu Bakteri pada Tomat

    No full text
    Penurunan produksi tomat di dataran rendah antara lan disebabkan oleh pecah buah dan layu bakteri. Terdapat 17 galur mutan putatif tomat M5 yang diperoleh dari seleksi generasi M4 dengan indeks seleksi terboboti. Selanjutnya, 17 galur putatif mutan tomat M5 digunakan untuk mengetahui adanya interaksi genetik x lingkungan di dua lingkungan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga Desember 2016 di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor dan Kebun Percobaan Balitsa, Lembang, Bandung. Percobaan penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan faktor tunggal berupa galur serta analisis ragam gabungan dengan model campuran untuk melihat adanya interaksi genetik x lingkungan. Keragaman genetik 17 galur mutan putatif tomat M5 dianalisis menggunakan analisis gerombol dan analisis komponen utama. Kriteria seleksi dianalisi dengan sidik lintas. Pendugaan keragaan galur putatif mutan yang terbaik dengan uji Dunnet. Hasil penelitian keragaan pecah buah meliputi persentase bobot buah pecah, persentase jumlah buah pecah, tingkat kekerasan buah, dan indeks pecah buah di lingkungan uji Bogor dipengaruhi oleh genotipe, sedangkan bobot buah pertanaman, jumlah buah pertanaman, bobot buah layak pasar, dan jumlah buah layak pasar dipengaruhi oleh interaksi genetik x lingkungan. Berdasarkan uji tingkat ketahanan terhadap pecah buah dan daya hasi terdapat sepuluh galur mutan putatif tomat M5 sebagai galur yang berdaya hasil tinggi dan tahan terhadap pecah buah yaitu M5/990 Lombok 1-5-1-5 (U2), M5/495 Lombok 1-9-2-4 (U1), M5/495 Lombok 1-9-2-9 (U2), M5/495 Kemir 1-4-7-8 (U2), M5/495 CLN 1-2-2-10 (U1), M5/990 Lombok 1-5-1-7 (U3), M5/495 Aceh 5- 4- 10-6 (U2), M5/495 STBBK 1-2-3-2 (U3), M5/495 Berlian 4-1-2-5 (U2), dan M5/990 Kudamati 1-1-1-5 (U3). Berdasarkan uji ketahanan terhadap layu bakteri terdapat kategori agak tahan galur mutan putatif tomat M5 antara lain M5/495 Lombok 1-9-2-9 (U2), M5/495 Lombok 1-9-2-4 (U1), M5/495 Lombok 4-1-3-2 (U1), M5/495 Lombok 4- 1-3-7 (U3), M5/990 Lombok 1-5-1-7 (U3), dan M5/990 Lombok 1-5-1-5 (U2). Kategori sangat tahan yaitu galur M5/495 Lombok 1-2-2-7 (U1), M5/495 Kefa 6- 4-3-7 (U1), M5/495 STBGL 1-2-3-7 (U3), M5/990 STBGL 1-2-9-1 (U2), dan M5/990 Kudamati 1-1-1-5 (U3). Pengujian di dua lingkungan dan uji ketahanan terhadap layu bakteri di dataran rendah didapatkan sepuluh galur M5 tomat sebagai galur harapan toleran layu bakteri, tahan pecah buah, dan berdaya hasil tinggi yaitu M5/990 Lombok 1- 5-1-5 (U2), M5/495 Lombok 1-9-2-4 (U1), M5/495 Lombok 1-9-2-9 (U2), M5/495 Kemir 1-4-7-8 (U2), M5/990 Lombok 1-5-1-7 (U3), M5/495 STBBK 1-2-3-2 (U3), M5/495 Berlian 4-1-2-5 (U2), M5/990 Kudamati 1-1-1-5 (U3), M5/495 GL 2-8- 10-5 (U2), dan M5/495 STBGL 1-2-3-7 (U3) dapat dilanjutkan penanaman selanjutnya sebagai varietas unggul tahan pecah buah dan layu bakteri. Kriteria seleksi perakitan varietas tahan pecah buah dan berdaya hasil tinggi dengan memanfaatkan nilai heritabilitas arti luas yang tinggi serta berkorelasi nyata dan berpengaruh langsung terhadap indeks pecah buah dan jumlah buah layak pasar

