1,720,954 research outputs found
Retorika Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar Tentang Moderasi Beragama di YouTube
Penelitian ini mengkaji retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar dalam
menyampaikan pesan moderasi beragama melalui platform YouTube. Latar belakang
penelitian ini berangkat dari meningkatnya fenomena intoleransi dan ekstremisme
keagamaan di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Kondisi tersebut
menuntut adanya pendekatan dakwah yang moderat, komunikatif, dan relevan dengan
perkembangan media digital. Habib Husein Ja’far Al-Hadar merupakan salah satu
pendakwah yang secara konsisten memanfaatkan media YouTube untuk menyampaikan
pesan keislaman yang inklusif dan toleran.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk retorika dakwah yang digunakan
Habib Husein Ja’far Al-Hadar serta mengidentifikasi penerapan unsur ethos, pathos, dan
logos dalam menyampaikan pesan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Objek penelitian berupa lima
video dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar yang diunggah di platform YouTube.
Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teori retorika Aristoteles yang
meliputi ethos, pathos, dan logos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar
memadukan unsur ethos, pathos, dan logos secara seimbang. Unsur ethos tercermin dari
kredibilitas, integritas, serta citra pendakwah yang rendah hati dan berwawasan luas.
Unsur pathos tampak melalui penggunaan bahasa yang santai, humoris, dan empatik
sehingga mampu menjalin kedekatan emosional dengan audiens. Sementara itu, unsur
logos diwujudkan melalui argumentasi rasional yang didasarkan pada dalil keagamaan
serta realitas sosial masyarakat. Retorika dakwah tersebut terbukti efektif dalam
menyampaikan pesan moderasi beragama dan menjangkau audiens, khususnya generasi
muda.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al
Hadar merupakan model dakwah yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi
beragama di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
akademik dalam kajian komunikasi dakwah serta menjadi referensi bagi pendakwah
dalam mengembangkan strategi dakwah yang moderat dan inklusif
Retorika Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar Tentang Moderasi Beragama di YouTube
Penelitian ini mengkaji retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar dalam
menyampaikan pesan moderasi beragama melalui platform YouTube. Latar belakang
penelitian ini berangkat dari meningkatnya fenomena intoleransi dan ekstremisme
keagamaan di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Kondisi tersebut
menuntut adanya pendekatan dakwah yang moderat, komunikatif, dan relevan dengan
perkembangan media digital. Habib Husein Ja’far Al-Hadar merupakan salah satu
pendakwah yang secara konsisten memanfaatkan media YouTube untuk menyampaikan
pesan keislaman yang inklusif dan toleran.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk retorika dakwah yang digunakan
Habib Husein Ja’far Al-Hadar serta mengidentifikasi penerapan unsur ethos, pathos, dan
logos dalam menyampaikan pesan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Objek penelitian berupa lima
video dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar yang diunggah di platform YouTube.
Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teori retorika Aristoteles yang
meliputi ethos, pathos, dan logos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar
memadukan unsur ethos, pathos, dan logos secara seimbang. Unsur ethos tercermin dari
kredibilitas, integritas, serta citra pendakwah yang rendah hati dan berwawasan luas.
Unsur pathos tampak melalui penggunaan bahasa yang santai, humoris, dan empatik
sehingga mampu menjalin kedekatan emosional dengan audiens. Sementara itu, unsur
logos diwujudkan melalui argumentasi rasional yang didasarkan pada dalil keagamaan
serta realitas sosial masyarakat. Retorika dakwah tersebut terbukti efektif dalam
menyampaikan pesan moderasi beragama dan menjangkau audiens, khususnya generasi
muda.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al
Hadar merupakan model dakwah yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi
beragama di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
akademik dalam kajian komunikasi dakwah serta menjadi referensi bagi pendakwah
dalam mengembangkan strategi dakwah yang moderat dan inklusif
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
