27 research outputs found
Penegakan Hukum Terhadap Anggota Militer yang Melakukan Tindak Pidana Narkotika di Wilayah Hukum Pengadilan Militer I-02 Medan (Studi Kasus di Pengadilan Militer I-02 Medan)
Anggota Militer adalah suatu institusi negara yang berkewenangan
menjaga kesatuan dan kedaulatan negara kesatuan Indonesia Raya, didalam jati
diri seorang anggota Militer ditanamkan untuk berjiwa Nasionalis, sedangkan
militer sendiri pada dasarnya adalah masyarakat biasa yang di didik di dalam
kesatuan kemiliteran, dan didoktrin sesuai dengan tugas pokok tentara nasional
Indonesia, adapun anggota militer yang menggunakan narkotika sangat
memalukan dan mencemarkan nama baik kesatuan militer dan instansi
kemiliteran, dan penegakan yang dilakukan terhadap anggota militer yang
melakukan tindak pidana narkotika harus di proses sesuai dengan undang-undang
kemiliteraan, karna militer telah diatur secara khusus dan di pisahkan dalam
pidana umum dalam proses penegakan hukum terhadap anggota militer yang
melakukan tindak pidana narkotika.
Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui Prosedur Penegakan
Hukum Terhadap Anggota Militer Yang Melakukan Tindak Pidana Narkotika dan
akibat hukum yang diberikan pengadilan militer terhadap anggota militer yang
melakukan tindak pidan narkotika serta kendala yang terjadi dalam penegakan
hukum terhadap anggota militer yang melakukan Tindak Pidana Narkotika di
wilayah Hukum Pengadilan Militer I-02 Medan.
Metode yang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode
penelitian hukum sosiologi dan empiris yaitu penelitian dengan mengambil data
sekunder atau data yang berasal dari kepustakaan (dokumen). Untuk kemudian
dilanjutkan dengan penelitian terhadap data primer di lapangan atau terhadap
suatu masyarakat di suatu tempat tertentu berdasarkan masa dan waktu tertentu
pula.
Pengaturan hukum di indonesia mengambil asas tentang semua harus
tunduk di hadapan hukum, dengan adanya asas ini maka setiapa siapa saja yang
melakukan tindak pidana baik dia aparat kepolisian dan anggota militer harus di
proses sesuai hukum yang berlaku mengenai tindak pidananya, pidana narkotika
sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang
Narkotika dan dalam Militer sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor
31 Tahun 1997 Tentang Peradilan Militer dan dilengakapi dengan Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana Militer sendiri, dengan adanya Undang-Undang yang
mengatur Penegakan Hukum terhadap Anggota Militer yang melakukan tindak
Pidana Narkotika ini diharapkan penegakan hukum terhadap anggota militer yang
melakukan tindak pidana narkotika memberika efek jerah terhadap pelakunya dan
memberikan contoh yang baik terhadap kalangan masyarakat.Members of the Military are state institutions that have the authority to
maintain the unity and sovereignty of the unitary state of Indonesia Raya, in the
identity of a Military member invested in Nationalism, while the military itself is
basically ordinary people who are educated in military units, and indoctrinated
according to their basic duties Indonesian national army, as for members of the
military who use narcotics are very embarrassing and defamatory of military and
military units, and the repression of military members who commit narcotics
crimes must be processed in accordance with military law, because the military
has been specifically regulated and separated in general crimes in the process of
law enforcement against members of the military who commit narcotics crimes.
The purpose of this research is to find out how the procedure of law
enforcement against military members who commit narcotics crime and what
sanctions are given by military courts against military members who commit
narcotics crime and what obstacles occur in law enforcement against members of
the military who commit narcotics crimes in Medan I-02 Military Court Law.
The method used in this thesis research is sociology and empirical legal
research methods namely research by taking secondary data or data derived from
literature (documents). Then proceed with research on primary data in the field
or against a community in a particular place based on a certain period and time.
