1,720,973 research outputs found
Estimasi Kandungan Nitrogen Dinding Sel pada Hijauan Pakan Ternak Menggunakan Near Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS).
Protein merupakan salah satu nutrien yang digunakan untuk menentukan
kualitas suatu pakan. Di Indonesia, pakan dengan kandungan protein kasar yang
tinggi masih dinilai sebagai pakan dengan kualitas yang baik. Hal ini tidak efektif
karena tidak semua protein dapat diutilisasi oleh ternak ruminansia. Analisis protein
terutilisasi dilakukan dengan metode Van Soest, residu dari analisa Van Soest ini
diuji protein kasarnya untuk melihat kandungan nitrogen yang terikat dinding sel.
Protein kasar pada residu NDF disebut NDICP, protein kasar pada residu ADF
disebut ADICP. Metode yang sebelumnya digunakan masih sangat mahal,
membutuhkan waktu lama, dan membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Nitrogen
dinding sel dapat di evaluasi menggunakan NIRS dengan sangat cepat, nondestruktif,
dan murah. Tujuan penelitian ini membuat kalibrasi dan melakukan
pendugaan kandungan nitrogen dinding sel pada hijauan pakan menggunakan Near
Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS). NIRS dapat membuat kalibrasi dan
validasi NDF, ADF, NDICP, dan ADICP. NIRS menduga NDF dan ADF secara
akurat dengan nilai R2k NDF 0.88 dan R2v 0.83 , R2k ADF 0.79 dan R2v 0.68.
Namun, keakuratan NDICP dan ADICP rendah dengan nilai R2k NDICP 0.56 dan
R2v 0.54. R2k ADICP 0.52 dan R2v 0.53
Identifikasi dan Karakterisasi Bakteri Rumen yang Memiliki Aktivitas Enzim Selulase
Bakteri rumen memiliki banyak potensi untuk dikembangkan sebagai probiotik
dan sumber enzim. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh isolat bakteri yang
memiliki enzim selulase dengan aktivitas selulolitik tinggi. Isolat bakteri diisolasi
menggunakan metode hungate pada rumen sapi PO Bioteknologi LIPI Cibinong.
Hasil identifikasi berdasarkan sekuen gen 16S rRNA menunjukkan bahwa isolat
yang memiliki aktivitas selulolitik tertinggi dengan indeks selulolitik 3.39 adalah
Lactobacillus sp. Perlakuan pada pengujian karakter aktivitas enzim ialah suhu 40,
50, 60 0C dan pH 5, 6, 7, 8. Hasil uji aktivitas enzim menunjukan bahwa suhu dan
pH optimum aktivitas enzim kasar pada supernatan adalah 50 oC dan pH 8 dengan
aktivitas masing-masing sebesar 0.0233 U/ml dan 0.0290 U/ml
Estimasi Nilai Proksimat dan Total Fenol Hijauan Pakan Lokal menggunakan NIRS (Near Infrared Reflectance Spectroscopy).
Evaluasi kualitas hijauan penting untuk dilakukan. Kualitas hijauan
ditentukan oleh kandungan nutrien dan fenol. Metode analisis yang akurat, cepat,
praktis, dan murah dibutuhkan dalam evaluasi kualitas hijauan. NIRS (Near
Infrared Reflectance Spectroscopy) telah digunakan untuk memprediksi bahan
kering (BK), abu, protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), dan
total fenol (TF). Sebanyak 48 sampel hijauan digunakan untuk membuat model
NIRS menggunakan regresi PLS (partial least square). Sampel penelitian dibagi
menjadi sampel kalibrasi (2/3) dan validasi (1/3). Koleksi spektra dilakukan
dengan menyinari sampel sebanyak 3 kali menggunakan Buchi NIRFlex N500
FT-NIR. Hasil yang didapat dievaluasi menggunakan metode statistik koefisien
determinasi, standar eror, dan root mean square error prediction. Hasil yang
didapat NIRS digunakan untuk memprediksi komponen kimia dengan akurasi
berbeda pada setiap parameter. Estimasi NIRS terbaik untuk parameter PK dan
paling rendah parameter LK. Analisis laboratorium yang akurat dapat
meningkatkan akurasi prediksi NIRS
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Penambahan Isolat Bakteri Asam Laktat Dan Isolat Bakteri Rumen Terhadap Profil Fermentasi Rumen Dan Kecernaan Pakan Secara In Vitro
Ruminansia memiliki proses pencernaan pakan yang difermentasikan oleh
mikroba di rumen. Mikroba rumen merupakan unsur sangat penting bagi
ruminansia karena mengatur kecernaan nutrien. Penggunaan mikroorganisme
sebagai probiotik berguna untuk menjaga keseimbangan atau mengatur fungsi
rumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fermentasi rumen dan
kecernaan pakan dengan penambahan isolat BAL dan isolat BR pada pakan
ruminansia secara in vitro.
Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap percobaan. Percobaan I adalah
screening isolat bakteri yang dirancang dengan menggunakan rancangan acak
kelompok dengan 3 ulangan. Seratus satu isolat bakteri yang terdiri dari lima puluh
empat isolat BAL dan empat puluh tujuh isolat BR diamati efeknya terhadap
kecepatan produksi gas dan total produksi gas, pH dan identifikasi isolat bakteri.
Percobaan II adalah pemberian isolat bakteri yang terpilih dari percobaan I yang
dirancang dengan rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan.
Percobaan I screening isolat bakteri menunjukkan bahwa beberapa dari isolat
BAL dan isolat BR dapat meningkatkan kecepatan produksi gas dan total produksi
gas secara in vitro yaitu 26, 38 dan 42 untuk isolat BAL dan 23, 93 dan 99 untuk
isolat BR. Penggunaan isolat BAL berpengaruh nyata terhadap nilai pH rumen
(P<0.05), sedangkan penggunaan isolat BR tidak berpengaruh nyata terhadap nilai
pH rumen (P>0.05). Isolat BAL 26, 38 dan 42 diidentifikasi yaitu Lactobacillus
plantarum, sedangkan untuk isolat BR 23, 93 dan 99 diidentifikasi secara berurutan
yaitu Streptococcus lutetiensis, Streptococcus sp (unculture bacteria) dan
Streptococcus equinus. Percobaan II penambahan isolat BAL 38 dan isolat BR 99
yang diinkubasikan selama 24 jam. Hal ini berpengaruh nyata terhadap peningkatan
jumlah produksi gas (P<0.05), pH rumen (P<0.05), degradasi bahan kering (DBK)
(P>0.05), degradasi bahan organik (DBO) (P>0.05), VFA total (P>0.05), VFA
parsial (asetat, propionat dan butirat) (P>0.05), C2/C3 (P>0.05), populasi protozoa
(P>0.05), konsentrasi amonia (P0.05) dan metan/total VFA
(P>0.05). Pemberian isolat BAL dan isolat BR secara in vitro tidak meningkatkan
fermentasi rumen dan kecernaan dalam rumen
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
