1,721,009 research outputs found
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENGGUNAAN LIP BALM UNTUK PERAWATAN BIBIR DI KALANGAN MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Telah dilakukan penelitian untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, sikap, dan penggunaan lip balm pada mahasiswa farmasi Universitas Ngudi Waluyo. Penelitian secara kuantitatif non eksperimental dengan jenis deskriptif analitik. Sampel yang digunakan sebanyak 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling tipe accidental sampling. Pengambilan data secara retrospektif. Instrumen penelitian berupa kuesioner melalui google form. Analisis data dilakukan menggunakan excel dan SPSS statistik versi 26. Penelitian ini menggunakan responden berjenis kelamin perempuan. Jumlah responden sebanyak 83 yang didapatkan dari perhitungan menggunakan rumus slovin dengan taraf kepercayaan 10%. Semester I reguler: 7 (8,43%), III reguler: 7 (8,43%), V reguler: 12 (14,46%), dan VII reguler: 57 (68,67%). Usia 18-20 tahun: 22 (26,51%) dan lebih dari 20 tahun: 61 (73,49%). Tingkat pengetahuan terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik dengan skor 83,98%. Tingkat sikap terhadap lip balm termasuk dalam kategori baik dengan skor 79,93%. Tingkat penggunaan lip balm termasuk dalam kategori cukup baik dengan skor 74,38
KAJIAN FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) BESERTA AKTIVITASNYA TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Propionibacterium acnes
ABSTRAK
Latar belakang: Gel merupakan sistem semipadat yang terdiri dari suspensi yang
dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar,
terpenetrasi oleh suatu cairan. Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
mengandung flavonoid, tanin dan saponin yang berkhasiat sebagai antibakteri,
yaitu terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji formulasi gel ekstrak buah belimbing
wuluh beserta aktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus dan
Propionibacterium acnes.
Metode : Review artikel dengan mengkaji 5 artikel yang terdiri dari 1 jurnal
internasional dan 4 jurnal nasional terakreditasi dan merupakan artikel hasil
penelitian.
Hasil : Hasil studi kelima artikel menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri
terhadap Staphylococcus aureus pada gel yang mengandung ekstrak etanol 96%
sebanyak 3% memiliki zona hambat sebesar 21,67 mm, ekstrak etanol 70%
sebanyak 40% memiliki zona hambat 17,7 mm, dan ekstrak etil asetat sebanyak
10% memiliki zona hambat 18,5 mm. Aktivitas gel terhadap Propionibacterium
acnes dengan ekstrak etil asetat sebanyak 10% memiliki zona hambat 16,7 mm
sedangkan gel dengan ekstrak etanol 96% sebesar 8% memiliki zona hambat 14
mm.
Simpulan : Sediaan gel dengan zat aktif ekstrak buah belimbing wuluh sebesar
3% telah mampu memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Staphylococcus aureus dengan kategori hambat sangat kuat yaitu zona hambat
sebesar 21,67 mm. Sediaan gel dengan zat aktif ekstrak buah belimbing wuluh
sebesar 8% telah mampu memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Propionibacterium acnes dengan kategori hambat kuat yaitu zona hambat sebesar
14 m
KAJIAN VARIASI KONSENTRASI MINYAK VCO (VIRGIN COCONUT OIL), TWEEN 80 DAN PEG 400 TERHADAP KARAKTERISTIK SEDIAAN NANOEMULSI
Latar Belakang : Perkembangan nanoteknologi saat ini telah populer dalam
pengembangan sistem penghantaran zat aktif pada suatu sediaan obat. Teknologi
farmasi dalam sistem pengiriman obat untuk mengendalikan ukuran partikel, sifat
permukaan dan pelepasan efek farmakologis zat aktif sehingga obat mencapai
target spesifik pada tingkat yang rasional, salah satunya dengan teknik Self Nano
Emulsying Drug Delivery System (SNEDDS) dengan mengkaji variasi konsentrasi
minyak (VCO), surfaktan (Tween 80) dan ko-surfaktan (PEG 400) terhadap
karakteristik nanoemulsi.
