1,721,212 research outputs found
MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI SEJARAH HIDUP HAJJAH RANGKAYO RASUNA SAID
Hajjah Rangkayo Rasuna Said is an Indonesian national hero from West Sumatra. From 1926 to 1965, she played a role in fighting for the rights of Indonesian women. This study aims to determine: (1) the background of Rasuna Said's life, (2) Rusuna Said's struggle in 1926-1965, (3) the character value of Rasuna Said as a role model for the millennial generation.
This study uses the Kuntowijoyo historical research method which includes five stages, namely (1) topic selection, (2) source collection (heuristics), (3) source criticism (verification), (4) interpretation (interpretation), (5) historical writing ( History).
The results of this study are (1) Background in life: HR Rasuna Said is a rich man of Minang blood. His father Haji Muhammad Said is a businessman and former activist. (2) As for the struggles carried out by Rasuna Said, starting from becoming a teacher, participating in various organizations, being jailed for spreek delict, to becoming a magazine writer, and a career in the Indonesian parliament to fight for the fate of women and their nation. (3) HR Rasuna Said is a figure of a woman and a hero who we can study or exemplify through two aspects, namely: exemplary and heroism. Exemplary aspects can be seen from the figure of HR Rasuna Said, who is a woman who is smart, has noble character, is persistent and tough, and has a very good understanding of religion and politics. From her heroic aspect, HR Rasuna Said is a woman who is brave, willing to sacrifice, and loyal to her homeland, namely Indonesia. Rasuna Said's HR trait is still very relevant to be imitated by the Millennial generation.
Keywords: heroine, Hajjah Rangkayo Rasuna Said, exemplary value
Melumpuhkan Rasuna Said: Menuntut Indonesia Merdeka Tahun 1932
Rasuna Said gelar Rangkayo (1910-1965) adalah satu dari sekian perempuan di Minangkabau yang memiliki” banyak warna”. Semasa hidupnya, Rasuna Said dikenang sebagai guru, aktivis perempuan, singa podium, jurnalis, dan pernah menjadi anggota DPR hasil dari Pemilu 1955. Tulisan ini disusun berdasar metode sejarah, yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tulisan ini penting ditulis, untuk mengungkap aktivitas Rasuna di panggung politik selaku propagandis dan ideolog Persatuan Muslim Indonesia (PMI). Protes kerasnya mmenuntut Indonesia merdeka pada November 1932 di Payakumbuh, telah menyeret Rasuna berurusan dengan PID. Ia dikenai pasal vergader verbond dan dijatuhi hukuman penjara di Semarang. Aksi protes Rasuna Said telah menempatkan dirinya sebagai perempuan Minang pertama, yang bersuara lantang menentang praktik kolonial dan menuntut Indonesia merdeka
PERJUANGAN HJ. RANGKAYO RASUNA SAID SEBAGAI PEJUANG POLITIK DAN PEMIKIR PERGERAKAN PADA MASA PRA KEMERDEKAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perjuangan politik yang dilakukan Hj. Rangkayo Rasuna Said, Mengetahui peran Hj. Rangkayo Rasuna Said dalam pergerakan dan perjuangan yang dilakukan serta untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam pemikirannya. Penelitian dan penulisan mengenai perjuangan Hj. Rangkayo Rasuna Said sebagai pejuang politik dan pemikir pergerakan pra kemerdekaan menggunakan metode penelitian Historis. Dari hasil penelitian ini maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa Hj. Rangkayo Rasuna Said merupakan pejuang wanita yang bergerak di bidang politik dan tertarik pada dunia politik di usianya yang masih remaja yaitu 16 tahun, Rasuna Said yang aktif di dunia politik hingga akhirnya ia ditangkap sebab kritik yang dilontarkan kepada penjajah pada saat itu. Peranan yang dimainkan oleh Rasuna Said dimulai dari sekretaris organisasi, orator, pimpinan majalah, dan pemimpin pergerakan pemuda di masa penjajahan Belanda dan Jepang. Serta ada nilai-nilai yang dapat diambil pula pada perjuangan Hj. Rangkayo Rasuna Said di antaranya Feminisme, Nasionalisme dan Patriotisme, dan Persatuan serta perjuangan
Simbol Inspirasi Perempuan dalam Sejarah Islam Nusantara: Mengkaji Kontribusi Rasuna Said dalam Bidang Politik
Hj. Rangkayo Rasuna Said atau dikenal dengan Rasuna Said adalah tokoh perempuan yang menonjol dalam sejarah politik di Indonesia, dikenal sebagai pejuang kemerdekaan dan aktivis politik. Rasuna Said juga berkontribusi terhadap hak-hak perempuan di Indonesia dan membentuk narasi politik yang menggabungkan antara Islam dan nasionalisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) latar belakang Rasuna Said, (2) kontribusi Rasuna Said dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di Nusantara, (3) peran Rasuna Said dalam bidang politik. Penelitian ini menggunakan metode sejarah biografi dengan mengumpulkan data dari sumber primer (arsip dan dokumen) dan sumber sekunder (buku, jurnal, dan artikel). Hasil penelitian ini adalah (1) Rasuna Said lahir di Maninjau, Sumatera Barat dari keluarga yang terpelajar dan religius, dimana mendapatkan dasar Islam lewat sekolah agama dan melanjutkan Diniyah Putri. (2) Kontribusi Rasuna Said terhadap hak-hak perempuan diantaranya mendorong akses perempuan terhadap pendidikan, mengadvokasi persamaan hak perempuan di ranah publik, dan menjadi simbol inspirasi bagi perempuan. (3) Rasuna Said memulai organisasi dengan mulai aktif di Sarekat Rakyat, lalu menjadi kader perempuan di Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI). Setelah Indonesia merdeka, Rasuna Said menjadi anggota Dewan Perwakilan Sumatera Barat, kemudian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Peran Hajjah Rangkayo Rasuna Said dalam Memperjuangkan Hak-hak Perempuan Indonesia (1926-1965)
