1,720,957 research outputs found
Gaya Akting Ketoprak Mataram (Studi Kasus Group Ketoprak PS Bayu Sleman
Sebuah gaya lahir sebagai suatu bentuk kwalitas khusus kwalilas (karakteristik) untuk sebuah pementasan. Untuk sebuah pertunjukan kolektif keberadaan gaya sangat ditentukan dari saling pengertian dan kesepakatan semua pekerja artistik. Seorang aktor sebagai peraga drama menghasilkan suatu kerja yang disebut akting, dan didalam ada gaya.
Dalam PS Bayu memiliki suatu gaya yang membuat kelompok ini berbeda dengan kelompok lain. Dengan mendasarkan pada realita sehari-hari, maka gaya akting yang digunakan adalah gaya akting realis, Pengertian Realis disini adalah
manusia atau tokoh pada posasi atau status sosialnya masing-masing. Gaya akting realis dengan pola penyajian humor sengaja dipilih kelompok ini disamping sebagai upaya untuk mcnghibur juga bertujuan untuk simpatik penonton
humor lebih bayak ditonjolkan sebab memamg kelompok ini memiliki sumber daya manusia yang berpotensi dalam bidang lawakan. Karena penggunaan pola penyajian yang penuh humor maka oleh masyarakat umum ketoprak PS Buyu sering disebut sebagai Ketoprak Humor. Penggunaan idiom-idiom lucu ditambah dengan bahasa yang sedikit vulgar lemyata PS Bayu telah mengakar dihatimasyarakat kalangan menengah kebawah.
Dalam Ketoprak PS Bayu juga memiliki teknik pemeranan yang merupakan latihan bagi seorang pemain agar dapat menjadi pemain yang baik. Rutinitas latihan meranan di kelompok ini memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Setiap anggota diharuskan bisa mengolah, mengasah, mengembangkan kreativitas dan kemampuan pemeranannya secara individu. Kemampuan seorang pemain sangat tergantung pada kesadaran masing-masing Jika si aktor malas unuk berlalih yung merasa paling dirugikan adalah diri sendlri dan sebaliknya
Penyusunan Rancangan Mata Kuliah Penulisan Naskah Lakon: Laporan pengembangan bahan ajar daring
Laporan ini merupakan laporan pengembangan bahan ajar daring dari penyusunan rancangan mata kuliah Mata Kuliah Penulisan Naskah Lakon. Mata kuliah Penulisan Naskah Lakon adalah sebuah mata kuliah wajib di Program Studi SI Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dalam kurikulum Outcome-Based Education Pedalangan, Penulisan Naskah Lakon dengan kode mata kuliah PDA350 dengan bobot 2 sks menjadi mata kuliah yang diikutkan dalam program MBKM yang artinya bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi Seni pedalangan. Oleh karena itu, dalam susunan kurikulum Jurusan Pedalangan, Mata kuliah ini diletakkan di semester 7. Mata kuliah Penulisan Naskah Lakon Jurusan Pedalangan memberikan pengetahuan tentang teori naskah lakon dan pengalaman praktik menulis naskah lakon yang digali dari berbagai sumber. Capaian pembelajaran mata kuliah ini adalah mahasiswa mampu menuliskan/ menghasilkan naskah lakon yang baik, memenuhi unsur struktur lakon, layak dipentaskan dan merupakan hasil dari proses kreatif individu, sehingga dapat dijadikan bekal mahasiswa dalam menjalankan tugas profesinya.Kata kunci: pedalangan, naskah lako
Penyusunan Rancangan Mata Kuliah Seminar: Laporan pengembangan bahan ajar daring
Laporan ini merupakan laporan pengembangan bahan ajar daring dari penyusunan rancangan mata kuliah Mata Kuliah Seminar. Mata kuliah Seminar adalah sebuah mata kuliah wajib di Program Studi S1 Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dalam kurikulum Outcome-Based Education Pedalangan, Seminar dengan kode mata kuliah PDA310 dengan bobot 2 sks menjadi mata kuliah lanjutan setelah mahasiswa menempuh mata kuliah Metode Pelitian, Metode Perancangan, dan Kritik Seni. Oleh karena itu, dalam susunan kurikulum Jurusan Pedalangan, Mata kuliah Seminar diletakkan di semester 7 sebagai persiapan mahasiswa menempuh Tugas Akhir di semester 8. Dalam ranah pertanggung jawaban akademik, kemampuan mahasiswa untuk menyampaikan hasil penelitian dan pemikiran kritis dapat dilakukan melalui 2 tahapan yakni penulisan karya tulis ilmiah dan presentasi dalam bentuk seminar. Mata kuliah seminar Jurusan Pedalangan memberikan pengalaman praktek menulis karya tulis ilmiah yang diwujudkan dalam bentuk makalah individu dan mempresentasikan dalam bentuk seminar kelas. Materi dalam kuliah Seminar terdiri dari teori dan praktek penulisan karya tulis ilmiah dan teori dan praktek seminar. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa program studi Pedalangan, mendapatkan pengalaman berperan aktif sebagai penulis dan pemateri dalam lingkup seminar ilmiah, agar dapat dijadikan bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan tugas profesinya.Kata kunci: penulisan ilmiah, pendidika
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
