4,576 research outputs found

    Pengaruh Kecerdasan Interpersonal Siswa terhadap Interaksi Edukatif pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tapung Hilir

    Full text link
    BSTRAK Tri Ratnasari, (2019): Pengaruh Kecerdasan Interpersonal Siswa terhadap Interaksi Edukatif pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tapung Hilir Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan interpersonal siswa terhadap interaksi edukatif pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tapung Hilir. Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam berinetraksi dengan guru dan teman sekelas di dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tapung Hilir. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IPS di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tapung Hilir, sedangkan objeknya adalah pengaruh kecerdasan interpersonal siswa dan interaksi edukatif pada mata pelajaran ekonomi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 107 siswa dan sampel yang diambil 84 siswa di kelas X IPS, teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data deskriptif kuantitatif dilanjutkan dengan menggunakan uji test �. Berdasarkan hasil data diperoleh hasil uji test � dengan membandingkan r hitung dengan r , dimana didapatkan r hitung > r tabel (0,213 0,278). Persentase sumbangan pengaruh kecerdasan interpersonal siswa terhadap interaksi edukatif pada mata pelajaran ekonomi sebesar 47,4%, yang berarti H a diterima dan H o tabel ditolak, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari kecerdasan interpersonal siswa terhadap interaksi edukatif pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Tapung Hilir, artinya semakin sering siswa mampu menunjukan kecerdasannya dan percaya diri dalam menunjukkan kemampuannya serta bersosialisasi dengan baik, maka akan semakin bagus dan meningkat proses pembelajaran atau interaksi edukatif yang terjadi di dalam kelas Kata Kunci : Kecerdasan Interpersonal Siswa, Interaksi Edukati

    MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI PRODUKTIF PEREMPUAN MUSLIM (Studi Kasus Pada Koperasi Wanita Dewi Ratih Desa Tumpakkepuh Bakung Blitar)

    Full text link
    Tri Ratnasari, NIM. 2824133120, Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif Perempuan Muslim (Studi Kasus Pada Koperasi Wanita Dewi Ratih Desa Tumpakkepuh , Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar), Jurusan Ekonomi Syariah, IAIN Tulungagung, 2021, Pembimbing : Dr. Muhammad Aswad, M.A. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Desa Tumpakkepuh terutama kaum perempuan. Rendahnya tingkat pendidikan ini menjadikan banyaknya perempuan-perempuan yang ada di desa tersebut berakhir menjadi ibu rumah tangga, buruh harian, dan sebagai Tenaga Kerja Wanita di Luar negeri. Koperasi Wanita Dewi Ratih sebagai salah satu lembaga yang hadir untuk memberdayakan para perempuan di desa tersebut. Sehingga mereka memiliki kemampuan dan produktivitas dalam bidang-bidang tertentu. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Menjelaskan pelaksanaan model pemberdayaan ekonomi perempuan Muslim yang ada di Koperasi Wanita Dewi Ratih Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar 2) Menjelaskan hasil dari model pemberdayaan terhadap perekonomian masyarakat khususnya perempuan Muslim setelah menjadi anggota Koperasi Wanita Dewi Ratih Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Jenis penelitian ini disebut sebagai penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Dimana objek penelitiannya digali melalui penelitian lapangan dengan mendatangi lokasi secara langsung untuk melihat dan menganalisa terkait permasalahan yang diteliti. Teknis analisis yang digunakan adalah dengan membandingkan teori dengan hasil wawancara yang diperoleh dari sumber informan. Setelah peneliti melakukan kajian dari berbagai sumber dapat disimpulkan bahwa : (1) Pelaksanaan model pemberdayaan ekonomi perempuan muslim di koperasi wanita dewi ratih desa Tumpakkepuh dilakukan dengan dua strategi; pemberdayaan perempuan melalui simpan pinjam dan pengembangan potensi masyarakat (2) Hasil dari pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan oleh koperasi wanita dewi ratih adalah; a) sektor perdagangan berupa salah satu nasabah berhasil menjalankan bisnis sederhana sebagai penjual sayur keliling, b) sektor pertanian berupa wewenang untuk mengelola lahan dan menanami tebu dengan cara bagi hasil, c) sektor jasa, berupa angkutan pertanian tebu, d) sektor wisata berupa berkembangnya usaha warung-warung di tempat wisata. Kata Kunci : Pemberdayaan Ekonomi, Perempuan Musli

