12 research outputs found
Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom dan Self Efficacy Terhadap Hasil Belajar Pemahaman dan Penerapan Konsep Hidrologi.
ABSTRAK Kinteki, Retno. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom dan Self Efficacy Terhadap Hasil Belajar Pemahaman dan Penerapan Konsep Hidrologi. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed., (2) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (3) Saida Ulfa, ST, M.Sc, Ph.D. Kata Kunci: model pembelajaran flipped classroom, self efficacy, pemahaman konsep hidrologi, penerapan konsep hidrologi. Model pembelajaran flipped classroom merupakan model pembelajaran terkini dan berbasis komputer yang memiliki banyak keunggulan. Keberhasilan penerapan model pembelajaran flipped classroom tergantung pada karakteristik pebelajar terutama kepercayaan diri dalam mengikuti pembelajaran. Mata kuliah Hidrologi merupakan salah satu mata kuliah yang dalam pembelajarannya membutuhkan sarana teknologi informasi. Pada penelitian ini, model pembelajaran flipped classroom diuji keunggulannya pada matakuliah Hidrologi mahasiswa Progran Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan: (1) Menguji perbedaan pemahaman konsep hidrologi pada mahasiswa yang belajar menggunakan model flipped classroom dan konvensional, (2) Menguji perbedaan penerapan konsep hidrologi pada mahasiswa yang belajar menggunakan model flipped classroom dan konvensional, (3) Menguji perbedaan pemahaman konsep hidrologi pada mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah, (4) Menguji perbedaan penerapan konsep hidrologi pada mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah, (5) Menguji interaksi antara model flipped classroom dan self efficacy terhadap pemahaman konsep hidrologi, dan (6) Menguji interaksi antara model flipped classroom dan self efficacy terhadap penerapan konsep hidrologi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 3 program Studi Pendidikan Geografi yang mengambil mata kuliah Hidrologi. Jumlah kelas paralel pendidikan geografi sebanyak 4 kelas. Dalam penelitian ini dipilih 2 kelas yaitu 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random (random sampling) berdasarkan kesetaraan kemampuan akademik mahasiswa, yang diukur berdasarkan nilai indeks prestasi semester 2. Pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan, dengan materi konsep hidrologi, hujan, penguapan, dan sungai. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh variabel bebas (independent variable) dan variabel moderator terhadap varaibel terikat (dependent variable). Variabel independen dalam penelitian ini adalah model flipped classroom, variabel dependen adalah hasil belajar pemahaman konsep dan penerapan konsep hidrologi, dan variabel moderator adalah self efficacy. Analisis data hubungan dan interaksi antar variabel menggunakan Uji Manova. Penelitian ini memperoleh hasil: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep hidrologi antara mahasiswa yang diajar dengan model flipped classroom dan konvensional; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan konsep hidrologi antara mahasiswa yang diajar dengan model flipped classroom dan konvensional; hal ini disebabkan dengan model flipped classroom, mahasiswa memiliki kesiapan belajar di kelas lebih baik, sehingga hasil belajarnya menjadi lebih baik, (3) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep hidrologi antara mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah, (4) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan konsep hidrologi antara mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah; hal ini disebabkan pada mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi lebih percaya diri dalam belajar dengan model flipped classroom yang menggunakan teknologi informasi, (5) Tidak terdapat interaksi antara model flipped classroom dan self efficacy terhadap hasil belajar kemampuan pemahaman konsep hidrologi, Hal ini berarti secara bersama-sama model flipped classroom dan self efficacy tidak berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep hidrologi, dan (6) Terdapat interaksi antara model flipped classroom dan self efficacy terhadap hasil belajar penerapan konsep hidrologi; hal ini berarti bahwa secara bersama-sama model flipped classroom dan self efficacy berpengaruh terhadap kemampuan penerapan konsep hidrologi
Flipped classroom: pembelajaran generasi milenial (materi seminar Kolegial)
Terkait dengan Revolusi Industri 4.0 dan Pendidikan 4.0, maka tugas utama kita adalah menciptakan digital learner yang mampu mendesain model pembelajaran berbasis abad 21 yang didalamnya terdapat virtual reality dengan menggunakan LMS (Learning Management System) yang mengubah model pembelajaran dan ruang kelas. Terjadi perubahan paradigma berkaitan dengan model pembelajaran Flipped Classroom, dimana pembelajaran ini lebih berpusat pada siswa, dimana pada pembelajaran sebelumnya yang lebih berpusat pada guru
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan mata pelajaran geografi SMA kelompok kompetensi F (geografi regional, implementasi rancangan pembelajaran)
Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Ruang lingkup modul Guru Pembelajar Kelompok Kompetensi F
antara lain : Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan, Budaya Nasional dan Interaksi Global, Interaksi Spasial Desa dan Kota, Regional Negara Maju dan Berkembang, Perancangan Pendekatan Saintifik/Model-model Pembelajaran, Perancangan Media Pembelajaran Geografi, Perancangan Penilaian Pembelajaran Geografi, Implementasi RPP dalam Pembelajara
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan mata pelajaran geografi SMA kelompok kompetensi j (metode penelitian geografi, penelitian tindakan kelas (ptk)
Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan Program
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Ruang lingkup modul Guru Pembelajar Kelompok Kompetensi J
antara lain : Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, Variabel Penelitian, Sampling, Metode Pengumpulan Data, Statistika Deskriptif, Statistika Inferensial, Penulisan Artikel, Pengembangan Model Pembelajaran, Analisis Butir Soal, Penelitian Tindakan Kelas (PTK
Modul pelatihan guru mata pelajaran Geografi SMA kelompok kompetensi B (dinamika geosfer, penerapan pembelajaran)
Modul pelatihan guru mata pelajaran Geografi SMA kelompok kompetensi F (geografi regional, implementasi rancangan pembelajaran)
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan mata pelajaran geografi SMA kelompok kompetensi C (geografi fisik dan sosial, permasalahan penerapan pembelajaran)
Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. ruang lingkup modul guru pembelajar kelompok kompetensi C antara lain : tenaga eksogen dan endogen; peralatan klimatologi/meteorologi; pemanfaatan dan pelestarian perairan darat dan laut; pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan; syarat dan atribut peta; penyusunan skenario pendekatan saintifik dan model-model pembelajaran; penggunaan media pembelajaran geografi; penilaian acuan patokan; penyusunan RPP
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan mata pelajaran Geografi SMA kelompok kompetensi B (dinamika geosfer, penerapan pembelajaran)
Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. ruang lingkup modul guru pembelajar kelompok kompetensi B antara lain : metode penelitian geografi; batuan penyusun bumi; dinamika cuaca dan iklim; dinamika perairan darat dan laut; dinamika kependudukan; penerapan pendekatan saintifik/model-model pembelajaran; penggunaan media pembelajaran; penilaian autentik; penelitian tindakan kelas(PTK)
