230 research outputs found

    Peredaman Harmonisa Beban Rumah Tangga dengan Low Pass Filter LCL

    No full text
    Nearly 90% of the household electrical load today uses either electronic load or non-linear load. The use of non-linear load includes energy-saving lights, televisions, radio-tape recorders, computers, printers, chargers, air-conditioners, and other electro-domestic equipment. This non-linear load will cause harmonics. The objective of the research was to identify filter design by calculating Low Pass Filter LCL parameters and to filter harmonics which was caused by household equipment, according to IEC 61000-302 standard. The result of the measurement on household load in THDi was 32.2% with the power factor of 0.88. By using Matlab/simulink program, it was found that harmonics, soaked in Low Pass Filter LCL with Total harmonic Distortion, was decreased to 4.91% and the power factor was increased to 0.894; all individual harmonic values would meet the IEC 61000-3-2 standard.Sebagian besar pemakaian beban listrik rumah tangga di masyarakat saat ini hampir 90% memakai beban elektronika atau beban non linier. Pemakaian beban non linier diantaranya lampu hemat energi, televisi, radio-tape, komputer, printer, charger, pendingin ruangan dan peralatan electro domestics. Beban non linier tersebut merupakan beban yang menimbulkan harmonisa. Hasil pengukuran beban rumah tangga dengan THDI sebesar 32,2% dan faktor daya 0,88. Dengan memanfaatkan program Matlab/simulink dapat diperlihatkan bahwa harmonisa diredam oleh Low pass filter LCL sehingga Total Harmonic Distortion (THDI) diturunkan menjadi 4,91% dan factor daya naik menjadi 0,894, sehingga semua nilai harmonisa individu sudah sesuai standar IEC 61000-3-2.82 HalamanTesis Magiste

    Analisis Penggunaan Dstatcom untuk Mengurangi Fluktuasi Tegangan yang Disebabkan oleh Tanur Busur Listrik Ac

    No full text
    EAF (Electric Arc Furnace) is a non-linear load with rapid change of load causes voltage fluctuations and flicker when connected to a weak electrical system. Harmonics on the EAF is caused by the voltage-current characteristic is very nonlinear from electric arc in each power cycle, whereas the voltage fluctuations caused by electrical arc length change during smelting. Flicker is a voltage fluctuation with changes in voltage amplitude of more than 0.5% in the frequency range 3 ÷ 10 Hz, especially in the light of incandescent lamp cause discomfort to the vision and provide a psychological effect on humans. Phase shift between voltage and current caused by the furnace transformer inductance and cable inductance resulted in an inductive reactive component which becomes the load on the system causing the voltage source falls and fluctuates due to rapid load changes. DSTATCOM, a VSC-based FACTS devices with capacitors on the dc side are dynamically able to generate or absorb reactive power at the ac system to improve voltage stability. By using the European standard CENELEC EN 50160, the estimated flicker value for the operation of the EAF no.1 in PT. Growth Sumatra Industry is Pst95%=3.9 ÷ 6.7 which has exceeded the flicker limit PstLimit=0.79 [ENRE 99/97]. DSTATCOM is designed with a nominal power of +/- 12 MVAR to be installed on the steelwork busbar EAF no.1 and modeled for the simulated use of Matlab / Simulink Power System Blockset (PSB). With the criteria for evaluating %Flicker = V / V x100 % base Δ , fluctuation of voltage amplitude at the PCC of +/-1.89% can be reduced to +/-0.12%.EAF (Electric Arc Furnace) adalah beban non-linear dengan perubahan beban yang cepat menyebabkan fluktuasi tegangan dan flicker bila terhubung pada sistem kelistrikan yang lemah. Harmonisa pada EAF disebabkan oleh karakteristik teganganarus yang sangat non-linear dari busur listrik pada setiap siklus daya, sedangkan fluktuasi tegangan disebabkan oleh perubahan panjang busur listrik selama peleburan. Flicker adalah fluktuasi tegangan dengan perubahan amplitudo tegangan lebih dari 0.5% pada rentang frekuensi 3 ÷ 10Hz, khususnya pada cahaya lampu pijar menyebabkan ketidaknyamanan pada penglihatan dan memberikan efek psikologis terhadap manusia. Pergeseran fasa antara tegangan dan arus yang disebabkan oleh induktansi transformator tanur dan induktansi kabel mengakibatkan munculnya komponen reaktif induktif yang menjadi beban pada sistem sehingga menyebabkan tegangan sumber jatuh dan berfluktuasi karena perubahan beban yang cepat. DSTATCOM merupakan peranti FACTS berbasis VSC dengan kapasitor pada sisi dc secara dinamis mampu untuk membangkitkan ataupun menyerap daya reaktif pada sistem ac untuk meningkatkan kestabilan tegangan. Dengan memakai standar Eropa CENELEC EN 50160, estimasi nilai flicker untuk pengoperasian EAF no.1 di PT. Growth Sumatra Industry adalah Pst95%=3.9 s/d 6.7 yang telah melampaui batas emisi flicker PstLimit=0.79 [ENRE 99/97]. Kompensator DSTATCOM dirancang dengan daya nominal +/-12MVAR untuk dipasangkan pada steelwork busbar EAF no.1 dan dimodelkan untuk disimulasikan memanfaatkan program Matlab/Simulink Power System Blockset (PSB). Dengan kriteria untuk mengevaluasi %Flicker = V /V x100 % base Δ , fluktuasi amplitudo tegangan pada PCC sebesar +/-1.89% dapat dikurangi menjadi +/-0.12%.120 HalamanTesis Magiste

