1,720,961 research outputs found
Faktor-faktor Penyebab Kekambuhan Pada Pasien Skizofrenia
Salah satu jenis gangguan jiwa yang berat yaitu skizofrenia. Prognosis skizofrenia pada umumnya kurang begitu menggembirakan. Kekambuhan pasien biasanya terjadi jika keluarga tidak siap dan kurang memiliki informasi yang memadai untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian yang cukup besar dengan kehadiran anggota keluarga yang mengalami skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kekambuhan pada pasien skizofrenia. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan populasi keluarga pasien yang menjalani rawat inap di Unit Rawat Inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, jumlah sampel sebanyak 51 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pene-litian menunjukkan bahwa penyebab utama kekambuhan pada pasien skizofrenia adalah regimen terapeutik tidak efektif (62,7%), sikap keluarga kurang baik terhadap pasien skizofrenia (54,9%) dan perilaku keluarga yang buruk terhadap pasien ski-zofrenia (60,8%
Pembelajaran Berbasis Kompetensi Masukan Ke Dalam Sistem Peniruan (Copycat)
Upaya untuk menciptakan lulusan pendidikan tenaga vokasional bidang kesehatan yang memiliki kompetensi telah banyak dilakukan, mulai dari kebijakan peme-rintah melalui undang-undang, peraturan pemerintah, kurikulum berbasis kompetensI, seminar-seminar, workshop dan pelatihan-pelatihan kompetensi yang diselenggarakan oleh institusi pendidikan, sampai pada kebijakan institusi pendidikan kesehatan di masing-masing jurusan. Upaya tersebut dianggap masih belum memberikan kepuasan terhadap hasil yang diharapkan, masih banyak keluhan masyarakat terhadap lulusan yang dinilai masih kurang terampil Sistem peniruan (copycat) adalah strategi belajar yang paling mungkin dilaksanakan untuk menciptakan lulusan yang berkualitas dan kompeten di bidangnya masing-masing. Artikel ini memberikan informasi bagaimana menciptakan kompetensi bagi lulusan tenaga vokasi kesehatan melalui sistem pembelajaran berbasis peniruan (copycat
Pola Asuh Anak dan Remaja di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Juanda Samarinda
ABSTRAK
Kepribadian adalah segala corak kebiasaan manusia yang terhimpun di dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan dirinya terhadap segala rangsang baik yang datang dari lingkungan maupun yang berasal dari dirinya sendiri. Fenomena anak dan remaja saat ini terkadang tumbuh di luar kontrol moral dan etika, tekanan dan tuntunan kehidupan mengakibatkan banyak individu mudah melakukan perilaku kekerasan, penyimpangan perilaku, kriminal, gangguan kejiwaan yang ringan hingga gangguan kejiwaan yang berat. Hal tersebut tidak muncul tiba-tiba tetapi sudah terpola dalam proses pikir anak sebagai akibat dari perkembangan kepribadian yang dibentuk sejak dini yang sangat besar pengaruhnya yaitu pola asuh orang tua. Untuk mendapatkan gambaran pola asuh anak di puskesmas Juanda Samarinda, penulis melakukan penelitian yang berjudul “Gambaran pola asuh anak dan remaja di wilayah kerja Puskesmas Juanda Samarindaâ€. Responden dalam riset ini adalah ibu-ibu atau orang tua yang memiliki anak dan remaja yang berjumlah 111 responden.
Hasil penelitian diolah dengan menggunakan statistis distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk tabel, rerata usia responden adalah 22 tahun – 68 tahun rerata 37,9 tahun, jenis kelamin responden laki-laki 24 (1,6%), perempuan 87 (78%), tingkat pendidikan tidak sekolah 8 (7,2%), pendidikan kurang dari SMA 40 (36,0%) pendidikan SMA/SMK 40 (36.0%), pendidikan PT 23 (20.0%), Status pekerjaan responden tidak bekerja 72 (64.9%), bekerja 39 (35,1%) penghasilan < Rp. 2.000.000, 84 (75%), Rp. 2.000.000 0 Rp. 5.000.000 23 (20,7%), penghasilan > Rp. 5.000.000 4 (3,6%) jumlah anak satu (32,4%) , dua (34,2%) , tiga (21,6%) lebih dari tiga (11,7%) sedangkan hasil penelitian terhadap pola asuh anak yaitu pola asuh pemanja atau permisif 12 (10,8%), pola asuh demokratis yaitu 99 (89,2%). Penelitian ini sesuai dengan harapan yaitu orang tua mengasuh anak dengan pola demokratis atau autoritatif adalah pola asuh anak yang mendorong anak dan remaja bebas tetapi tetap memberikan batasan dan mengendalikan dengan tindakan mereka. Pola asuh yang diterapkan oleh ibu-ibu atau orang tua diwilayah kerja puskesmas Juanda sudah baik, kiranya dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi.