Hajjah Rangkayo Rasuna Said merupakan tokoh Sumatera Barat sekaligus pahlawan nasional Indonesia yang berperan memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia tahun 1926-1965. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang kehidupan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, (2) perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said pada masa kolonial tahun 1926-1945, (3) perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1946-1965.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap. Pertama pemilihan topik. Kedua pengumpulan data (heuristik) yang terdiri dari sumber primer dan sekunder. Ketiga kritik sumber (verifikasi). Keempat penafsiran (interpretasi). Kelima penulisan sejarah (historiografi).
Hasil penelitian ini adalah: (1) Hajjah Rangkayo Rasuna Said memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari kalangan ulama dan pengusaha terpandang. Faktor lingkungan yang syarat dengan adat Minang dan agama Islam, mempengaruhi kepribadiannya sehingga tumbuh menjadi perempuan berkemauan keras, tegas, dan taat pada syariat Islam, (2) perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said dimulai dengan bergabung dalam Sarekat Rakyat tahun 1926. Pada masa pendudukan Belanda hingga Jepang, dirinya aktif mengikuti berbagai organisasi. Beliau dikenal sebagai orator ulung, pendidik yang tegas serta penulis majalah, (3) perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said pasca kemerdekaan Indonesia lebih banyak di bidang politik. Beliau terus mengembangkan karirnya dalam Parlemen mulai tingkat lokal hingga nasional di Jakarta. Beliau aktif pula berkontribusi dalam Persatuan Wanita Republik Indonesia untuk menyuarakan hak-hak perempuan agar memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki, terutama di bidang pendidikan dan politik. Hajjah Rangkayo Rasuna Said meninggal dunia pada tahun 1965 dalam usia 55 tahun akibat penyakit kanker payudara.
Kata Kunci: Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Hak-hak Perempuan, Tahun 1926-1965
PERAN HAJJAH RANGKAYO RASUNA SAID DALAM MEMPERJUANGKAN HAK-HAK PEREMPUAN INDONESIA
Hajjah Rangkayo Rasuna Said merupakan tokoh Sumatera Barat sekaligus pahlawan nasional Indonesia yang berperan memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia tahun 1926-1965. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang kehidupan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, (2) perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said pada masa kolonial tahun 1926-1945, (3) perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1946-1965.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap. Pertama pemilihan topik. Kedua pengumpulan data (heuristik) yang terdiri dari sumber primer dan sekunder. Ketiga kritik sumber (verifikasi). Keempat penafsiran (interpretasi). Kelima penulisan sejarah (historiografi).Hasil penelitian ini adalah: (1) Hajjah Rangkayo Rasuna Said memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari kalangan ulama dan pengusaha terpandang. Faktor lingkungan yang syarat dengan adat Minang dan agama Islam, mempengaruhi kepribadiannya sehingga tumbuh menjadi perempuan berkemauan keras, tegas, dan taat pada syariat Islam, (2) perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said dimulai dengan bergabung dalam Sarekat Rakyat tahun 1926. Pada masa pendudukan Belanda hingga Jepang, dirinya aktif mengikuti berbagai organisasi. Beliau dikenal sebagai orator ulung, pendidik yang tegas serta penulis majalah, (3) perjuangan Hajjah Rangkayo Rasuna Said pasca kemerdekaan Indonesia lebih banyak di bidang politik. Beliau terus mengembangkan karirnya dalam Parlemen mulai tingkat lokal hingga nasional di Jakarta. Beliau aktif pula berkontribusi dalam Persatuan Wanita Republik Indonesia untuk menyuarakan hak-hak perempuan agar memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki, terutama di bidang pendidikan dan politik. Hajjah Rangkayo Rasuna Said meninggal dunia pada tahun 1965 dalam usia 55 tahun akibat penyakit kanker payudar
Rasuna Said: Lioness of the Indonesian Independence Movement
Rasuna Said is one of the few Indonesian women accorded the status of National Hero. Born in Maninjau, West Sumatra, in 1910, Rasuna is honoured for her contribution to the nationalist movement in the years leading up to Indonesia�s independence and for the official roles she undertook once independence had been achieved. Oft en referred to as Singa Betina (lioness) or Srikandi (warrior princess), an epitaph reportedly given to her by Indonesia�s first president, Sukarno, Rasuna is regarded as the embodiment of a female fighting spirit.1 She is identified strongly with the Minangkabau ethnic group, from which she and many other nationalist leaders came, a people known for their combative nature and deep sense of Islamic piety
ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PENYALURAN DANA PADA BPR RASUNA DENGAN BPR SYARI’AH AL-MABRUR DITINJAU DARI PERSPEKTIF SISTEM AKUNTANSI
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :Bagaimanakah system penyaluran dana yang digunakan pada BPR Rasuna dan BPR Syari’ah Al-Mabrur dan apakah perbedaan yang signifikan dalam perspektif sistem akuntansi antara system penyaluran dana pada BPR Rasuna dengan BPR Syari’ah Al-Mabrur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui system penyaluran dana yang digunakan pada BPR Rasuna dan BPR Syari’ahAl-Mabrur dan perbedaan system penyaluran dana yang digunakan pada BPR Rasuna dengan BPR Syari’ah Al-Mabrur.
