1,723,537 research outputs found
Khadija Riadi
Il contributo fa parte della sezione del volume 'Voci dal Campo', è un ritratto dell'attivista Khadija Riadi, esponente di spicco dell'Associazione marocchina per i diritti umani (AMDH) ed è il risultato di molteplici interviste svolte in Marocco dall'autrice
Aphytis riadi Delucchi 1964
<i>Aphytis riadi</i> Delucchi (Aphelinidae) <p> <i>Aphytis riadi</i> Delucchi, 1964b: 136. <b>Lectotype</b> m, Lebanon: Fanar, hereby validated, selected by LaSalle (VD [examined]).</p> <p> <i>Material</i>. LECTOTYPE m (sb) labelled`65; Aphytis riadi n. sp. m ex P. pergandei FANAR 29.4.64 (Berlese) [written directly on the slide with a blue pen]’.</p> <p>PARALECTOTYPES, VD: 8 mm (8 sb) and 2 pupae (1 sb) with similar data as lectotype.</p> <p> <i>Remarks</i>. Delucchi (1964b: 139) stated that he had deposited the holotype, seven paratypes, and two pupae in his own collection and two paratypes in the ELF. The specimens above certainly represent the type series though none has been designated as holotype or paratype. Apparently one specimen quoted for the ELF actually remained in Delucchi’s collection. Rosen and DeBach (1979: 353; 370, ®gures 528, 529) examined and illustrated a`paratype’ of <i>riadi</i>. Judging from their ®gures it was none of the above specimens but perhaps the other specimen cited for the ELF.</p> <p> <i>Status.</i> Junior synonym of <i>Aphytis chilensis</i> Howard (Gerson, 1967: 1116).</p>Published as part of <i>Baur, Hannes, 2001, The Hymenoptera (Chalcidoidea, Ichneumonoidea, Platygastroidea) described by Vittorio Delucchi: an annotated catalogue, pp. 55-125 in Journal of Natural History 35 (1)</i> on pages 66-67, DOI: 10.1080/002229301447899, <a href="http://zenodo.org/record/5275865">http://zenodo.org/record/5275865</a>
UNSIGNALIZED INTERSECTION EVALUATION USED KAJI SOFTWARE IN SLAMET RIADI STREET – KAPAL PINISI 7 STREET BONTANG
The intersection between Slamet Riadi Street and Kapal Pinisi Street Bontang is crossing with three arms unsignalized intersection . This unsignalized intersection near to Citra Mas Lok Tuan market that have high traffic volume with the condition of crossing without signal and market activities. Then many conflicts among vehicles because of the traffic passing through the intersection is free in all directions without any arrangement. This research has aimed to :Analyze unsignalized intersection traffic flow in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street.Assess the performance unsignalized intersection in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street.Acknowledge unsignalized intersection Level of Service/LOS in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street.Predict unsignalized intersection Level of Service/LOS in the next five years.In this study, Kaji Software was implemented to do this unsignalized intersection evaluation. The result of the evaluation was :Unsignalized intersection traffic volume analysis based on Peak Hour survey data in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street :Right turn from east arm : 2276 vehicles/hourLeft turn from west arm : 2070 vehicles/hourRight and left turn from north arm : 938 vehicles/hourThe performance calculation of unsignalized intersection in slamet riadi street – kapal pinisi 7 street : capacity ( c ) : 4140 smp/hour, saturation degree (DS) : 0,605 0,85 and Level of Service / LOS E, where the traffic flow unstabl
Komposisi Tari"Kempit"
Komposisi Tari"Kempit"
Karya: Riadi Sap Dewi Murni, Ujian Penyajian Tugas Akhir Jur. Tari, Pendopo ISI Surakart
L'identité de Surabaya dans la peinture moderne
Riadi Ngasiran, Journaliste à Surabaya L'identité de Surabaya dans la peinture moderne
The history of painting in Surabaya shows some lasting patterns that are more related to the city's role as a cosmopolitan market since before WWII, rather than to its function as a creative centre. However, Surabaya's social and political history is such that an urban conscience developed, which translated into strong feelings of identity among the city's inhabitants : this identity was both real through their involvement with the city's debates and idealized by way of reconstructing a past of fighting the Allies, starting from November 1945. Artists have contributed to upholding this image by glorifying great deeds that have been renewed by the recent commitment to Reformasi. Meanwhile, painting integrates proletarian conditions through an empathetic participation in the suffering of the people, or more serenely, through a longing for the atmosphere of the city's old district.Ngasiran Riadi. L'identité de Surabaya dans la peinture moderne. In: Archipel, volume 71, 2006. Autour de la peinture à Java. Volume II. pp. 145-176
APLIKASI TEKNOLOGI SEED PRIMING DENGAN BEBERAPA JENIS AGEN HALOPRIMING TERHADAP PENINGKATAN TOLERANSI TANAMAN PADI PADA CEKAMAN SALIN (Muh. Riadi, Rinaldi Sjahril, Nadira R. Sennang, Nurlina Kasim)
