19 research outputs found

    Pengaruh Media Slime terhadap Pemahaman Konsep Geometri Siswa Tunagrahita Kelas II SDLB N Batokan Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK Aprilia, Retno Dwi. 2017. Pengaruh Media Slime  terhadap Pemahaman Konsep Geometri pada Siswa Tunagrahita Kelas II di SDLB Batokan Bojonegoro, Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sudarsini, M.Pd. (II) Drs. Ahmad Samawi, M.Hum.   Kata Kunci:Media Slime , Konsep Geometri, Tunagrahita   Tunagrahita merupakan kondisi dimana individu mengalami hambatan dalam fungsi kognitif dan interaksi sosial. Dengan hambatan tersebut menyembabkan tunagrahita kesulitan dalam berpikir abstrak. Konsep geometri merupakan salah satu materi matematika yang bersifat abstrak. Materi tersebut dibelajarkan dikelas II SDLB, dengan sajian materi bentuk bangun datar. Tunagrahita kelas II di SDLB N Batokan Bojonegoro mengalami kesulitan untuk memahami konsep geometri terutama bangun datar. Sebagai alternatif penyelesaian masalah tersebut adalah media slime. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengaruh media slime terhadap pemahaman konsep tunagrahita ringan kelas II di SDLBN Batokan Bojonegoro. Tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan sebelum diberi perlakuan menggunakan media slime, (2) Mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB setelah diberi perlakuan menggunakan media slime dan (3) Mendeskripsikan pengaruh media slime terhadap pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen quasi dengan desain one group  pretest -posstest . Penelitian ini dilakukan di SDLB N Batokan Bojonegoro. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas II di SDLB N Batokan Bojonegoro yang berjumlah 5 orang siswa. Teknik pengumpulan data pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II menggunakan tes tulis dengan 10 soal pilihan ganda dan 5 soal isian singkat. Teknik pengumpulan data pada peneitian ini (1) menyusun instrument, (2) melakukan pretest, (3) memberikan pelakuan menggunakan media slime, dan (4) melaksanakan posttest. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan anaisis statistic menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB N Batokan Bojonegoro sebelum diberikan treatment mendapatkan nilai rata-rata 48.8 yang dikategorikan kurang. (2)Pemahaman konsep tunagrahita ringan kelas II SDLB N Batokan Bojonegoro sesudah diberikan treatmen memperoleh nilai rata-rata 76.8 yang dikategorikan baik.  (3) Hasil uji wilcoxon yang diperoleh Thitung = 0, jika dibandingkan dengan Ttabel maka Thitung < Ttabel (0 < 1). Dengan perbandingan seperti itu maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media slime  memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep geometri tunagrahita ringan kelas II di SDLBN Batokan Bojonegoro. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh media slime terhadap pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II di SDLBN Batokan Bojonegoro. Saran pada penelitian ini ditujuan untuk (1) guru kelas, untuk guru kelas agar menggunakan media slime dalam pembelajaran pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II. (2) Bagi peneliti selanjutnya agar melakukan peneitian lebih lanjut mengenai pengruh media slime terhadap pemahaman konsep geometri bangun ruang

