1,720,968 research outputs found

    UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL 70% AKAR BELUNTAS (Pluchea Indica Less) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus Linn.)

    Get PDF
    Inflamasi merupakan proses respon tubuh terhadap rangsangan merugikan yang ditimbulkan oleh berbagai agen berbahaya seperti infeksi, antibody ataupun luka. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antiinflamasi ekstrak etanol 70% Akar Beluntas (Pluchea Indica Less) terhadap edema telapak kaki tikus putih yang diinduksi dengan karagenan 1%. Penelitian yang dilakukan terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan hewan uji masing-masing kelompok sebanyak 5 ekor tikus putih. Pada kelompok kontrol yaitu CMC 0,5% (kontrol negatif), Natrium Diklofenak 13,5 mg/kg BB (kontrol positif) dan kelompok perlakuan dengan dosis 200mg/Kg BB, 300mg/Kg BB, dan 400mg/KgBB. Pletismometer digunakan untuk mengukur daya antiinflamasi dalam jangka waktu 60 menit selama 6 jam. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% Akar Beluntas dengan dosis 200mg/KgBB, 300mg/KgBB dan 400mg/KgBB  yang  diinduksi  Karagenan  1% dengan pembanding Natrium Diklofenak dosis 13,5 mg/kg BB memiliki efek antiinflamasi.Presentase Penghambatan Udema Tertinggi dihasilkan oleh dosis 200mg/KgBB yaitu 54,56% Kata kunci: Antiinflamasi, Akar Beluntas (Pluchea Indica Less), Natrium Diklofenak, tikus puti

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIDIABETIK DARI KOMBUCHA AKAR ALANG-ALANG (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.)

    Get PDF
    Indonesia menempati urutan ke-4 dalam jumlah penderita diabetes dan mengupayakan untuk mengembangkan makanan dan minuman sehat. Komplikasi diabetes yang terkait dengan peningkatan stres oksidatif dapat ditekan oleh antioksidan. Kombucha merupakan minuman fermentasi, selama proses fermentasi kombucha dapat meningkatkan aktvitas antioksidan. Salah satu tanaman yang memiliki sifat antioksidan adalah alang-alang (Imperata cylindrica (L.) P. Beauv.). Tujuan penelitian adalah menguji aktivitas antioksidan dan antidiabetik kombucha dari akar alang-alang pada mencit diabetes yang diinduksi aloksan. Metode yang digunakan ialah uji antioksidan DPPH (1-1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan induksi diabetes aloksan 150 mg/kg BB secara intraperitoneal. Hasil menunjukan potensi antidiabetes yang signifikan ditunjukan nilai penurunan kadar glukosa darah terbaik pada perlakuan pemberian glibenclamid sebesar 58,85% sedangkan perlakuan pemberian kombucha dosis 0,8 ml/mencit 52,93% pada 8 jam pemberian, dengan nilai IC50 44,51% yang menunjukan sediaan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat

    UJI AKTIFITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL 70% RIMPANG BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis ) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN DENGAN INDUKSI OLEUM RICINI

    Get PDF
    Diare adalah suatu keadaan buang air besar dengan frekuensi tidak normal (meningkat) dan konsistensi tinja yang lembek atau cair. Berdasarkan beberapa literatur, kandungan metabolit berupa flavonoid, alkaloid, minyak atsiri dan tanin dalam Binahong mampu mengurangi angka kejadian diare. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antidiare dari ekstrak etanol 70% rimpang Binahong (Anredera cordifolia(Ten.) Steenis) terhadap mencit putih jantan yang diinduksi dengan oleum ricini. Penelitian yang dilakukan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan hewan uji masing-masing kelompok sebanyak 5 ekor mencit putih jantan. Pada kelompok kontrol negatif yaitu CMC Na 1%, kontrol positif yaitu Loperamid 0,52 mg/Kg BB, dan kelompok uji dengan dosis 50 mg, 100 mg, dan 200 mg/Kg BB. Pengamatan dilakukan tiap 30 menit selama 4 jam dan tiap 60 menit selama 6 jam setelah pemberian oleum ricini secara oral. Berdasarkan hasil  penelitian dapat disimpulkan bahwa EERB dosis 50 mg, 100 mg dan 200 mg/kg BB menunjukan perbedaan bermakna dalam mengurangi lama terjadinya (durasi) diare, sedangkan untuk mula terjadi diare dan frekuensi diare memiliki perbedaan tetapi tidak cukup bermakna yang dibandingkan dengan Loperamid 0,52mg/KgBB. Kata Kunci : Antidiare, Anredera cordifolia (ten.) Steenis, Rimpang Binahong, Oleum Ricini, Loperamid, Mencit Putih Janta