Laporan Penelitian Kompetisi Internal (BOPTN 2014) Tema: Ketahanan dan Keamanan Pangan (Food Safety And Security)APLIKASI TEKNOLOGI SEED PRIMING DENGAN BEBERAPA JENIS AGEN HALOPRIMING TERHADAP PENINGKATAN TOLERANSI TANAMAN PADI PADA CEKAMAN SALIN\ud
\ud
Muh. Riadi, Rinaldi Sjahril, Nadira R. Sennang, Nurlina Kasim\ud
\ud
Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar\ud
Jl. Perintis Kemerdekaan km.10, Tamalanrea, Makassar 90245, Indonesia\ud
Tel.: 082191627164-Fax: 0411 586 014\ud
Abstrak\ud
Penelitian tentang Aplikasi Teknologi Seed Priming dengan Beberapa Jenis Agen Halopriming terhadap Peningkatan Toleransi Tanaman Padi pada Cekaman Salin telah dilakukan dilakukan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah 1) menguji jenis agen-agen halopriming dalam peningkatan toleransi tanaman padi terhadap cekaman salin dan 2) menentukan jenis agen halopriming yang memiliki efektivitas lebih baik dalam peningkatan toleransi tanaman padi terhadap cekaman salin. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan petak terpisah. Sebagai petak utama adalah varietas yang terdiri dari dua varietas, yakni varietas Banyuasin sebagai wakil varietas toleran cekaman salin dan varietas Membramo sebagai wakil varietas peka cekaman salin dan sebagai anak petaknya adalah jenis agen halopriming yang terdiri dari empat jenis agen halopriming, yakni NaCl murni, garam dapur, CaCl2 murni, kapur tembok, dan sebagai perlakuan kontrolnya adalah menggunakan aquades. Kecuali perlakuan kontrol, daya hantar listrik (DHL) larutan yang dibuat adalah setara dengan 15 mS cm-1, namun untuk agen halopriming berupa kapur tembok, daya hantar listrik maksimal yang dapat dicapai adalah 8 mS cm-1. Pada awal pertumbuhan tanaman (sampai umur 30 HST), air pengairan yang diberikan adalah air biasa yang dilakukan dengan menggunakan mesin pompa. Air pengairan yang diberikan selanjutnya adalah air salin. Kondisi salinitas air pengairan dijaga agar DHL larutan berada pada tingkat salinitas tinggi (8-16 mS cm-1). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa semua jenis agen halopriming yang digunakan dapat meningkatkan toleransi varietas padi terhadap cekaman salin, terutama untuk varietas Membramo. Varietas Membramo yang dianggap sebagai wakil varietas peka terhadap cekaman salin, namun menunjukkan karakter generatif yang lebih baik dan berbeda nyata dibandingkan dengan varietas Banyuasin, mencakup umur berbunga lebih cepat (82,66 hari), umur panen lebih cepat (105,00 hari), panjang malai lebih panjang (23,32 cm), jumlah gabah per malai lebih banyak (147,00 biji), dan bobot 100 biji lebih berat (3,98 g). Sedangkan varietas Banyuasin yang dianggap sebagai wakil varietas toleran cekaman salin, hanya menunjukkan karakter jumlah anakan per tanaman (7,78 batang) dan jumlah anakan produktif per tanaman (6,83 batang) yang lebih baik dan berbeda nyata dibanding varietas Membramo. \ud
\ud
Kata kunci : seed priming, halopriming, toleransi, cekaman salin, varietas
Analisis Pembentukan Panwaslu Provinsi Dan Kabupaten Atau Kota Berdasarkan Surat Edaran Bersama No 1669/Kpu/Xii/2009 Di Tinjau Dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu / oleh Aditya Prasetia Riadi
abstrak A.Nama (NIM) :ADITYA PRASETIA RIADI (NIM : 205050090) B.Judul Skripsi :Analisis Pembentukan Panwaslu Provinsi Dan Kabupaten Atau Kota Berdasarkan Surat Edaran Bersama No 1669/Kpu/Xii/2009 Di Tinjau Dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu C.Halaman: viii + 85 halaman + 4 daftar pustaka + 2011 D.Kata Kunci : Pembentukan Panwaslu Provinsi, Kabupaten atau Kota E.Isi :Mengingat pentingnya hukum tersebut maka penyelenggara Pemilu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu termasuk mengenai pembentukan Panwaslu. SEB yang dibuat antara KPU dengan Bawaslu mengenai pembentukan Panwaslu substansinya bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu. Dalam penulisan skripsi ini penulis mengangkat permasalahan, bagaimana pembentukan Panwaslu Provinsi, Kabupaten/Kota yang didasarkan pada SEB ditinjau dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu? Penulis meneliti masalah tersebut menggunakan metode penelitian hukum normatif. Menurut Undang-Undang No. 22 Tahun 2007 pengawasan penyelenggaraan pemilu dilakukan oleh Bawaslu, Panwaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota. Bawaslu diberi kewenangan oleh Undang-Undang No. 22 Tahun 2007 untuk membentuk Panwaslu. Panwaslu Kada yang di maksud dalam SEB adalah Panwaslu Provinsi dan atau Panwaslu Kabupaten /Kota. Pembentukan Panwaslu Provinsi dan atau Kabupaten/Kota dalam SEB bertentangan dengan UU No. 22 tahun 2007, implikasinya adalah SEB tersebut dapat diuji secara materiil di Mahkamah Agung. KPU dan Bawaslu dalam membuat kebijakan mengenai Pemilu seharsnya memperhatikan UU No. 22 tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilu sebagai acuan karena undang-undang tersebut mengikat secara umum. F.Daftar Acuan : 34 (1984-2011) G.Pembimbing : Bapak Rasji, S.H., M.H. H.Penulis : Aditya Prasetia Riad
- …