    Maneka: Resital Vokal Tunggal Oleh Clarissa Gitta Aprilia

    Get PDF
    Maneka adalah judul resital vokal tunggal oleh penulis yang menampilkan lagu-lagu dari berbagai tema, cerita, bahasa, zaman, serta komposer. Kata Maneka diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti "beraneka" atau "macam-macam", sesuai dengan ragam lagu yang disajikan dalam resital ini. Lagu-lagu yang dibawakan meliputi berbagai tema, seperti cinta, keindahan alam, rasa syukur, cerita Alkitab, hingga nasionalisme, dengan bahasa yang digunakan termasuk Italia, Jerman, Inggris, dan Indonesia. Karya yang dipilih berasal dari periode musik Barok, Klasik, Romantik, dan Modern, sehingga memperlihatkan keberagaman periode musik. Lagu yang dibawakan merupakan karya dari komposer Frédéric Chopin, Johannes Brahms, Georges Bizet, Giacomo Puccini, George Frideric Handel, Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, Arnold Zamora hingga komposer Indonesia seperti R. A. J. Soedjasmin dan Binsar Sitompul. Melalui program ini, resital vokal Maneka menghadirkan pengalaman musikal yang beragam, memperkaya wawasan penonton terhadap karya musik vokal lintas genre dan zaman. Setiap lagu yang dipilih memiliki cerita, emosi, dan karakter masing-masing, menjadikan resital ini sebuah perayaan keragaman musikal yang menyentuh berbagai aspek kehidupan dan budaya.“Maneka” refers to the title of a solo vocal recital by the author that performs songs from various themes, stories, languages, periods, and composers. “Maneka” derived from Sanskrit that means “various”, in accord with the variety of songs performed in this recital. The songs include a variety of themes, such as love, natural beauty, gratitude, Bible stories, and nationalism, with languages used including Italian, German, English, and Indonesian. The chosen works were from the Baroque, Classical, Romantic, and Modern periods of music, thus showing the diversity of musical periods. The pieces performed are from composers Frédéric Chopin, Johannes Brahms, Georges Bizet, Giacomo Puccini, George Frideric Handel, Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, Arnold Zamora to Indonesian composers such as R. A. J. Soedjasmin and Binsar Sitompul. Through this program, “Maneka” presents a diverse musical experience, enriching the audience's insight into vocal music works throughout genres and periods. Each selected song has a story, emotion, and character of its own, making this recital a celebration of musical diversity that touches on various aspects of life and culture

    Pengaruh Media Slime terhadap Pemahaman Konsep Geometri Siswa Tunagrahita Ringan Kelas II SDLB

    Get PDF
    Siswa tunagrahita ringan kelas II di SDLB mengalami kesulitan untuk memahami konsep geometri terutama bangun datar. Media slime merupakan alternatif penyelesaian dari masalah tersebut. Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan sebelum diberi perlakuan menggunakan media slime, (2) Mendeskripsikan pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB setelah diberi perlakuan menggunakan media slime dan (3) Mendeskripsikan pengaruh media slime terhadap pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB.. Jenis penelitian adalah eksperimen kuasi dengan desain one group pretest-posttest. Data akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Pemahaman konsep geometri siswa tunagrahita ringan kelas II SDLB sebelum diberikan treatment mendapatkan nilai rata-rata 48.8 yang dikategorikan kurang. (2) Pemahaman konsep geometri tunagrahita ringan kelas II SDLB sesudah diberikan treatmen memperoleh nilai rata-rata 76.8 yang dikategorikan baik. (3) Hasil uji wilcoxon yang diperoleh Thitung = 0, jika dibandingkan dengan Ttabel maka Thitung (0) < Ttabel (1). Hasil tersebut menunjukan bahawa Ho ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh media slime terhadap konsep geometri siswa tunagrahita riingan kelas II SDLB.Students with mild intellectual disability in 2nd grade sdlb find it difficult to understanding the concept of geometry especially shapes flat. As an alternative the completion of the issue was slime media. The purposes this research are ( 1 ) described understanding the geometry concept of students with mild intellectual disability in 2nd grade SDLB before given treatment uses the media slime, ( 2 ) described understanding the geometry concept of students with mild intellectual disability in 2nd grade SDLB after he received treatment uses the media slime and ( 3 ) described the influence of media slime to understanding the geometry concept of students mild intellectual disability in 2nd grade sdlb .The kind of research is quasi experiment with the design one group pretest-posttest.The data collected will be analyzed use descriptive analyzed and the hypothesis use wilcoxon test.The result of this research showed 1) understanding of the geometry concept of the mild intellectual disability students class II treatment given before SDLB gets an average of 48.8 categorized less. (2) Understanding the geometry concept of mild intellectual disability class II SDLB after given treatmen gained an average rating of 76.8 categorized either. (3) the wilcoxon test results obtained Thitung = 0, when compared to the Ttabel then Thitung < Ttabel (0<1). By comparison like that then Ho denied and Ha is received. The conclusion from this study is there is influence slime media against the concept of geometry students mild intellectual disability class II SDLB

    Tinjaun terhadap Food Waste berdasarkan Teori Bioregionalisme Richard Evanoff dan Segitiga Steiner-Evanoff-UKDW