Metode : Penelitian dengan pendekatan kajian jurnal untuk menganalisis,
meninjau dan menarik kesimpulan tentang karakteristik nanoemulsi meliputi
ukuran partikel dan indeks polidispersitas, potensial zeta, viskositas, waktu
emulsifikasi dan % transmitan menggunakan 5 artikel utama yang terakreditasi,
terdiri dari 3 artikel internasional dan 2 artikel nasional hasil penelusuran dengan
kata kunci “Nanoemulsi”, “Virgin Coconut Oil”, “Tween 80” dan “PEG 400”.
Hasil : Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan perbandingan konsentrasi VCO :
Tween 80 : PEG 400 (1 : 2 :1 hingga 1: 5 : 1) pada kelima artikel mendapatkan
hasil karakteristik nanoemulsi meliputi ukuran partikel < 100 nm dan indeks
polidispersitas mendekati 0, potensial zeta lebih besar dari +30 mV dan kurang
dari ˗30 mV, viskositas kisaran 10-2000 cPa.s, waktu emulsifikasi < 1 menit dan
% transmitan mendekati 100%. Komposisi minyak, surfaktan dan ko-surfaktan
menjadi faktor penting dalam pembuatan sediaan nanoemulsi untuk menghasilkan
sediaan yang stabil sehingga perlu pemilihan komposisi yang tepat dan
konsentrasi yang sesuai. Sediaan nanoemulsi dilakukan uji stabilitas secara
termodinamika menunjukkan tidak ada pengendapan, cracking maupun creaming
sehingga nanoemulsi dikatakan stabil secara fisik.
Simpulan : Variasi perbandingan minyak VCO, Tween 80 dan PEG 400
mempengaruhi hasil karakteristik sediaan nanoemulsi dan menghasilkan sediaan
nanoemulsi yang stabil secara termodinamika.
Kata Kunci : nanoemulsi, Virgin Coconut Oil (VCO), Tween 80, PEG 40
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGGUNAAN PEMUTIH KULIT PADA MAHASISWA PRODI FARMASI UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Latar Belakang : Mayoritas wanita Indonesia memiliki kulit hitam ataupun sawo matang merasa
tidak percaya diri. Pemutih kulit digunakan sebagai alasan estetika atau kosmetik yang digunakan
untuk meningkatkan kilau, kecerahan dan keceriaan kulit selain mencerahkan. Tujuan penelitian
ini adalah untuk menganalisis bagaimana tingkat pengetahuan, sikap dan penggunaan pemutih
kulit pada Mahasiswi Prodi Farmasi Universitas Ngudi Waluyo.
Metode : Penelitian kuantitatif non eksperimental dengan jenis deskriptif analitik. Jumlah sampel
yang digunakan dalam penelitian ini 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
Teknik sampling menggunakan total sampling. Instrument penelitian berupa kuesioner melalui
google form. Analisis data menggunakan excell dan uji validitas dan reliabilitas menggunakan
SPSS.
Hasil penelitian : Berdasarkan karakeristik responden, sebagian besar semester yang ditempuh
terbanyak farmasi semester 7 dengan jumlah 60 (72,29%) responden. Tingkat pengetahuan
terhadap pemutih kulit termasuk kategori sangat baik dengan skor 96%. Sikap mengenai pemutih
kulit termasuk dalam kategori sangat baik dengan skor 76%. Perilaku penggunaan pemutih kulit
termasuk kedalam kategori sangat baik dengan skor 87%.
Simpulan : Hasil yang didapat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan penggunaan
pemutih kulit pada mahasiswa prodi farmasi dalam kategori sangat baik.
Kata Kunci : Kosmetik pemutih, Pengetahuan, Sikap, Penggunaa
KAJIAN FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK MENGKUDU (Morinda citrifolia L.)
