1,721,157 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..INTERNALISASI NILAI - NILAI SPIRITUALITAS REMAJA MELALUI KEGIATAN RUTINAN NAHDHOTUT THULAB IPNU IPPNU DI LINGKUNGAN KERTOSARI
ABSTRAK
Rifai, Muhammad. 2023. Internalisasi Nilai-Nilai Spiritualitas Remaja Melalui Kegiatan Rutinan Nahdhotut
Thulab Ipnu Ippnu Di Lingkungan Kertosari. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri Ponorogo, Pembibing, Dedi Hasnawan M.Pd.
Kata Kunci: Internalisasi, Nilai-Nilai Spiritualitas, Remaja, Kegiatan Rutinan Nahdhatut Thulab
Tidak di pungkiri perkembangan zaman sekarang ini harus di waspadai karena dengan mudahnya akses di era sekarang ini ada sisi baik dan buruk yang di hasilkan, sisi baiknya yakni dengan akses yang ada bisa membantu guna mempermudah keperluan dengan askses yang ada, namun sisi buruknya kita harus mewaspadai sisi buruk yang terjadi karenaa tidak semua akses ini mengarah kepada kebaikan secara keseluruhan namun juga ada yang mengarah kedalam hal buruk nah di sinilah dapat mempengaruhi perkembangan remaja masa sekarang, zaman di era moderen ini bahasa umumnya yakni era milenial harus di sadari dalam segi moral remaja yang menjadi tolak ukur dalam pengawasanya untuk memantau bagaimana kita sebagai remaja supaya dapat menjadi remaja yang berfikiran maju sesuai perkembangan zaman namun tidak melupakan adat istiadat budaya bangsa kita yakni bangsa yang beradat dan juga berbudaya luhur, di sinilah pentingnya menjaga budaya tersebut dengan menguatkan nilai sepiritual dalam diri remaja guna untuk menanamkan nilai - nilai budaya dalam keluhuran bangsa kita, dengan begitu pengetahuan remaja dapat seimbang antara ilmu pengetahuan umum dan agama dengan begitu dapat terwujudlah remaja yang taat dan juga berfikiran maju.
Dalam proses internalisasi spiritualitas remaja dalam kegiatan Nahdhotut Thulab IPNU IPPNU di ligkungan Kertosari dalam pembahasan ini bertujuan untuk membahas tahapan - tahapan dari proses internalisasi yang ada dalam kegiatan tersebut, guna mengarah kepada remaja dalam pengetahuan dari segi spiritual yang tanpa di sadari harus di miliki guna sebagai benteng para remaja dalam mengahadapi perkembangan di era sekarang agar tidak terjerumus kepada hal – hal yang kurang baik, dari hal itu di sini memberikan penjelasan terkait proses internalisasi dari pada kegiatan Nahdhut Thulab tersebut dari pada perkembangan para remaja, jamaah, dan para tokoh yang mengikuti Rutinan kegiatan tersebut.
Dalam pembahasan sekripsi di penilitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif di mana dalam penelitian ini penulis menyampaikan gambaran data dan hasil penelitian dalam bentuk tulisan atau lisan dalam artian mncoba menggambarkan suatu keadaan menjadi suatu pembahasan yang utuh dalam penelitian ini meneliti tentang internalisasi nilai-nilai spiritualitas melalui kegiatan rutinan Nahdhatut Thulab yang di dalamnya terdapat rangkaian yang secara menyeluruh guna memberikan pemahaman - pemahaman tentang ilmu keagamaan dan juga Pendidikan pembiasaan yang disini sesuai dengan teori dalam internalisasi yang mana ada tiga tahapan dalam penyampain sebuah nilai, nah disinilah ada kecocokan yang mana secara bertahap ada di dalam pembahasan ini yakni dalam penelitian di dalam rutinan Nahdhatut Thulab di lingkungan kertosari.
Dalam proses internalisasi nilai – nilai spiritual remaja melalui kegiatan rutinan Nahdhotut Thulab IPNU IPPNU di lingkungan kertosari ini sesuai dengan teori tahapan dari internalisasi yang ada dan juga dampak yang terlihat dari para remaja yang mengikuti rutinan tersebut dengan begitu penelitian dapat di sesuaikan dengan hasil dari wanwancara dan juga tanggapan dari pada apa yang ada dalam tahapan internalisasi dan juga hasil dari pada penelitaian dalam sekripsi ini
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pemanfaatan Ekstrak Bawang Merah dan Pupuk NPK 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan Setek Tanaman Lada
Penelitian dilaksanakan pada bulan bulan Juni sampai dengan September
2019 pada lahan Pertanian Dusun 1 Sei Remban Desa Tanjung Jati Kecamatan
Binjai Barat. Kota Binjai dengan ketinggian tempat 27 mdpl. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak bawang merah dan pupuk
N,P,K 16:16:16 terhadap pertumbuhan setek tanaman lada.. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor,
faktor pertama Ekstrak Bawang Merah (E) dengan 4 taraf yaitu: E0 = kontrol, E1 =
25 ml/ l air, E2 = 50 ml/ l air, E3 = 75 ml/ l air dan faktor kedua yaitu faktor N,P,K
16:1616 (N) dengan 3 taraf yaitu :N0 = kontrol, N1= 10 g/ tanaman, N2=20
g/tanaman. Terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali menghasilkan 36
satuan percobaan, jumlah tanaman per plot 9 tanaman dengan jumlah tanaman
sampel 3 tanaman, jumlah tanaman seluruhnya 324 tanaman. Parameter yang
diukur adalah jumlah tunas (helai), panjang tunas (cm), jumlah daun (helai),
jumlah akar (helai), berat kering akar (g), berat kering daun (g).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh aplikasi ekstrak bawang
merah memberikan pengaruh terbaik terhadap pemberian ekstrak bawang merah
dengan dosis 75 ml/l air terhadap jumlah tunas. N,P,K sebesar 20 g/tanaman
berpengaruh baik terhadap jumlah tunas dan jumlah akar tidak terdapat interaksi
dari perlakuan ekstrak bawang merah dan pupuk N,P,K 16:16:16 terhadap semua
parameter pertumbuhan tanama
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA DI KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA II MEDAN
Pengguna narkoba bukan hanya orang dewasa tetapi juga pelajar dan
mahasiswa. Remaja merupakan golongan yang rentan terhadap penggunaan
narkoba karena selain memiliki sifat dinamis, energik, selalu ingin menggunakan.