    No full text
    Consumptive behavior is often only based on desires, not based on needs. One form of excessive consumptive behavior is throwing away food which then causes leftovers. This article focuses on consumptive behavior in the form of food waste that occurs in Indonesia and causes ecological damage and inequality in food consumption. This study aims to provide an overview of the importance of awareness of food waste which is studied using Richard Evanoff's bioregionalism theory and the Steiner-Evanoff-UKDW Triangle. The method used in this study is a qualitative method. The author will make a dialectic between the data obtained from the problems he is struggling with and sources of knowledge in the form of literature in the form of journals and websites. Based on the research it was found that cases of food waste and hunger in Indonesia must be overcome in order to achieve ecological sustainability, social justice, and human welfare. The church also has a role in mitigating and tackling the problem of food waste and in order to help other humans who also experience a shortage of food that is suitable for consumption so that God's grace is always maintained and voiced.Perilaku konsumtif seringkali hanya didasarkan pada keinginan semata bukan berdasarkan kepada kebutuhan. Salah satu bentuk perilaku konsumtif berlebih yaitu membuang makanan yang kemudian menyebabkan food waste. Artikel ini menitikberatkan kepada perilaku konsumtif berupa food waste yang terjadi di Indonesia dan mengakibatkan kerusakan ekologi dan ketimpangan dalam konsumsi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran akan pentingnya kesadaran terhadap food waste yang dikaji menggunakan teori bioregionalisme Richard Evanoff dan Segitiga Steiner-Evanoff-UKDW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Penulis akan mendialektikakan antara data yang diperoleh dari masalah yang digumuli dan sumber pengetahuan berupa literatur berupa jurnal dan website. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa kasus food waste dan kelaparan di Indonesia harus diatasi agar terjadi keberlanjutan ekologis, keadilan sosial, dan kesejahteraan manusia. Gereja juga memiliki peran dalam menyuarakan dan menanggulangi masalah food waste dan dalam rangka membantu manusia lain yang juga mengalami kekurangan makanan yang layak untuk dikonsumsi sehingga rahmat Tuhan senantiasa dipelihara dan disuarakan

    ANALISIS PENERAPAN ETIKA BISNIS ISLAM DALAM JUAL BELI PADA PEDAGANGDI SIMPUR CENTER BANDAR LAMPUNG

    Get PDF
    Abstract Trading or buying and selling are some of the business activities that cause transactions between sellers and buyers for certain goods. Islam as the perfect religion teaches how to transact correctly, this principle is known as Islamic business ethics. Although Islam regulates the ethics of doing business with fellow humans, it is undeniable that many people who are Muslim often dismiss it. This research is based on a problem that is related to buying and selling transactions carried out by traders. Several factors possibly be the cause of the community not implementing the buying and selling mechanism. According to Islamic law, the factor indicators in trading and the principles of Islamic business ethics such as the principle of tawhid, balance, free will, responsibility, and ihsan. Therefore, it is important to study further the buying and selling mechanism carried out by the community. According to this study, the author aims to analyze the application of Islamic business ethics in buying and selling to traders at the Simpur Center in Bandar Lampung, considering that a market is a place for sellers and buyers who are directly involved in the transaction. This study using a qualitative research method from the field research locations, namely descriptive qualitative in nature in purpose to obtain a complete picture of the study. The data collection techniques used were observation, interview, and documentation. The result shows traders and buyers at Simpur Center Bandar Lampung is not all traders have applied Islamic business ethics in buying and selling well because there are still some traders who violate business ethics in transactions, some traders only emphasize high profits, ignore the quality of the retail, and ignore correct ethics. This is contrary to the rules of Islamic business ethics according to the Shari‟a. Keywords: Islamic Business Ethics, Traders, Buying and Selling iii ABSTRAK Perdagangan atau jual beli merupakan salah satu kegiatan bisnis yang menyebabkan terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli mengenai suatu barang tertentu. Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan bagaimana cara bertransaksi yang benar, aturan tersebut dikenal dengan etika bisnis Islam. Walaupun Islam mengatur etika berbisnis antar sesama manusia, namun tidak dipungkiri banyak masyarakat yang notabene beragama islampun sering mengabaikan. Penelitian ini di latar belakangi oleh suatu permasalahan yaitu berkaitan dengan transaksi jual beli yang dilakukan oleh pedagang. Ada beberapa faktor yang menurut penulis menjadi penyebab masyarakat tidak melaksanakan mekanisme jual beli sesuai dengan syariat Islam. Berdasarkan hukum Islam, factor indicator dalam berdagang dan prinsip-prinsip etika bisnis islam yaitu prinsip tauhid,keseimbangan, kehendak bebas,tanggung jawab dan ihsan. Oleh kerenanya penting kiranya untuk mengkaji lebih jauh tentang mekanisme jual beli yang dilakukan oleh masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis tertarik untuk menganalisa lebih dalam mengenai penerapan etika bisnis islam dalam jual beli pada pedagang di Simpur Center Bandar Lampung, mengingat pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli secara langsung yang didalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif digunakan dengan cara menggali data yang bersumber dari lokasi penelitian lapangan. Penelitian ini bersifat deskripstif kualitatif yaitu penelitian yang bersifat memaparkan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang sesuatu yang sedang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian analisis melalui wawancara, dokumentasi dan observasi dengan para pedagang dan pembeli di Simpur Center Bandar Lampung menyatakan bahwa para pedagang belum semua nya menerapkan etika bisnis islam dalam jual beli karena masih ada beberapa pedagang yang melanggar etika bisnis dalam bertransaksi, beberapa pedagang hanya mementingkan profit yang tinggi dan mengabaikan manfaat dari barang yang dijual serta mengabaikan etika yang benar. Hal ini bertolak belakang dengan aturan etika bisnis islam yang sesuai dengan syariat. Kata Kunci: Etika Bisnis Islam, Pedagang, Jual Bel

    Implementasi Model GSTAR (Generalized Space Time Autoregressive) dan GSTAR-Kalman Filter dalam Peramalan Harga Cabai Rawit Merah

    No full text
    Provinsi Jawa Timur memiliki berbagai macam komoditas pangan unggulan, salah satunya adalah cabai. Kebutuhan cabai juga sangat tinggi sehingga permintaan cabai khususnya di Jawa Timur sangat besar dan hal ini menyebabkan harga cabai terus mengalami fluktuasi terutama menjelang hari-hari besar. Peramalan mengenai harga cabai sangat diperlukan bagi pemerintah, industri, dan rumah tangga. Peramalan harga cabai termasuk ke dalam jenis peramalan data spasial-temporal karena memiliki hubungan antar waktu dan lokasi. Salah satu model peramalan untuk data spasialtemporal adalah model GSTAR. Model GSTAR yang digunakan memiliki keterbatasan yaitu hanya menggunakan orde spasial 1, sehingga dibutuhkan metode pemulusan untuk memperkecil nilai error, salah satunya adalah metode Kalman-Filter. Dengan demikian, penulis melakukan penelitian mengenai implementasi model GSTAR dan GSTAR-Kalman Filter dalam peramalan harga cabai rawit merah. Penelitian yang dilakukan menggunakan data sekunder Bulan Februari 2018 sampai Februari 2024 dari empat kota di Jawa Timur yaitu Kota Blitar, Kediri, Probolinggo, dan Malang dengan bobot lokasi invers jarak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model GSTAR dan GSTAR-Kalman Filter untuk meramalkan harga cabai rawit merah di Kota Blitar, Kediri, Probolinggo, dan Malang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan hasil peramalan dan membandingkan keakuratan kedua model tersebut dalam meramalkan harga cabai rawit merah di kota-kota tersebut. Model GSTAR yang terpilih dalam penelitian ini adalah GSTAR(1_1), yang kemudian dikembangkan menjadi model GSTAR-Kalman Filter. Hasil analisis menunjukkan bahwa model GSTAR-Kalman Filter memiliki nilai RMSE dan MAPE yang lebih rendah dibandingkan dengan model GSTAR, dengan RMSE sebesar 860.28 dan MAPE sebesar 1.66%. ==================================================================================================================================== East Java Province has various kinds of superior food commodities, one of which is chili. The need for chilies is also very high so the demand for chilies, especially in East Java, is very large and this causes the price of chilies to continue to fluctuate, especially before big holidays. Forecasting regarding chili prices is very necessary for the government, industry and households. Chili price forecasting is included in the type of spatial-temporal data forecasting because it has a relationship between time and location. One of the forecasting models for spatial-temporal data is the GSTAR model. The GSTAR model used has limitations, namely that it only uses spatial order 1, so a smoothing method is needed to reduce the error value, one of which is the Kalman-Filter method. Thus, the author conducted research regarding the implementation of the GSTAR and GSTAR-Kalman Filter models in forecasting the price of red cayenne pepper. The research was conducted using secondary data from February 2018 to February 2024 from four cities in East Java, namely Blitar, Kediri, Probolinggo and Malang with the location weights used being the inverse distance location weights. The objective of the upcoming research is to develop the GSTAR and GSTAR-Kalman Filter models for forecasting the price of cayenne pepper in the cities of Blitar, Kediri, Probolinggo, and Malang. The research aims to generate forecasting results and compare the effectiveness of the GSTAR and GSTAR-Kalman Filter models in forecasting the price of red cayenne pepper in these cities. The selected GSTAR model is GSTAR(1_1) which is then formed into the GSTAR-Kalman Filter model. Based on these two models, the GSTAR-Kalman Filter model has a smaller RMSE and MAPE compared to the GSTAR model, namely RMSE of 860.28 and MAPE of 1.66%

