1,721,027 research outputs found

    TINJAUAN FIQH MUAMALAH TERHADAP PRAKTIK TRANSAKSI BITCOIN DI TULUNGAGUNG

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tinjauan Fiqh Muamalah Praktik Transaksi Bitcoin di Tulungagung” ditulis oleh Ika Layli Resmiati, NIM. 12101173037, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Pembimbing Prof. Dr. Iffatin Nur, M.Ag. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi yang memiliki pengaruh kuat pada sistem pembayaran. Salah satunya adalah bitcoin sebagai uang elektronik yang memiliki sifat digital dan dinaungi oleh perangkat peer-to-peer sehingga tidak ada campur tangan dari pemerintahan. Semua negara tidak mengakui adanya kemunculan mata uang bitcoin sehingga sangat berisiko pada keamanannya. Rumusan masalah penelitian ini terdiri dari (1) Bagaimana transaksi bitcoin di Tulungagung? (2) Bagaimana tinjauan fiqh muamalah terhadap transaksi bitcoin di Tulungagung? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan data dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Transaksi bitcoin yang dilakukan oleh pelaku transaksi bitcoin di Tulungagung merupakan transaksi jual beli dan investasi. Pelaku transaksi bitcoin ini mendapatkan bitcoin dengan membeli bitcoin dari orang yang menjual bitcoin. Di Tulungagung, pelaku transaksi bitcoin ini setelah melakukan jual beli untuk mendapatkan bitcoin tersebut, kemudian menyimpannya untuk mendapatkan keuntungan yang besar saat harga bitcoin naik. (2) Menurut fiqh muamalah, transaksi bitcoin ini yang dilakukan oleh pelaku transaksi bitcoin ini tidak diperbolehkan mengandung unsur gharar, judi dan menimbulkan spekulasi yaitu untung-untungan. Kata Kunci: Jual beli, Bitcoin, Fiqih Muamala

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Dampak Aplikasi Insektisida Terhadap Kelangsungan Hidup Ooencyrtus sp. (Hymenoptera : Encyrtidae), Parasitoid Telur Pengisap Polong Kedelai Riptortus Linearis F. (Hemiptera : Alydidae) RESMIATI, Kenes

    No full text
    Riportus linearis F. termasuk hama pengisap polong kedelai yang penting karena serangannya dapat menurunkan produksi kedelai

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Penerapan Media Diorama Melalui Metode Bercerita Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Anak Kelompok B TK Marsudisiwi Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018

    Full text link
    ABSTRAK Resmiati Dwi Cahyanti. K8114056. PENERAPAN MEDIA DIORAMA MELALUI METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK ANAK KELOMPOK B TK MARSUDISIWI SURAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2018. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak pada anak kelompok B TK Marsudisiwi Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Peningkatan keterampilan menyimak tersebut dilakukan melalui penerapan media diorama melalui metode bercerita. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Marsudisiwi Surakarta dengan jumlah 15 anak. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari dua kali pertemuan di setiap siklusnya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes atau unjuk kerja. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan nilai keterampilan menyimak dari pratindakan yaitu sebesar 16,67%. Hasil pratindakan menunjukkan bahwa keterampilan menyimak anak masih rendah. Hasil tindakan pada siklus 1 pertemuan I sebesar 26,67% dan siklus 1 pertemuan II sebesar 33,33%. Terdapat perbadaan dari hasil pratindakan dengan tindakan siklus 1, pengaruh dari penerapan media diorama memberikan peningkatan hasil persentase yang signifikan. Pada siklus 2 pertemuan I hasil penelitian sebesar 53,33%, dan siklus 2 pertemuan II sebesar 80%. Media diorama memberikan pengaruh terhadap keterampilan menyimak anak yang lebih signifikan pada setiap tindakan yang dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan penelitian selama dua siklus memperoleh hasil bahwa melalui penerapan media diorama dengan metode bercerita mampu meningkatkan keterampilan menyimak pada anak kelompok B TK Marsudisiwi Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Kata kunci : media diorama, metode bercerita, keterampilan menyima

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore