167 research outputs found

    BUKTI SEBAGAI KORESPONDING AUTHOR PADA JURNAL 2 OK-Roni Pazla

    Get PDF
    BUKTI SEBAGAI KORESPONDING AUTHOR PADA JURNAL 2 O

    Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa SD

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan karena kekhawatiran peneliti tentang kualitas pembelajaran guru di kelas yang kurang intensif dalam hal memberikan pelajaran, selain itu untuk memperoleh gambaran pengaruh Strategi Pembelajaran Inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran IPS di Kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan nonequivalent group pre-test post-test design. Kelas eksperimen diberi perlakuan pembelajaran menggunakan Strategi Pembelajaran Inkuiri, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan sampel Siswa Kelas IV-A dan Siswa Kelas IV-B SDN Cijati Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun Akademik 2012/2013. Pemilihan kelas eksperimen yaitu di kelas IV-A sebanyak 31 siswa dan kelas kontrol yaitu di kelas IV-B sebanyak 31 siswa. Sedangkan instrumen penelitian meliputi Lembar Observasi pelaksanaan proses pembelajaran, Tes tulis, serta dokumentasi. Proses pembelajaran dilakukan oleh guru kelas yang sebelumnya sudah diberikan pemahaman tentang Strategi Pembelajaran Inkuiri.Dari hasil analisis data di kelas eksperimen dan kelas kontrol, dapat disimpulkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa di kelas eksperimen sangat baik dibandingkan dengan di kelas kontrol. Dari hasil data statistik Strategi Pembelajaran Inkuiri efesien untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.Peneliti memberikan rekomendasi kepada guru agar senantiasa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa melalui berbagai macam strategi pembelajaran salah satunya menggunakan Strategi Pembelajaran Inkuiri. Dalam penelitian ini penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri perlu dikembangkan pada materi pembelajaran yang lainnya serta pada aspek perkembangan yang lain selain berpikir kritis dan kreatif siswa. Dalam setiap kegiatan di sekolah, Guru harus memberikan contoh atau teladan bagaimana bersikap dan berpikir kritis serta berpikir kreatif

    PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA :Studi Eksperimen Kuasi di SDN Cijati Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan karena kekhawatiran peneliti tentang kualitas pembelajaran guru di kelas yang kurang intensif dalam hal memberikan pelajaran, selain itu untuk memperoleh gambaran pengaruh Strategi Pembelajaran Inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam pembelajaran IPS di Kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan nonequivalent group pre-test post-test design. Kelas eksperimen diberi perlakuan pembelajaran menggunakan Strategi Pembelajaran Inkuiri, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan sampel Siswa Kelas IV-A dan Siswa Kelas IV-B SDN Cijati Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun Akademik 2012/2013. Pemilihan kelas eksperimen yaitu di kelas IV-A sebanyak 31 siswa dan kelas kontrol yaitu di kelas IV-B sebanyak 31 siswa. Sedangkan instrumen penelitian meliputi Lembar Observasi pelaksanaan proses pembelajaran, Tes tulis, serta dokumentasi. Proses pembelajaran dilakukan oleh guru kelas yang sebelumnya sudah diberikan pemahaman tentang Strategi Pembelajaran Inkuiri. Dari hasil analisis data di kelas eksperimen dan kelas kontrol, dapat disimpulkan bahwasannya kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa di kelas eksperimen sangat baik dibandingkan dengan di kelas kontrol. Dari hasil data statistik bahwasannya Strategi Pembelajaran Inkuiri efesien untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Penulis memberikan rekomendasi kepada guru senantiasa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa melalui berbagai macam strategi pembelajaran salah satunya menggunakan Strategi Pembelajaran Inkuiri, dalam penelitian ini penggunaan Strategi Pembelajaran Inkuiri perlu dikembangkan pada materi pembelajaran yang lainnya serta pada aspek perkembangan yang lain selain berpikir kritis dan kreatif siswa. Kemudian dalam setiap kegiatan di sekolah, Guru harus memberikan contoh atau teladan bagaimana bersikap dan berpikir kritis serta berpikir kreatif supaya anak dapat meneladani apa yang dilakukan oleh gurunya

    Rewriting our comments and revisiting revision practices: new concepts for sustainable instruction in the writing classroom

