2 research outputs found

    Pengembangan Panduan Bimbingan Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa SMA

    No full text
    ABSTRACT Pengembangan Panduan Bimbingan Dengan Teknik Diskusi Untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa SMAAnggrian, Riki. 2016. Pengembangan Panduan Bimbingan dengan Teknik Diskusi untuk Meningkatkan Adversity quotient Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Drs. H. Widada, M.Si.Kata Kunci:  Panduan bimbingan, adversity quotient, teknik diskusi, pendekatan experiential learningLayanan bimbingan dan konseling di sekolah berfungsi untuk membangun kondisi sejahtera bagi siswa agar tercapai perkembangan optimal berdasarkan standard kemandirian. Dalam aktifitas belajar, terkadang siswa mengalami beberapa masalah yang muncul dan mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar. Masalah tersebut dipengaruhi adanya konflik internal maupun eksternal yang dapat menurunkan daya belajar, menghilangkan gairah belajar, serta menurunkan kepercayaan diri/sikap optimis siswa. Oleh sebab itu, kemampuan siswa dalam menghadapi kesulitan/adversity quotient mutlak diperlukan agar siswa memiliki ketahanan dalam menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan panduan bimbingan dengan teknik diskusi untuk meningkatkan adversity quotient siswa SMA yang dapat diterima berdasarkan ketepatan, kegunaan, dan kemenarikan.Produk berupa buku panduan bimbingan ini dapat digunakan oleh konselor untuk meningkatkan adversity quotient siswa SMA. Panduan bimbingan untuk meningkatkan adversity quotient ini berisi petunjuk dalam melaksanakan serangkaian kegiatan bimbingan dengan teknik diskusi menggunakan pendekatan experiential learning secara terprogram.Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan/research and development, dengan menggunakan desain penelitian yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Prosedur penelitian ini dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu: (1) perencanaan, (2) pengembangan produk awal, (3) uji coba produk, (4) revisi, (5) produk akhir. Instrument penelitian berupa angket/kuesioner. Sedangkan data yang diperoleh berupa data kuantitatif numerikal dan verbal. Analisis data numerikal dilakukan dengan menggunakan perhitungan rerata/mean dan data verbal dianalisis secara deskriptif.Berdasarkan hasil uji ahli bimbingan dan konseling serta ahli media dan pembelajaran, produk pengembangan dikategorikan ke dalam kriteria sangat tepat, sangat berguna, dan sangat menarik.  Hasil uji calon pengguna produk, produk pengembangan dikategorikan ke dalam kriteria sangat tepat, sangat berguna, dan sangat menarik. Sehingga secara keseluruhan produk yang dikembangkan dapat dikategorikan ke dalam kriteria sangat tepat, sangat berguna dan sangat menarik untuk digunakan dalam meningkatkan adversity quotient siswa SMA. Saran bagi kepala sekolah, hendaknya memberikan fasilitas agar pelaksanaan bimbingan untuk meningkatkan Adversity quotient di sekolah terlaksana secara optimal. Saran bagi konselor, hendaknya memahami buku panduan terlebih dahulu, agar pelaksanaan kegiatan bimbingan dapat terlaksana secara efektif. Saran bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menguji efektifitas produk dan mendesiminasikannya pada pertemuan-pertemuan professional atau jurnal ilmiah

    Media Sinema Komedi untuk Meningkatkan Sikap Respek Siswa SMP

    No full text
    Abstract: Comedy cinema media is an audio-visual media with comedy content that is fun but meaningful for students. This comedy cinema media is used in educational cinema techniques as a stimulant for student learning to increase respect. This study aims to develop a guidance product with educational cinema techniques providing comedy cinema to increase the respect of junior high school students, which is developed through a research and development model. The resulting product gets a very high score from expert tests and potential product users based on its acceptability criteria. So that this development product can be used by counselors to increase the attitude of respect for junior high school students. Abstrak: Media sinema komedi merupakan media dalam bentuk audio-visual dengan konten komedi yang menggembirakan namun bermakna bagi peserta didik. Media sinema komedi ini digunakan dalam teknik sinema edukasi sebagai stimulan belajar siswa untuk meningkatkan sikap respek. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk panduan bimbingan dengan teknik sinema edukasi bermediakan sinema komedi untuk meningkatkan sikap respek Siswa SMP, yang dikembangkan melalui model penelitian dan pengembangan. Produk yang dihasilkan mendapatkan skor sangat tinggi  dari uji ahli dan calon pengguna produk berdasarkan kriteria akseptabilitasnya. Sehingga produk pengembangan ini dapat digunakan oleh konselor untuk meningkatkan sikap respek siswa SMP
    corecore