4 research outputs found
Pernikahan Usia Muda sebagai Faktor Risiko dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga
Pernikahan pada usia muda masih menjadi permasalahan yang cukup umum terjadi di berbagai daerah Indonesia, terutama di lingkungan pedesaan dengan tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat yang rendah. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pernikahan usia muda sebagai salah satu penyebab melemahnya ketahanan ekonomi dalam rumah tangga, dengan pendekatan kajian pustaka berdasarkan studi literatur. Hasil ini menunjukkan bahwa pernikahan dini membawa dampak serius terhadap kondisi ekonomi keluarga, ditandai dengan terbatasnya akses pendidikan, minimnya peluang pekerjaan yang layak, serta kurangnya keterampilan dalam mengelola keuangan keluarga. Pasangan muda juga rentan mengalami tekanan psikologis dan ketergantungan finansial terhadap keluarga besar. Selain itu, keterbatasan dalam mengakses bantuan sosial memperburuk ketahanan ekonomi mereka. Dalam jangka panjang, kondisi ini memperbesar risiko munculnya siklus kemiskinan antargenerasi. Studi ini merekomendasikan pentingnya peningkatan edukasi, pelatihan keterampilan hidup, serta kebijakan yang mendorong penundaan usia pernikahan sebagai langkah preventif. Kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah sangat diperlukan dalam menciptakan sistem perlindungan dan pemberdayaan bagi remaja agar mampu mencapai kesiapan berumah tangga secara optimal, baik dari aspek psikologis maupun ekonomi.Kata Kunci: Pernikahan Muda; Ketahanan Ekonomi; Kesejahteraan Keluarga. Early-age marriage continues to be a significant social issue in many parts of Indonesia, particularly in rural communities with low levels of income and education. This study explores how early marriage contributes to weakened family economic stability by reviewing scientific literature published over the past five years. The analysis reveals that marrying young has a considerable negative impact on economic resilience. Contributing factors include limited educational attainment, lack of access to decent employment opportunities, and poor financial management skills. Young couples are also vulnerable to psychological stress and often remain financially dependent on their extended families. Furthermore, their inability to access formal social assistance worsens their household's financial condition. In the long term, these economic difficulties increase the risk of intergenerational poverty. This study recommends the importance of improving education, life skills training, and policies that promote delayed marriage as preventive measures. Cooperation among families, educational institutions, and government entities is necessary to establish systems that protect and empower youth so they can attain adequate readiness for marriage, both psychologically and economically.Keywords: Early-Age Marriage; Economic Resilience; Family Well-Being
PENGUKURAN KINERJA DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA CIREBON
Pengukuran kinerja dijadikan penilaian hasil akhir atas pelaksanaan kegiatan terhadap target dan tujuan. Hasil penilaian kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon tahun 2020 - 2021 masih menunjukkan belum mencapai kategori “A”. Sebagaimana seharusnya melakukan pengukuran kinerja dapat membantu memperbaiki kinerja pemerintah. Sehingga tujuan penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui pelaksanaan pengukuran kinerja di Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis melakukan pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara yang ditentukan informannya melalui pendekatan purposive sampling. Kemudian melakukan analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya ditemukan dinas melakukan pengukuran kinerja yaitu berupa dalam bentuk laporan kinerja yang mengukur target kinerja dinas dan pengukuran kinerja untuk pencapaian target sasaran organisasi. Serta pengukuran kinerja dengan evaluasi dan monitoring berdasarkan evaluasi Renja atas perencanaan kerja. Dapat disimpulkan bahwa dinas cukup sesuai dalam melaksanakan pengukuran kinerja, namun masih belum memaksimalkan pengukuran kinerja dengan pendekatan value for money. Performance measurement is used as an assessment of the final results of the implementation of activities against targets and goals. The results of the performance assessment of the Cirebon City Environment Service for 2020 - 2021 still show that they have not yet reached the “A” category. As it should performance measurement can help improve government performance. So the purpose of this study is that researchers want to know the implementation of performance measurement in the Cirebon City Environment Service. Researchers used qualitative methods with a descriptive approach. The author collects data by means of observation, interviews determined by the informants through a purposive sampling approach. Then perform data analysis by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of his research found that the agency conducts performance measurements, namely in the form of performance reports that measure office performance targets and performance measurements for achieving organizational targets. Monitor based on Renja's evaluation of work planning. It can be concluded that the agency is quite suitable in carrying out performance measurement, but still has not maximized performance measurement with this approach value for money
Analisis aktivitas inhibisi kuersetin pada bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penetrasi SARS-CoV-2 menggunakan metode molecular docking
Pada penelitian ini, bawang merah (Alium cepa L.) diekstraksi untuk mengeluarkan senyawa flavonoid yaitu kuersetin yang akan digunakan sebagai inhibitor penetrasi SARS-CoV-2 terhadap dalam reseptor ACE2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas inhibisi yang terjadi antara senyawa flavonoid kuersetin dengan protein S pada SARS-CoV-2 sebagai pencegahan penetrasi SARS-CoV-2 pada ACE2. Dengan melakukan kajian naratif serta penelitian in silico diketahui bahwa senyawa kuersetin memiliki afinitas ikatan yang tinggi dan memiliki interaksi ikatan yang baik dengan protein spike pada SARS-CoV-2. Kemudian dilakukan penelitian in silico untuk mengetahui aktivitas inhibisi kuersetin. Proses Molecular Docking antara kuersetin (CID: 5320844) dan protein spike SARS-CoV-2 (PDB ID:6VSB) dilakukan dengan menggunakan aplikasi PyRx yang terintegrasi dengan Vina Wizard. Grid. Visualisasi hasil docking dilakukan melalui aplikasi Discovery Studio Visualizer. Kuersetin menunjukan hasil energi ikat terendah dan identik sebesar -7.5 kkal/mol Merujuk hal tersebut, kuersetin membentuk ikatan hidrogen dengan asam amino PRO 1057, SER 730, THR 778, GLN 853. Selain itu membentuk ikatan Pi-Alkyl dengan asam amino VAL 860 dan ALA 956. Ikatan Pi-cation juga ditemukan pada asam amino HIS 1058 pada gugus aktif untai Aprotein spike SARS-CoV-2. Hasil nilai RMSD sebesar 1,896 menunjukkan bahwa hasil Molecular Docking yang dilakukan adalah valid. beserta latar belakangnya, tujuan penelitian, temuan dan kesimpulan
Pemanfaatan Buah Tomat Melalui Pelatihan Pembuatan Sirup Tomat di Desa Saka Lagun Kabupaten Kapuas
Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan buah yang memilki warna merah menarik serta kaya akan kandungan vitamin seperti vitamin C. Maka tidak salah kalau tomat sangat bermanfaat menjaga sistem imun tubuh. Buah tomat dapat diolah berbagai macam makanan seperti selai, saus, dan sambal. Desa Saka Lagun Kecamatan Pulau Petak kabupaten Kapuas merupakan desa yang masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani. Salah satu hasil pertanian yang didapatkan adalah buah tomat. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah memberikan wawasan pengetahuan dan keterampilan dari narasumber ke masyarakat untuk menambah ide bisnis yang dapat dilakukan dan meningkatkan nilai ekonomi keluarga. Pelaksanaan pelatihan pembuatan sirup tomat ini berlangsuk pada bulan Agustus 2023, dengan hasil kegiatan ibu-ibu PKK dan masyarakat sangat antusias terhadap kegiatan pelatihan pembuatan sirup tomat. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah memberikan peluang dan ide bisnis baru kepada masyarakat Desa Saka Lagun
