8 research outputs found
Periodontal Disease Markers among Patients with Long COVID: A Case-control Study
Background:
Long-COVID affects approximately 32-87% of COVID-19 patients and causes persistent symptoms that last more than 4 weeks after initial infection. Long COVID is associated with a notable cytokine triad, namely IL-1β, IL-6, and TNF-α. Periodontal disease also involves proinflammatory cytokines production, including IL-1β, IL-6, and TNF-α. Consequently, long-COVID, which has an impact on proinflammatory cytokine release, could have an impact on periodontal status.
Objective:
This study aims to see whether long COVID affects periodontal status severity based on proinflammatory cytokines levels involved in both diseases, namely IL-1β, IL-6, and TNF-α.
Methods:
Patients were divided into periodontitis or gingivitis patients and then were further divided into two groups, previous COVID-19 patients and non- COVID-19 patients (controls). Gingival sulcus fluids were obtained from each patient using paper points inserted in the patients’ sulcus, and ELISA tests were carried out to measure IL-1β, IL-6, and TNF-α levels.
Results:
Levene Test indicated that there were no substantial differences between IL-1β, IL-6, and TNF-α levels (0.057, 0.135, and 0.341, respectively) in COVID-19 patients with gingivitis in comparison to the control group with gingivitis, with average IL-1β, IL-6 and TNF-α levels seen higher in the control group compared to COVID-19 patients. There were also no substantial differences between IL-1β, IL-6, and TNF-α levels (1.00, 0.567, and 0.666, respectively) between COVID-19 patients with periodontitis and the control group with periodontitis. Although higher levels of IL-6 and TNF-α were found higher in COVID-19 patients in comparison to the control group.
Conclusion:
Levels of IL-6 and TNF-α in periodontitis patients with long COVID were higher than controls. But despite that, higher IL-1β, IL-6, and TNF-α levels were not found in long COVID subjects with gingivitis, as well as IL-β levels in the periodontitis group. Further studies with more subjects are needed to determine the connection between these two diseases further.
Clinical Trial Registration No: The clinical trial registration of this research is 014/S3/KEPK/FKG/10/2021
Potensi Seduhan Jahe Merah (Zingiber Officinale Rubrum) terhadap Bakteri Porphyromonas Gingivalis
Jahe merah merupakan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku obat herbal tradisional yang berkhasiat untuk kesehatan. Kandungan senyawa aktif yang dihasilkan jahe merah menghasilkan efek farmakologis. Bahan alam ini dapat dijadikan sebagai alternatif obat kumur yang efek salah satunya sebagai antibakteri. Bakteri Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri penyebab periodontitis akibat faktor virulensi yang menginduksi peradangan jaringan periodontal. Obat kumur klorheksidin 0,2% merupakan obat kumur sebagai perawatan periodontitis, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas seduhan jahe merah (Zingiber officinale Rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini berupa eksperimental laboratorium secara in vitro dengan rancangan post-test only group design. Uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi dengan sampel seduhan jahe merah 5gram, 2,5gram, 1,25gram, 0,625gram, 0,3125gram, klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif. Seduhan jahe merah memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis. Hasil rata-rata jumlah koloni seduhan jahe merah 5gram menghasilkan rata-rata terendah dibanding kelompok lainnya dan pada hasil uji Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) dibandingkan kontrol negatif dan positif, sehingga kelompok seduhan jahe merah 5gram memiliki efek antibakteri yang tertinggi dibandingkan kelompok yang lain, namun tidak dapat melampaui klorheksidin 0,2%
Potensi seduhan jahe merah (Zingiber officinale Rubrum) terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis
Jahe merah merupakan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku obat herbal tradisional yang berkhasiat untuk kesehatan. Kandungan senyawa aktif yang dihasilkan jahe merah menghasilkan efek farmakologis. Bahan alam ini dapat dijadikan sebagai alternatif obat kumur yang efek salah satunya sebagai antibakteri. Bakteri Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri penyebab periodontitis akibat faktor virulensi yang menginduksi peradangan jaringan periodontal. Obat kumur klorheksidin 0,2% merupakan obat kumur sebagai perawatan periodontitis, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas seduhan jahe merah (Zingiber officinale Rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini berupa eksperimental laboratorium secara in vitro dengan rancangan post-test only group design. Uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi dengan sampel seduhan jahe merah 5 gram, 2,5 gram, 1,25 gram, 0,625 gram, 0,3125 gram, klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif. Seduhan jahe merah memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis. Hasil rata-rata jumlah koloni seduhan jahe merah 5 gram menghasilkan rata-rata terendah dibanding kelompok lainnya dan pada hasil uji Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) dibandingkan kontrol negatif dan positif, sehingga kelompok seduhan jahe merah 5 gram memiliki efek antibakteri yang tertinggi dibandingkan kelompok yang lain, namun tidak dapat melampaui klorheksidin 0,2%
Antibacterial Effects of Brewed Javanese Turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) on Porphyromonas gingivalis Bacteria
Javanese turmeric (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) contains antibacterial compounds such as flavonoids, saponins, tannins, phenols, triterpenoids, curcuminoids, and quinones, that has potential alternative mouthwash for managing periodontitis, without the side effects of tooth staining and mucosal irritation. This study aims to examine the antibacterial effects of brewed Javanese turmeric against Porphyromonas gingivalis bacteria. This is an in vitro experimental study using a pre-test only group design. Antibacterial testing was conducted using the dilution method with brewed Javanese turmeric at concentrations of 5 grams, 2.5 grams, 1.25 grams, 0.625 grams, and 0.3125 grams. A 0.2% chlorhexidine solution was used as a positive control, and distilled water as a negative control. Data were analyzed using the Post Hoc Tukey HSD test and results showed that the 5 gram concentration exhibited the lowest average colony count among all groups and revealed a significant difference (p < 0.05) between the 5 gram group and both control groups. The 5 gram brewed had the highest antibacterial effect among the test groups, although it did not surpass the effectiveness of 0.2% chlorhexidine. Further studies recommended using different bacterial strains, MIC and MBC tests, specialized equipment for Total Plate Count analysis and in vivo studies are also necessary