Pada penelitian ini, data-data informasi yang diperoleh akan dianalisis dengan deskriptif kualitatif dengan menggambarkan keadaan. Kajian deskriptif merupakan kajian non hipotesis, sehingga dalam langkah kajian tidak perlu merumuskan hipotesis. Dalam metode analisis ini akan membandingkan antara prosedur secara deskriptif dari sistem penyaluran dana pada BPR Rasuna dengan BPR Syari’ah Al-Mabrur.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem penyaluran dana BPR Rasuna dengan BPR Syari’ah Al-Mabrur mempunyai perbedaan dalam hal akad yang dilakukan dalam sistem pemberian kredit/pembiayaan. Akad yang dilakukan pada BPR Syari’ah Al-Mabrur menggunakan akad yang halal dimana tidak ada unsur riba/bunga dalam perjanjian tersebut melainkan sistem bagi hasil. Berbeda dengan BPR Rasuna menggunakan bunga dalam perjanjian sebagai keuntungan dari jasa yang telah diberikan.
Kata kunci : Kredit, Akad, Bunga ,Bagi hasi
Implementasi Human Resource Administratif pada Swiss-Bell Residences Rasuna Epicentrum
Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum merupakan hotel berbintang 4 yang terletak di kawasan segitiga emas Jakarta, yaitu di daerah Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam laporan praktik kerja magang ini, penulis akan membahas pengimplementasian human resource di Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum yang dilakukan oleh penulis selama 6 bulan. Pada masa pandemi Covid-19 ini pastinya sangat berdampak bagi sektor pariwisata, terlebih lagi pada Swiss- Belresidences Rasuna Epicentrum. Sempat mengalami penurunan pengunjung selama masa PPKM berlangsung, dan terjadi beberapa penyesuaian untuk bisa tetap bertahan selama pandemi melanda hingga saat ini perlahan mulai bangkit hingga hotel mulai ramai oleh pengunjug. Selama melaksanakan praktik kerja magang, penulis mendapatakan kesempatan untuk mengelola Human Resource administratif. Penulis memiliki tugas dalam membantu HR dalam merekap dan menghitung gaji, menghitung dan merekap makan para karyawan, mengaktifkan dan menonaktifkan BPJS, dan membantu administrasi karyawan yang lainnya. Dengan adanya praktik kerja magang ini, penulis mendapatkan wawasan baru, pengalaman dan ilmu praktik yang berkesinambungan dengan teori yang sudah penulis pelajari selama perkuliahan, terlebih lagi pada human resources
Pengaruh Brand Equity Pada Niat Beli Konsumen Apartemen Taman Rasuna
Effect of Brand Equity on Consumer Purchasing Intention Taman Rasuna
Apartments.
This study aims to determine the effect caused by brand awareness and Brand
Association on purchase intention Taman Rasuna apartment. The data used are
primary data obtained through questionnaires. Questionnaires distributed to 100
respondents. Test instrument carried out using validity and reliability. The data
were analyzed using multiple regression analysis with SPSS program.
The results showed that brand awareness had no significant effect on consumer
purchase intention. While the brand associations have significant influence on
purchase intentions. Together these two variables affect consumer purchase
intentions significantly. These results indicate that there is a discrepancy between
the results of research on brand awareness with current research. This discrepancy
leads to the insignificant effect between brand awareness and purchase intentions.
This happened on luxury products such as brand awareness prospective apartment
where consumers do not affect the purchase intention toward the product
- …