Latar Belakang: Antioksidan sintetik sering digunakan karena dapat menetralkan radikal bebas namun dapat menimbulkan efek toksik. Mengkudu (Morinda citrifolia L.) mengandung metabolit sekunder yang dapat berperan sebagai antioksidan. Namun setelah dilakukan penelitian terdapat beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap daya aktivitas antioksidan dari suatu ekstrak tanaman yang diteliti. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji faktor – faktor yang dapat berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan dari ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan mengkaji apa saja metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L.). Metode: Jenis Penelitian ini merupakan artikel review menggunakan 6 metode ekstraksi yaitu pemisahan membrane PES, MAE, SE, UAE, SFE, Maserasi. Penentuan fenolik dan flavonoid dengan metode KLT, KCKT, reaksi warna, Folin- Ciocalteu, preaksi AlCl3. Aktivitas antioksidan dengan metode yaitu DPPH dan FRAP. Hasil: Ekstrak daun dan ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L) berpotensi sebagai antioksidan alami, ditinjau dari nilai IC50 dan persen aktivitasnya. Metode ekstraksi UAE dan SE efektif untuk penyarian antioksidan. Suhu diatas 60°C dan waktu ekstraksi yang lama dapat menurunkan aktivitas antioksidan, pelarut metanol, kloroform dan etanol 70% diperoleh hasil yang paling baik untuk digunakan pada senyawa antioksidan. Metabolit sekunder yang berpengaruh pada aktivitas antioksidan adalah flavonoid dan fenolik. Selain itu metabolit sekunder yang diduga berpengaruh pada aktivitas antioksidan adalah tannin, alkaloid dan antrakuinon. Simpulan: Faktor yang berpengaruh pada aktivitas antioksidan ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L.) adalah sampel yang digunakan, metode ekstraksi, waktu ekstraksi, pelarut dan suhu. Senyawa yang berperan pada aktivitas antioksidan adalah flavonoid dan fenolik.metabolit sekunder yang diduga juga berpengaruh adalah tannin, alkaloid dan antrakuinon
KAJIAN ANALISA KUALITATIF DAN KUANTITATIF RHODAMIN B PADA SEDIAAN PRODUK LIPSTIK
Latar belakang: Lipstik merupakan salah satu riasan bibir yang banyak diminati di kalangan
masyarakat. Beberapa produsen lipstik masih ada yang menggunakan pewarna yang dilarang
oleh Pemerintah dalam produknya. Pewarna sintetik sering digunakan sebagai pewarna karena
harganya relatif murah, warna yang dihasilkan lebih menarik, dan pewarna sintetik lebih stabil
dibandingkan dengan pewarna alam. Bahan pewarna yang sering digunakan adalah Rhodamin
B. Penggunaan Rhodamin B jangka panjang dalam makanan dan kosmetik dapat menyebabkan
kanker dan gangguan fungsi hati.
Metode: Penelitian dilakukan dengan metode mereview menggunakan jurnal acuan yang
terdiri dari empat jurnal nasional dan satu jurnal internasional dengan membandingkan hasil
penelitian.
Hasil: Berdasarkan haasil penelitian Menunjukan penggunaan Rhodamin B pada produk
lipstik yang beredar di masyarakat dari beberapa sampel yang di ujikan dapat ditunjukkan
hasil yaitu 3 sampel produk lipstik menggandung Rhodamin B dan kadar yang terkandung
yaitu Kadar 73,225 μg/g, 92,61 μg/g dan kadar 0,3120 μg/g.
Kesimpulan: : Dari 37 sampel yang di ujikan 3 sampel mengandung Rhodamin B dengan
Kadar 0,3120 μg/g - 73,225 μg/g. Sehingga perlu dilakukan pengawasan lebih lanjut.
Keywords: Rhodamin B, Lipstik, Kualitatif, kuantitatif
KAJIAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK DAN FAKTOR PELINDUNG MATAHARI MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa Scheff. Boerl) DALAM SEDIAAN TABIR SURYA SECARA IN VITRO DAN IN VIVO
Latar Belakang: Paparan sinar matahari yang berlebihan dan berlangsung lama
dapat menyebabkan eritema, kulit terbakar, penuaan dini dan kanker kulit.
Mahkota dewa mengandung senyawa benzofenon yang diduga memiliki aktivitas
tabir surya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi konsentrasi dan faktor
pelindung matahari ekstrak mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Scheff. Boerl)
dalam sediaan tabir surya secara in vitro dan in vivo.
Metode: Review artikel ini menggunakan desain deskriptif dengan menkaji 5
artikel yang terdiri yang terdiri dari 2 jurnal internasional dan 3 jurnal nasional
terakreditasi yang secara keseluruhan merupakan artikel hasil penelitian.