    No full text
    The driving instructional tool in the majority of writing classrooms, comments, is failing students and instructors because comments are a tool, and not a technique. The utility of comments within the writing classroom is only as strong as its pairing with other instructional techniques. Using comments to teach comments is a flawed method of instruction, and if instructors want to properly use comments within their classes, they must first show their students how to use these techniques in improving their writing. Thus far, the focus of facilitating student revision and student growth within writing classrooms has been on the study of specific comments written by instructors on student papers. The study of such comments reveals the differences in styles, modes, and voices projected from those instructors, but it does reveal much about the intended goal of such comments, the advancement of student writing. Looking back on previous research and incorporating a multifaceted approach to revision helps to build sustainable writing instruction. A review of literature of comments suggests placing students in the center of the classroom by enabling students to take control over the revisions of their own work. This process cannot be done without teaching students how to do things with comments and how to use comments to their advantage. Starting from Joseph Harris’ Rewriting, the same steps toward revision which Harris suggests of students should be copied and applied to the way in which instructors facilitate such revision within the classroom. The improvement of student writing requires several steps which target particular issues with the status quo of commenting, and the use of Harris’ text will enable us to identify the steps. Incorporating revision into the classroom, inviting students into conversation about their text, and opening the lines of communication can help improve revision practices in writing classrooms. Through incorporating a new mastery model within the writing classroom, a technique that begins to show students how comments are made and what to do with them, students can begin to internalize the many processes which they can apply to any writing. The teacher’s goal is to help the student internalize the concepts and apply without the direct instruction of the teacher; however, many writing classrooms have lost this focus. If teachers refocus the classroom on the process of writing and even the process of editing and revising, students will become not just stronger students but writers. Adjustments in the writing classroom cannot occur overnight, but incorporating revision techniques into the course will eventually pay off as students learn to revise their work. These techniques, although not new, can prepare students for writing outside the composition classroom.M. A.Includes bibliographical referencesby Roni L. Bie

    PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN VERBAL-LINGUISTIK SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS

    Get PDF
    Berdasarkan latar belakang yang peneliti temukan di lapangan yaitu siswa belum mampu berinteraksi dengan menggunakan bahasa yang baik, dan belum mampu menyampaikan pemahamannya.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan verbal-linguistik siswa dengan menggunakan model quantum teaching pada pembelajaran IPS di kelas IV SDN Cikoneng IKecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka.Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan instrumen yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi.Secara keseluruhan pelaksanaan tindakan kelas berjalan dengan lancar sesuai rencana yang telah disusun dan dilakukan disetiap siklusnya. Jumlah tindakan sebanyak empat kali, tiap tindakannya memperoleh hasil yang berbeda-beda, dapat diketahui melalui hasil pada siklus I tindakan 1 sebesar 61%, pada tindakan 2 menjadi 72%, dan pada siklus II tindakan 1 sebesar 83%, pada tindakan 2 menjadi 95%. Peneliti berharap guru dapat mengimplementasikan model ini dengan optimal supaya hasilnya maksimal.  Kata Kunci: Model Quantum Teaching, Verbal-linguistik

    Dialettica della durata e vita intima. Attualità di Bergson tra accelerazione del tempo e alienazione sociale

    No full text
    In this paper the Author focuses on the legacy of dialectics through Bergson’s considerations about time and language, recalling two great interpreters of his philosophy: Giuseppe Prezzolini and Gaston Bachelard. If for the former the «philosophy of contingency» enhances the transformation of social reality, preserving, in consonance with Victor Egger’s book La parole intérieure, the freedom of inner language, the latter proposes a break of the Bergsonian temporal continuity by opting for a plural and discontinuous duration. Thanks to these readings, it is possible to discover the temporal dialectic which regulates contemporary societies, that is, the acceleration of time and the contraction of memory, in order to develop a more humane way of living time and, consequently, to decline the problem of intersubjectivity in an intercultural perspective

    PENGARUH PENERAPAN STRATEGI QUANTUM LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan karena masalah utama yang ditemukan yaitu rendahnya motivasi siswa dan kurangnya kemampuan dalam memahami konsep pada mata pelajaran IPS khususnya di SDN Majalengka Kulon V, kemudian untuk melihat pengaruh strategi quantum learning terhadap motivasi belajar dan pemahaman konsep siswa, serta melihat ada tidaknya kendala guru dalam mengaplikasikan strategi quantum learning ini. Penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain non equivalent control group pretest-posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan pembelajaran strategi quantum learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran direct instructions. Penelitian ini menggunakan sampel siswa kelas V, dimana SDN Majalengka Kulon V sebagai kelas eksperimen dan SDN Tarikolot I sebagai kelas kontrol dengan masing-masing jumlah siswa yang sama yaitu sebanyak 31 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes pilihan ganda, angket, lembar observasi, serta dokumentasi. Proses pembelajaran dilakukan oleh guru kelas yang sebelumnya sudah diberikan pemahaman tentang strategi quantum learning. Dari hasil analisis data di kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan bahwasannya motivasi belajar dan pemahaman konsep siswa pada materi kemerdekaan di kelas eksperimen sangat baik dibandingkan dengan di kelas kontrol. Dari hasil data statistik bahwasannya strategi quantum learning sangat efesien untuk meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Berdasarkan hasil penelitian di atas, sudah selayaknya seorang guru menggunakan strategi quantum learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran untuk mengembangkan potensi peserta didik khususnya dalam mata pelajaran IPS, dalam penelitian ini penggunaan strategi quantum learning perlu dikembangkan pada materi pembelajaran yang lainnya, serta pada aspek perkembangan yang berbeda selain motivasi belajar siswa dan pemahaman konsep siswa.Kata kunci: quantum learning, motivasi belajar, pemahaman konse