    INTERAKSI GENETIK X LINGKUNGAN DAN STABILITAS JUMLAH BUAH 11 AKSESI PINANG LOKAL DENGAN PENDEKATAN PARAMETRIK

    Get PDF
    Areca is an annual plant that has many benefits and a high economy. The need for areca nuts for industry is a challenge because only two varieties have been released and little farmers who plant areca nuts. Exploration of superior areca candidates are one way to overcome this problem. This aim of research is to determine the stability and adaptability of 12 local areca nuts to the number of fruit. This research was conducted at Kayuwatu Expermental Farm for 4 years from 2014-2017. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) 2 replications with 15 sample plants. The result of the research showed that Malinow 2 accession is a stable accession based on the stability analysis of Finlay Wilkinson and Eberhart Russel and can grow in a marginal environment, while Huntu 1 and Galangsuka Accession is a stable accession in optimal environment

    Simple sequence repeats (SSRs) discovery and characterization from

    No full text
    The date palm is a palm plant belonging to the Arecaceae family. Date palms have several benefits, such as leaves used in various religious ceremonies, tree trunks as firewood, and fruit with various health benefits. In addition, date palm flowers undergo cross-pollination, are dioecious, and consist of 18 chromosomes, resulting in a heterozygous genetic constitution that can lead to high genetic diversity. The development of Next Generation Sequencing technology can detect genetic diversity using whole genome sequencing approaches. Therefore, this study aims to discover and develop SSR markers using an in-silico approach from Phoenix dactylifera genome data. Genome data from male Phoenix dactylifera leaf tissue was obtained from NCBI with GenBank assembly accession: GCA_009389715.1. Quality analysis of de novo assembly using Busco Analysis result in single-copy completeness of 76.7%, duplicated completeness of 19.0%, fragmented completeness of 2.8%, and missing completeness of 1.5%. A total of 36,764 genes and 29,239 protein-coding genes were found. SSRs were identified and extracted using the Microsatellite (MISA) program, resulting in the distribution of dinucleotide SSR motifs (68.37%), trinucleotide (24.22%), tetranucleotide (6.36%), pentanucleotide (0.59%), and heptanucleotide (0.47%). Based on these perfect SSRs, 15 primer pairs were designed. The SSR markers developed will be expected to help further research on the genetic diversity of P. dactylifera

    Seleksi Tetua Betina untuk Perakitan Hibrida Kelapa Tipe Baru Berdaya Hasil Tinggi berdasarkan Analisis Komponen Buah

    Get PDF
    Kelapa merupakan tanaman menyerbuk terbuka sehingga konstitusi genetik beragam. Kebutuhan kelapa meningkat seiring meningkatnya pertambahan penduduk sedangkan lahan untuk penanaman kelapa semakin berkurang sehingga diperlukan varietas unggul untuk mencukupi kebutuhan tersebut yaitu dengan kelapa hibrida. Perakitan kelapa hibrida perlu mempertimbangkan tetua yang akan disilangkan sehingga dapat memunculkan heterosis yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tetua betina yang berdaya hasil tinggi berdasarkan karakter komponen buah sehingga menghasilkan hibrida yang superior. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Mapanget Balai Penelitian Tanaman Palma pada bulan April 2019. Bahan genetik yang digunakan yaitu Kelapa Genjah Merah Malaysia (GMM), Kelapa Genjah Kuning Malaysia (GKM), Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN), Kelapa Hibrida Indonesia 1 (Khina 1), Kelapa Hibrida Indonesia 2 (Khina 2), Kelapa Hibrida Indonesia 3 (Khina 3) dengan dilakukuan pengamatan komponen buah sebanyak 5 sampel dari masing-masing perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Karakter berat buah utuh, lingkar polar dengan sabut, lingkar ekuator dengan sabut, berat buah tanpa sabut, lingkar ekuator tanpa sabut, berat buah tanpa air, berat air, dan berat daging buah kelapa genjah merah malaysia paling tinggi dibanding perlakuan lain sehingga Genjah Merah Malaysia dapat dijadikan sebagai tetua untuk perakitan varietas hibrida unggul baru