    Analisa Dampak Harmonisa terhadap Transformator Distribusi dan Kerugian Finansial

    No full text
    The increasing development of technology today, bringing the changing pattern of human life in performing daily activities, including in terms of completing tasks that they were not separated from the use of assistive devices. Tools used such as computers and other office equipment which is generally formed from the components of power electronics. A variety of application equipment almost entirely using power electronics components, such as equipment used in offices; industrial and residential. On the other hand, the energy crisis triggered increased use of Energy Saving Lamps (ESL). Though the computer; Bulb Low Energy and equipment that uses power electronics components is a type of non-linear loads, which became the cause of harmonics that can interfere with the distribution system including distribution transformer. To find out how big the influence of non-linear loads on the value of total harmonic distortion and financial losses caused by it required data. Through the method of direct measurement on the secondary transformer in the complex field Multatuli Business (BMM), obtained data showing that both the voltage and current harmonics due to load there. Once analyzed, found that the greater the impact loading on the transformer increased the total harmonic distortion (THDi), and energy losses. Energy losses that occur due to harmonics in one year is estimated at 52,925.91 kWh, which led to financial losses due to harmonics that are not readable by the kWh meter in one year is estimated to reach Rp 58,218,502.62 or about 15.127% of the value total bill per year.Meningkatnya perkembangan teknologi saat ini, membawa perubahan pola kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk dalam hal menyelesaikan tugas-tugasnya yang semuanya itu tidak terlepas dari penggunaan alat bantu. Alat bantu yang digunakan diantaranya seperti komputer serta peralatan kantor lainnya yang umumnya terbentuk dari komponen elektronika daya. Berbagai peralatan aplikasi hampir seluruhnya menggunakan komponen elektronika daya. Seperti peralatan-peralatan yang digunakan di perkantoran; industri maupun rumah tinggal. Di sisi lain, krisis energi menjadi pemicu meningkatnya penggunaan Lampu Hemat Energi (LHE). Padahal komputer; LHE dan peralatan-peralatan yang menggunakan komponen elektronika daya adalah merupakan jenis beban non-linier, yang menjadi penyebab terjadinya harmonisa yang dapat mengganggu sistem distribusi termasuk transformator distribusi. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beban non linier terhadap nilai total distorsi harmonisa dan kerugian finansial yang disebabkannya diperlukan data. Melalui metode pengukuran langsung pada sekunder transformator di kompleks Bisnis Multatuli Medan (BMM), diperoleh data yang menunjukkan bahwa baik tegangan maupun arus akibat beban terdapat harmonisa. Setelah dianalisa, diperoleh bahwa semakin besar pembebanan pada transformator memberi dampak meningkatnya distorsi harmonisa total (THDi), dan rugi-rugi energi. Rugi-rugi energi yang terjadi akibat harmonisa dalam satu tahun diperkirakan mencapai 52.925,91 kWh, yang menyebabkan terjadinya rugi-rugi finansial akibat harmonisa yang tidak terbaca oleh kWh meter dalam satu tahun diperkirakan mencapai Rp 58.218.502,62 atau berkisar 15,127% dari nilai tagihan total per tahun.79 HalamanTesis Magiste

    Analisis Penempatan Optimal Bank Kapasitor pada Sistem Distribusi Radial dengan Metode Genetik Algorithm \Aplikasi : PT. PLN (Persero) Cabang Medan

    No full text
    With time development, the need for electricity is increasingly high. The amount of reactive power (Q) will result in a non-optimal power distribution, because a big apparent power (S) will be needed to serve the increasing active power (P). To optimize the consumption of electric power in radial distribution systems, the optimal bank capacitor can be placed as reactive power compensation. In radial distribution system, the reactive power compensation needed should be split into several buses that the distribution of compensated rective power becomes more optimal, thus, the optimal value of respective bank capacitor that will be placed in the system needs to be determined. To set the rating and the optimal position of bank capacitor in the radial distribution system, an analysis of power flow using an E.T.A.P 4.0 software should be done first, where the out-put of power flow is the in-put to the process of Genetic Algorithm. The Genetic Algorithm is used to find the optimal value of each bank capacitor which will be placed in the buses which are randomly selected. The optimal value of each bank capacitor found through the Genetic Algorithm is 1600 kVAR which is placed on: C1 = A = bus 1272; C2 = B = bus 1397; C3 = C = bus 1478 and C4 ≥ = D = bus 1486 with the capacity of respective bank capacitor = 400 kVAR and the system voltage has reaced 95 % of nominal voltage.Seiring dengan perkembangan zaman, maka kebutuhaan terhadap energi listrik semakin meningkat. Besarnya kebutuhan daya reaktif (Q) akan menyebabkan penyaluran daya yang tidak optimal, karena akan dibutuhkan daya semu (S) yang besar untuk melayani daya aktif (P) yang juga bertambah. Untuk mengoptimalkan pemakaian daya listrik pada sistem distribusi radial dapat dilakukan dengan penempatan optimal bank kapasitor sebagai kompensasi daya reaktif. Dalam sistem distribusi radial kompensasi daya reaktif yang dibutuhkan, sebaiknya dibagi ke beberapa bus agar penyebaran daya reaktif yang dikompensasikan lebih optimal dengan demikian perlu ditentukan nilai optimal masing-masing bank kapasitor yang akan ditempatkan pada sistem. Untuk menentukan rating dan letak optimal bank kapasitor pada sistem distribusi radial terlebih dahulu dilakukan analisa aliran daya dengan bantuan software E.T.A.P 4.0 dimana hasil out-put aliran daya merupakan input pada proses Genetik Algorithm. Untuk menentukan rating dan letak optimal bank kapasitor. Genetik Algorithm digunakan untuk mencari nilai optimal masing masing bank kapasitor yang akan ditempatkan pada bus yang dipilih secara acak.. Nilai optimal masing-masing bank kapasitor yang didapat dengan menggunakan Genetik Algorithm adalah sebesar1600 kVAR yang diletakkan pada: C1 = A = bus 1272 ; C2 = B = bus 1397 ; C3 = C = Bus 1478 dan C4 ≥ = D = Bus 1486 dengan masing-masing kapasitas bank kapasitor = 400 kVAR dan tegangan sistem telah mencapai 95 % dari tegangan nominal.244 HalamanTesis Magiste

