1,720,955 research outputs found
Penjadwalan Batch pada Dua Mesin Homogen untuk Meminimasi Makespan
Prosedur batching atau teknik penjadwalan batch merupakan salah satu metoda yang banyak diterapkan dalam memecahkan masalah penjadwalan Penelitian ini akan membahas pemecahan masalah penjadwalan batch pada dua mesin homogen dengan tujuan untuk meminimasi Makespan. Motivasi pemecahan masalah diangkat dari permasalahan yang terjadi pada perusahaaan “MR†yang bergerak dalam produksi pakaian jadi. Fokus pembahasan masalah terdapat pada pesanan baju ekslusive yang merupakan pesanan baju dengan jumlah tertentu dan dalam pengerjaanya hanya bisa dikerjakan oleh dua orang tenaga kerja ahli. Masalah yang timbul dari penerapan metoda penjadwalan perusahaan adalah sering ditemukan pembebanan yang kurang seimbang antar operator dan berdampak pada panjangnya lead time manufacturing (Makespan) suatu order. Solusi penjadwalan batch pada masalah ini terletak pada menentukan jenis pekerjaan yang harus dipotong, ukuran pemotongan (ukuran batch) dan urutan penjadwalan pekerjaan pada setiap mesin. Hasil pengujian analitik menunjukkan bahwa algoritma penjadwalan usulan dapat mereduksi Makespan hingga 2046 bila dibandingkan penjadwalan eksistingProsedur batching atau teknik penjadwalan batch merupakan salah satu metoda yang banyak diterapkan dalam memecahkan masalah penjadwalan Penelitian ini akan membahas pemecahan masalah penjadwalan batch pada dua mesin homogen dengan tujuan untuk meminimasi Makespan. Motivasi pemecahan masalah diangkat dari permasalahan yang terjadi pada perusahaaan “MR†yang bergerak dalam produksi pakaian jadi. Fokus pembahasan masalah terdapat pada pesanan baju ekslusive yang merupakan pesanan baju dengan jumlah tertentu dan dalam pengerjaanya hanya bisa dikerjakan oleh dua orang tenaga kerja ahli. Masalah yang timbul dari penerapan metoda penjadwalan perusahaan adalah sering ditemukan pembebanan yang kurang seimbang antar operator dan berdampak pada panjangnya lead time manufacturing (Makespan) suatu order. Solusi penjadwalan batch pada masalah ini terletak pada menentukan jenis pekerjaan yang harus dipotong, ukuran pemotongan (ukuran batch) dan urutan penjadwalan pekerjaan pada setiap mesin. Hasil pengujian analitik menunjukkan bahwa algoritma penjadwalan usulan dapat mereduksi Makespan hingga 2046 bila dibandingkan penjadwalan eksistin
Penjadwalan Produksi N Job M Mesin Seri Paralel Kasus PT. Kurnia Teknik
Kurnia Teknik merupakan salah satu industri kecil yang bergerak di bidangpembuatan produk-produk metal dengan tingkat variasi produk yang tinggi. Saatini produk-produk yang dihasilkan perusahaan lebih dititik beratkan pada pesanan-pesanan dari industri garmen.
Prosedur penjadwalan yang diterapkan berdasarkan penilaian prioritas perusahaan terhadap pelanggan. Prioritas yang selama ini diterapkan perusahaan adalah mendahulukan pesanan yang sering dipesan. Perusahaan pun mempertimbangkan menyelesaiakan pesanan berdasarkan batas waktu penyelesaian paling dekat (due date terkecil).
Pada penelitian ini diusulkan algoritma penjadwalan untuk memecahkan permasalahan penjadwalan pada perusahaan yang memiliki kriteria sistem produksi N Job M Mesin Seri-Paralel dengan kriteria performansi yang ditetapkan yaitu meminimasi jumlah pesanan yang terlambat serta mendapatkan
harga rata-rata waktu pesanan terlambat yang minimal.Kurnia Teknik merupakan salah satu industri kecil yang bergerak di bidangpembuatan produk-produk metal dengan tingkat variasi produk yang tinggi. Saatini produk-produk yang dihasilkan perusahaan lebih dititik beratkan pada pesanan-pesanan dari industri garmen.
Prosedur penjadwalan yang diterapkan berdasarkan penilaian prioritas perusahaan terhadap pelanggan. Prioritas yang selama ini diterapkan perusahaan adalah mendahulukan pesanan yang sering dipesan. Perusahaan pun mempertimbangkan menyelesaiakan pesanan berdasarkan batas waktu penyelesaian paling dekat (due date terkecil).
Pada penelitian ini diusulkan algoritma penjadwalan untuk memecahkan permasalahan penjadwalan pada perusahaan yang memiliki kriteria sistem produksi N Job M Mesin Seri-Paralel dengan kriteria performansi yang ditetapkan yaitu meminimasi jumlah pesanan yang terlambat serta mendapatkan
harga rata-rata waktu pesanan terlambat yang minimal
Pengaruh Pelayanan dan Variasi Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan: Studi Kasus untuk Toserba
Pelanggan adalah raja. Motto ini mengharuskan perusahaan untuk selalu menjaga kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat memelihara jumlah pelanggan yang ada bahkan, dapat menciptakan pelanggan baru. Bagi perusahaan pengecer seperti Toko Serba Ada (Toserba) T Bandung, banyak variabel yang dapat menentukan kepuasan pelanggan. Diantaranya adalah pelayanan dan variasi produk. Berdasarkan pengamatan, jumlah pelanggan Toserba T semakin hari semakin bertambah. Perkembangan demikian, diduga ada kaitannya dengan pelayanan dan variasi produk yang ditawarkan oleh Toserba T sehingga pelanggan merasa puas. Untuk membuktikan dugaan ini, perlu dilakukan penelitian langsung terhadap pelanggan. Maka, penelitian ini mengangkat pokok masalah dengan judul “Hubungan antara Pelayanan dan Variasi Produk dengan Kepuasan Pelanggan Toserba T Bandungâ€.Pelanggan adalah raja. Motto ini mengharuskan perusahaan untuk selalu menjaga kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan dapat memelihara jumlah pelanggan yang ada bahkan, dapat menciptakan pelanggan baru. Bagi perusahaan pengecer seperti Toko Serba Ada (Toserba) T Bandung, banyak variabel yang dapat menentukan kepuasan pelanggan. Diantaranya adalah pelayanan dan variasi produk. Berdasarkan pengamatan, jumlah pelanggan Toserba T semakin hari semakin bertambah. Perkembangan demikian, diduga ada kaitannya dengan pelayanan dan variasi produk yang ditawarkan oleh Toserba T sehingga pelanggan merasa puas. Untuk membuktikan dugaan ini, perlu dilakukan penelitian langsung terhadap pelanggan. Maka, penelitian ini mengangkat pokok masalah dengan judul “Hubungan antara Pelayanan dan Variasi Produk dengan Kepuasan Pelanggan Toserba T Bandungâ€
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