    Improving the Quality of English Learning in Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 10 Wukir at Wangen Using Lolly-Pop Card Media

    Get PDF
    The primary purpose of this article is to improve the quality of English learning process at MTs Muhammadiyah 10 Wukir by using Lolly-Pop Card media which is expected to make students more interested in learning English. In improving the quality of the learning process of English, the author also provides training in the making of learning media in the form of Lolly-pop Card. Participants who follow this English learning activity amounted to 6 people including formal educators. The results obtained after the training show that by using Lolly-pop Card media, the quality of English learning done by the teacher is better because it can improve the ability of learners in teaching activities and learners are more interested in learning English in the classroom. This is evidenced by the results of tests given after using Lolly-pop Card media. They are also more interested in learning to use Lollypop Card media so that the process of teaching and learning in the classroom is more active, fun, and not dull

    Sustainable Marketing Terhadap Brand Image Dan Loyalitas Pelanggan Di Retrorika Coffee Bar & Resto

    Get PDF
    Permasalahan yang terjadi baik dibidang ekonomi, sosial maupun lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan perusahaan yang tidak bertanggung jawab semakin hari semakin meningkat. Contohnya saja terkait adanya pemberian upah yang tidak sesuai, permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan eksploitasi yang tidak bertanggung jawab dari perusahaan, serta terkait dengan ketidaksetaraan sosial dan lain sebagainya. Oleh karena itu, perlu diterapkannya konsep bisnis baru, yaitu sustainable marketing. Salah satu bisnis yang telah menerapkan konsep sustainable marketing adalah Retrorika Coffee Bar & Resto, dimana café tersebut telah memperhatikan keadaan ekonomi, sosial maupun lingkungan bisnis yang dapat bermanfaat bagi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Penerapan sustainable marketing nyatanya memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan brand image dari perusahaan. Selain itu, brand image juga memiliki pengaruh terhadap kepuasan dan kepercayaan konsumen, dimana semakin positif citra perusahaan tersebut maka akan semakin puas dan percaya konsumen terhadap pelayanan ataupun produk yang dihasilkan. Nantinya, secara tidak langsung kepuasan dan kepercayaan pelanggan serta citra yang positif tersebut dapat berdampak terhadap peningkatan loyalitas dari pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sustainable marketing terhadap brand image di Retrorika Coffee Bar & Resto serta menganalisis pengaruh brand image terhadap kepercayaan, kepuasan dan loyalitas pelanggan di Retrorika Coffee Bar & Resto. Penelitian ini dilakukan di Retrorika Coffee Bar & Resto pada bulan April hingga Mei 2021 dengan terdapat 100 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 7.0. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa dari variabel sustainable marketing hanya aspek sosial saja yang tidak signifikan. Hal tersebut disebabkan karena penerapan dari aspek sosial yang merasakan manfaatnya hanyalah pihak ketiga bukan dari konsumen secara langsung dan ditambah kurangnya publikasi dari pihak Retrorika Coffee Bar & Resto mengenai kegiatan sosial yang diadakan. Meskipun begitu, nyatanya kegiatan sosial tetap bisa menarik minat dari konsumem asalkan perusahaan tetap dapat menunjukkan tanggung jawabnya melalui kegiatan sosial yang dilakukan. Selain itu, menurut hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa brand image memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas, kepercayaan dan kepuasan konsumen. Begitupula dengan kepercayaan dan kepuasan konsumen yang juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas dari pelanggan

