1,721,041 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI SURFAKTAN LAS (LINEAR ALKILBENZENE SULFONATE) TERHADAP NILAI TEGANGAN PERMUKAAN OLI MESIN ENDURO 4 TAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan molaritas
surfaktan LAS (Linear Alkybenzene Sulfonate) terhadap tegangan permukaan di
dalam oli mesin Enduro 4 tak yang diproduksi Pertamina dengan SAE 20W-50,
dan mengetahui pengaruh penambahan fraksi volume surfaktan LAS terhadap
tegangan permukaan.
Molaritas surfaktan yang dipakai yaitu 0.5M, 1M, 2M, 3M, 4M, dan fraksi
volume yang digunakan dari 1.96%, 3.85%, 4.76%, 5.66%, 7.41%, 9.09%,
13.04%, 16.67%, 20.00%, dan 23.08%. Teganagn permukaan diamati
menggunakan Metode Cincin Du Nouy.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan permukaan menurun dengan
peningkatan molaritas surfaktan, tetapi terjadi fluktuasi pada beberapa titik data.
Hal ini kemungkinan disebabkan gerakan dinamis dari agregat-agregat kecil yang
tercipta pada konsentrasi-konsentrasi surfaktan yang relatif tinggi. Gerakan
agregat yang dekat permukaan menyebabkan konsentrasi surfaktan berfluktuasi
dan fluktuasi tersebut menyebabkan fluktuasi tegangan permukaan. Alasan ini
mungkin juga berlaku untuk tegangan permukaan yang berfluktuasi pada variasi
fraksi volume
Media Pembelajaran Guru PAI (Studi Kasus Pada Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang)
Tulisan ini secara khusus mengkaji tentang Media Pembelajaran Guru PAI (Studi Kasus Pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang). Tujuan penelitian adalah untuk menggambarkan kemampuan guru PAI di SD se Kecamatan Bukit Intan dalam penggunaan media pembelajaran. Untuk menggambarkan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam penggunaan media pembelajaran. Untuk mengetahui hasil guru PAI dalam menggunakan media pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan jenis penelitian dekriptif kualitatif, dan metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dari informan yang dianggap dapat memberikan data yang akurat, dengan lokasi penelitian di Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara garis besar dalam penelitian ini adalah memberikan bimbingan kepada peserta didik dalam memahami materi pelajaran dan kegiatan yang besifat ekstrakurikuler. Faktor pendukung tidak semuanya terdapat di setiap sekolah yang ada di Kecamatan Bukit Intan.Setiap kegiatan pembelajaran PAI dengan menggunakan media pembelajaran. Setiap kegiatan pembelajaran PAI dengan menggunakan media pembelajaran, yaitu: a) merancang materi pembelajaran dalam bentuk power point; b) merancang gambar dalam bentuk miniatur; c) membuat tulisan ayat al_Qur’an/kalimat pada pias-pias bambu; d) membuat papan planel; dan membuat rangkuman dan buku saku untuk peserta didik. Model media yang biasa digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yakni, gambar/foto, poster dan media proyeksi diam
Pemanfaatan Ekstrak Krokot (Portulaca Oleracea) Sebagai Feed Additive Terhadap Performance Produksi, Kadar Kolesterol Dan Asam Lemak Omega-3 Kuning Telur Puyuh (Coturnix Coturnix Japonica)
Telur puyuh memegang peranan penting sebagai sumber zat makanan utama yang disukai oleh banyak masyarakat. Telur puyuh memiliki kadar protein sebesar 13,1% tetapi kadar kolesterol tinggi pula sebesar 3.640 mg/100 g. Tingginya kolesterol menyebabkan rendahnya konsumsi telur puyuh. Krokot merupakan salah satu jenis tanaman herbal dan bernutrisi. Krokot memiliki aktivitas sebagai analgesik, antiseptik, antiinflamasi, antifungal, antidiabetes, antifertilitas dan antioksidan sehingga berpotensi sebagai feed additive untuk memperbaiki
xii
performance produksi dan menurunkan kolesterol sehingga meningkatkan karakterisik fungsional.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2017 sampai dengan 7 Juni 2017 di Peternakan puyuh milik Bapak Iskandar yang berlokasi Di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Laboratorium UPT. Materia Medica Batu, Batu, Laboratorium Biokimia Fakultas MIPA, Universitas Padjajaran dan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu, Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan ekstrak krokot (Portulaca oleracea) sebagai feed additive terhadap performance produksi, kadar kolesterol dan asam lemak omega-3 kuning telur puyuh. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam bidang ilmu pengetahuan yaitu memberikan sumber informasi mengenai pemanfaatan ekstrak krokot (Portulaca oleracea) sebagai feed additive yang mengandung senyawa bioaktif dan asam lemak omega-3 terhadap performance produksi, kadar kolesterol dan asam lemak omega-3 kuning telur puyuh. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi ekstrak krokot, pakan, puyuh jenis Cortunix coturnix japonica dengan jenis kelamin betina dan berumur 35 hari (siap produksi) sebanyak 60 ekor dengan rata-rata bobot
