6 research outputs found
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA
Lansia merupakan bagian alami dari kehidupan bagi semua orang dan ditandai dengan berbagai penurunan kemampuan fisik, mental, dan jasmani serta adaptasi sosial terhadap lingkungan Masalah psikososial yang sering menimpa lansia adalah depresi. Terapi musik sebagai intervensi non-farmakologis mulai banyak diterapkan dalam manajemen depresi karena dianggap murah, aman, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap penurunan Tingkat depresi pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 lansia yang mengalami depresi ringan hingga sedang, dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa terapi musik diberikan selama 30 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu. Tingkat depresi diukur menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian terdapat penurunan signifikan skor depresi lansia setelah terapi musik, dari rerata 9,6 menjadi 5,7 (p < 0,001). Sebagian besar responden menunjukkan penurunan kategori depresi dari sedang menjadi ringan atau tidak depresi. Kesimpulan penelitian ini adalah Terapi musik dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia. Terapi ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan yang mudah, murah, dan aman dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia
EFEKTIFITAS PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERAPI PADA PASIEN ANSIETAS: LITERATURE REVIEW
Ansietas (Kecemasan) merupakan reaksi yang normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang. Ansietas dapat muncul sendiri atau bergabung dengan gejala lain dari berbagai gangguan emosi. Ansietas dapat berkurang dengan beberapa terapi salah satunya relaksasi otot, sering disebut Progressive Muscle Relaxation (PMR). Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) merupakan relaksasi yang mudah untuk diajarkan pada pasien dalam rangka meningkatkan kemandirian pasien dalam mengatasi ansietas. Efek dari teknik relaksasi progresif yang berkaitan dengan mengurangi kecemasan klien dengan menurunkan tekanan darah dan denyut nadi. Terapi PMR mengendurkan otot melalui proses dua langkah, pertama pasien mulai dengan sengaja berkontraksi otot dan menahan ketegangan, kedua mereka melepaskan semua ketegangan dan fokus pada sensasi relaksasi. Relaksasi Otot Progresif (PMR) efektif pada sekelompok gejala yang mengalami kecemasan dan stres akibat perubahan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Literature review. Pencarian literatur dilakukan terkait dengan Efektifitas Relaksasi Otot Progresif terhadap Pasien Ansietas berikut: Proquest, ScienceDirect dan Wiley dari tahun 2018-2023 kata kunci “Progressive Muscle Relaxation”, “Anxiety” dan “Relaxation”. Progressive Muscle Relaxation (PMR) mempengaruhi psikologis pasien terutama pada tingkat ansietas pasien. Progressive Muscle Relaxation ini dapat digunakan oleh perawat sebagai pendekatan non-farmakologis dalam membantu pasien agar tidak terlalu cemas saat menghadapi masalah mereka.
PENINGKATAN PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA INGGRIS DI LINGKUNGAN MAHASISWA MELALUI ENGLISH CLUB
Kemampuan berbicara (speaking) dalam bahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan utama yang sangat penting dalam menunjang daya saing mahasiswa di era global. Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan ini, baik karena kurangnya kepercayaan diri, minimnya praktik, maupun keterbatasan metode pembelajaran yang komunikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris di kalangan mahasiswa melalui pendekatan interaktif dan partisipatif. Program dilaksanakan dalam bentuk diskusi kelompok kecil, praktik percakapan, serta pemanfaatan media digital pendukung melalui English Club. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi, partisipasi aktif, serta peningkatan kemampuan berbicara mahasiswa secara signifikan. Diharapkan program ini dapat menjadi model pengembangan keterampilan bahasa Inggris yang aplikatif dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan tinggi
The Relationship Between Self-Esteem and Family Support with Social Isolation in Patients with Diabetes Mellitus at Puskesmas Deli Tua
Individuals with chronic illnesses, particularly diabetes mellitus, often encounter psychological challenges such as a tendency toward social isolation. Several factors contribute to this condition, including self-esteem and the level of family support. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and family support with social isolation among patients with diabetes mellitus at Deli Tua Health Center. An analytical research design with a cross-sectional correlational approach was employed. A total of 54 respondents were selected using simple random sampling. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The findings revealed a significant association between self-esteem and social isolation (p = 0.000; < 0.05). These results indicate that individuals with higher self-esteem are less likely to experience social isolation.. This confirms that psychological resilience plays an important role in maintaining social functioning amid chronic illness. In conclusion, self-esteem serves as a key factor in reducing social isolation among patients with diabetes mellitus. Therefore, efforts to improve self-esteem through psychosocial support and nursing interventions should be prioritized to prevent social withdrawal in these patients
Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa: Konsep dan Implementasi
Buku ajar berjudul Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa: Konsep dan Implementasi adalah buku yang membahas peran keperawatan dalam mendukung kesehatan jiwa secara menyeluruh. Buku ini menguraikan konsep dasar kesehatan jiwa, faktor-faktor yang memengaruhi kondisi psikologis, serta berbagai pendekatan dalam mendampingi pasien dengan masalah jiwa.
Buku ini ditujukan untuk masyarakat umum, agar pembaca dapat memahami bahwa perawat tidak hanya memberikan obat atau terapi medis, tetapi juga berperan dalam memberikan dukungan emosional, komunikasi terapeutik, serta membangun hubungan yang penuh empati. Di dalamnya juga dibahas bagaimana implementasi asuhan keperawatan dilakukan dalam berbagai situasi, mulai dari pencegahan, perawatan di rumah sakit, hingga dukungan di komunitas.
Disajikan secara runtut dan ramah pembaca, buku ini menjadi panduan praktis yang membantu masyarakat mengenal lebih dekat dunia keperawatan kesehatan jiwa, serta menegaskan bahwa dukungan psikologis adalah bagian penting dari perjalanan menuju pemulihan dan kualitas hidup yang lebih baik
Asuhan Keperawatan Jiwa
Buku ajar berjudul Asuhan Keperawatan Jiwa adalah buku yang membahas prinsip, praktik, dan proses perawatan bagi individu dengan gangguan kesehatan jiwa. Buku ini ditujukan untuk masyarakat umum, khususnya mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang bagaimana perawatan jiwa dilakukan dengan empati, kepekaan, dan keilmuan yang terarah.
Isi buku mencakup pemahaman dasar tentang kondisi kejiwaan, cara membangun hubungan yang mendukung, teknik komunikasi terapeutik, serta tindakan keperawatan dalam situasi tertentu. Buku ini juga menyoroti pentingnya lingkungan yang aman dan peran keluarga dalam proses pemulihan.
Dengan pendekatan yang sederhana dan mendalam, buku ini menjadi sumber belajar yang penting bagi siapa saja yang ingin terlibat aktif dalam menciptakan ruang peduli bagi mereka yang menghadapi tantangan dalam kesehatan jiwanya
