1,721,634 research outputs found
Rahmatia Eka Putri's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Rahmatia Eka Putri's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Rahmatia Eka Putri's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Bioskop di Kotamadya Ujung Pandang (1971-1999)
ABSTRAK
Rahmatia. M, 2015, Bioskop di Kotamadya Ujung Pandang (1971-1999) Skripsi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Dengan Pembimbing I Mustari Bosra dan Pembimbing II Muh Rasyid Ridha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan bioskop di Kotamadya Ujung Pandang, disamping untuk mengetahui peranan bioskop sebagai usaha bisnis, media hiburan, gaya hidup serta peranannya dalam pendidikan sebagai pemberi informasi.
Penelitian ini digolongkan dalam sejarah sosial karena ruang lingkup sejarah sosial berkaitan dengan prilaku dan gaya hidup masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yakni heuristik (mencari dan mengumpulkan sumber), kritik sumber (yang terdiri dari kritik ekstern dan kritik intern), interpretasi (penafsiran sumber) dan historiografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan, studi kearsipan dan studi lapangan (wawancara)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioskop di Kotamadya Ujung Pandang telah ada pada awal abad ke-20 yang di bawah oleh orang Belanda. Yang kemudian di ikuti oleh orang Cina sebagai suatu kebanggan untuk menyambut orang-orang Belanda. Kemudian terjadi penggolongan bioskop yang diakibatkan oleh faktor ras, ekonomi, jenis film, dan fasilitas Gedung. Pada tahun 1970-an jumlah bioskop di Kotamadya Ujung Pandang sekitar 25 Gedung bioskop namun pada tahun 1990-an itu mengalami penurunan diakibatkan kerena adanya televisi, monopoly film oleh studio 21, serta adanya VCD dan DVD bajakan.
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa periode emas dalam perbioskopan di Kotamadya Ujung Pandang adalah tahun 1970-an, ditandai dengan banyaknya masyarakat yang mengunjungi bioskop sehingga kehadiran bioskop menjadi sesuatu yang menghibur bagi masyrakat. Bioskop di Kotamadya Ujung Pandang memiliki banyak peranan diantaranya dijadikan sebagai usaha Bisnis, sebagai media hiburan bagi masyarakat, selain itu bioskop juga di jadikan sebagai gaya hidup bagi masyarakat, dan yang paling penting bahwa bioskop juga berperan dalam pendidikan utamanya sebagai pemberi informasi dan pengetahuan bagi masyarakat pada saat itu
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENGGUNAAN METODE BERCERITA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA LISAN MURID TUNARUNGU KELAS DASAR VI DI SLB-B YPPLB MAKASSAR
RAHMATIA. 2014. Penggunaan Metode Bercerita dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Lisan Murid Tunarungu Kelas Dasar VI di SLB-B YPPLB Makassar. Skripsi. Dibimbing oleh Drs. Djoni Rosyidi, M. Pd dan Dra. Hj. St. Murni, M. Hum. Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar.
Masalah dalam penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan berbahasa lisan pada murid tunarungu kelas VI di SLB-B YPPLB Makassar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa lisan murid tunarungu kelas dasar VI di SLB-B YPPLB Makassar?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bahasa lisan murid tunarungu kelas dasar VI di SLB-B YPPLB sebelum dan setelah penggunaan metode bercerita. Pendekatan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik penelitian eksperimen. Jenis penelitian yang digunakan adalah subyek tunggal atau Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Subjek penelitian ini adalah satu orang murid tunarungu kelas dasar VI di SLB-B YPPLB Makassar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui tes perbuatan dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa lisan. Penggunaan metode bercerita pada baseline 1 (A1) menunjukkan kemampuan berbahasa lisan kurang , pada intervensi (B) menunjukkan kemampuan berbahasa lisan meningkat, dan pada baseline 2 (A2) kemampuan berbahasa lisan menunjukkan kestabilan atau tetap yang berarti meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Metode Bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa lisan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan Metode Bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa lisan murid tunarungu kelas dasar VI SLB-B YPPLB Makassar
- …