Legal arrangements in Indonesia take the principle of all must be subject
to the law, with this principle, anyone who commits a crime whether he is a police
officer or a member of the military must be processed according to the applicable
law regarding his crime, narcotics crimes are regulated in Law Number 35 of
2009 concerning Narcotics and in the Military itself has been regulated in Law
Number 31 of 1997 concerning Military Courts and is accompanied by the
Military Criminal Code itself, with Laws governing Law Enforcement of Military
Members those who commit Narcotics Crime are expected to uphold the law
against members of the military who commit narcotics crimes giving a redress
effect on the perpetrators and provide a good example for the community
Motivasi remaja melanjutkan pendidikan di Desa Aektangga Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, Bagaimana motivasi
remaja melanjutkan pendidikan di Desa Aektangga, apa sajakah faktor
penghambat dan solusi remaja melanjutkan pendidikan di desa aektangga dan
bagaimana usaha yang dilakukan remaja untuk melanjutkan pendidikan di desa
Aektangga.
Adapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana motivasi remaja melanjutkan pendidikan di desa
Aektangga, untuk mengetahui apa saja faktor dan penghambat keadaan akhlak
remaja di Kelurahan Sihitang Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, untuk
mengetahui peranan orangtua dalam pembentukan akhlak remaja di Kelurahan
Sihitang Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, untuk mengetahui problematika
orangtua dalam pembentukan akhlak remaja di Kelurahan Sihitang Kecamatan
Padangsidimpuan Tenggara.
Penelitian ini dilakukan dalam bentuk kualitatif-deskriptif. Deskriptif yang
dimaksud dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang ditempuh dengan
menggunakan analisis deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini, adalah
orangtua, remaja, masyarakat, dan Lurah Sihitang. Untuk mengumpulkan data
dalam penelitian ini, dilaksanakan riset lapangan (filed research) dengan
menggunakan istrumen penugmpulan data yang terdiri dari wawancara tak
terstruktur dan observasi.
Berdasarkan penelitian di atas diperoleh hasil bahwa Keadaan akhlak
remaja di Kelurahan Sihitang Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara tergolong
buruk, karena pada beberapa kasus terdapat tingkah laku yang tidak
mencerminkan akhlak yang mulia misalnya banyak di antara mereka suka
membantah perintah orang tua, mengucapkan perkataan yang kurang sopan dan
selalu membuat resah masyarakat. Peranan orangtua terhadap anak tidak
dilaksanakan dengan sepenuhnya. Orangtua belum menjalankan fungsinya
dengan baik. Peran-peran yang mereka lakukan adalah peran yang membentuk
sikap dan kepribadian anak yang tidak baik.
Kurangnya pendidikan dan pengetahuan orangtua tentang keagamaan di
Kelurahan Sihitang membuat para orangtua melakukan berbagai aktivitas
vii
perjudian yang kemudian ditiru oleh anaknya. Selain itu, orangtua di Kelurahan
Sihitang juga tidak memperhatikan berbagai perkembangan dan pertumbuhan
anak, sehingga orangtua tidak mengerti apa kebutuhan anak. Kurangnya
kerjasama orangtua dengan alim ulama dan aparat desa dalam menertibkan
berbagai usaha masyarakat yang berpotensi merusak moral dan akhlak remaja,
menjadikan akhlak remaja semakin hari semakin memprihatinkan
Gerakan ekonomi islam di indonesia pada era pra kemerdekaan
This study aims to determine (1) the spirit and courage of Islamic economic movement conducted by the founding figures of Islamic organizations in pre-independence Indonesia, although they always get threat from the Dutch government. (2) The background of the Islamic economic movement by SDI, Muhammadiyah and NU pre-independence era of Indonesia. (3) Islamic economic movements conducted by SDI, Muhammadiyah and NU received positive responses by indigenous communities including pesantren and others (4) Obstacles experienced by SDI, Muhammadiyah and NU in the Islamic economic movement to the community.
The research method used in this research using qualitative approach. Data collection techniques are conducted by interviews and research libraries by finding reference sources from books related to this research, scientific journals, other related articles and various other sources that can be a source of reference in this study. This paper can be concluded that (1) The pattern of SDI, Muhammadiyah, and NU movement has a modern, traditional-conservative economic typology. (2) There is a positive influence on the SDI movement to the Muslim community such as the rise of indigenous traders to be strong, and eliminating discriminatory treatment to indigenous traders. (3) There is a good influence on the Muhammadiyah movement to the people, both their improved economy and their better human resources, one example of the economy by establishing BMT ummah and Bank Muhammadiyah. (4) There is a positive influence for the people's economy due to the influence of Nahdlatut Tujjar and establishing cooperative Shirkah Muawwanah in pesantren. (5) by repeating the writings of the pre-independence Islamic economic movement, became the
motivation for today's mass organizations in order to contribute more to the Islamic economy than the pre-independence Islamic economic movement because of the constraints of the Islamic economic movement facing today , not as difficult as facing the pre-independence Islamic economic movement.
