1,720,973 research outputs found
The Analysis of Figurative Language In "Omniscient Reader's Viewpoint" Webtoon
This study aims to investigate the types of figurative language and the types
of meaning used in "Omniscient Reader's Viewpoint". It is important to learn
figurative language as it gives the language a deeper meaning. In teaching figurative
language to the students, there are a lot of approaches that can be used, one of them
is by using visualization. It helps the students to imagine and catch the language.
Teachers could use a media in teaching figurative language such as digital comic.
The researcher used qualitative approach with content analysis method. The results
are 8 figurative language types were used in 16 episodes of "Omniscient Reader's
Viewpoint", such as a total of 9 metaphors, 3 similes, 3 hyperboles, 3 onomatopoeia,
2 personifications, 2 litotes, 1 metonymy, and 1 allusion. For the meaning types,
there are 5 meaning types that were used. Such as a total of 10 connotative
meanings, 7 affective meanings, 5 conceptual meanings, 2 reflective meanings, and
1 social meaning. The results may highlight how important is figurative language
is in enhancing stories and building stronger bonds with the readers within modern
storytelling form like digital comic/webcomic
A comparative study between information gap method and group investigation method on students’ speaking ability at grade VIII SMP N 3 Siabu
This research hold about the comparative study on students’ speaking ability by using information gap and group investigation at VIII grade SMP N 3 Siabu. The formulation of the problem: Was there any different in students’ speaking ability by using information gap and group investigation at VIII Grade SMP N 3Siabu? This research intended to know the comparative both of test methods on students’ speaking ability at VIII grade SMP N 3 Siabu.The aims of this research are to find out the different on students’ speaking ability by using information gap and group investigation. The research was conducted by quantitative approach. The population of this research was of students at VIII grade in SMP N 3 Siabu, it was 48 students. Then, the sample of research was VIII1and VIII3of the students. Next, this research used test as instrument, test was divided to Information gap and group investigation about speaking ability conversationn.To analysis the data, the writer used formulation of ttes. After calculating the data, there is the different result both of methods on students ‘speaking ability. It can be seen from calculating the data, the score of group investigationclassis higher than information gap class, from the calculation of to 70,41, and tt 69,62 from 1% significance degree, it means that, to is higher than tt (70,41>69,262), So, “there was different between score of students’ speaking ability by using group investigation and information gap at VIII GradeSMP N 3 Siabu”. It means that the hypothesis of this research is accepted
Analisis Yuridis Perbandingan Tindak Perbuatan Aborsi Menurut PP No. 61 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Women's health is now a global concern. A development based on estimates that only 24% of the world's population has access to safe abortion services for a reason socially justified. 13% due to medical reasons and as much as 24% of abortions justified by reason of protecting the life of the mother. Abortion in need for medical treatment is permitted, but the medical action does not mean that one human life is sacrificed to life another human being. Because it was never allowed, if it happened outside the will of the person concerned. The problems contained in this thesis are how to form eliminate lives in the Criminal Code and How to Comparison permitted abortion within the age of 40 days according to PP No. 61 of 2104 About reproductive health with the Criminal Code. In this study the type of research using Normative as well is descriptive which means that where this research provides from a complete, detailed and clear statement. The results obtained are in the view of criminal law Indonesia, the act of abortion is not always an evil or is an act criminal acts, only abortion provocatus criminalis