    MODEL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI INKUIRI NILAI UNTUK PENINGKATAN SIKAP MULTIKULTURAL PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini tentang sikap multikultural peserta didik yang merupakan bagian dari pendidikan multikultural yang belum terbentuk secara memadai. Pendidikan multikultural di sekolah dasar penting untuk membentuk sikap multikultural seperti toleran, solider, persatuan, bijaksana, dan kerjasama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi faktual sikap multikultural, mengembangkan model pendidikan multikultural melalui inkuiri nilai, dan menguji model pendidikan multikultural melalui inkuiri nilai. Penelitian dilakukan karena kondisi faktual masyarakat di lokasi penelitian semakin kompleks dampak dari perkembangan teknologi informasi, transportasi, dan globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Research & Development dari Borg & Gall (2007) meliputi tahap studi pendahuluan, tahap pengembangan model, dan tahap uji validasi model dengan subjek penelitian melibatkan tujuh sekolah dasar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa strategi pendidikan multikultural yang dipraktikkan oleh guru selama ini hanya memberikan keteladanan, dan melakukan evaluasi sumatif saja. Penelitian ini menghasilkan produk inkuiri nilai dalam kerangka pendidikan multikultural, RPP, LKPD, serta video animasi cerita dilema moral. Pada uji coba terbatas sikap multikultural peserta didik pada kelas eksperimen diperoleh N-Gain sebesar 19,32% dengan interpretasi rendah, pada tahap uji coba luas I N-Gain sebesar 30,55% dengan interpretasi sedang, pada tahap uji coba luas II N-Gain sebesar 48,66% dengan interpretasi sedang. Selanjutnya tahap uji efektivitas model dihasilkan N-Gain sebesar 66,49% dengan interpretasi sedang, maka disimpulkan model pendidikan multikultural melalui inkuiri nilai dinyatakan cukup efektif bagi peningkatan sikap multikultural peserta didik di sekolah dasar. This research is about students' multicultural attitudes, which are part of multicultural education that has not been adequately formed. Multicultural education in elementary schools is important to form multicultural attitudes such as tolerance, solidarity, unity, wisdom, and cooperation. This research aims to examine the factual conditions of multicultural attitudes, develop a multicultural education model through value inquiry, and test the multicultural education model through value inquiry. The research was carried out because the factual conditions of the community at the research location were increasingly complex due to the impact of developments in information technology, transportation, and globalization. The research method used was Research & Development from Borg & Gall (2007), including the preliminary study stage, model development stage, and model validation test stage, with research subjects involving seven elementary schools. The results of the research reveal that the multicultural education strategies practiced by teachers so far only provide examples and only carry out summative evaluations. During the research, the product produced a value inquiry model within the framework of multicultural education, LIP, SW, and animated videos of moral dilemma stories. In the limited trial of students' multicultural attitudes in the experimental class, the N-Gain was 19.32% with a low interpretation; in the extensive trial stage I, the N-Gain was 30.55% with a medium interpretation; and in the extensive trial stage II, the N-Gain was 48.66% with a moderate interpretation. The next stage of testing the effectiveness of the model resulted in an N-Gain of 66.49% with a moderate interpretation, so it was concluded that the multicultural education model through value inquiry was quite effective for improving the multicultural attitudes of students in elementary schools

    ANALISIS MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang didapat dari guru bahwa hasil belajar siswa kelas V kurang optimal. Model cooperative learning type student facilitator and explaining merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan ide atau pendapat pada siswa lainnya sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari model cooperative learning type student facilitator and explaining terhadap hasil belajar siswa di kelas V SDN Cikasarung. Sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran student facilitator and explaining dalam proses pembelajaran apakah ada atau tidak peningkatan hasil belajar siswanya, dapat diketahui peningkatan hasil belajar siswa dengan rata-rata pretest siswa yaitu 61,5 dan postest 76,75. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain one grup pretest-postest. Alat pengumpulan data yang digunakan dengan soal pilihan ganda dan essay untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 20 orang siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu teknik Nonprobality Sampling dengan jenis Sampling Jenuh. Analisis data dengan uji t korelasi product moment. Dari hasil penelitian dengan pengolahan data menggunakan uji t korelasi product moment menunjukan bahwa nilai signifkansi diperoleh sig 0,000 kurang dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa setelah penerapan model cooperative learning type student facilitator and explaining, terdapat pengaruh sangat positif, dengan kategori sangat setuju sehingga  ditolak.Kata kunci: Hasil belajar siswa, model cooperative learning type student facilitator and explainin

    Leon Garfield

    No full text
    Through his historical novels, adventure stories, ghost stories, satires, fairy tales, and retellings of myths and legends, Leon Garfield consistently portrays the mystery of human identity, which he describes as "the only mystery one can unravel endlessly." In this first book-length study of the author of Smith (1967), The Apprentices (1976), John Diamond (1981), and The December Rose (1986), Roni Natov engagingly chronicles the career of a natural storyteller, a man whose work is permeated with the theme of spiritual renewal
    corecore