    Analisis Dampak Harmonisa terhadap Kinerja Rele Proteksi Arus Lebih Statis

    No full text
    In recent years, there has been an increase of using electronical devices. Electric power or non-linear charge not only as a load but also as a control device resulting the form of voltage and currents to become non siniusoidal in the power system because the electronical power tools produce harmonisa.This research is focused on static relay. The objective of the research is to analyze the impact of harmonic on the accuracy of static relay operation in fulfilling the relay current-time settings not only in the characteristic of inverse or definite but also instantaneous. Static type over current protection relay is widely used to protect power transformers and conductor of the over current disturbances and placed at the base of 20 kV medium voltage distribution network. Static type relay is set up based on fundamental current. This research benefits in finding out some interferences of relay operation due to harmonic disturbances. Furthermore, it coordinates protection between relay of time-current characteristics of both the reliability of the protected equipment and other protective equipment in order to conduct appropriate functioning. The results shows that when the THDi increases, harmonic distorts the current (It) and the fundamental current decreases eventhough it is not linear. It flows inside the coils so that the relay trip goes faster than time setting for inverse time-current characteristics (Standard Inverse, Very Inverse and Extremely Inverse). For the characteristics of Definite and Instantaneous time setting, these harmonics do not affect the relay trip time even though harmonic distorts the currents (It) flow in the coil of relay trip, relay trip time fulfills the time setting. Therefore, it is recommended that all non-linear load components of the power system should be equipped with harmonic filter thus it can reduce harmonic up to THDi 5% and all relays should be reset to cope with non-linear load conditions and protection coordination of other available protection system.Tahun-tahun belakangan ini, terjadi peningkatan penggunaan peralatan elektronika daya atau beban non linier baik sebagai beban maupun sebagai alat kontrol yang mengakibatkan bentuk tegangan dan arus menjadi non siniusoidal di dalam sistem tenaga karena peralatan tersebut memproduksi harmonisa. Arus yang mengalir dalam kumparan trip rele adalah jumlah vektor arus fundamental dan arus harmonisa disebut arus terdistorsi harmonisa atau arus total(It). Rele ada dua jenis yaitu rele elektromekanis dan rele statis. Pada penelitian ini, rele yang diteliti jenis statis. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak harmonisa terhadap keakuratan operasi rele statis dalam memenuhi setelan arus-waktu rele baik dalam karakteristik Inverse, Definite maupun dalam karakteristik Instantaneous. Rele proteksi arus lebih jenis statis banyak digunakan untuk memproteksi transformator daya dan penghantar dari gangguan arus lebih dan ditempatkan di pangkal jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV. Rele jenis statis di setting berdasarkan arus fundamental. Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui adanya gangguan operasi rele akibat harmonisa dan selanjutnya untuk melakukan koordinasi proteksi antara karakeristik arus-waktu rele baik terhadap ketahanan alat yang diproteksi mampu dengan alat proteksi lainnya agar dapat melaksanakan fungsi proteksinya dengan tepat. Adapun hasil penelitian ini adalah THDi naik maka arus terdistorsi harmonisa (It) bertambah dan arus fundamental menurun sekalipun tidak linier. It ini mengalir didalam kumparan trip rele sehingga rele trip lebih cepat dari pada waktu trip setting untuk karakteristik arus-waktu inverse (Standard Inverse, Very Inverse dan Extremely Inverse). Untuk karakteristik arus-waktu Definite dan Instantaneous, harmonisa ini tidak mempengaruhi waktu trip rele yaitu sekalipun arus terdistorsi harmonisa (It) mengalir dalam kumparan trip rele, waktu trip rele memenuhi waktu setting. Karena itu disarankan supaya semua komponen beban non linier sistem tenaga dilengkapi filter harmonisa sehingga harmonisa dikurangi menjadi THDi ≤ 5% dan dilakukan penyetelan ulang semua rele untuk menyesuaikan dengan kondisi beban non linier dan koordinasi proteksi dengan sistem proteksi yang ada.196 HalamanTesis Magiste

