3 research outputs found

    Islamic Legal Approach in Preventing Women's Involvement in Spreading Hoaxes on Social Media

    Full text link
    This article discusses preventing women from being involved in hoaxes on social media using an Islamic legal approach because women are one of the groups that are vulnerable to being exposed to and spreading hoaxes on social media. This research aims to find out how to prevent women from being involved with Islamic law but with an Islamic legal approach. Data was collected with documentation related to analyses by Islamic law experts and the media. Apart from that, interviews were also conducted with female journalists about women's involvement in social media and how to anticipate it, then it was analyzed using a reduction process, presented, and concluded. The results of the research show that the Islamic legal approach can be used as a basis for preventing women from committing hoaxes on social media, if the principles of Islamic law in those media are implemented, among these principles are tabayun, responsibility and always adhering to stick of caution

    Minangkabau Women's Movement for the Progress of Women's Education in West Sumatera

    Full text link
    Education in Minangkabau from the 19th century to the early 20th century was not too pro-Minangs women. Recognizing the situation and conditions at that time, several Minangkabau women moved and fought against injustice, including Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, and Rasuna Said. This Minangs female figure fights for women's rights with various strategies and movements. This research uses qualitative by collecting data through interviews and documentation. This study shows that the movements carried out by female leaders in Minangkabau have contributed to contemporary Islamic education in Minangkabau, such as 1) Liberating women from educational backwardness. 2) Take an education policy to get women out of colonialism. 3) Inspire women to continue to develop their minds. 4) Educating women through mass media as a way to educate the public.Pendidikan di Minangkabau pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20 tidak terlalu berpihak kepada kaum perempuan Minang. Melihat situasi dan kondisi saat itu, beberapa perempuan Minangkabau bergerak dan berjuang dalam melawan ketidakadilan diantaranya adalah : Rohana Kudus, Rahmah El Yunusiah, dan Rasuna Said. Tokoh perempuan Minang ini memperjuangkan hak-hak perempuan dengan berbagai strategi dan pergerakan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pergerakan yang dilakukan oleh tokoh- tokoh perempuan di Minangkabau memiliki kontribusi pada pendidikan Islam kontemporer di Minangkabau seperti: 1) Melakukan pembebasan perempuan dari keterbelakangan pendidikan. 2) Mengambil kebijakan pendidikan untuk mengeluarkan perempuan dari keterjajahan. 3) Menginspirasi perempuan untuk terus mengembangkan pemikiran. 4) Mendidik perempuan melalui media massa sebagai salah satu cara mencerdaskan masyarakat

    Pemberdayaan Semangat Belajar Peserta Didik melalui Semangat Berprestasi di PKBM Kota Bukittinggi

    No full text
    Setiap warga negara dijamin mendapatkan pendidikan yang layak, tidak terkecuali terhadap anak-anak keluarga marjinal di perkotaan. Di Bukittinggi Sumatera Barat salah satu lembaga pendidikan yang melayani pendidikan anak-anak keluarga marjinal ini salah, PKBM Kasih Bundo. Pada tahun 2016 ini tercatat ada 314 orang warga belajar mendapatkan pendidikan di lembaga ini, namun dalam proses pembelajaran warga belajar sering mendapatkan pendidikan yang tidak ideal, sehingga proses pembelajaran bagi warga belajar tidak mencerahkan, serta sekolah bagi mereka tidak menjadi bahagian penting dirasakan untuk membangun mentalitas dan orientasi masa depan. Kondisi seperti itu terjadi sebagai akibat dari rendahnya motivasi Prestasi belajar yang diperoleh oleh warga belajar, disamping guru lebih dominan melakukan pendekatan-pendekatan praktis dalam pendidikan, yaitu melakukan pendekatan pencapaian hasil belajar daripada memperhatikan pendekatan emosional mentalitas. Di samping tanpa mempertimbangkan kondisi sosial dan masalah yang dihadapi warga belajarnya yang terdiri dari anak-anak yang bermasalah secara ekonomi, sosial dan budaya. Sehubungan dengan permasalahan ini, guru harus dilakukan pendampingan supaya dapat melakukan pendekatan-pendekatan emosional, dengan memberikan motivasi need achievement pada siswa. Dari hasil dampingan diperoleh, ternyata memang warga belajar sangat membutuhkan pendekatan emosional motivasi Prestasi belajar tersebut. Setelah mendapatkan materi dan dampingan ternyata ada perubahan yang mendasar, diantaranya terlihat dari kesungguhan dalam belajar, mampu menjalankan disiplin dan telah memulai membangun orientasi masa depan
    corecore