    Improvement of customer satisfaction through OTAs website: Tri Giao Hotel, Vietnam

    Full text link
    This thesis aims to, first and foremost, gain a more in-depth understanding of customer rates and reviews of Tri Giao Hotel on OTA websites. The author selected six leading OTA websites to conduct the research, i.e. TripAdvisor, Booking, Expedia, Agoda, Facebook, and Google. In addition, the study compared the Tri Giao Hotel with other four hotels, which are also local brand hotel and have 4-star international standard, in a competitive set. Finally, this thesis explored satisfaction and dissatisfaction determinants of service quality can affect customer satisfaction.    Since the main customers of Tri Giao Hotel are charters and from travel agencies, the customers from OTA have not been focused. Therefore, this research-oriented thesis selected Tri Giao Hotel as the commissioning company. This study used qualitative methods such as observation, interview with FOM, data collection on OTA websites, and content analysis. These methods are based on conceptual framework and theoretical framework, especially SERVQUAL model. After that, decisive factors that affect customers’ decisions to book a hotel room online were discovered. Hence, some suggestions on how to improve customer satisfaction through the OTA website were given.    The results revealed that the service quality of Tri Giao Hotel has a significant impact on customer satisfaction. Combining all the reviews on six main OTA websites, the hotel received 301 customer reviews and 199 written comments. The hotel review index was 90.6% and the management response was 58.8%. The service, staff, and value of the hotel makes the customer the most satisfied. However, the location of hotel and quality of the food were the main weaknesses that need to be improved. Besides, some other factors also affected customer satisfaction. Suggestions and new ideas were briefly discussed to improve customers’ satisfaction to Tri Giao Hotel

    Hubungan Kekerabatan Suku Piperaceae Berdasarkan Karakter Morfologi Di Taman Nasional Meru Betiri Jember Jawa Timur

    No full text
    Suku Piperaceae merupakan tumbuhan herba aromatik atau sering ditemukan berupa semak, ada yang merambat dan kadang epifit. Daun tunggal berseling dan jarang yang berhadapan atau melingkar. Bunga berbentuk bulir atau untai, kecil dengan bractea berbentuk perisai, bunga sempurna atau berkelamin tunggal tanpa perhiasan bunga. Suku Piperaceae terdiri dari beberapa marga dengan urutan marga Piper dan Peperomia sebagai marga terbesar. Banyaknya anggota dari marga piper dan Peperomia menunjukkan adanya keragaman jenis dan variasi morfologi diantara kedua marga tersebut. Anggota-anggota dari marga piper dan peperomia telah banyak dimanfaatkan masyarakat baik yang sudah maupun belum diketahui kandungan kimia, nama dan jenisnya. Oleh karena itu untuk mengetahui hal tersebut, maka dapat dilakukan pendekatan melalui hubungan kekerabatan. Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang hubungan kekerabatan marga piper dan peperomia suku Piperaceae yang ada di TNMB, Jember, Jawa Timur berdasarkan karakter morfologinya dengan metode morfometri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2017 sampai bulan Mei 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode jelajah di hutan TNMB sebelah kiri sepanjang jalur masuk Resort Andongrejo-Bandealit TNMB Kabupaten Jember. Pengukuran morfologi di lakukan Laboratorium Botani Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Jember dan identifikasi lanjutan dilakukan di LIPI Purwodadi. Parameter yang diamati berupa parameter kulitatif dan kuantitatif baik pada organ vegetatif maupun generatif tumbuhan sampel mulai dari akar, batang, daun dan bunga

    Uji Kualitas Minyak Kemiri (Aleurites Moluccana (L.) Willd) Dengan Metode Pengepressan Menggunakan Variasi Temperatur Dan Ukuran Biji