    Sosialisasi Pentingnya Konsumsi Pil Cantik Pada Karang Taruna Bina Remaja Sebagai Upaya Pencegahan Stunting

    Get PDF
    Prevalensi stunting di Jawa Tengah pada tahun 2022 mencapai angka 20,8%, begitu halnya di Kabupaten Sukoharjo. Kasus stunting di Desa Bulakrejo pada tahun 2022 mencapai 60 kasus. Salah satu penyebab stunting adalah anemia. Anemia menjadi salah satu defisiensi gizi yang paling sering terjadi di negara berkembang. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dari tahun 2013 sampai 2018 terdapat kenaikan prevalensi anemia pada kelompok usia 15-24 tahun yaitu 18,4% menjadi 32% atau 14,7 juta jiwa. Penyakit anemia banyak terjadi pada semua kelompok terutama pada remaja dan ibu hamil. Pencegahan anemia pada remaja adalah dengan rutin konsumsi pil cantik. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja Karang Taruna Bina Remaja Desa Bulakrejo terkait pentingnya konsumsi pil cantik sebagai upaya pencegahan stunting. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhan. Sasaran kegiatan adalah anggota karang taruna yang terdiri dari 45 remaja. Materi yang disampaikan adalah tentang anemia, penyebabnya, dan pencegahannya dengan konsumsi pil tambah darah atau pil cantik. Berdasarkan hasil Pretest dan Postest terjadi peningkatan pengetahuan remaja di karang taruna Bina Remaja tentang konsumsi pil cantik dan upaya pencegahan stunting sebesar 57%. Persentase kehadiran anggota karang taruna juga sangat besar yaitu sebesar 75%. Kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi karang taruna terutama untuk mengaktifkan Kembali posyandu remaja Desa Bulakrejo. Kata Kunci : Stunting, Anemia, Pil Cantik, Remaja &nbsp;The prevalence of stunting in Central Java in 2022 will reach 20.8%, as well as in Sukoharjo Regency. Stunting cases in Bulakrejo Village in 2022 will reach 60 cases. One of the causes of stunting is anemia. Anemia is one of the most common nutritional deficiencies in developing countries. Based on data from the Ministry of Health's Basic Health Research (Riskesdas), from 2013 to 2018 there was an increase in the prevalence of anemia in the 15-24 year age group, namely 18.4% to 32% or 14.7 million people. Anemia often occurs in all groups, especially in teenagers and pregnant women. Prevention of anemia in teenagers is by regularly consuming pretty pills. The aim of this community service is to increase the knowledge of teenagers from Karang Taruna Bina Pemuda Bulakrejo Village regarding the importance of consuming beauty pills as an effort to prevent stunting. The method for this community service activity is carried out through counseling. The target of the activity is members of the youth organization consisting of 45 teenagers. The material presented is about anemia, its causes, and prevention by consuming blood enhancing pills or beauty pills. Based on the results of the Pretest and Posttest, there was an increase in the knowledge of teenagers at Bina Pemuda Youth Organization regarding the consumption of beauty pills and efforts to prevent stunting by 57%. The percentage of attendance of Karang Taruna members is also very large, namely 75%. This activity was very beneficial for youth organizations, especially to reactivate the youth posyandu in Bulakrejo Village. Keywords: Stunting, Anemia, Beautiful Pills, Teenager

    Efisiensi Kinerja Rantai Pasok Kerajinan Pelepah Pisang Menggunakan Metode DEA (Data Envelopment Analysis) (Studi Kasus di UD. Barokah Tani Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro)

