23 research outputs found
Analisis Tingkat Motivasi Aktivitas Fisik Siswa di Masa Pandemi Covid-19 Bandung
Sports motivation for post -pandemic students influences this post -pandemic sports activity. This study aims to describe the comparison of the sports motivation of students after Pandemi Covid-19 in Bandung. The research method used is a quantitative descriptive method. The population in this study were high school students and students in Bandung. The sample in this study was students and students who were active in post -Pandemic schools in Bandung. In returning the sample, researchers used purposive sampling. This study uses questionnaire and survey instruments. Data analysis uses the Statistics Test of Smirnov Colmogrov for testing data normality and Independent T Test tests to find out the difference in motivation between sex during exercise after Pandemic Covid-19 in the city of Bandung. Based on the data statistical test data, it is known that the sig (2-tailed) value is 0.001> 0.05, it can be concluded that with the significant difference between the sport motivation of male and female students who have motivation when exercising. Because of this significant difference, it can be seen that the motivation of male and female students affects during sports activities.Motivasi olahraga pada siswa pasca pandemi ini berpengaruh untuk melakukan aktivitas olahraga pasca pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perbandingan motivasi olahraga siswa dan siswi pasca pandemi COVID-19 di Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa dan siswi Sekolah menengah atas di Bandung. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi yang sedang aktif sekolah pasca pandemi di Bandung. Dalam pengembilan sampel, peneliti menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisoner dan survey. Analisis data menggunakan uji statistic Kolmogrov Smirnov untuk pengujian normalitas data dan uji Independent T Test untuk mengetahui perbedaan motivasi antara jenis kelamin saat berolahraga pasca pandemic COVID-19 di wilayah kota Bandung. Berdasarkan data tes statistika data diketahui nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.001> 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa dengan demikan adanya perbedaan yang signifikan antara motivasi olahraga siswa laki-laki dan perempuan yang memiliki motivasi saat berolahraga. Karena adanya perbedaan yang signifikansi ini maka dapat diketahui bahwa motivasi olaharaga siswa laki-laki dan perempuan mempengaruhi saat beraktivitas olahraga
Upaya Pengembangan Usaha Ternak Lebah Madu terhadap Peningkatan Pendapatan Peternak Lebah Madu (Studi Kasus Kecamatan Percut Sei Tuan, Kecamatan Lubuk Pakam dan Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang)
At general honey have enough function, to keep our body healthy to cure some disease, to improve our energy, medicine, because honey contain of some substance that our body needed.
As my title I try to promote "efforts of improvement the livestock of bee concerning raising the breeder of bee income" and I get the location at three I kecamatan in Deli Serdang Kecamatan Percut Sei Tuan, Lubuk Pakam, and Kecamatan Sungal UNIV
And I extracted to get research about some factor as motive that influence the breeder of bee income. Based on the research conducted indicated the variable of capital level (X1) and time of (abor during effort operation (X:) give explanation to variable income level (Y). Therefore, it is important to increase the breeder of bee income. From research I find some factor that significant influence development honey efforts. The factor is donation and time of labor during efforts operation. This factor in an evident manner has positive connection to increase honeybee efforts.85 HalamanSkripsi Sarjan
Effects of The Covid-19 Pandemic on Physical Activity, Diet, and Psychology in The First Year of Studying at ITB: Covid-19