    No full text
    Tumbuhan kemiri (Aleurites Moluccana (L.) Willd banyak dimanfaatkan oleh manusia terutama pada bagian bijinya. Hal ini disebabkan karena didalam biji kemiri mengandung minyak yang tergolong tinggi yaitu 55%65%. Minyak kemiri memiliki beberapa manfaat antara lain dibidang kecantikan, untuk menyuburkan dan menghitamkan rambut. Bidang farmasi digunakan sebagai obat kulit, bisul, disentri. Bidang industri dimanfaatkan sebagai bahan dasar cat, pernis dan pengawet kayu. Permintaan minyak kemiri dari tahun-tahun semakin meningkat. Hal ini dikarenakan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan minyak kemiri dalam jumlah banyak. Salah satu metode untuk mendapatkan minyak kemiri yang jumlahnya memadai dan kualitasnya sesuai standart SNI adalah pengepressan dengan variasi temperatur dan ukuran biji. Dengan perlakuan tersebut dapat diketahui kombinasi perlakuan manakah yang dapat menghasilkan minyak kemiri dengan kualitas yang baik sesuai dengan standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh SNI (Standar Nasional Indonesia). Menurut SNI kualitas minyak kemiri yang baik telah diukur dari 4 parameter yaitu kadar air <0,15%, bilangan penyabunan 184-202, kandungan asam lemak bebas 0,1-1,5 dan warna yang normal (kuning bening). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember dan Laboratorium Analisis Hasil Pangan Politeknik Negeri Jember. Biji kemiri diperoleh dari Taman Nasional Meru Betiri umur 4 hari setelah panen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua macam faktor. Faktor pertama adalah variasi suhu oven pengeringan biji kemiri sebelum pengepresan yang terdiri atas 4 aras yaitu suhu 30°C, 60°C, 90°C, 120°C masing-masing selama 60 menit. Faktor kedua adalah ukuran biji kemiri yaitu utuh dan serbuk. Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga total percobaan sebanyak 24. Parameter yang diamati meliputi kadar air, rendemen minyak, bilangan penyabunan, bilangan asam, dan warna. Analisis data menggunakan sidik ragam (Anova) untuk mengetahui ada tidaknya beda nyata antar perlakuan. Data yang berbeda nyata kemudian di uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range test (DMRT) pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian kualitas minyak kemiri dapat diketahui pada kombinasi perlakuan suhu 30°C baik pada ukuran biji utuh dan serbuk menghasilkan minyak dengan kualitas yang kurang baik. Kualitas minyak yang baik ditunjukkan dengan nilai kadar air yang dihasilkan tinggi pada biji utuh 0,77% dan serbuk 0,41, rendemen rendah pada biji utuh 22% pada serbuk 28%, bilangan penyabunan yang rendah yaitu pada biji utuh 118,53 sedangkan pada serbuk 120,53, nilai bilangan asamnya tinggi yaitu pada biji utuh 1,93 dan serbuk 1,73, warna minyak kuning pekat. Dengan demikian pula kombinasi perlakuan suhu 60°C pada ukuran biji kemiri utuh dan serbuk juga menghasilkan minyak yang kualitasnya belum memenuhi standar baku mutu yg ditetapkan oleh SNI. Nilai kadar air yang dihasilkan masih tinggi, rendemen yang rendah, bilangan penyabunan yang rendah, nilai bilangan asamnya tinggi, warna minyak kuning pekat baik pada biji utuh maupun serbuk kemiri. Kombinasi perlakuan suhu 90°C baik pada biji utuh dan serbuk menghasilkan minyak dengan kualitas yang baik karena nilai dari kelima parameternya sesuai dengan batasan SNI diantaranya nilai kadar air pada biji utuh 0,16% sedangkan srbuk 0,06%, perolehan rendemen yang tinggi yaitu biji utuh 31% sedangkan serbuk 32%, nilai bilangan penyabunan biji utuh 188,86 pada serbuk 192,73, dan warna minyak yang dihasilkan kuning cerah baik pada biji utuh dan serbuk. Kombinasi perlakuan suhu 120°C baik pada biji utuh dan serbuk menghasilkan minyak dengan kualitas yang kurang baik ada tiga nilai parameter yang tidak sesuai dengan batasan yang telah ditetapkan oleh SNI yaitu nilai bilangan penyabunan pada biji utuh 147,9 sedangkan serbuk 154,9, nilai bilangan asam pada biji utuh 1,81 dan 2,7 pada serbuk dan warna yang dihasilkan kuning pekat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada suhu 90°C pada ukuran serbuk. Kualitas minyak kemiri yang dihasilkan pada perlakuan tersebut memiliki persentase kadar air yang sangat rendah, rendemen minyak kemiri yang tinggi, bilangan penyabunan tinggi, bilangan asam tergolong rendah yaitu dan warna minyak dengan tingkat kecerahan yang tinggi serta warna kuning yang normal. Nilai-nilai yang dihasilkan dari uji kualitas minyak kemiri pada suhu 90⁰C dengan ukuran biji kemiri serbuk memenuhi standar baku mutu yang telah di tetapkan oleh SNI