Keyword: SDI, Muhammadiyah and Nahdlatut Tujjar
ANALISIS PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP SYARIAH PADA BISNIS RITEL SYARIAH MINIMARKET 212 MART MEDAN DENAI
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, Bagaimana Penerapan Prinsip-Prinsip Syariah pada minimarket 212 Mart Medan Denai, Apa saja kendala yang dihadapi saat menerapkan prinsip-prinsip syariah pada minimarket 212 Mart Medan Denai. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif dimana peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian menganalisisnya. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip syariah di minimarket 212 Mart Medan Denai masih belum sepenuhya menerapkan prinsip-prinsip syariah, dari ke Enam prinsip yang ada hanya Lima prrinsip syariah saja yang diterapkan diantaranya yaitu Prinsip keadilan (Al-Adliyah) keadilan dalam aktivitas ekonomi berupa adil dalam menakar timbangan, dalam penentuan harga, dan dalam kualitas produk. Prinsip berbuat kebaikan (Al-I?s?n) dengan mengimplementasikan prinsip kebaikan kita dapat memberikan apapun yang terbaik yang kita miliki. Prinsip ketercukupan (Al-Kif?yah) prinsip ini dapat dilakukan dengan cara menyantuni fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya. Prinsip keseimbangan (Al-Wasa?iyah) memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan, tidak membedakan pelayanan antara pelanggan yang kaya dengan pelanggan yang sederhana. Prinsip kejujuran (As- Shiddiq) dan kebenaran (Al-Haq) minimarket 212 mart Medan Denai tidak memanipulasi harga dan tidak mengambil terlalu banyak keuntungan dari yang seharusnya. Juga terdapat kendala dalam menerapkan menerapkan prinsip syariah di minimarket 212 Mart Medan Denai yaitu prinsip Al-Mas??liyah (accountability, pertanggung jawaban). Dimana pihak minimarket 212 Mart Medan Denai untuk produk yang dijual masih belum semuanya memiliki label halal, dan masih adanya kelalaian dari pihak karyawan dalam menghimpun dana
Menjadi Pengusaha Muda
Pengusaha merupakan suatu pekerjaan yang sangat mulia, karena pekerjaannya tidak hanya bermanfaat untuk diri-sendiri namun memberikan dampak positif kepada orang di sekitarnya baik itu kepada keluarganya, masyarakat dan negara, Bahkan seorang rasulullah panutan umat Islam seorang pedagang/ pengusaha. Dan suatu Negara yang maju, sejahtera tergantung jumlah pengusaha di suatu Negara, terlebih kepada para pemuda yang menjadi pengusaha muda merupakan aset suatu bangsa yang besar karena berperan penting dalam menjalankan roda prekonomian suatu bangsa. Namun relitanya di Negara ini para pemuda serta para orang tua tidak mau ambil pusing dengan kondisi yang tidak aman (pengusaha) mindset para pemuda dan orang tua hanya memilki karir yang tetap dengan kondisi yang aman yaitu PNS, karyawan Bank dan pegawai swasta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian metode kualitatif dengan observasi ke SMK Bandung di Kab. Deli Serdang. Disarankan kepada orang tua dan para generasi muda harus mengubah mindsetnya dan mentalnya yang selama ini hanya berfikir untuk jadi PNS menjadi pengusaha muda yang memberi manfaat untuk orang sekitar
Peta Sosial Ekonomi Umat Islam (Ekonomi Dalam Pembangunan dan Pengembangan Masyarakat Islam)
This community development approach seeks to promote economic development at the local/regional level. Although such an approach is likely to involve community development and can be linked to empowerment activities in community action programs that focus on upgrading local infrastructure and promoting local economic development projects. This is a key theme related to community development programs by taking into account the economic principles of Muslims. Community development is known as community development. According to the Director General of Development, it is essentially a continuous dynamic process for the community to realize the desire and expectation of a more prosperous life with a strategy to avoid the possibility of being cornered by the community as the guarantor for access to regional or national development. Community Development becomes a kind of spirit in a development paradigm that is no longer delivered where it has been planned by the highest party or follows western patterns, but becomes a development that is people centered in color. With the development of ideas in the theory of dependency (relationships of dependency, there are dominant parties and dependent parties) who want to be independent and contextual in improving people's welfare. More than that, the bottom-up principle becomes a promising belief on the basis of the failure of various countries to improve the welfare of their people