Aktivitas fisik, pola makan, dan faktor psikologi terpengaruh dalam situasi pandemik Covid-19 ini. tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran data melalui kuesioner terkait efek pandemik pada mahasiswa tahun pertama belajar, yang terfokuskan pada tiga variable yaitu aktivitas fisik, pola makan, dan psikologi. Pada penelitian deskriptif kuantitatif ini, melibatkan (n = 776) mahasiswa-mahasiswi tahun pertama yang belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang terdiri dari putra (n = 357), dan putri (n = 419). Seluruh peserta diwajibkan untuk mengisi kuesioner tentang aktivitas fisik mengacu pada physical activity International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF), pola makan selama masa pandemik mengacu pada Short Diet Behaviours Questionnaire for Lockdowns (SDBQL), dan untuk psikolgy pada masa pandemik mengacu pada Short Mood and Feelings Questionnaire (SMFQ). Pada aktivitas fisik, mahasiswa-mahasiswi menjawab 57% melakukannya kurang dari dua kali per-minggu. Pada pola makan, 58.2% mahasiswa-mahasiswi mengatakan bahwa mereka menyadari akan meningkatnya jumlah konsumsi makanan, dan 82.7% daripada mereka mengetahui bahwa mereka mengkonsumsi makan-makanan ringan yang dinilai rendah akan nilai gizinya. Pada psikologi, 56.2% mahasiswa-mahasiswi mengalami ketakutan dan kekhawatiran dalam masa pandemik ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya angka melakukan aktivitas fisik, terdapat perubahan pola makan selama masa pandemik ini, dan tingginya level kecemasan akan pandemik Covid-19 pada mahasiswa-mahasiswi Tahap Persiapan Bersama ITB.Aktivitas fisik, pola makan, dan faktor psikologi terpengaruh dalam situasi pandemik Covid-19 ini. tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran data melalui kuesioner terkait efek pandemik pada mahasiswa tahun pertama belajar, yang terfokuskan pada tiga variable yaitu aktivitas fisik, pola makan, dan psikologi. Pada penelitian deskriptif kuantitatif ini, melibatkan (n = 776) mahasiswa-mahasiswi tahun pertama yang belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang terdiri dari putra (n = 357), dan putri (n = 419). Seluruh peserta diwajibkan untuk mengisi kuesioner tentang aktivitas fisik mengacu pada physical activity (International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF), pola makan selama masa pandemik mengacu pada diet behaviours (Short Diet Behaviours Questionnaire for Lockdowns (SDBQL), dan untuk psikolgy pada masa pandemik mengacu pada mood and feeling (Short Mood and Feelings Questionnaire (SMFQ). Pada aktivitas fisik, mahasiswa-mahasiswi menjawab 57% melakukannya kurang dari dua kali per-minggu. Pada pola makan, 58.2% mahasiswa-mahasiswi mengatakan bahwa mereka menyadari akan meningkatnya jumlah konsumsi makanan, dan 82.7% daripada mereka mengetahui bahwa mereka mengkonsumsi makan-makanan ringan yang dinilai rendah akan nilai gizinya. Pada psikologi, 56.2% mahasiswa mahasiswi mengalami ketakutan dan kekhawatiran dalam masa pandemik ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya angka melakukan aktivitas fisik, terdapat perubahan pola makan selama masa pandemik ini, dan tingginya level kekhawatir akan pandemik Covid-19 pada mahasiswa-mahasiswi tahun pertama belajar ITB
PENGARUH AIR KELAPA CAMPUR GULA AREN DAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP GLUKOSA DARAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa darah. ketika diberikan minuman air kelapa campur gula aren dibandingkan dengan minuman isotonik. Subjek dalam penelitian ini adalah pemain bola basket universitas berjumlah 10 orang, penelitian menggunakan uji klinis dengan desain penelitian single blind crossover. Parameter yang diukur adalah kadar glukosa darah. Hasil penelitian diperoleh kadar glukosa saat akhir kuarter kedua, kelompok percobaan tidak berbeda signifikan dengan kelompok isotonik maupun kelompok kontrol, namun kelompok kontrol berbeda signifikan (p< 0,05) dengan kelompok isotonik. 30 menit setelah pertandingan kelompok percobaan memiliki kadar glukosa paling tinggi (151,6 ±20,89) dan tidak berbeda signifikan dengan kelompok isotonik (144±32,79), kelompok percobaan berbeda signifikan (p < 0,001) dengan kelompok kontrol (111,7 ±19,03). Kesimpulan Minuman air kelapa campur gula aren mampu menjaga kadar glukosa darah saat dan setelah pertandingan dan dapat menjadi solusi pengganti minuman isotonik dari bahan alam yang relativ aman