    Analisis Dampak Harmonisa terhadap Kinerja Rele Proteksi Arus Lebih Statis

    No full text
    In recent years, there has been an increase of using electronical devices. Electric power or non-linear charge not only as a load but also as a control device resulting the form of voltage and currents to become non siniusoidal in the power system because the electronical power tools produce harmonisa.This research is focused on static relay. The objective of the research is to analyze the impact of harmonic on the accuracy of static relay operation in fulfilling the relay current-time settings not only in the characteristic of inverse or definite but also instantaneous. Static type over current protection relay is widely used to protect power transformers and conductor of the over current disturbances and placed at the base of 20 kV medium voltage distribution network. Static type relay is set up based on fundamental current. This research benefits in finding out some interferences of relay operation due to harmonic disturbances. Furthermore, it coordinates protection between relay of time-current characteristics of both the reliability of the protected equipment and other protective equipment in order to conduct appropriate functioning. The results shows that when the THDi increases, harmonic distorts the current (It) and the fundamental current decreases eventhough it is not linear. It flows inside the coils so that the relay trip goes faster than time setting for inverse time-current characteristics (Standard Inverse, Very Inverse and Extremely Inverse). For the characteristics of Definite and Instantaneous time setting, these harmonics do not affect the relay trip time even though harmonic distorts the currents (It) flow in the coil of relay trip, relay trip time fulfills the time setting. Therefore, it is recommended that all non-linear load components of the power system should be equipped with harmonic filter thus it can reduce harmonic up to THDi 5% and all relays should be reset to cope with non-linear load conditions and protection coordination of other available protection system.Tahun-tahun belakangan ini, terjadi peningkatan penggunaan peralatan elektronika daya atau beban non linier baik sebagai beban maupun sebagai alat kontrol yang mengakibatkan bentuk tegangan dan arus menjadi non siniusoidal di dalam sistem tenaga karena peralatan tersebut memproduksi harmonisa. Arus yang mengalir dalam kumparan trip rele adalah jumlah vektor arus fundamental dan arus harmonisa disebut arus terdistorsi harmonisa atau arus total(It). Rele ada dua jenis yaitu rele elektromekanis dan rele statis. Pada penelitian ini, rele yang diteliti jenis statis. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak harmonisa terhadap keakuratan operasi rele statis dalam memenuhi setelan arus-waktu rele baik dalam karakteristik Inverse, Definite maupun dalam karakteristik Instantaneous. Rele proteksi arus lebih jenis statis banyak digunakan untuk memproteksi transformator daya dan penghantar dari gangguan arus lebih dan ditempatkan di pangkal jaringan distribusi tegangan menengah 20 kV. Rele jenis statis di setting berdasarkan arus fundamental. Penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui adanya gangguan operasi rele akibat harmonisa dan selanjutnya untuk melakukan koordinasi proteksi antara karakeristik arus-waktu rele baik terhadap ketahanan alat yang diproteksi mampu dengan alat proteksi lainnya agar dapat melaksanakan fungsi proteksinya dengan tepat. Adapun hasil penelitian ini adalah THDi naik maka arus terdistorsi harmonisa (It) bertambah dan arus fundamental menurun sekalipun tidak linier. It ini mengalir didalam kumparan trip rele sehingga rele trip lebih cepat dari pada waktu trip setting untuk karakteristik arus-waktu inverse (Standard Inverse, Very Inverse dan Extremely Inverse). Untuk karakteristik arus-waktu Definite dan Instantaneous, harmonisa ini tidak mempengaruhi waktu trip rele yaitu sekalipun arus terdistorsi harmonisa (It) mengalir dalam kumparan trip rele, waktu trip rele memenuhi waktu setting. Karena itu disarankan supaya semua komponen beban non linier sistem tenaga dilengkapi filter harmonisa sehingga harmonisa dikurangi menjadi THDi ≤ 5% dan dilakukan penyetelan ulang semua rele untuk menyesuaikan dengan kondisi beban non linier dan koordinasi proteksi dengan sistem proteksi yang ada.196 HalamanTesis Magiste