are categorized as an act of crime, as for the other abortions especially those spontaneous and medical is not a crime. So in an emergency as an effort to save the lives of the mother and or fetus it contains certain medical measures. Articles in the Criminal Code clearly does not allow an abortion in Indonesia. Criminal Code does not legalize without exception. Even provocatus medicalis abortion or abortion provocatus therapeuticus is also prohibited, including abortion provocatus committed by women victims of rape. However deep Government Regulation No. 61 of 2014 concerning Reproductive Health, Abortion in Indonesia alone it is not permitted, but with the exception of medical emergencies which threatens the life of the mother and or fetus, and for rape victims. Rape victims who committed provocatus abortion can be explained through the regulation of abortion provocatus itself in criminal law, viz contained in the Criminal Code which applies as general criminal law (lex generale) and PP No. 61 of 2014 concerning applicable RH as a special criminal law (lex speciale)
Analisis Pertimbangan Hakim dalam Penjatuhan Putusan Bebas terhadap Tindak Pidana Pencabulan Anak
Dalam rangka penegakan hukum, pengadilan mempunyai peranan yang sangat penting, Hakim yang merupakan pelaksana kegiatan di bidang peradilan haruslah memperhatikan nilai yang berkembang dan hidup dalam masyarakat dan juga harus menguasai norma hukum tertulis (das solen). Putusan pengadilan diharapkan dapat dijadikan koreksi dan rekoreksi apakah telah memenuhi rasa keadilan atau sebaliknya berdasarkan fakta hukum yang ada sehingga dapat diketahui apakah ada harmonisasi dan sinkronisasi antara das solen dengan das sein. Untuk itulah, dalam hal penjatuhan sanksi pidana terhadap setiap pelaku tindak pidana, sangat membutuhkan peran aktif dari seorang Hakim dan juga para aparat penegak hukum untuk bisa menerapkan hukum secara adil. salah satu permasalahan hukum terkait dengan tindak pidana pencabulan yang menarik untuk dikaji berupa Putusan Mahkamah Agung Nomor 550 K/Pid.sus/2020 yang di dalam putusan tersebut Hakim menjatuhkan putusan bebas
Hubungan Keberagaman Pangan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan
Latar Belakang : Stunting adalah kondisi kekurangan nutrisi berkepanjangan yang diakibatkan oleh konsumsi makanan dengan kebutuhan zat gizi yang tidak memadahi selama periode yang cukup lama.Dampak yang ditimbulkan akibat stunting : anak akan mudah mengalami sakit,postur tubuh tidak maksimal saat dewasa,kemampuan kognitif berkurang,saat tua beresiko terkena penyakit yang berhubungandengan pola makan,fungsi tubuh tidak seimbang ,mengakibatkan kerugian ekonomi.Oleh sebab itu stunting harus ditangani. Metode :Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel 86 balita usia 24 -59 bulan di desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni .Penelitian ini menggunakan Food recall 2 x 24 jam dan kuesioner Pola Pangan Harapan.Analisis data menggunakan software SPSS uji kendall tauu Hasil : jumlah responden sebanyak 84 balita dengan jumlah responden laki-laki sejumlah 53,6 % dan wanita 56,4 % ,jenis kelamin ,umur Hasil PPH sangat rendah 0 %,rendah 90,5 %,cukup 5,9 % ,baik 3,6 % Hasil uji stutistik kendal tauu 0,338,menunjukkkan bahwa tdk ada hubungan stunting dg keberagaman pangan Simpulan : tidak ada hubungan antara keberagaman pangan dengan kejadian stunting di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni. Saran Bekerjasama dengan kader posyandu dan bidan desa untuk memberikan penjelasan pada orang tua bayi dan calon orang tua tentang pentingnya mengonsumsi makananan yang beraneka ragam, dan bahayanya kejadian stunting. Bagi keluarga balita diharapkan dapat memanfaatkan lahan dan pekarangan di sekitar rumah dan mengenalkan macam sayuran dan buah-buahan sejak mulai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yaitu usia 6 bulan. Kata Kunci : Kesehatan, Stunting, Balita, Orang Tua,Protein hewan
REGENERASI MINYAK GORENG BEKAS SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL MENGGUNAKAN AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN
Minyak goreng bekas merupakan salah satu bahan baku membuat biodiesel, namun kendala yang sering dihadapi tingginya kandungan asam lemak bebas (FFA) dan air. Adsorpsi merupakan cara yang mudah dan murah dibandingkan esterifikasi. Ampas tebu salah satu adsorben yang dapat digunakan untuk mengurangi kandungan FFA (Free Fatty Acid) dan air. Variabel penelitian berupa lama waktu adssorpsi dan variasi ukuran adsorben ampas tebu yang digunakan. Waktu adsorbsi selama 2 x 24 jam dengan ukuran adsorben sebesar 100 mesh dapat mengurangi kandungan air dari 0,1982% menjadi 0,0050%, bilangan asam dapat diturunkan dari 0,7657 menjadi 0,1692 mg NaOH/gr minyak (77,9%) sehingga dapat disimpulkan bahwa ampas tebu dapat digunakan sebagai adsorben yang memiliki daya penyerap yang kuat
Analisis pola Spektra Infra Merah Hemoglobin Babi dan Hemoglobin Sapi menggunakan Metode Turunan Kedua (Second Derivative) serta aplikasinya pada filter rokok
ABSTRAK
Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Maaidah ayat 3 bahwa darah adalah salah satu yang diharamkan bagi umat Islam. Isu keberadaan hemoglobin babi pada filter rokok telah membuat masyarakat yang merokok resah. Diperlukan metode yang mudah untuk menganalisa keberadaan hemoglobin babi pada rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola khas spektra infra merah pada darah babi dan darah sapi, hemoglobin babi dan hemoglobin sapi, serta filter rokok yang menggunakan hemoglobin babi dan sapi, dengan filter tanpa hemoglobin.
Penelitian ini meliputi: preparasi sampel, terdiri dari tiga perlakuan, yaitu pembuatan larutan PBS (Phosphate Buffer Saline) pH 7,4, menghitung kadar air saren, dan pemisahan hemoglobin dari darah. Identifikasi pola khas spektra protein infra merah pada darah babi dan sapi, hemoglobin babi dan sapi, serta filter rokok yang menggunakan hemoglobin babi dan sapi, dengan filter tanpa hemoglobin menggunakan spektroskopi infra merah pada rentang bilangan gelombang 4000-400 cm-1, resolusi 4 cm-1, dan scan 32. Analisis data spektra infra merah menggunakan metode Second Derivative (2D), dengan teknik diferensiasi Fourier. Validasi data hasil second derivative menggunakan Interpolasi Lagrange.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa vibrasi molekuler khas hemoglobin babi dan sapi, serta filter rokok yang menggunakan hemoglobin babi dan sapi, dengan filter tanpa hemoglobin muncul pada turunan kedua spektra infra merah pada bilangan gelombang 580-592 cm-1. Pola spektra turunan kedua hemoglobin sapi terdapat satu puncak satu lembah sedangkan untuk hemoglobin babi menunjukkan satu puncak dua lembah. Hasil second derivative di validasi dengan menggunakan interpolasi lagrange, menunjukkan bahwa pola spektra valid. Jenis vibrasi molekuler daerah spektra khas hemoglobin babi dan sapi pada bilangan gelombang 580-592 cm-1 adalah vibrasi tekukan miring cincin-Fe asimetri (600- 500 cm-1), tekukan N-H (695-550 cm-1), dan uluran C-C (850-500 cm-1) yang masing-masing memiliki lingkungan matriks protein yang berbeda.
ABSTRACT
Allah says in the Qur'an surah Al Maaidah paragraph 3 that the blood is one that is forbidden for Muslims. The issue of the presence of pig hemoglobin in cigarette filters has made people who smoke restless. Needed an easy method to analyze the presence of hemoglobin pig on a cigarette. The purpose of this study was to determine the typical patterns of infrared spectra in pig's blood and the blood of cattle, pig hemoglobin and bovine hemoglobin, as well as cigarette filters which use pig and bovine hemoglobin, with a filter without hemoglobin.
The study include: preparation of samples, consisting of three treatments, namely the manufacture of a solution of PBS (Phosphate Buffer Saline) pH 7.4, to calculate water content Saren, and the separation of hemoglobin from the blood. Identify the typical pattern of the infrared spectra of proteins in the blood of pigs and cattle, pig and bovine hemoglobin, as well as cigarette filters which use pig and bovine hemoglobin, with hemoglobin filters without using infrared spectroscopy in wavenumber range 4000-400 cm-1, a resolution of 4 cm -1, and scan 32. Analysis of infrared spectra data using the method of Second Derivative (2D), with differentiation of Fourier techniques. Validation results of the second derivative data using Lagrange interpolation.