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI FRAKSI ETIL ASETAT , DAUN KARAMUNTING (Malastoma malabatrium L.) TERHADAP Vibrio cholerae secara in vitro

    Get PDF
    ABSTRAKDiare adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat dinegara berkembang seperti di Indonesia, sebagai alternative untuk mengatasi masalah diare dan juga efek negative terjadinya resistensi senyawa antibiotic maka dibuat suatu sediaan dengan bahan aktif ekstrak daun Karamunting. Uji khasiat  ekstrak tersebut dilakukian dengan menguji aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae ekstrak yang didapat dengan cara maserasi mengunakan pelarut etanol 96% lalu difraksinasi mengunakan etil asetat . Hasil pengujian daya hambat menunjukan bahwa ekstrak daun karimunting mempunyai khasiat sebagi anti diare. Aktivitas terhadap Vibrio cholera mulai terlihat pada konsentrasi ekstrak 25% dengan diameter zona hambat 11,57 mm, konsentrasi pada 40% zona hambat 13,48 mm dan  konsengtrasi 75% zona hambat 15,24 mm. Pengujian yang dilakukan meliputi sifat fisika dan kimia . sifat fisika dilakukan terhadap parameter  organoleptic,homogenitas, viskositas dan daya  sebar , adapun pengujian sifat kimia dilakukan terhadap parameter pH, hasil pengujian menunjukan bahwa ketiga konsentrasi tersebut memenuhi syarat karakteristik sebagai antidiare yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, dan pH

    UJI EFEK ANTIINFLAMASI EKTRAK ETANOL 70% DAUN LEUNCA (Solanum nigrum Linn) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus Norvegicus Linn)

    Get PDF
    Inflamasi adalah suatu respon protektif lokal yang ditimbulkan oleh  cedera atau kerusakan jaringan yang berfungsi menghancurkan, mengurangi, atau mengurung (sekuestrasi) jaringan yang cedera ataupun agen penyebab cidera. Subjek penelitian menggunakan tikus putih galur Sprague dawley dengan 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yang terdiri dari Kontrol Negatif (Na CMC 0,5 %), Kontrol Positif (Natrium Diklofenak 13,5 mg/kg BB), dan kelompok perlakuan dengan dosis 250 mg/kg BB, 350 mg/kg BB, 450 mg/kg BB diberikan secara oral. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antiinflamasi ekstrak etanol  70% daun leunca (Solanum nigrum Linn) terhadap edema telapak  kaki  tikus putih jantan yang diinduksi dengan karagenan 1% sebanyak 0,1 ml secara sublantar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ektrak etanol 70% daun leunca dapat menurunkan volume udem pada kaki tikus yang diinduksikan dengan karagenan 1%, pada dosis 2 (350 mg/kg BB) persen inhibis radang 31,87% lebih kecil dibanding dengan kontrol positif (Natrium Diklofenak 13,5 mg/kg BB) persen inhibisi radang 33,32%

    UJI AKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA IRIS PADA MENCIT (Mus musculus) PUTIH JANTAN

    No full text
    Penggunaan obat tradisional adalah cara aman untuk mengobati luka, diantaranya luka iris. Diketahui dalam penggunaan povidone iodine menimbulkan iritasi pada kulit yang menyebabkan efek samping seperti, asidosis, neutropeni dan hipotirosis. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan tanaman rimpang binahong untuk penyembuhan luka. Rimpang binahong mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai metabolit sekunder dalam mempercepat proses penyembuhan luka dengan pembentukan jaringan epitel baru. Rimpang binahong mengandung senyawa quinon, steroid, saponin, triterpenoid, monoterpenoid, sesquiterpenoid, flavonoid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 70% rimpang binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap proses penyembuhan luka iris pada mencit (Mus musculus L.) putih jantan. Penelitian ini dengan metode eksperimental. Pembuatan ekstrak rimpang binahong dilakukan dengan metode maserasi, yaitu dengan menggunakan pelarut etanol 70%, hasil filtrat diuapkan kembali menggunakan rotary evaporator untuk memperoleh ekstrak kental. Konsentrasi pada ekstrak rimpang binahong yang akan diujikan adalah dengan konsentrasi 15%, 30% dan 60% dengan perbandingan kontrol positif menggunakan povidone iodine 1%. Aktivitas penyembuhan luka iris yang lebih cepat pada konsentrasi kontrol uji ekstrak 60% dengan waktu enam hari. Hasil analisa one way anova pada ekstrak rimpang binahong 15%, 30%, 60% dan povidone iodine menunjukan nilai signifikan (p <0.05). Disimpulkan bahwa rimpang binahong memiliki khasiat dalam penyembuhan luka iris. Kata kunci: luka iris, Rimpang binahong, povidone iodine, mencit putih The use of traditional medicine is a safer way to treat wounds, such as cuts. The use of povidone iodine is known to cause irritation to the skin which causes side effects such as acidosis, neutropeni and hipotirosis. Therefore, this study uses binahong root plants for healing wounds. Binahong rhizomes contain bioactive compounds are useful as secondary metabolites in accelerating wound healing with the formation of new epithelial tissue. Binahong rhizomes contain quinone, steroids, saponins, triterpenoids, monoterpenoid, sesquiterpenoid, flavonoids. The purpose of this study to determine the activity of 70% ethanol extract of rhizomes binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) on the process of wound healing of white male mice (Mus musculus L.). This study is experimental. Step of manufacturing by making the binahong rhizome extract by maceration method, by using ethanol 70% which evaporated using a rotary evaporator to gain a condensed extract. Concentration on binahong rhizome extract to be tested is at 15%, 30% and 60% with a comparison of positive control using 1% povidone iodine. Cuts healing activities faster on the test control concentration extract of 60% by six days. Analysis results of One way ANOVA on binahong rhizome extract 15%, 30%, 60% and povidone iodine showed a significant value (p <0.05). It was concluded that the rhizome binahong have efficacy in wound healing iris. Keywords: cuts, binahong Rhizome, povidone iodine, white mic