Perilaku Konsumen terhadap Produk Olahraga (Jersey) pada Pesepeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumen produk olahraga pada pesepeda khususnya dalam pembelian produk jersey sepeda. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode kuesioner. Partisipan pada penelitian ini adalah masyarakat penghobi olahraga sepeda yang memulai sebelum dan saat pandemi hingga sekarang. Sampel dipilih menggunakan teknik sampel non-probability sampling (purposive sampling). Setelah kuesioner dikumpulkan, data tersebut dianalisis menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukan dalam melakukan keputusan pembelian, perilaku konsumen memperlihatkan beberapa faktor menjadi pertimbangan dalam menentukan jersey sepeda mana yang akan responden beli. Faktor-faktor tersebut menjadi acuan konsumen puas atau tidak terhadap produk yang dibeli seperti keterbatasan produk yang menjadikannya eksklusif, keunikan konsep dan desain produk, kualitas produk, keaslian produk, kepopuleran merek, hingga harga yang ditawarkan. Dengan hasil penelitian ini dan ditambah kecenderungan penghobi sepeda naik akibat terjadinya pandemi, ini bisa menjadi masukan buat para produsen produk olahraga khususnya jersey sepeda merek lokal maupun luar negeri dalam meningkatkan kualitas dan penjualan produknya.
Keywords: Jersey Sepeda, Kualitas Produk, Keputusan Pembelian.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumen produk olahraga pada pesepeda khususnya dalam pembelian produk jersey sepeda. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode kuesioner. Partisipan pada penelitian ini adalah masyarakat penghobi olahraga sepeda yang memulai sebelum dan saat pandemi hingga sekarang. Sampel dipilih menggunakan teknik sampel non-probability sampling (purposive sampling). Setelah kuesioner dikumpulkan, data tersebut dianalisis menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukan dalam melakukan keputusan pembelian, perilaku konsumen memperlihatkan beberapa faktor menjadi pertimbangan dalam menentukan jersey sepeda mana yang akan responden beli. Faktor-faktor tersebut menjadi acuan konsumen puas atau tidak terhadap produk yang dibeli seperti keterbatasan produk yang menjadikannya eksklusif, keunikan konsep dan desain produk, kualitas produk, keaslian produk, kepopuleran merek, hingga harga yang ditawarkan. Dengan hasil penelitian ini dan ditambah kecenderungan penghobi sepeda naik akibat terjadinya pandemi, ini bisa menjadi masukan buat para produsen produk olahraga khususnya jersey sepeda merek lokal maupun luar negeri dalam meningkatkan kualitas dan penjualan produkny
PERBANDINGAN VO2max DAN KAPASITAS VITAL PARU ANTARA FINSWIMMER DAN KOMUNITAS SELAM
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik antara finswimmer dan komunitas selam terhadap nilai VO2max dan Kapasitas vital paru. Populasi dalam penelitian ini adalah Selam Jawa Barat dan Komunitas Selam Apnea culture. Dimana 12 sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Kemudian dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok finswimmer dan komunitas selam. Desain penelitian menggunakan observasional study. Data yang diolah pada penelitian ini menggunakan uji analisis one way anova untuk mengetahui hasil perbedaan antar kelompok. Dibuktikan dengan uji ANOVA pengukuran VO2max dengan nilai p-value sebesar 0,641 dan pada pengukuran FVC dengan nilai p-value sebesar 0,292 ANOVA mengungkapkan tidak adanya signifikan antara kedua grup. Menghasilkan kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan VO2max dan kapasitas vital paru antara kelompok finswimmer dan komunitas selam. Perlu adanya penelitian lanjutan yang membahas berbagai variabel yang berpengaruh pada selam ini seperti psikologi dan teknik sebagai indicator utama dalam menentukan performa perlombaan
Karakteristik Fisiologi Atlet Bulutangkis Ganda Campuran (Physical Test)
Data karakteristik fisiologis atlet sangat diperlukan untuk merancang program latihan agar atlet mendapatkan porsi latihan yang sesuai dengan kemampuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik fisiologis atlet profesional ganda campuran yang jarang dijadikan parameter untuk membuat program latihan sehingga hasil penelitian ini mampu menjadi data awal untuk membuat program latihan yang tepat dan efektif. Penelitian dilaksanakan di laboratorium FPOK UPI. Sampel penelitian berasal dari klub unggulan nasional Jawa Barat dengan rentang usia 16-17 tahun. Pengambilan data dalam penelitian ini meliputi kadar VO2max yang diukur menggunakan COSMED CPET treadmill, kadar asam laktat diukur menggunakan Acutrend, dan denyut jantung yang diukur menggunakan Polar RC3. Hasil pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan nilai rata-rata kadar asam laktat 13.4±3.2 mmol.L putri dan 12.3±3.3 mmol.L putra. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya dengan p-value >0.05. Pada data denyut jantung maksimal (193±7.6 bpm putri dan 192±4.3 bpm putra), tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya dengan p-value >0.05, sedangkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada nilai rata-rata VO2max atlet putra dan putri yaitu 45.2±3.6 mL/(kg.min) putri dan 56.4±5.7 mL/(kg.min) putra, dengan p-value <0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada kadar VO2max antara atlet putra dan putri, namun tidak ada perbedaan yang signifikan pada kadar asam laktat dan denyut jantung. Tentunya perbedaan kadar VO2max yang cukup besar antara putra dan putri akan sangat berpengaruh terhadap performa di lapangan. Dengan hasil ini diharapkan para pelatih mampu merancang program latihan yang tepat untuk atlet agar mampu meminimalkan jarak perbedaan kadar VO2max antara putra dan putri sehingga performa altet putri mampu menunjang dan mengimbangi performa atlet putra. The data pm physiological characteristics of athletes are of important to plan an appropriate training program which can offer the athletes appropriate amount of trainings that are suitable with their abilities. This study aims to discover and to analyze the physiological characteristics of professional mixed-double-athletes which are rarely used as a parameter to plan a training program. Therefore, the results of this study can become preliminary data for trainers to create a proper and effective training program. The research was conducted at FPOK UPI laboratory. The samples used in this study are mixed double players from a top national level badminton club, aged 16-17 years old. Data measured in this research are: VO2max Level tested with COSMED CPET treadmill, Lactate Acid Level measured using Acutrend and Heart Rate monitored with Polar RC3. The results show the average value of lactic acid level (13.4 ± 3.2 mmol.L for females and 12.3 ± 3.3 mmol.L for males) and there is no significant difference between the two with p- value> 0.05. In the maximum heart rate data (193 ± 7.6 bpm for females and 192 ± 4.3 bpm for males), there is no significant difference between the two with p-value> 0.05. There is a very significant difference in the mean value of male and female athletes VO2max (45.2 ± 3.6 mL / (kg.min) for females and 56.4 ± 5.7 mL / (kg.min) for males), with p-value <0.05. The results show that there is a significant difference in VO2max levels between the male and female athletes, but there is no significant difference in lactic acid and heart rates. Surely a significant difference in VO2max levels between the male and female will give bad effects to their performance. Based on the results of this study, it is expected that coaches are able to design the right training program for their athletes, so that this can minimize the physical ability gaps between male and female athletes. This will further improve the performance of female athletes and the female athletes will be able to achieve the same performance of their male counterparts
PENGARUH AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA L.) VARIETAS GENJAH SALAK DAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP PERUBAHAN AMPLITUDO JANTUNG TIKUS INDUKSI HIPERTENSI
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh dari air kelapa (Cocos nucifera L) dan minuman isotonik terhadap perubahan amplitudo pada tikus yang diinduksi hipertensi. Tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok aquades, kelompok air kelapa, kelompok minuman isotonik, dan kelompok obat. Tikus diinduksi hipertensi dengan pemberian NaCl selama 14 hari, kemudian diterapi dengan pemberian bahan uji pada masing-masing kelompok selama 14 hari tanpa menghentikan induksi. Amplitudo jantung diukur sebelum induksi (h0), awal terapi (h14), dan akhir terapi (h28) dengan menggunakan alat tail cuff. Ketika diinduksi hipertensi, amplitudo jantung tikus semua kelompok mengalami peningkatan. Ketika tikus kelompok air kelapa diterapi dengan air kelapa dan tikus kelompok minuman isotonik diterapi dengan minuman isotonik, amplitudo memperlihatkan penurunan. Kelompok minuman isotonik memperlihatkan penurunan amplitudo yang signifikan (p=0,02) dibandingkan kelompok air kelapa dan obat. Hasil penelitian menunjukkan air kelapa genjah salak dapat menurunkan amplitudo tetapi minuman isotonik paling mendekati optimum atau paling baik dalam menurunkan amplitudo pada kondisi hipertensi dibandingkan dengan air kelapa (Cocos nucifera L.)