    Evaluasi Genotipe Tomat Hasil Iradiasi Sinar Gamma di Dataran Rendah

    Get PDF
    Bacterial wilt and fruit cracking are serious problems in tomatoes cultivation in the lowland area. This research aimed to evaluate the yield of M4 generation of tomatoes in the field and the incidence of bacterial wilt disease and fruit cracking in low altitude. The research was conducted at the IPB Experimental Field in Leuwikopo, Dramaga, Bogor, from December 2015 to April 2016. The experiment used a randomized complete block design with three replications. The material consisted of 15 M4 genotypes and two controls (Berlian and Kefaminano 6). The results showed that genotype of M4/495 Lombok 1-9-2 (U2) has high productivity. Genotype M4/990 Lombok 1-5-1 (U1) has high weight per fruit and resistant to fruit cracking. Genotype M4/495 GL2-8-10 (U2), M4/495 Kemir 1- 4-7 (U3), M4/495 STBGL 1-2-3 (U1) M4/990 Lombok 1-5-1 (U1), and M4/495 STBGL 1-2-9 (U1) have the lowest incidence of bacterial wilt (0.00%). Two genotypes which have high productivity and resistant to fruit cracking are M4/495 Lombok 1-9-2 (U2) and M4/990 Lombok 1-5-1 (U1), and to be evaluated in a preliminary yield trial

    SIDIK LINTAS KARAKTER VEGETATIF DAN GENERATIF KELAPA DALAM DI DAERAH PASANG SURUT JAMBI / Path Coefficient Analysis of Vegetative and Generative Characters of Tall Coconut in Tidal Swamp Area of Jambi

    Get PDF
    Coconut improvement programs require knowledge of the effect of morphological characters on the coconut yield. The study aimed to determine the effects of fourteen morphological characters on the production of coconut meat character on Kampung Laut and Pengabuan tall coconut. This study was conducted in Kampung Laut and Pengabuan Villages, Jambi Province. Correlation analysis among 15 characters of vegetative, generative, and fruit components used the Walpole formula (1992). Fourteen characters affecting meat production were analyzed by using Path analysis of Singh and Chaudary formula following the R i386 3.5.2 software package in the Agricole package. Correlation analysis resulted in the characters of the number of leaves, number of bunches, number of fruits, polar circumference of fruit, weight of unhusked fruit, equatorial circumference of nut, and weight of endosperm correlated with the production of endosperm, on Kampung Laut tall coconut, while Pengabuan tall coconut have number of fruits, equatorial circumference of nut, and weight of endosperm. The results of path analysis showed that the characters of the number of bunches, number of fruits, and weight of endosperm had a significant direct effect on the production of endosperm on the Kampung Laut tall coconut. While on the Pengabuan tall coconut, only the fruits number and endosperm weight affected the endosperm production. The study indicates that the number of bunches, number of fruits, and weight of endosperm can be used as selection criteria to increase the production of the endosperm of the Kampung Laut and Pangabuan tall coconut.Keywords:   Morphological characters, correlation, fruit components, selection AbstrakProgram perbaikan tanaman kelapa membutuhkan pengetahuan tentang pengaruh karakter morfologi terhadap hasil. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung 14 karakter morfologi terhadap produksi daging buah kelapa Dalam Pengabuan dan kelapa Dalam Kampung Laut asal Propinsi Jambi. Penelitian dilakukan di Desa Kampung Laut, Tanjung Jabung Timur dan Desa Pengabuan, Tanjung Jabung Barat, Propinsi Jambi pada tahun 2017. Analisis korelasi antar 15 karakter vegetatif, generatif, dan komponen buah menggunakan rumus Walpole (1992). Analisis sidik lintas 14 karakter vegetatif, generatif serta komponen buah terhadap karakter produksi daging buah per pohon per tahun, menggunakan rumus dari Singh dan Chaudary. Kedua analisis tersebut menggunakan program software R i386 3.5.2 package Agricole. Hasil Analisis korelasi menunjukkan karakter-karakter jumlah daun, jumlah tandan, jumlah buah, lingkar polar buah utuh, bobot buah tanpa sabut, lingkar equatorial biji, dan bobot daging buah berkorelasi dengan produksi daging buah, untuk kelapa Dalam Kampung Laut, sedangkan untuk kelapa Dalam Pengabuan adalah jumlah buah, lingkar equatorial biji, dan bobot daging buah. Hasil analisis lintas menunjukkan bahwa karakter jumlah tandan, jumlah buah, dan bobot daging buah berpengaruh langsung secara nyata terhadap karakter produksi daging buah untuk kelapa Dalam Kampung Laut, sedangkan untuk kelapa Dalam Pangabuan hanya dua karakter yang berpengaruh langsung terhadap produksi daging buah, yaitu karakter jumlah buah dan bobot daging buah. Hasil penelitian mengindikasika bahwa karakter jumlah tandan, jumlah buah, dan bobot daging buah dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi untuk peningkatan produksi daging buah kelapa Dalam Kampung Laut dan kelapa Dalam Pengabuan.Kata kunci: karakter morfologi, korelasi, komponen buah, produksi kelapa, seleksi
    corecore