    Entrapment efficiency and drug loading of curcumin nanostructured lipid carrier (NLC) formula

    Get PDF
    Curcumin is a chemical compound that has low solubility and bioavailability and, for these reasons, limited biological effectiveness. For improvement, the solubility needs to be increased by nanotechnology and nanoparticles, among others. Nanostructured Lipid Carrier (NLC) is a new drug delivery system that offers several advantages, including a significant increase in drug solubility and entrapment efficiency. This study aimed to formulate curcumin into curcumin-loaded NLC preparation and determine its characteristics, absorption efficiency, and drug loading. The formulation used evaporation and solvent diffusion methods with three different concentrations, namely 5%, 10%, and 15%. Spectrophotometry and HPLC were employed to test the absorption efficiency and drug loading capacity. The results showed that the curcumin-loaded NLC preparation containing 10% curcumin had stable characteristics and produced particles sized 17.4 nm with a polydispersity index of 0.574 and zeta potential of -63.43 mV. Based on the spectrophotometry results, the entrapment efficiency was 93.212%, and the drug loading capacity was 0.708%. Meanwhile, the HPLC showed that the entrapment efficiency was 93.007%, and the drug loading capacity was 0.795%

    Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Pola Hidup Masyarakat Kelurahan Utan Panjang Terhadap Covid-19 - Jakarta Pusat

    Get PDF
    This study aims to determine the level of knowledge, attitudes, and actions of the lifestyle of the people of the Utan Panjang village against Covid-19 - Central Jakarta. The research method uses quantitative descriptive with independent variables knowing the level of knowledge, attitudes, and actions of people's lifestyles and the dependent variable of covid-19 - Central Jakarta. Samples were taken by Random Sampling technique. The size of the sample in this study can be known by using the Slovin formula, the number of samples is 340 respondents. Using a questionnaire in data collection, the data can be analyzed using IBM SPSS 24. The results of the univariate test obtained the largest percentage at the age of 18-30 years (30.9%, 105 respondents), female gender (51.5%, 175 respondents), and SMA/SMK education (55.6%, 189 respondents). With the number of respondents who fall into the category of poor knowledge level (84 respondents), sufficient (157 respondents), and good (99 respondents) from a total of 340 respondents. With the number of respondents who fall into the category of poor attitude (90 respondents), enough (12 respondents), and good (238 respondents) from a total of 340 respondents. Meanwhile, the number of respondents who fall into the category of poor lifestyle (31 respondents), sufficient (63 respondents), and good (246 respondents) from a total of 340 respondents. The results of the bivariate test using the Pearson correlation method found that there was a relationship between knowing the level of knowledge, attitudes, and actions of the life pattern of the kelurahan utan Panjang community towards covid-19 - Central Jakarta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pola hidup masyarakat kelurahan utan panjang terhadap covid-19 - jakarta pusat. Metode penelitian menggunakan Deskriptif kuantitatif dengan variabel independen mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pola hidup masyarakat dan variabel dependen covid-19 - Jakarta Pusat. Sampel yang diambil dengan teknik Random Sampling. Besarnya sampel dalam penelitian ini dapat diketahui dengan cara menggunakan rumus Slovin, Jumlah sampel adalah 340 responden. Menggunakan Kuesioner dalam pengumpulan data, data yang di dapat dianalisis menggunakan IBM SPSS 24. Hasil uji univariat didapatkan persentase terbesar pada usia 18 – 30 tahun (30,9%, 105 responden), jenis kelamin perempuan (51.5 %, 175 responden), dan pendidikan SMA/SMK (55,6%, 189 responden). Dengan jumlah responden yang masuk dalam tingkat pengetahuan kategori kurang (84 responden), cukup (157 responden), dan baik (99 responden) dari total responden sebanyak 340 responden. Dengan jumlah responden yang masuk dalam sikap kategori kurang (90 responden), cukup (12 responden), dan baik (238 responden) dari total responden sebanyak 340 responden. Sedangkan jumlah responden yang masuk dalam pola hidup kategori kurang (31 responden), cukup (63 responden), dan baik (246 responden) dari total responden sebanyak 340 responden. Hasil uji bivariat menggunakan metode Pearson correlation didapatkan bahwa adanya hubungan antara mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pola hidup masyarakat kelurahan utan panjang terhadap covid-19 - Jakarta Pusat