Remaja mudah dipengaruhi sehingga mudah jatuh pada masalah penggunaan
narkoba. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan berbahaya.
Istilah narkoba mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko
kecanduan bagi para penggunanya.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan analisis
kualitatif yaitu prosedur pemecahan masalah yang diteliti dengan pengamatan
dengan cara menggambarkan keadaan objek penelitian pada saat sekarang,
berdasarkan fakta-fakta yang nampak atau sebagaimana adanya. Key
Informan/Narasumber terdiri dari: Lurah Tegal Sari Mandala II Medan.
Faktor-faktor penyebab seseorang menjadi penyalahguna narkoba:
Penyebab dari diri sendiri yaitu Ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan
lingkungan Kepribadian yang lemah Kurangnya percaya diri Tidak mampu
mengendalikan diri Dorongan ingin tahu,ingin mencoba,ingin meniru Dorongan
ingin berpetualang Mengalami tekanan jiwa Tidak memikirkan akibatnya
dikemudian hari Ketidaktahuan akan bahaya narkoba. Penyebab yang bersumber
dari keluarga(orang tua). Penanggulangan kenakalan remaja pengguna narkotika
melalui jalur pendekatan menggunakan upaya preventif, upaya yang dilakukan oleh
Lurah Tegal Sari Mandala II Medan yaitu melalui bentuk sosialisasi, penyuluhan,
penyebaran pamplet, pembuatan baliho, serta pendekatan terhadap tokoh-tokoh
agama di daerah setempat dan pembinaan terhadap masyarakat dari berbagai
golongan. Lurah Tegal Sari Mandala II Medan juga bekerja sama dengan Media
Masa, seperti stasiun televisi, radio dan Koran. Kendala dalam menaggulangi
penyalahgunaan narkotika di Kelurahan Tegal Sari Mandala II Medan adalah
kendalanya banyak, yang pertama kurang peran serta masyarakat, kedua
masyarakat kurang memahami tugas dari polisi, ketiga bagi pengguna narkoba
masih dianggap tabu oleh masyarat
Proses Penyidikan Tindak Pidana Pelaku Penembakan dalam Kerusuhan Sara di Aceh Singkil (Studi Polres Aceh Singkil)”
Proses Penyidikan Tindak Pidana Pelaku Penembakan Dalam Kerusuhan
Sara Di Aceh Singkil merupakan tindakan pertama yang dilakukan oleh
kepolisian dalam menentukan fakta-fakta kejadian untuk di rangkum sebagai alat
bukti, petunjuk, dan menemukan kebenaran melalui saksi-saksi dalam
mengungkap Pelaku penembakan yang dalam kerusahan Sara.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahaui proses Penyidikan Tindak Pidana
Pelaku Kerusuhan Sara di Aceh Singkil, untuk mengetahui kendala apa saja yang
dihadapi kepolisian dan upaya apa yang dilakukan Kepolisian dalam Kerusuhan
Sara di Aceh Singkil. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum yuridis
empiris dengan maksud menggambarkan atau menelaah permasalahan hukum,
yang diambil dari hasil studi wawancara dan studi dokumentasi dengan
mempelajari serta menganalisis bahan pustaka, dengan mengolah data dari bahan
hukum primer bahan hukum sekunder dan bahan hukum tertier.
Berdasarkan hasil penelitian Proses penyidikan tindak pidana pelaku
penembakan dalam kerusuhan Sara di Aceh Singkil menggunakan KUHAP dan
mengenyampingkan Undang-undang No 7 tahun 2012 tentang penanganan
Konflik Sosial. Kendala kepolisian dalam proses penyidikan adalah tidak bisa
terlepasnya dari komunikasi dengan pemerintah daerah, pranata adat dan
kelompok masyarakat. Sedangkan upaya kepolisian dalam menangani Kerusuhan
Sara di Aceh Singkil dengan mengedepankan ( Bhayangkara Pembinaan dan
Keamanan Ketertiban Masyarakat) BHABINKAMTIBMAS
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
