1,721,696 research outputs found
ANALISIS MELODI LAGU ANEUK YATIM CIPTAAN RAFLY KANDE
Aneuk Yatim adalah lagu yang diciptakan pada tahun 1999 oleh Rafly, memiliki pesan dan makna perdamaian dalam merespon persoalan gejolak politik di Aceh, serta merepresentasikan kondisi anak-anak di Aceh pada masa konflik. Melalui lirik maupun melodi, Rafly mampu menciptakan suasana kesedihan yang dapat dirasakan oleh masyarakat terhadap kondisi dan situasi di masa konflik. Vokal pada lagu Aneuk Yatim ciptaan Rafly memiliki struktur dan bentuk melodi yang terdiri dari ornamen musik, susunan perjalanan melodi dan scale. Penelitian ini menguraikan melodi pada lagu Aneuk Yatim ciptaan Rafly Kande menggunakan teori musik Barat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui metode analisis melodi pada musik Pop di Indonesia umumnya dan musik Pop daerah khususnya. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif, dengan metode analisis deskriptif, dibantu dengan pendekatan etik dan emik untuk mempermudah kelancaran dalam proses pencarian data. Pemilihan metode dan pendekatan dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara dengan partisipan. Bentuk dan struktur melodi pada lagu Aneuk Yatim ciptaan Rafly Kande terdiri dari dua bagian dengan tempo 60 bpm, yang masing-masing bagian dibagi dalam dua kalimat/periode. Pada kalimat tersebut disusun berdasarkan bermacam-macam bentuk motif, yang masing-masing motif memiliki melodi dan scale yang diulang pada periode/kalimat selanjutnya dengan sedikit perubahan melodi pada akhir figures (frase penutup). Penggunaan tangganada pada lagu ini adalah Tangganada Minor Asli dan Minor Harmonis, dengan teknik pengembangan sekuen, diminished, dan augmented. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi acuan dan referensi dalam perspektif objek formal maupun objek material, terkait dengan analisis bentuk dan struktur melodi, pengembangan pola melodi yang dibahas dalam keilmuan musik Barat
Identifikasi Interval Melodi Lagu Aneuk Yatim Ciptaan Rafly Kande
Aneuk Yatim is a Aceh Pop song created by Rafly who is a member of the Kande Group. This group creates songs using lyrics, characters, and Aceh music instruments. The vocals of this song consist of three parts, where each part has antecedents and consequent sentences or what is known as question sentences and answer sentences. Each sentence of the song has a measurable interval. In western music theory, the intervals are in the order of Prime, Second, Terts, Quart/Kwart, Quint/Kwint, Sekt, Septim, None, Decim, Undecim, Dodecim, and Tredecim. Then, this study identifies the use of intervals using western music theory in studying and analyzing each part of the Aneuk Yatim song by Rafly Kande. This study uses a qualitative method with stages in the form of data reduction, data presentation, and looking of conclusions. Data analysis was carried out with an interactive model as a way to looking the conclusions and verify all things contained in the reduction and presentation of the data when data collection ended. The purpose of this study is to identify more deeply the tune intervals in the melody in each part of music. The result of this research is to know the shape of the interval of each melodic journey of the Aneuk Yatim song.Keywords: Aneuk Yatim; Interval; Melody; Rafly KandeABSTRAKLagu Aneuk Yatim adalah lagu Pop Aceh ciptaan Rafly yang tergabung dalam Grup Kande. Grup ini menciptakan karya lagu menggunakan lirik, karakter, dan penggunaan instrumen musik Aceh. Vokal lagu ini terdiri dari tiga bagian, dimana setiap bagian memiliki kalimat antecedents dan consequents atau yang dikenal dengan kalimat tanya dan kalimat jawab. Setiap kalimat lagu memiliki interval atau jarak nada yang dapat diukur. Dalam teori musik barat, interval tersebut memiliki urutan antara lain Prime, Second, Terts, Quart/Kwart, Quint/Kwint, Sekt, Septim, None, Decim, Undecim, Dodecim, dan Tredecim. Dengan demikian, penelitian ini mengidentifikasi penggunaan interval dengan menggunakan teori musik barat dalam mengkaji dan menganalisis setiap bagian pada lagu Aneuk Yatim karya Rafly Kande. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisa data dilakukan dengan model interaktif sebagai cara untuk menarik kesimpulan dan verifikasi atas semua hal yang terdapat dalam reduksi dan sajian datanya ketika pengumpulan data berakhir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi lebih dalam mengenai interval nada pada melodi dalam sebuah karya musik. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk jarak nada dari setiap perjalanan melodi dari lagu Aneuk Yatim.Kata Kunci: Aneuk Yatim; Interval Nada; Melodi Lagu; Rafly Kand
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN KEJADIAN GEJALA NEUROTOKSIK PADA PEKERJA DI HOME INDUSTRI RAFLY SHOES MOJOKERTO