FAKTOR RISIKO PENYAKIT PERIODONTAL PADA PEROKOK : SCOPING REVIEW
Penyakit periodontal merupakan suatu kelainan kronis yang ditandai dengan peradangan dan kerusakan struktur pendukung gigi. Merokok telah lama dianggap sebagai faktor risiko signifikan yang mempengaruhi perkembangan penyakit sistemik dan periodontal, menjadikannya topik yang penting dan relevan untuk memahami hubungan antara merokok dan penyakit periodontal serta implikasinya terhadap kesehatan mulut dan kesehatan kita. Tinjauan menyeluruh ini bertujuan untuk merangkum literatur yang membahas dampak merokok terhadap penyakit periodontal dengan mengeksplorasi prevalensi dan manifestasi klinis. Pencarian sistematis terhadap ScienceDirect dilakukan. Kriteria inklusi mencakup penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara merokok dan penyakit periodontal yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Tinjauan tersebut mengidentifikasi prevalensi penyakit periodontal yang lebih tinggi di kalangan perokok dibandingkan non-perokok, dimana merokok diketahui memperburuk kondisi peradangan periodontal dan memperlambat regenerasi sel. Manifestasi klinisnya meliputi hilangnya perlekatan dan kantong yang lebih dalam. Tinjauan pelingkupan ini menunjukkan dampak signifikan dari merokok terhadap penyakit periodontal. Temuan ini menguraikan pentingnya intervensi dan strategi kesehatan masyarakat serta demonstrasi yang bertujuan mengurangi penggunaan rokok untuk meningkatkan kesehatan mulut di kalangan perokok
Pemberdayaan Masyarakat di Apartemen Mediterania Garden Residences 2 Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional menunjukkan jumlah timbulan sampah tahunan di Jakarta Barat pada tahun 2021 mencapai 729,092.61 ton dengan komposisi sampah terbesar dihasilkan dari kegiatan rumah tangga yaitu mencapai 52.97%. Pengelolaan sampah yang kurang baik dan tidak benar akan menimbulkan berbagai kerugian seperti menimbulkan bau busuk, mengganggu keindahan lingkungan, memperburuk sanitasi lingkungan, menyebabkan pendangkalan sungai yang dapat memicu terjadinya banjir, serta menimbulkan berbagai macam penyakit. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola sampah rumah tangga. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan oleh Tim Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti kepada penghuni Apartemen Mediterania Garden Residences 2 tanggal 17 Februari 2023. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan secara daring dengan menggunakan presentasi mengenai jenis-jenis sampah rumah tangga, cara pemilahan sampah dan cara upcyle sikat gigi. Pelatihan dan penyuluhan dilakukan pada 38 peserta selama 60 menit. Pengetahuan peserta dinilai dengan pre-test dan post-test menggunakan Google Form. Dari hasil yang didapat, terlihat adanya peningkatan pengetahuan para peserta penyuluhan sebesar 11,5% (rerata nilai pre-test 77,35 ± 16,12 dan rerata nilai post-test 86,29 ± 11,17)
Periodontal disease severity in patients with long COVID and non-COVID-19
Background: Previous research studies have found the persistence of various COVID-19 symptoms even after the patient tested negative on a PCR test; this incident is now known as long COVID. These long COVID symptoms are reported to appear in the oral cavity including long COVID effects on periodontal disease, as both long COVID and periodontal disease release similar proinflammatory cytokines such as Acute phase proteins, CRP, TNF-α, IL-1β, IL-2, IL-6, and IFN-g. Purpose: This study aims to show periodontal-disease severity-frequency distribution in COVID-19 survivors with long COVID and in non-COVID-19 patients. Methods: Patients’ secondary data in the Periodontics Clinic Faculty of Dentistry at Trisakti University Dental Hospital (n=40) consisted of 20 samples from COVID-19 survivors who experienced long COVID and 20 samples from the non-COVID-19 group selected according to the inclusion criteria. Afterward, the data was recapitulated and processed into a research report. Results: The distribution percentage of generalized gingivitis was highest in non-COVID-19 patients, while generalized periodontitis was highest in COVID-19 survivors with long COVID. Based on periodontitis staging and grading methods, it is not proven that long COVID increases the severity of the periodontitis. Conclusion: This research shows that the distribution of gingivitis in COVID-19 survivors with long COVID has not increased. Meanwhile, the distribution of general periodontitis increased in survivors with long COVID. However, there was no increased severity of periodontitis based on the staging and grading method of periodontitis in the COVID-19 survivors with long COVID
Pendidikan dan Latihan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Kaitannya dengan Penyakit Sistemik pada Lansia di Panti Werdha Wisma Mulia
The increasing number of elderly individuals in Indonesia, accompanied by rising health issues, particularly concerning oral health and its association with systemic conditions, is a notable concern. Community service activities in the form of education and training on oral health and its connection to systemic diseases among the elderly at Panti Werdha Wisma Mulia are expected to enhance awareness of the relationship between oral health and systemic conditions among the elderly and foster habits of maintaining oral health. There were 29 participants who were residents of Panti Werdha Wisma Mulia involved. Based on the pre-test and post-test results, there was an observable increase in knowledge among the participants regarding oral health, systemic diseases, and their interrelation. Furthermore, it is hoped that healthy lifestyle patterns, especially those related to oral health, will be established as they are closely linked to the systemic conditions of the participants
