1,720,963 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa

    No full text
    Telah dilakukan penelitian eksperimen semu tentang penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman untuk meningkatkan pemahaman konsep materi pokok kalor siswa SMP. Sampel penelitian ini siswa kelas tujuh di salah satu SMP di Tasikmalaya dengan desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest Desig. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep  yang mencakup aspek translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi, angket tanggapan siswa. Kelompok eksperimen menerima model pembelajaran berbasis pengalaman sedangkan kelas kontrol menerima pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan kategori sedang dengan rata-rata gain yang dinormalisasi 0,52 untuk kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan kategori sedang dengan rata-rata gain yang dinormalisasi 0,41. Hasil uji statistik (Uji-t) menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman konsep dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman dengan nilai sebesar 93%

    Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian eksperimen semu tentang penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains materi pokok kalor siswa SMP. Sampel penelitian ini siswa kelas tujuh di salah satu SMP di Tasikmalaya tahun pelajaran 2012/2013 dengan desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep  yang mencakup aspek translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi, tes keterampilan proses sains, angket tanggapan siswa. Kelompok eksperimen menerima model pembelajaran berbasis pengalaman sedangkan kelas kontrol menerima pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan kategori sedang dengan rata-rata gain yang dinormalisasi 0,52 untuk kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan kategori sedang dengan rata-rata gain yang dinormalisasi 0,41. Peningkatan keterampilan proses sains pada kelas ekspermen ditunjukan dengan gain yang dinormalisasi 0,65 pada kategori sedang dan kelas kontrol 0,41 pada kategori sedang. Hasil uji statistik (Uji-t) menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman dengan nilai sebesar 93%

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian eksperimen semu tentang penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains materi pokok kalor siswa SMP. Sampel penelitian ini siswa kelas tujuh di salah satu SMP di Tasikmalaya tahun pelajaran 2012/2013 dengan desain penelitian Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan meliputi tes pemahaman konsep yang mencakup aspek translasi, interpretasi, dan ekstrapolasi, tes keterampilan proses sains, angket tanggapan siswa. Kelompok eksperimen menerima model pembelajaran berbasis pengalaman sedangkan kelas kontrol menerima pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan kategori sedang dengan rata-rata gain yang dinormalisasi 0,52 untuk kelas eksperimen sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan kategori sedang dengan rata-rata gain yang dinormalisasi 0,41. Peningkatan keterampilan proses sains pada kelas ekspermen ditunjukan dengan gain yang dinormalisasi 0,65 pada kategori sedang dan kelas kontrol 0,41 pada kategori sedang. Hasil uji statistik (Uji-t) menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman secara signifikan dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman dengan nilai sebesar 93%. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Pengalaman, Pemahaman Konsep, Keterampilan Proses Sains It has been done the research of illusion experiment about the implementation experience-based learning (EBL) to improve the results of concept comprehension and science process skill in the topic of heat. A sample of this research was student at the seventh grade at one of junior high school in Tasikmalaya in year 2012/2013 with a randomized control group pretest-posttest design. The instrument used concept comprehension test include the translation, interpretation, and extrapolation, the science process skill test, and questionare. The experiment group received EBL while the control group received conventional learning. The result of this research show that the comprehension of students’ concept increase with medium category in average of normalized gain is 0,52 for the experiment class while control class get the increasing of medium category with average of normalized gain is 0,41. The increasing of science process skill can be showed with normalized gain is 0,65 in medium category at experiment class and the control class can be showed with normalized gain is 0,41 in medium category. The results of statistics test (t-test) show that implementation EBL can improve concept comprehension and science process skill significantly compared with conventional learning. The students give positive response toward the implementation of EBL was 93%. Keywords: experience-based learning, concept comprehension, science procces skill

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Analisis Pendidikan Nilai pada Konsep Gaya dan Hukum Newton

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pelajaran (nilai religius, nilai pendidikan, sosial, nilai intelektual dan nilai praktis) dari konsep gaya dan hukum Newton serta memaparkan nilai-nilai Pengembangan Pendidikan Karakter (PPK) dari konsep gaya dan hukum Newton. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yaitu penghimpunan berbagai informasi dari berbagai sumber yang kredibel dalam bentuk buku, artikel, jurnal, ensiklopedia dan berbagai sumber relevan lainnya. Sumber data primer yang digunakan adalah buku-buku dan jurnal-jurnal yang memiliki kredibilitas tinggi, sedangkan sumber data sekunder berasal dari referensi data yang mendukung sumber data primer. Konsep gaya dan hukum Newton yang dipelajari pada jenjang SMA memiliki sejumlah nilai-nilai pelajaran dalam bentuk nilai religius, nilai pendidikan, nilai sosial, nilai intelektual, dan nilai praktis. Selain itu konsep gaya dan hukum Newton juga memiliki nilai-nilai pengembangan pendidikan karakter dalam bentuk nilai religius, nilai toleransi, demokratis, dan nilai kejujuran. Nilai-nilai tersebut sebaiknya tersampaikan kepada peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran bukan hanya penguatan kemampuan kognitif saja tetapi juga melibatkan penguatan sikap. Hasil analisis pendidikan nilai terhadap konsep gaya dan hukum Newton diharapkan menjadi bahan yang dapat menginspirasi penanaman nilai-nilai positif dalam pembelajaran fisik

    Perbedaan Gender dalam Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mahasiswa Pendidikan Fisika

    Full text link
    Dalam proses pendidikan, lingkungan mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam pembentukan tingkah laku mahasiswa. Perguruan Tinggi sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan, situasi dan kondisinya akan turut menentukan dalam mempengaruhi pembentukan sikap dan perilaku mahasiswa. Cara dan kebiasaan hidup antara mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya tentu berbeda. Mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki memiliki perbedaan tertentu dengan mahasiswa yang berjenis kelamin wanita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang sifatnya kausal komparatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP Universitas Siliwangi angkatan 2018/2019. Metode pengumpulan data dengan tes, kuesioner dan wawancara. Sebelum diberi perlakuan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji kesamaan dua varian, dan uji keseimbangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa perempuan lebih baik dalam hal pengetahuan dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki, hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata yang diperoleh tingkat pengetahuan mahasiswa laki-laki yaitu 19,11 dan mahasiswa perempuan sebesar 20,30. sikap terhadap pemeliharaan kebersihan lingkungan menunjukan bahwa mahasiswa perempuan lebih baik dari laki-laki dengan rata-rata skor untuk laki-laki 107,10 dan perempuan 108,20. Untuk perilaku dalam memelihara kebersihan lingkungan di kampus, mahasiswa perempuan lebih baik dibanding dengan mahasiswa laki-laki dengan nilai rata-rata skor mahasiswa laki-laki adalah sebesar 79,72 dan skor rata-rata mahasiswa perempuan adalah 82,70

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore