1,721,520 research outputs found
Mitra Bestari
Kami mengucapkan terima kasih untuk segala dukungan para bebestari dalam proses publikasi Jurnal Komunika edisi ini. Terima kasih atas koreksi, masukan, saran, dan kritik atas artikel-artikel yang dimuat pada edisi ini redaktur sampaikan kepada:1. H. Syukriadi Sambas (Guru Besar Ilmu Dakwah UIN Sunan Gunung Djati Bandung)2. Abdul Basit (Pascasarjana IAIN Purwokerto)3. Muhammad Zamroni (Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)4. Rudi Saprudin Darwis (Universitas Padjajaran Bandung)</jats:p
PEMAHAMAN REDAKTUR BERITASATU.COM TERKAIT KODE ETIK JURNALISTIK
PEMAHAMAN REDAKTUR BERITASATU.COM TERKAIT KODE ETIK JURNALISTIK
Peran Redaktur dalam Alur Kerja Majalah Gadis
Media massa merupakan salah satu wadah informasi bagi masyarakat, dan
keberadaannya juga bisa dikatakan menjadi pengaruh dalam kehidupan manusia. Sejak awal,
keberadaan media massa hingga sekarang, mengalami perubahan dari masa ke masa. Mulai dari
media cetak, siar, hingga sekarang digital atau online.
Penulis sebagai mahasiswa jurnalistik, penting adanya untuk melatih diri untuk terjun
langsung ke dalam aktivitas jurnalistik, sebelum nantinya masuk ke dunia profesi jurnalistik
sebenarnya, baik itu secara teoritis, maupun praktek. Untuk itu, penulis melakukan kerja magang
di Majalah GADIS untuk mengaplikasikan ilmu dan teori wartawan atau reporter dalam alur
kerja di redaksi, dan dapat merasakan secara langsung bagaimana realita di lapangan.
Di Majalah GADIS, penulis melakukan aktivitas jurnalistik, yaitu sebagai reporter kerja
magang. Penulis mengerjakan satu hingga tiga penugasan setiap hari kerja, baik untuk majalah
cetak, maupun website gadis.co.id. Namun, penugasan yang dikerjakan penulis lebih banyak dan
diutamakan untuk penulisan konten gadis.co.id.
Penulis mengalami hal yang sama antara pembelajaran peran reporter dalam alur kerja
baik di perkuliahan, maupun dalam praktik kerja magang. Di redaksi Majalah GADIS tidak ada
istilah reporter, tetapi Redaktur. Penulis melakukan praktik kerja magang tetap bekerja layaknya
reporter pada umumnya, namun menggunakan istilah Redaktur. Selama kerja magang, penulis
tidak merasakan tahap penyuntingan karena tugas tersebut dilakukan oleh Managing Editor
Digital & Social Media dan Redaktur Senior. Majalah GADIS telah memberikan tempat bagi
penulis untuk merasakan pengalaman dan pembelajaran untuk bekerja sebagai redaktur atau
reporter di bidang kecantikan dan gaya hidup, serta memperluas koneksi penulis
PENTINGNYA PENGUASAAN BAHASA INGGRIS BAGI REDAKTUR DALAM MENULIS NASKAH BERITA
Di dalam menulis naskah berita, redaktur perlu menguasai bahasa Inggris baik
dalam arti kata maupun dalam penggunaannya di dalam kalimat. Hal ini dikarenakan
di dalam proses penulisan naskah berita, sedikit banyaknya redaktur akan menuliskan
istilah-istilah bahasa Inggris. Tujuannya adalah untuk menyingkat kata, karena
kalimat berita harus sederhana, singkat, padat, dan jelas. Dengan demikian nilai berita
atau news’ value akan bertambah dan lebih bermutu. Selain itu penulisan istilah
bahasa Inggris dimaksudkan untuk menambah wawasan masyarakat dengan
memperkenalkan istilah-istilah baru.
Untuk menuliskan istilah bahasa Inggris ke dalam sebuah naskah berita, ada
beberapa faktor yang harus dipertimbangkan oleh seorang redaktur. Faktor yang
pertama adalah masyarakat. Redaktur perlu mengetahui apakah masyarakat sudah
mengenal istilah yang akan dipergunakan atau belum. Faktor yang kedua adalah nilai
berita. Dengan menuliskan istilah bahasa Inggris, nilai berita bisa bertambah bahkan
bisa berkurang. Hal ini dapat dinilai dengan mudah atau tidaknya masyarakat
menerima pesan yang terkandung dalam berita. Apabila masyarakat dapat menyerap
pesan dengan mudah, berarti redaktur telah berhasil menambah nilai berita. Akan
tetapi apabila masyarakat kesulitan dalam menyerap isi berita, berarti nilai berita
berkurang. Dari kedua faktor di atas, redaktur dapat menilai perlu tidaknya
menuliskan istilah Bahasa Inggris ke dalam naskah berita. Untuk itu penguasaan
bahasa Inggris bagi redaktur memiliki peran yang sangat penting agar proses
penyampaian informasi dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.
5.2 Saran
Dari hasil pelaksanaan Praktek Kerja Nyata di RRI Jember, penulis ingin
memberikan saran yang nantinya dapat menjadikan masukan bagi pihak RRI Jember
sendiri.
1. hendaknya RRI Jember segera mengadakan pembaharuan-pembaharuan
yang optimal khususnya siaran-siaran yang bersifat pendidikan agar RRI
Jember dapat menarik minat pendengar khususnya di kalangan pelajar dan
mahasiswa;
2. kerjasama antar karyawan dan disiplin kerja perlu ditingkatkan, sehingga
tercipta lingkungan kerja yang kondusif;
3. perlu diadakan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara
keseluruhan khususnya dalam hal penguasaan bahasa Inggris;
4. penguasaan bahasa Inggris para redaktur RRI perlu ditingkatkan agar
berita yang dihasilkan lebih bermutu dari sebelumnya
Komunikasi antarpribadi dalam menunjang efektivitas kerja wartawan : Studi deskriptif komunikasi antarpribadi wartawan dan redaktur Tribun Jabar
Pada era global dengan kecanggihan teknologi saat ini, pembahasan manusia dilingkup pekerjaan sangat penting. Persaingan yang ketat dalam bidang kerja, membuat seseorang menjadi lebih waspada dalam bersikap. Salah satu cara untuk membangun kepercayaan adalah dengan menjalin komunikasi antar pribadi yang merupakan spesialisasi komunikasi yang dinilai cukup efektif, hal tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas kerja.
Agar peneliti tahu bagaimana peran komunikasi antar pribadi yang berjalan dan berlangsung antara wartawan dan redaktur di Tribun Jabar. Maka, penelitian ini menjadi penting karena belum ditemukan penelitian sebelumnya yang membahas mengenai komunikasi antar pribadi wartawan dan redaktur.
Terdapat lima tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas kerja wartawan diantaranya: keterbukaan, empati,sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan antara wartawan dan redaktur dalam menunjang efektivitas kerja wartawan. Pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ini yakni kualitatif dengan metode deskriptif, mewawancari tiga wartawan dan dua redaktur Tribun Jabar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunaka teori penetrasi sosial Irwin Altman dan Dalmas Taylor.
Teori penetrasi sosal merujuk pada sebuah proses ikatan hubungan di mana individu-individu bergerak dari komunikasi superfisial menuju ke komunikasi yang lebih intim. Teori penetrasi sosial memfokuskan diri pada pengembangan hubungan, terutama berkaitan dengan perilaku interpersonal yang ada dalam interaksi sosial dan proses-proses kognitif internal yang mendahului, menyertai, dan mengikuti pembentukan hubungan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi antar pribadi wartawan dan redaktur Tribun Jabar terjalin dengan baik dan intens setiap harinya. Terjalinnya komunikasi antar pribadi wartawan dan redaktur maka, timbul efektivitas kerja wartawan. Komunikasi antar pribadi menjadi hubungan yang positif dalam efektivitas kerja sehingga menciptakan sistem kerja yang sehat dan produktif antara wartawan dan redaktur.
Redaktur dan wartawan selalu terbuka antara satu dengan yang lainnya dalam hal pekerjaan, maka timbul lah empati untuk mempermudah pekerjaan. Sikap mendukung berperan dalam menumbuhkan motivasi dan kegairahan kerja karyawan, kemudian sikap positif hadir, dengan saling menghargai sehingga timbul kesetaraan antara wartawan dan redaktur
PERAN REDAKTUR PELAKSANA DALAM MENJAGA KUALITAS BERITA (STUDI KASUS PADA HARIAN SERAMBI INDONESIA)
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia dalam menjaga kualitas berita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran Redaktur Pelaksana yang bertanggung jawab atas kualitas berita yang dipublikasikan Harian Serambi Indonesia.Redaktur Pelaksana merupakan tangan kanan dari Pemimpin Redaksi dan salah satu tugasnya ialah menjaga kualitas berita. Dalam menjaga kualitas berita Redaktur Pelaksana harus memperhatikan unsur-unsur penting berita, bahasa yang baik, dan etika berita untuk mendapatkan berita yang berkualitas.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini berjumlah 8 (delapan) orang yang antara lain adalah anggota redaksi dan pemerhati media Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research), dengan mempelajari dan mengumpulkan data dengan landasan teoritis berupa, buku-buku, dokumen, kliping serta data-data lain yang termasuk sebagai literatur. Teknik pengumpulan data lapangan (field research) yakni pengumpulan data dengan cara wawancara secara mendalam (Indepth Interview) yang dirancang sedemikian rupa dengan melibatkan Tanya jawab kepada informan.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Redaktur pelaksana Harian Serambi Indonesia memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas berita Harian Serambi Indonesia dengan cara menjaga konsep berita khas Serambi Indonesia, memimpin rapat pagi, membina wartawan, mengedit berita dan memperhatikan sistem penyajian.DaJam penelitian ini disarankan agar Redaktur Pelaksan.a dan seluruh pekerja pers harus tetap fokus pada sifat pers yang independen dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Tetap menjaga dan meningkatkan kualitas baik wartawan hingga surat kabar guna mendapatkan berita berkualitas demi mencerdaskan pembaca.Kata kunci: redaktur pelaksana, kualitas berit
Strategi Redaktur sebagai “Gatekeeper” dalam Media Cetak (Studi Deskriptif Kualitatif pada Harian Surya Surabaya)
Penelitian ini membahas tentang strategi redaktur sebagai “gatekeeper” di Harian Surya Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi redaktur sebagai “gatekeeper” di media cetak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah gatekeeper . Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Manajer Liputan, Redaktur dan Reporter Harian Surya Surabaya.
Hasil penelitian ini yaitu strategi dalam pemilihan dan penulisan berita di Harian Surya Surabaya yaitu memperhatikan unsur nilai berita di setiap peristiwa atau fakta yang terjadi di lapangan. Human interest menempati urutan pertama unsur nilai berita di Harian Surabaya. Human interest menjadi urutan nilai berita yang utama di Harian Surya Surabaya dikarenakan perhatian khalayak akan suatu fakta atau informasi merupakan hal penting yang dapat memengaruhi tingkat penjualan.
Strategi redaktur sebagai gatekeeper yang digunakan yaitu dengan mengikuti rapat rutin yang diadakan tiga kali dalam sehari. Rapat pagi membahas tentang pemilihan berita dan evaluasi. Lalu dilanjutkan dengan rapat kedua pada siang hari untuk menentukan headline esok hari. Setelah itu diadakan rapat terakhir pada sore hari, dimana berita terkumpul sudah masuk ke redaktur dan bisa di- edit . Dalam menulis berita, redaktur sebagai “gatekeeper” di Harian Surya Surabaya teliti dalam penggunaan tanda baca, pemilihan kata, menyaring kata penting dan tidak penting, dan dalam pemilihan berita strategi untuk mendapatkan berita yang berkualitas yaitu dengan menimbang unsur nilai berita yang ada didalam fakta yang akan diberitakan. Selain itu Redaktur Harian Surya Surabaya tetap berpedoman dengan kode etik jurnalistik dan standar penulisan jurnalistik
- …