Kata kunci : Pola asuh anak dan remaj
Intercede Intrinsic Motivation Increases Organizational Commitment and Nurse Performance: Intercede Motivasi Intrinsik Meningkatkan Komitmen Organisasional dan Kinerja Perawat
Latar Belakang: Kinerja perawat tidak terlepas dari komitmen yang dimiliki oleh masing-masing perawat. Setiap perawat yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi akan memberikan dampak yang baik bagi organisasinya. Tujuan: dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh komitmen organisasional dan motivasi intrinsik terhadap kinerja perawat. Metode: Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah penelitian populasi (sampel jenuh). Jumlah sampel keseluruhan adalah 198 perawat di Kota Samarinda. Analisis data menggunakan pendekatan Partial Least Square (PLS). PLS adalah model persamaan Structural Equation Modeling (SEM) yang berbasis komponen atau varian. Hasil dari penelitian ini adalah: komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi intrinsik dan motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat di Puskesmas Kota Samarinda
KOMUNIKASI PERSONAL DALAM MODEL TIM KEPERAWATAN PENGARUHI KINERJA KEPERAWATAN DI RUANG PERAWATAN
Abstrak
Hubungan yang baik antara pasien dan antar perawat dan perawat dengan perawat dapat dilakukan apabila mutu pelayanan keperawatan menjadi fokus terhadap tuntutan masyarakat. Oleh karena itu, mutu pelayanan keperawatan/kesehatan menjadi alasan pertama bagi pasien dan keluarga dalam memilih rumah sakit. Salah satu upaya dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan yakni dengan peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dengan memberikan rasa tanggung jawab yang lebih tinggi pada perawat melalui model asuhan yang terukur sehingga terjadi peningkatan motivasi kerja, meningkatnya kinerja perawat dan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif terhadap gambaran pelaksanaan metode penugasan tim keperawatan dimasa covid- 19 di ruang rawat inap RSUD IE Moeis Samarinda tahun, 2020
MEDIASI KEPUASAN KERJA ANTARA PENGEMBANGAN KARIR DAN KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA
Achievement of optimal performance can be done if nurses have career development and competence, besides that nurse satisfaction is also a determining factor in Nurse performance. The purpose of this study was to determine the effect of career development and competence on job satisfaction and performance. The population in this study was the Staff Nurses. The sampling technique is Saturated Sampling (Sensus). The sample in this study were all staff nurses who worked in the inpatient ward of the AWS Samarinda regional general hospital, totaling 201 staff nurses. This research was analyzed using the SmartPLS program. The results of this study indicate that career development has a positive and significant effect on job satisfaction, competence has a positive and not significant effect on job satisfaction, career development has a positive and not significant effect on nurse performance, competence has a positive and significant effect on performance, job satisfaction has a positive and significant effect on Nurses performance, job satisfaction has mediates between career development and performance on Nurses AWS Samarinda regional general hospital.
Keywords: Career Development, Competence, Satisfaction, Nurse Performanc
PENCEGAHAN DBD PADA MASYARAKAT DAYAK DIWILAYAH KELURAHAN PAMPANG SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR
Abstract
Introduction: Various cultures in East Kalimantan, one of which is the Dayak Kenyah ethnic culture inhabiting the Pampang Cultural Village. Purpose: This study analyzes the prevention of DHF in Pampang Samarinda Utara Village in 2020. Methods: Using a qualitative design with an ethnographic approach, sources of information from 5 main informants, 1 key informant, 1 supporting informant, Milles and Huberman models are used in data analysis with the Opencode 4.03 application. Results: Informants' knowledge about dengue fever is a new disease. The attitude of the informants still holds the culture in their daily life. Informants still depends on nature. Informants' DHF prevention measures, performing dance ceremonies (Mentiang), are still largely dependent on natural products which are used as a source of medicines (Taban). Conclusion: In general, the informants referred to DHF as "Uda-uda bala, Dadem daha bulu, Mayong meko", ate leaves (Tung kayu), such as "Bekai" leaves (natural food flavoring). Suggestion: Pampang Cultural Village to support the ethnic Dayak Kenyah culture, Sei Siring Health Center to conduct regular health education. And researchers who are interested in continuing this research should examine the content of the leaves of "Bekai"
Keywords: Behavior, Prevention of DHF, Dayak Kenyah Culture Pampang Samarinda, East Kalimantan.
Abstrak
Pendahuluan: Beragam budaya di Kalimantan Timur, salah satunya budaya ethnic Dayak Kenyah mendiami Kelurahan Budaya Pampang. Tujuan: penelitian ini menganalisis pencegahan DBD di Kelurahan Pampang Samarinda Utara Tahun 2020. Metode: Menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan etnografi, sumber informasi dari 5 orang informan utama, 1 orang informan kunci, 1 orang informan pendukung, Model Milles dan Huberman digunakan dalam analisa data dengan aplikasi Opencode 4.03. Hasil: Pengetahuan Informan tentang Demam berdarah merupakan penyakit baru. Sikap Informan masih memegang kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Kepercayaan Informan masih bergantung dengan alam. Tindakan pencegahan DBD Informan, melakukan upacara tari-tarian (Mentiang), sebagian besar masih tergantung pada hasil alam yang dijadikan sebagai sumber obat-obatan (Taban). Kesimpulan: Umumnya Informan menyebut DBD dengan “Uda-uda bala, dadem dahak bulu, mayong mekoâ€, mengonsumsi dedaunan pohon (Tung kayu),.seperti daun “Bekai†(Penyedap rasa makanan alami). Suggestion: Kelurahan Budaya Pampang agar mendukung kebudayaan Ethnik Dayak Kenyah, Puskesmas Sei Siring agar melakukan edukasi kesehatan secara regular. Dan peneliti yang tertarik melanjutkan penelitian ini agar meneliti kandungan daun “Bekaiâ€
 
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