    Indentifikasi Anggrek Obat Dendrobium discolor Lindl. Menggunakan DNA Barcoding

    No full text
    Orchidaceae memiliki nilai penting tidak hanya dari segi estetika, fitoterapi, dan ekologi tetapi juga dalam bidang terapeutik yaitu penggunaan sebagai obat. Salah satu anggrek obat yang ada di Indonesia adalah Dendrobium discolor Tanimbar, Maluku. Anggrek ini telah dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti disentri, menghilangkan rasa sakit, dan mengobati penyakit kulit. Identifikasi D. discolor Tanimbar menggunakan morfologi organ vegetatif tidak mudah karena adanya kemiripan dengan D. discolor Merauke dan D. bigibbum sehingga memerlukan organ generatif seperti bunga untuk identifikasi lebih lanjut. Namun, karakter tersebut tidak mudah didapatkan. Adanya inkonsistensi nama lokal dan sinonim ilmiah menimbulkan kesulitan dalam identifikasi konvensional. Adanya peningkatan kerusakan hutan dan perdagangan ilegal juga mengancam keberadaan spesies anggrek anggrek di alam. Hal ini menyebabkan perlunya identifikasi secara molekuler menggunakan penanda molekuler spesifik rbcL dan ITS di samping identifikasi secara morfologi. Ekstraksi DNA genom dilakukan menggunakan metode CTAB dan NEXprepTM Plant DNA Mini Kit (NEXTM Diagnostics, Korea). Amplifikasi DNA dilakukan menggunakan mesin PCR sebanyak 35x siklus. Penentuan urutan DNA produk PCR yang telah dipurifikasi menggunakan purification Kit (Jena Bioscience, Jerman) dilakukan dengan mesin DNA sekuenser ke 1st BASE, Singapura. Data sekuen DNA hasil sekuensing dianalisis secara bioinformatik melalui NCBI, MEGAX dan Clustal X 2.1. Hasil PCR menunjukan pita DNA tebal dan spesifik pada ukuran yang ditargetkan (rbcL sebesar 600 bp sedangkan ITS sebesar 900 bp). Hasil rekonstruksi pohon filogenetik sekuen rbcL D. discolor (section Spatulata) menunjukan adanya kemiripan dengan spesies D. salaccense (Accession: LC193510.1) dari section Grastidium, dengan persentase identifikasi mencapai 99,45%. Pohon filogenetik sekuen ITS D. discolor (section Spatulata) menunjukan adanya kemiripan dengan D. nindii (Accession: AY239985.1) dari section Spatulata. Persentase identifikasi ke dua spesies ini mencapai 98,67%. Sekuen rbcL D. discolor menunjukan homologi sekuen yang tinggi dibandingkan sekuen ITS. Penggunaan sekuen ITS pada Dendrobium dicolor Tanimbar, Maluku menunjukkan hasil yang lebih spesifik karena mampu mendeskrimisasi hingga tingkat spesies dengan beberapa perbedaan basa nuklotida yang berpotensi sebagai barcode spesifik spesies D, discolor. Berdasarkan hasil tersebut ITS dapat direkomendasikan sebagai penanda molekuler untuk menentukan barcode dari spesies Dendrobium discolor Tanimbar, Maluku

    Dave and Dottie Seibold : founding members of the Grand Haven Area Historical Society

    No full text
    Grand Haven historian, author, and dentist Dave Seibold has a passionate interest in community heritage. Prior to relocating to Grand Haven, Dr. Seibold served in Hawaii at a dental clinic for children. In this interview, Dr. Seibold and his wife Dottie discuss the founding of the Grand Haven Area Historical Society, which began its existence as the Tri-Cities Historical Society in 1959, and the Tri-Cities Historical Museum. Dr. Seibold explains the efforts to save the Grand Haven railroad depot from demolition for possible use as a museum and his project to write a history of northern Ottawa County to continue the work of historian Leo C. Lillie. In 1990, Dr. Seibold authored and published Coast Guard City, U.S.A: A History of the Port of Grand Haven. The Seibolds also recall how they met in their hometown of Jackson, Michigan, married, and chose Grand Haven as their home in 1955
    corecore