    Teori dan Aplikasi Motor dan Generator Induksi

    No full text
    25a, 208 hlm, 25 c

    PERANCANGAN KOMPENSATOR DAYA REAKTIF UNTUK GENERATOR INDUKSI TERSAMBUNG KE GRID MENGGUNAKAN PLC

    Get PDF
    Pengoperasian generator induksi dengan pola terhubung ke grid (jaringan utilitas) pada umumnya diimplementasikan pada Distributed Generation (DG) pada area on-grid. Keuntungan pengoperasian ini adalah kesederhanaan, kemudahan, dan penghematan biaya untuk memparalelkan generator ini dengan sistem grid. Namun disisi lain, pengoperasian generator induksi yang terhubung ke sistem grid membutuhkan penyerapan daya reaktif dari sistem utilitas. Penyerapan daya reaktif ini akan menyebabkan penurunan kualitas daya pada jaringan utilitas. Kajian yang diusulkan ini membahas studi tentang desain kompensator daya reaktif menggunakan metode kombinasi kapasitor eksitasi tetap dan variabel untuk mengurangi penyerapan daya reaktif pada jaringan utilitas oleh generator induksi. Kebutuhan daya reaktif tetap generator induksi dalam kondisi tanpa penyaluran daya aktif ke jaringan dipenuhi oleh bank kapasitor tetap. Sedangkan pensaklaran kapasitor dengan metode binary weighted menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) untuk mengimplementasikan kapasitor eksitasi variabel selama variasi pengiriman daya aktif ke jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensator daya reaktif yang diusulkan telah berhasil dirancang. Hasil pengujian kompensator daya reaktif yang dirancang menunjukkan bahwa alat ini telah mampu mereduksi hampir seluruh daya reaktif yang diserap oleh generator induksi dari jaringan utilitas, dengan deviasi yang relatif kecil (-1,50%: +1,58%) dari nilai ideal yang diharapkan

    Pengaturan Keseimbangan Pengisian dan Pengosongan Baterai Asam Timbal

    Get PDF
    In this paper proposed a system of balance settings for charging and discharging the lead-acid battery using a microcontroller arduino uno 16U2. The calculation of battery capacity using the method of As (Ampere-second). Before this is done, the value of the energy stored in the battery is calculated using the relationship between the battery capacity (SOC) and the open-circuit voltage of the battery. The microcontroller will do the calculations for the system running using any current relationships in the system. Settings are separated between setting the maximum point and minimum point battery battery. Setting the maximum point guard of excess charging batteries. When the battery is full, the current discharge / disposal will flow which prevents the battery charging when it reaches the maximum point. 0153 constant exhaust flow set point A. Setting minimum keep the battery from the void (lack of energy). Load will not get a good supply of energy or battery charger when the battery below the minimum point because the charger is only charging the battery to pass the minimum point. This system uses the point of 11.67% with a minimum capacity of 50 Ah battery. System settings are made has managed to keep the battery from overload conditions and under loading.Keywords : Lead-acid Battery, mosfet, charging and discharging, arduino uno microcontroller Abstrak—Dalam tulisan ini diusulkan suatu sistem pengaturan keseimbangan pengisian (charging) dan pengosongan (discharging) pada baterai asam timbal menggunakan mikrokontroler arduino uno 16U2. Perhitungan kapasitas baterai menggunakan metoda As (Ampere-second). Sebelum sistem ini dijalankan, nilai energi yang tersimpan pada baterai dihitung menggunakan hubungan antara kapasitas baterai (SOC) dan tegangan open circuit baterai. Mikrokontroler akan melakukan perhitungan selama sistem berjalan menggunakan hubungan setiap arus pada sistem. Pengaturan dipisahkan antara pengaturan titik maksimal baterai dan titik minimal baterai. Pengaturan titik maksimal menjaga baterai dari kelebihan pengisian. Saat baterai telah penuh maka arus peluahan/pembuangan akan mengalir yang mencegah baterai mengalami pengisian saat mencapai titik maksimum. Arus pembuangan diset konstan 0.153 A. Pengaturan titik minimum menjaga baterai dari kekosongan (kekurangan energi). Beban tidak akan mendapatkan pasokan energi baik dari charger maupun baterai saat baterai dibawah titik minimumnya karena charger hanya melakukan pengisian pada baterai hingga melewati titik minimumnya. Sistem ini menggunakan titik minimum 11.67% dengan kapasitas baterai 50 Ah. Sistem pengaturan yang dibuat telah berhasil menjaga baterai dari kondisi kelebihan muatan dan kekurangan muatan.Kata Kunci : Baterai asam timbal, mosfet, pengisian dan peluahan, mikrokontroler arduino un
    corecore