GERAKAN EKONOMI ISLAM DI INDONESIA PADA ERA PRA KEMERDEKAAN
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) semangat dan keberanian gerakan ekonomi Islam yangdilakukan oleh tokoh pendiri ormas-ormas Islam di Indonesia pra era kemerdekaan, walaupun merekaselalu mendapat ancaman dari pemerintah Belanda. (2) latarbelakang gerakan ekonomi Islam yang dilakukanSDI, Muhammadiyah dan NU pra era kemerdekaan RI. (3) Gerakan-gerakan ekonomi Islam yang dilakukanoleh SDI, Muhammadiyah dan NU mendapat renspon yang positif oleh masyarakat pribumi termasukpesantren-pesantren dan lain sebagainya (4) Hambatan yang dialami oleh SDI, Muhammadiyah dan NUdalam gerakan ekonimi Islam kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitianini menggunakan pendekataan kualitatif. Tulisan ini dapat disimpulkan bahwasanya (1) pola gerakanSDI, Muhammadiyah, dan NU memiliki tipologi dibidang ekonomi yang bersifat modern, tradisionalkonservatif.(2) terdapat pengaruh yang positif terhadap gerakan SDI kepada masyarakat muslim diantaranyaterangkatnya pedagang pribumi menjadi kuat, dan menghilangkan perlakuan diskriminatif kepada pedagangpribumi. (3) terdapat pengaruh yang baik terhadap gerakan Muhammadiyah kepada masyarakat baikprekonomian mereka yang meningkat maupun SDM mereka lebih baik, salah satu contoh dari prekonomiandengan mendirikan BMT umat dan Bank Muhammadiyah. (4) terdapat pengaruh positif bagi prekonomianmasyarakat akibat dari pengaruhNahdlatut Tujjar dan mendirikan koperasihShirkah Muawwanah dipesantren-pesantren. (5) dengan mengulang kembali tulisan-tulisan gerakan ekonomi Islam pra era kemerdekaan,menjadi motivasi untuk ormas-ormas sekarang ini supaya harus lebih berkontribusi dalam menggerakkanekonomi Islam dibandingkan dengan gerakan ekonomi Islam pra era kemerdekaan, karena hambatangerakan ekonomi Islam yang dihadapi sekarang ini, tidak sesulit yang dihadapi gerakan ekonomi Islampra era kemerdekaan.Kata Kunci: SDI, Muhammadiyah dan Nahdlatut Tujjar
Gerakan Ekonomi Islam Pada Era Pra Kemerdekaan
This research is aimed to know the background of economic movement conducted by SDI, Muhammadiyah and NU and analyzing the obstacles faced by SDI, Muhammadiyah and NU in Islamic economic movement. The research method used in this research uses library study method with qualitative approach. The result of this conclusion can be concluded that the patterns of SDI movement, Muhammadiyah, and NU have a contemporary, traditional-conservative economic ideology. The existence of a positive influence on the movement of SDI to the Muslim community, among others, the lifting of indigenous traders became strong, and eliminating discriminatory treatment to indigenous traders. A good influence on the Muhammadiyah movement to the people, both their growing economy and their human resources, is better, one example of the pre-economy by establishing the BMT of the Ummah and the Muhammadiyah Bank. And also the economy of the people due to the influence of Nahdlatut Tujjar and establish the Shirkah Muawwanah cooperative in pesantren-pesantren. The movements provided by SDI, Muhammadiyah, and NU to the community have had a positive impact on the social, economic, social, and social issues
Pencapaian Lebar-Pita Antena Mikrostrip dengan Tingkap Tergandeng untuk Frekuensi 2,4 GHz
Peran Wakaf Bagi Generasi Milenial Dalam Membangun Perekonomian Umat Islam Yang Kuat dan Tangguh
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi generasi milenial dalam wakaf sebagai salah satu cara membangun perekonomian umat Islam yang kuat dan tangguh. Metode pelaksanaan melibatkan ceramah, tanya jawab, dan evaluasi terhadap remaja Masjid Jami’ Ulayat Percut Sei Tuan selama tiga bulan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep dan manfaat wakaf, antusiasme terhadap wakaf produktif, serta peningkatan minat dalam berwakaf. Dengan pendekatan interaktif, peserta termotivasi untuk mempraktikkan wakaf dalam kehidupan sehari-hari