Pada home industry tersebut didapatkan bahwa pekerja mengalami keluhan seperti mengalami sakit kepala, sesak nafas, mual, dan sering merasa kelelahan. Keluhan-keluhan tersebut termasuk dalam gejala neurotoksik. Paparan zat kimia berbahaya dalam lingkungan kerja yang tidak terkontrol dapat menyebabkan dampak kesehatan serius pada pekerja. Paparan bahan kimia berbahaya dalam lingkungan kerja yang tidak terkontrol dapat menyebabkan efek neurotoksik yang serius pada kesehatan pekerja. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan kejadian gejala neurotoksik pada pekerja di home industri rafly shoes. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang digunakan adalah pekerja di home industry rafly shoes sejumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 responden (17%) mengalami gejala neurotoksik sedangkan 25 responden (83%) tidak mengalami gejala neurotoksik. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan masa kerja dengan kejadian gejala nurotoksik pada pekerja di Home Industry Rafly Shoes (P-Value = 0 , Phi = 67,2) dan ada hubungan konsumsi alcohol dengan kejadian gejala nurotoksik pada pekerja di Home Industry Rafly Shoes (P-Value = 0,005 , Phi = 0,5). Kesimpulan penelitian ini adalah Terdapat hubungan masa kerja dengan kejadian gejala nurotoksik pada pekerja di home industry rafly shoes dan terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan gejala nurotoksik pada pekerja di home industry rafly shoes
STUDI TENTANG FAKTOR PEKERJAAN, FAKTOR INDIVIDU DAN TINGKAT RISIKO MSDS PADA PEKERJA DI HOME INDUSTRY RAFLY SHOES
Sampai saat ini penyakit akibat kerja seperti bahaya ergonomi dapat terjadi di home industry salah satunya yaitu bahaya gangguan sistem gerak tubuh Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pekerja home industry rentan terkena MSDs karena pekerjaannya yang masih dilakukan secara manual dan sikap kerja yang tidak ergonomi terutama pada pekerja home industry yang tidak mempunyai standar kerja.Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan karakteristik faktor pekerjaan, faktor individu dan tingkat risiko MSDs pada pekerja di home industry rafly shoes. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi deskriptif. Variabel penelitian ini ada gambaran faktor pekerjaan (postur kerja, masa kerja, durasi kerja), faktor individu (umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok) dan menilai tingkat risiko musculoskeletal disorders (MSDs). Populasi yang digunakan adalah pekerja rafly shoes dengan menggunakan total populasi 30 pekerja. pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara terhadap responden. Analisis data menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian pekerja di Home Industry Rafly Shoes yang memiliki umur ≤ 40 tahun memiliki tingkat risiko MSDs tinggi sebanyak 82,4%, pekerja di Home Industry Rafly Shoes yang berjenis kelamin laki-laki dan memiliki tingkat risiko MSDs tinggi sebanyak 75,0%, pekerja di Home Industry Rafly Shoes yang memiliki kebiasaan merokok dan memiliki tingkat risiko MSDs tinggi sebanyak 77,8%, pekerja di Home Industry Rafly Shoes yang memiliki postur kerja perlu perbaikan dan memiliki tingkat risiko MSDs tinggi sebanyak 79,2%, pekerja di Home Industry Rafly Shoes yang memiliki masa kerja ≤ 5 tahun dan memiliki tingkat risiko MSDs tinggi sebanyak 66,7%, pekerja di Home Industry Rafly Shoes yang memiliki Durasi kerja ≤ 8 jam dan memiliki tingkat risiko MSDs tinggi sebanyak 77,8%. Kesimpulan penelitian ini adalah pekerja rafly shoes memiliki keluhan MSDs dengan kategori tinggi dan postur kerja yang mempunyai level risiko tinggi serta perlu dilakukan perbaikan. Saran yang diberikan yaitu mengadakan sosialiasi tentang cara mencegah dan mengatasi keluhan MSDs, melakukan peregangan sebelum dan sesudah bekerja yang difokuskan kepada pekerja dengan usia 25-40 tahun, serta perbaikan stasiun kerja dan menambahkan kursi dan meja yang ergonomis dan pengadaan klinik sederhana untuk P3K untuk pekerja
Aditya Rafly Ibnu Bashary's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Media tradisional dakwah : Studi kasus terhadap Wayang Golek dalang cilik Rafly
Dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang dilakukan oleh seorang dalang yang merangkap pula menjadi pelaku dakwah, dengan menggunakan media dakwahnya yakni wayang golek. Wayang golek merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan baik sebuah informasi atau hiburan yang bersifat tradisional dan modern. Pesan dakwah melalui wayang golek mendapat respon baik dari masyarakat, hal ini dapat terlihat dari antusias masyarakat disetiap pertunjukannya. Tidak hanya sebuah hiburan, wayang golek juga menjadi sarana masyarakat untuk menerima pendidikan/pelajaran agama yang disampaikan oleh Dalang Cilik Rafly.
Tujuan penelitiapn ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pesan dakwah pada Pagelaran wayang golek, dan untuk mengetahui bagaimana wayang golek sebgai media dakwah.Penelitian ini dilakukan pada Dalang Cilik Rafly yang masih berumur anak-anak meiliki bakat dalam mensyiarkan agama dan memilih wayang golek sebagi media dakwahnya.
Penelitian ini dilakukan dengan berlandaskan pada Teori Fungsi Komunikasi yang dikemukakan oleh Onong Uchjana Effendy yang mengungkapkan bahwa fungsi komunikasi ini memiliki empat fungsi, yaitu Menginformasikan (To Inform), Mendidik (To Educated), Menghibur (To Entertain), dan Mempengaruhi (to Influence).
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap narasumber, yaitu Dalang Cilik Rafly. Pengumpulan data juga dilakukan dengan referensi atau studi pustaka yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pagelaran wayang golek dalang cilik rafly merupakan media dakwah yang dapat mendidik untuk masyarakat, pesan-pesan dakwah yang disampaikan memiliki informasi untuk masyarakat, juga dapat menghibur dan memberikan pengaruh bagi masyarakat.
Kesimpulannya, bahwa wayang golek sebagai salah satu budaya lokal Jawa Barat dapat dijadikan media dakwah dalam menyampaikan ajaran agama Islam
Aditya Rafly Ibnu Bashary's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
Aditya Rafly Ibnu Bashary's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
- …