Hasil: Hasil studi lima artikel yaitu nilai SPF yang dihasilkan pada buah mahkota
dewa dalam bentuk krim dengan konsentrasi 4%; 6%; 8% 10% berturut-turut
1,25; 1,56; 2,44; 3,05 dalam bentuk gel yang mengandung mangiferin dengan
konsentrasi 1,25%; 2,5%; 5% berturut-turut 11,2; 38;6 dan 88,53. Nilai SPF yang
dihasilkan pada daun mahkota dewa dalam bentuk krim dengan konsentrasi 6%
yaitu 21,32 dalam bentuk lotion dengan konsentrasi 6%; 8%; 10% berturut-turut
7,45; 10,83; 15,01. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan akan
menghasilkan nilai SPF yang besar.
Simpulan: Variasi konsentrasi ekstrak mahkota dewa (Phaleria macrocarpa
Scheff. Boerl) dapat mempengaruhi SPF yang akan mempengaruhi aktivitas
dalam sediaan tabir surya. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka nilai SPF
semakin besar, aktivitas tabir surya semakin besar.
Kata Kunci: Mahkota dewa, Sediaan Tabir Surya, SP
KAJIAN VARIASI KONSENTRASI CMC-NA (Sodium�Carboxymethyle Cellulose) TERHADAP pH, DAYA SEBAR, DAYA LEKAT DAN VISKOSITAS PADA SEDIAAN GEL
ABSTRAK
Latar Belakang : Stabilitas sediaan gel dipengaruhi oleh pemilihan Gelling agent.
Salah satu gelling agent yg dapat digunakan adalah CMC-Na (Sodium�Carboxymethyle Cellulose). Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi
pengaruh konsentrasi CMC-Na (Sodium-Carboxymethyle Cellulose) terhadap pH,
daya sebar, daya lekat dan viskositas pada sediaan gel.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode literatur review (studi literatur)
dengan menggunakan 4 jurnal nasional dan 1 jurnal internasional dan dilakukan
analisis data pada pengujian pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas pada
sediaan gel.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi CMC-Na
(Sodium-Carboxymethyle Cellulose) yang digunakan memiliki pengaruh terhadap
sifat fisik sediaan gel, semakin tinggi konsentrasi CMC-Na (Sodium�Carboxymethyle Cellulose) yang digunakan maka semakin tinggi nilai pH, daya
sebar, daya lekat dan viskositas tetapi menurunkan daya sebarnya.
Kesimpulan : Konsentrasi CMC-Na (Sodium-Carboxymethyle Cellulose)
berpengaruh terhadap pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas pada sediaan gel.
Kata Kunci : Gel, Gelling agent, CMC-Na (Sodium-Carboxymethyle Cellulose
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA PAPARAN SINAR MATAHARI DENGAN SIKAP PENGGUNAAN SUNSCREEN PADA SISWA-SISWI SMA N 1 NATAR LAMPUNG SELATAN
Latar Belakang : Matahari memancarkan sinar UV. Paparan sinar UV dari
matahari pada kulit yang tidak terlindungi akan menyebabkan masalah kulit
seperti sunburn, penuaan dan kanker kulit. Sunscreen merupakan kosmetik yang
digunakan sebagai salah satu upaya untuk melindungi kulit dari paparan sinar
matahari.
Tujuan : Untuk menganalisis bagaimana hubungan tingkat pengetahuan bahaya
paparan sinar matahari dengan sikap penggunaan sunscreen pada siswa-siswi
SMA N 1 Natar Lampung Selatan
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dilakukan
dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu non probability
sampling secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 93
responden. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariate
Hasil Penelitian: Tingkat pengetahuan bahaya paparan sinar matahari pada
siswa-siswi SMA N 1 Natar Lampung Selatan yaitu 77,68%, masuk ke dalam
kategori baik dan sikap penggunaan sunscreen yaitu 75,38%, masuk ke dalam
kategori baik. Hasil uji spearman pada data hubungan pengetahuan bahaya
paparan sinar matahari dengan sikap penggunaan sunscreen didapatkan nilai
signifikansi sebesar 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan.
Simpulan : Tingkat pengetahuan bahaya paparan sinar matahari pada siswa-siswi
masuk ke dalam kategori baik dan sikap penggunaan sunscreen masuk ke dalam
kategori sikap baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat
pengetahuan bahaya paparan sinar matahari dengan sikap penggunaan sunscreen.
Kata Kunci : Sinar UV, Sunscreen, Pengetahuan, Sika
- …