The results showed that the molecular vibrations of typical pork and beef hemoglobin, as well as cigarette filters which use pig and bovine hemoglobin, with hemoglobin filters without appearing on the second derivative infrared spectra in the wavenumber 580-592 cm-1. The pattern of the second derivative spectra of bovine hemoglobin there is one peak of the valley while for pig hemoglobin showed a peak of two valleys. Second derivative in the validation results using Lagrange interpolation, the spectra show that the pattern is valid. This type of molecular vibrational spectra typical of the area pork and beef hemoglobin at wave numbers 580-592 cm-1 is tilted ring-bending vibrations of Fe-asymmetry (600-500 cm 1), N-H bending (695-550 cm-1), and helping C-C (850-500 cm 1) that each have different protein matrix environment
BIOPLASTIK DARI PATI KULIT PISANG RAJA DENGAN BERBAGAI BAHAN PEREKAT
Kulit pisang raja adalah salah satu limbah yang belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Limbah kulit pisang raja memiliki kadar pati yang cukup tinggi sebesar 50% dan dapat diolah sebagai bahan baku bioplastik. Bioplastik merupakan plastik yang dapat terdegdredasi dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan plastik konvensional yang sulit terdegredasi sehingga mencemari lingkungan. Bioplastik berbahan baku pati memiliki potensi besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati. Untuk memperbaiki karakteristik bioplastik maka perlu penambahan bahan perekat dan plasticizer. Pada penelitian ini bahan perekat yang digunakan adalah ZnO, Kitosan, dan Clay dengan variasi konsentrasi masing – masing 2%, 4%, 6%, 8%, 10% , serta sorbitol sebagai plasticizernya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis bahan perekat dan konsentrasi terbaik terhadap bioplastik yang dihasilkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioplastik dari pati kulit pisang raja yang dihasilkan optimum adalah pada penambahan jenis bahan perekat clay dengan konsentrasi 8%, plasticizer sorbitol 25%. Bioplastik yang dihasilkan ditinjau dari tingkat degredasi dengan analisa selama 8 hari sebesar 54,4% berat residual, nilai kuat tarik sebesar 115,2 MPa, serta analisa kandungan logam Timbal (Pb) <0,001 ppm dan Kadmium (Cd) 0,103 ppm. Karakteristik bioplastik dari pati kulit pisang raja memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kata Kunci : bioplastik, pati kulit pisang raja, bahan pereka
Program Pemberian Makanan Sehat bagi Anak Usia Dini di PAUD Nur Hidayah Jakarta Barat
Pendidikan Anak Usia Dini selain memberikan layanan pendidikan juga memberikan program pemberian makanan sehat yang dilaksanakan melalui pemberian makanan sehat yang seimbang untuk membantu pertumbuhan dan menunjang perkembangan jasmani dan rohani, selain itu untuk mencukupi kebutuhan gizi dalam pemberian makanan sehat yang merupakan salah satu cara untuk menghindari jajanan yang belum tentu terjaga kebersihan dan kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis program pemberian makanan sehat bagi anak usia dini di PAUD Nur Hidayah Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Data didapat dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru dan Kepala Sekolah PAUD Nur Hidayah yang terletak di Jalan Kembangan Raya Jakarta Barat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Program Pemberian Makanan Sehat Bagi Anak Usia Dini sudah baik salah satunya kesehatan anak lebih meningkat, sesuai dengan prosedur dan buku panduan yang telah disediakan oleh pemerintah dan dinas kesehatan, meskipun dalam pelaksanaannya ada beberapa hambatan yang harus diperbaiki yaitu kerja sama dalam pelaksanaan program pemberian makanan sehat serta dukungan orang tua dalam memenuhi makanan sehat agar anak menjadi sehat dan mau mengkonsumsi makanan sehat karena baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak
- …