The Effect of Coconut Water (Cocos Nucifera L.) and an Isotonic Drink on the Change of Heart Rate Frequency in the Rats Induced Hypertension
AbstractThe objective of the present study was to evaluate the effect of coconut water (Cocos nucifera L) and an isotonic drink on the changes of heart rate frequency in the rats induced hypertension. Wistar male rats were divided into five groups: a negative group, a mineral-watered group, a coconut-watered group, a group with isotonic drink, and a group with medicine. The rats were induced hypertension by administering NaCl solution high concentration for 14 days, and then they were treated with the test materials given to each group for another 14 days without stopping the induction. Their heart rate was measured using a tail cuff before the induction (d0), at the beginning of the treatment (d14), and at the end of the treatment (d28). When being induced hypertension, higher heart rate frequency was significantly showed by the groups with coconut water and isotonic drink (p<0.05) compared with the control group. When the rats of coconut water group were treated with coconut water, their heart rate became significantly lower (p<0.05) compared to the control groups. When the rats of isotonic drink group were treated with isotonic drink, their heart rate was lower, although not significant, than the control groups. The results showed that coconut water (C. nucifera L) lowered the heart rate frequency better than the isotonic drink
PROFIL AIR KELAPA (Cocos nucifera L.) VARIETAS GENJAH SALAK SEBAGAI PENGGANTI MINUMAN ISOTONIK
Telah diuji profil dari air kelapa (Cocos nucifera L.) sebagai pengganti minuman isotonik melalui uji diuretik, kadar natrium dan kalium dalam urin tikus jantan. Uji diuretik dilakukan pada tikus dengan pembanding minumanisotonik dan furosemida dengan menggunakan metode Lipschitz. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok yang diberi 5 mL/kg bb air kelapa genjah salak, kelompok yang diberi5 mL/kg bb minuman isotonik, dan kelompok furosemida dengan dosis 25 mg/kg bb. Pada proses pengujian, setiap tikus diberi larutan NaCl 0,9% sebagai loading dose secara oral dengan dosis 50 mL/kg bb. Pengamatan yang dilakukan meliputi pencatatan volume urin yang diekskresikan setiap 60 menit selama 5 jam dan 24 jam, kemudian dihitung volume rata-rata urin kumulatifnya. Parameter lain yang diamati adalah kadar natrium dan kalium di dalam urin. Hasil menunjukkan volume urin kumulatif kelompok air kelapa genjah salak tidak berbeda dengan kelompok minuman isotonik dan kelompok furosemida, dan berbeda bermakna terhadap kelompok kontrol negatif dengan volume urin kelompok air kelapa genjah salak lebih tinggi secara bermakna dibanding kelompok kontrol negatif (p<0,05). Hasil menunjukkan kadar natrium dalam urin kelompok air kelapa genjah salak tidak berbeda dengan kelompok minuman isotonik dan kelompok furosemida, dan berbeda bermakna terhadap kontrol negatif dengan kadar natrium lebih tinggi secara bermakna dibanding kelompok kontrol negatif (p<0,05). Hasil menunjukkan kadar kalium dalam urin semua kelompok tidak berbeda bermakna. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa air kelapa genjah salak dosis 5 mL/kg bb mempunyai efek diuretik dan efek saluretik dan dapat digunakan sebagai pengganti minuman isotonik