    No full text
    Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting dalam peningkatan perekonomian, salah satunya adalah UMKM pengolahan limbah pertanian di kawasan Balen kota Bojonegoro yaitu home industri kerajian batang pelepah pisang di Desa Prambatan salah satunya UD. Barokah Tani, yang masih melakukan secara konvensional dalam mengurus para pengrajinnya, sehingga pihak perusahaan tidak akan pernah mengetahui efisiensi kinerja pengrajin. Kinerja rantai pasok suatu perusahaan dapat diketahui dengan suatu ukuran, antara lain dengan Supply Chain Operations Referrence (SCOR). Sedangkan untuk mengetahui tingkat efisiesinya dapat dilakukan melalui analisis menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efisiensi kinerja rantai pasok kerajinan pelepah pisang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis kinerja pengrajin di UD. Barokah Tani. Studi dilakukan di Desa Prambatan Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2022 hingga bulan Juli tahun 2023. Penelitian ini menggunakan mix method yaitu kuantitatif deskriptif. Kuantitatif digunakan pada tahap perhitungan menggunakan DEAP dan analisis data mengguanakan metode Data Envelopment Analysis (DEA), sedangkan deskriptif digunakan menginterpretasikan dan menarasikan hasil penelitian. Responden dipilih menggunakan purposive sampling yang merupakan pengrajin dari perusahaan. Pengukuran kinerja rantai pasok terdiri dari lima proses inti yaitu : plan, source, make, deliver dan return. Variabel dipilih dengan mengacu pada modul Supply Chain Operation Reference (SCOR) versi 12.0. Variabel output yang dipilih adalah pemenuhan pesanan, variabel input yang dipilih adalah biaya bahan baku, biaya pengiriman, biaya tenaga kerja, cash to cash dan lead time. Dari pemilihan responden didapat 26 pengrajin yang ditetapkan sebagai Decision Making Units (DMU). Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder. Data primer merupakan data yang didapat melalui wawancara dengan pengrajin dan pemilik perusahaan. Data sekunder berupa data demografi desa, data profil desa, data profil perusahaan, serta jurnal hasil pencarian melalui internet. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) model VRS dengan input oriented. Kinerja rantai pasok terdiri dari 5 proses inti, plan, source, make, deliver dan return. Menunjukkan bahwa perspektif perencanaan (plan) berada pada tahap awal aktivitas rantai pasok, seperti pemesanan bahan baku, proses pembuatan kerajinan pelepah pisang dan pemasaran produk. Keempat kegiatan tersebut sebaiknya direncanakan terlebih dahulu untuk mencapai hasil yang maksimal sejalan dengan tujuan perusahaan. Dari segi sumber (source) adalah pihak-pihak yang menyediakan sumber bahan baku untuk kegiatan utama perusahaan. Pihak-pihak tersebut merupakan pemasok pelepah pisang. Dari segi manufaktur (make) dalam rantai pasokan suatu perusahaan, ini semua adalah jenis aktivitas proses produksi yang terkait dengan proses pengubahan bahan mentah menjadi produk jadi dari pilin hingga tampar. Dari perspektif xii pengiriman (deliver) dan pengembalian (return) rantai pasok, ini semua adalah aktivitas yang memerlukan pengiriman dari pemasok hingga produk sampai ke pelanggan. Kinerja rantai pasok kerajinan pelepah pisang juga dapat dilihat dari kartu SCOR yang menunjukkan bahwa indikator biaya pengiriman menunjukkan berada di kategori stadar. Nilai aktual pada indikator biaya bahan baku berada pada kategori buruk. Nilai aktual pada indikator biaya tenaga kerja berada pada kategori buruk. Sedangkan nilai aktual pada kategori cash to cash dan lead time berada pada kategori baik. Nilai aktual pada indikator pemenuhan pesanan berada pada kategori standar. Efisiensi kinerja rantai pasok kerajinan pelepah pisang di UD. Barokah Tani belum tercapai secara keseluruhan. dari hasil perhitungan efisiensi teknis didapat hasil bahwa Dari ke-26 DMU terdapat 3 DMU dalam kondisi full efisien dan masih terdapat 18 DMU dalam kondisi efisien tingkat tinggi dan 5 DMU dalam kondisi efisien sedang. Kondisi return to scale didapat hasil sebanyak 23 DMU berada pada kondisi IRS yang mengharuskan DMU untuk menurunkan nilai inputnya, sedangkan yang telah mencapai kondisi IRS hanya 3 DMU. Sehingga didapat pula hasil peer group yang mengacu pada DMU 1 sebanyak 3 DMU inefisien, mengacu pada DMU 7 sebanyak 8 DMU inefisien dan mengacu pada DMU 11 sebanyak 22 DMU inefisien. Rata – rata slack di setiap variabel input 1 hingga variabel input ke 5 masing – masing secara berturut – turut sebesar 0.145;1.247;0.000;1.309; dan 31.436. Perbaikan yang dapat dilakukan agar kinerja seluruh DMU menjadi efisien di setiap input maka setiap DMU perlu untuk menurunkan nilai inputnya masing – masing di setiap variabel inputnya untuk mencapai nilai target dan menjadi efisien
    corecore