1,720,956 research outputs found
KAJIAN FILOLOGI SÊRAT SÊKAR WIJÅYÅKUSUMÅ
Penelitian ini mempunyai lima tujuan penelitian. Adapun kelima tujuan
tersebut, yaitu menginventarisasi naskah Sêrat Sêkar Wijåyåkusumå,
mendeskripsikan naskah Sêrat Sêkar Wijåyåkusumå dan teks Widjåjåkoesoemå,
menyajikan hasil suntingan teks Widjåjåkoesoemå, menyajikan terjemahan teks
Widjåjåkoesoemå, dan menjelaskan piwulang laku yang dijalankan oleh para abdi
dalêm untuk dapat mengambil bunga wijayakusuma di Pulau Bandung,
Nusakambangan, Donan, Cilacap.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-filologis, yaitu suatu
penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan/menguraikan/melukiskan secara
sistematis dan objektif suatu fakta-fakta/sifat-sifat, serta hubungan di antara
unsur-unsur dari suatu fenomena dengan menggunakan langkah-langkah kerja
penelitian filologi. Sumber data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah naskah Sêrat Sêkar Wijåyåkusumå dengan teks Widjåjåkoesoemå. Data
diperoleh dengan langkah-langkah kerja penelitian filologi, yaitu inventarisasi
naskah/teks, deskripsi naskah dan teks, transliterasi teks, suntingan teks, dan
terjemahan teks. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif.
Keabsahan data dalam penelitian ini diperoleh melalui validitas semantik dan
reliabilitas intraratter, yaitu melakukan pembacaan berulang-ulang teks yang
menjadi objek penelitian dan reliabilitas interratter, yaitu dengan melibatkan
dosen pembimbing dalam mendapatkan data yang absah.
Hasil penelitian yang dicapai dalam penelitian ini ada lima. Pertama,
ditemukan tiga judul naskah di samping naskah Sêrat Sêkar Wijåyåkusumå, tetapi
dua di antaranya tidak dapat diteliti lebih lanjut karena tulisan tidak dapat dibaca,
sedangkan naskah yang lain sudah ditransliterasi dan ditranskripsi. Kedua, kondisi
naskah Sêrat Sêkar Wijåyåkusumå masih dalam keadaan baik, tulisannya masih
dapat dibaca, dan jumlah halaman seluruhnya masih utuh. Ketiga, suntingan teks
dilakukan dengan mengadakan pembetulan pada kata atau huruf yang tidak sesuai
dengan konteks kalimat maupun tidak mempunyai arti yang jelas, yaitu dengan
mengadakan penambahan, pengurangan, maupun penggantian pada huruf/suku
kata/kata tersebut. Keempat, terjemahan teks dilakukan secara kontekstual dengan
menggabungkan ketiga metode terjemahan, yaitu metode terjemahan harfiah,
metode terjemahan makna, dan metode terjemahan bebas serta beberapa kata yang
sukar ditemukan padanannya kemudian dicatat pada catatan terjemahan. Kelima,
para abdi dalêm yang diutus oleh Raja Surakarta berhasil mengambil bunga
wijayakusuma di Pulau Bandung dengan tidak terlepas dari laku yang dijalankan
oleh para abdi dalêm tersebut. Adapun laku yang dijalankan oleh para abdi dalêm
yang menunjang keberhasilan dalam mengambil bunga wijayakusuma, yaitu
rêrêsik, nênêpi, mamulé/mêmulé, sêsawur dan labuhan, matrapakên busånå, dan
sabar serta selalu berusaha keras
RADIKALISME ISLAM DAN ANCAMAN KEBANGSAAN
This article involves analyzing about the ideology and practices of Indonesia radical organizations and its correlation to the future of Indonesian unity. The goal of this research tries to prove that the practices and ideology of radicalism is so danger for the Indonesian future. By analyzing several data and phenomenon in the news, report, books and the story of this radicalism group this research will be conducted. This research is a literature review of several books, journals and theories about radicalism in Indonesia. In conclusion, this article invites all of element of govermance, institution, academic institution and civil society to minimize the movement of radicalism in Indonesia.
Key words: Radicalism, Islam, Violenc
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Implementasi Active Learning Dalam Pembelajaran Al-Qur'an Hadis Di Smk Muhammadiyah 1 Sukoharjo Kelas X Tahun Ajaran 2012/2013
Al-Qur’an Hadis merupakan pelajaran yang sudah dipelajari setiap muslim, dari Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi. Bahkan pada pendidikan di sekolah yang berlatar belakang Islam, pendidikan dari Anak Usia Dini sudah
dikenalkan huruf-huruf hijaiyah dan cara pengucapannya.
Salah satu penentu dalam kegiatan belajar mengajar adalah metode, tanpa metode suatu pesan pembelajaran tidak akan berproses secara efektif ke arah yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu cara yang ditempuh
adalah dengan menggunakan metode Active Learning dalam kegiatan belajar mengajar.
SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo adalah salah satu lembaga pendidikan lanjutan menengah atas berciri khas Agama Islam yang terus berbenah dalam
meningkatkan mutu pendidikan. Wujud upaya peningkatan mutu pendidikan yang ditempuh oleh SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo, di antaranya dengan menerapkan metode Active Learning dalam pembelajaran yang merupakan hal baru dalam dunia pendidikan khususnya di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan metode Active Learning dalam pembelajaran al-Qur’an Hadis di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo dan apa kendala-kendala yang mungkin dapat menghambat penerapan
metode Active Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode Active Learning dalam pembelajaran al-Qur’an Hadis di
SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo serta mengetahui kendala-kendala yang mungkin dapat menghambat pelaksanaan metode tersebut. Manfaat penelitian ini
adalah untuk memberikan konstribusi teoritik berupa penyajian informasi ilmiah untuk menyempurnakan pelaksanaan metode Active Learning dalam pembelajaran
al-Qur’an Hadis, sebagai dasar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan sebagai pembanding dalam penelitian-penelitian lebih lanjut yang sejenis, serta
bagi guru penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan dalam proses kegiatan belajar mengajar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif lapangan ( Field Research ), objek penelitian ini adalah guru al-Qur’an Hadis dan siswa kelas
X TO dan X RPL SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. untuk memperoleh data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode observasi, interview dan
dokumentasi. Adapun penelitian ini dianalisis dengan kualitatif deskriptif (penelitian yang menghasilkan kata-kata tulisan atau lisan).
Berdasarkan penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa selain menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran al-Qur’an Hadis, SMK
Muhammadiyah 1 Sukoharjo juga menggunakan metode belajar aktif yaitu: Driill, True or False ( benar atau salah ), Card Sort (sortir kartu) dan ceramah. Adapun
kendala yang dapat menghambat dalam penerapan metode active learning adalah kuatnya pengaruh pola pembelajaran kurikulum lama terhadap peserta didik, penyediaan alokasi waktu yang relatif kurang, masih ada beberapa siswa yang
membuat keributan saat kegiatan pembelajaran berlangsung, kecepatan siswa dalam menerima pelajaran tidak sama
- …