    UJI STABILITAS FORMULASI SEDIAAN KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DARI BIJI MELINJO (Gnetum gnemon L.)

    Get PDF
    ABSTRAK Senyawa antioksidan yang dimiliki oleh biji melinjo dapat mencegah terjadinya kerusakan pada kulit seperti penuaan dini. Biji melinjo (Gnetum gnemon L.)  mengandung senyawa antioksidan yang tinggi yaitu senyawa polifenol, vitamin C dan tokoferol. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode Diphenylhydrazylpicryl (DPPH), dimana nilai IC50 yang dimiliki oleh ekstrak etanol  70% biji melinjo adalah 173,368 ppm. Formulasi krim dibuat dengan basis asam stearat yang dikombinasikan terhadap trietanolamin pada perbandingan 5 : 1. Evaluasi sediaan krim meliputi pengamatan organoleptis, dan uji stabilitas selama 4 minggu pada penyimpanan suhu yang berbeda, yaitu suhu 4°C, 25°C-30°C dan 40°C. pH krim yang terdapat pada formula I, II, dan III mengalami penurunan kemudian mengalami konstan. pH yang mengalami perubahan akan tetapi tetap berada direntang persyaratan pH untuk sediaan yang pengunaannya pada kulit. Untuk viskositas krim pada suhu 4°C mengalami kenaikan, sedangkan pada suhu 25°C-30°C dan pada suhu 40°C terjadi penurunan tetapi tidak signifikan sehingga pada masing-masing formula tetap memenuhi persyaratan uji stabilitas. Berdasarkan hal tersebut ekstrak etanol 70% biji melinjo dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan krim dan pada konsentrasi ekstrak sebesar 0,15% lebih stabil dalam sediaan krim. Kata kunci: Biji Melinjo (Gnetum gnemon L.), Antioksidan, Krim. ABSTRACT Antioxidant compounds owned by melinjo seeds can prevent skin damage such as premature aging. Melinjo seeds (Gnetum gnemon L.) contain high antioxidant compounds which are polyphenols compounds, vitamin C and tocopherols. Testing of antioxidant activity using Diphenylhydrazylpicryl (DPPH), where in the IC50 value that is owned by 70% ethanol extract of melinjo seeds was 173.368 ppm. Cream formulation made with  base of stearic acid were combined to triethanolamine at ratio of 5:1. Evaluation of the cream preparations includes organoleptic observations, and test the stability of the storage for 4 weeks at different temperatures, which were 4°C, 25°C-30°C and 40°C.pH cream contained in formula I, II, and III then undergoes the constant decline. Changed pH would remain at the stretched pH requirements range for its use in skin preparations. For the viscosity of cream at 4°C increase,whereas at 25°C-30°C and data temperature of 40°C decrease but not significantly so that in each formula still meet the requirements of the stability test. Based on the 70% ethanol extract of melinjo seeds can be formulated into dosage forms cream and the extract concentration of 0.15% is more stable in cream. Keywords: Melinjo Seeds (Gnetum gnemon L.), Antioxidants, Cream

    PEMANTAUAN TERAPI OBAT SNH, HIPERTENSI TAHAP 2, DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT X

    Get PDF
    SNH terjadi ketika pembuluh darah yang membawa darah ke otak tersumbat oleh bekuan darah. Ini menyebabkan darah tidak sampai ke otak. Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko paling penting untuk jenis stroke ini. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arteri yang persisten. Hipertensi sistolik terisolasi adalah nilai tekanan darah diastolik kurang dari 90 mmHg dan nilai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih. Diabetes mellitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin, atau keduanya dan menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskular, dan neuropati. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu pengambilan data melalui rekam medik. Pasien atas nama Ny. Yoh didiagnosa SNH, hipertensi tahap 2, dan DM tipe 2. Hasil analisis DRP adalah adanya indikasi yang tidak ditangani dan interaksi oba
    corecore