xiii
badan 139,8 ± 9,74 g dengan koefisien keragaman sebesar 6,79%. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah P0 merupakan perlakuan tanpa ekstrak krokot, P1 terdiri atas pakan + 0,5% ekstrak krokot dan P2 terdiri atas pakan + 1,0% ekstrak krokot. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), egg mass, konversi pakan, kadar kolesterol dan asam lemak omega-3 kuning telur puyuh. Data yang diperoleh dari penelitian akan ditabulasi dengan program Microsoft excel kemudian data dianalisis statistik menggunakan analisis ragam ANOVA dari Rancangan Acak Lengkap (RAL). Apabila diperoleh hasil yang berpengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf kepercayaan 0,05 untuk melihat pengaruh masing-masing perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak krokot sebagai feed additive berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kadar kolesterol dan asam lemak omega-3 kuning telur puyuh. Namun, penambahan ekstrak krokot sebagai feed additive tidak berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), egg mass dan konversi pakan puyuh. Penambahan ekstrak krokot 1,0% dalam pakan puyuh menunjukkan pengaruh terbaik pada Hen Day
xiv
Production (HDP), egg mass, konversi pakan, kadar kolesterol dan asam lemak omega-3 kuning telur puyuh masing-masing 72,57 ± 4,04%, 7,08 ± 0,39 g/ekor/hari, 3,13 ± 0,18, 596,21 ± 3,68 mg/100 g dan 2,18 ±0,11%.
Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan ekstrak krokot sebagai feed additive dapat menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan kadar asam lemak omega-3 kuning telur puyuh. Namun, belum mampu memperbaiki performance produksi yang meliputi konsumsi pakan, Hen Day Production (HDP), egg mass dan konversi pakan puyuh. Penelitian ini dapat disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengujian kadar senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif yang meliputi flavonoid, saponin, tannin dan β-karoten serta kadar asam lemak omega-3 dalam ekstrak krokot sehingga dapat diketahui efektivitas dalam mempengaruhi performance produksi puyuh lebih baik. Perlu dilakukan pula penelitian lebih lanjut dengan penambahan tepung krokot sebagai feed additive sehingga dapat diketahui efektivitas dalam mempengaruhi kadar kolesterol dan asam lemak omega-3 kuning telur puyuh
PEMBELAJARAN MENULIS PERMULAAN DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran menulis permulaan dalam perspektif KTSP,(2) pelaksanaan pembelajaran menulis permulaan:(3)kKendala dalam pembelajaran menulis permulaan, (4) solusi guru atas kendala dalam pembelajaran menulis permulaan di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pola naturalistik dengan strategi studi kasus terpancang tunggal (embedded case study research). Lokasi penelitian ini SD Negeri Tepisari 02 Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Data Penelitian berupa frasa, kata, kalimat, serta wacana yang diperoleh dari perangkat pembelajaran menulis permulaan. Teknik pengumpulan data teknik observasi, wawancara, analisis dokumen, dan tes. Teknik cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling.Validasi data yang digunakan adalah teknik trianggulasi metode dan sumber. Teknik analisis datamenggunakan teknik analisi interaktif Milles & Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran menulis permulaan telah dilakukan oleh guru dengan cukup baik, hal ini dapat dilihat dari beberapa perencanaan yang telah disiapkan oleh guru meliputi;Prota, Promes, silabus, RPP, absesnsi, dan daftar nilai siswa. (2) Pelaksanaan pembelajarannya menulis cukup efektif dan efisian. Hal ini dikerenakan setiap langkah pembelajaran sesuai dengan silabus dan RPP yang telah disiapkan pada tahapan perencanaan sebelumnya. (3) Kendala yang dialami meliputi: Bayaknya jumlah siswa terbatasnya waktu pembelajaran, Metode yang masih monoton,Media pembelajaran yang masih minim, dan Sarana pendukung masih sangat kurang. (4) Solusi untuk mengatasi kendala-kendala tersebut antara lain: Membagi siswa dalam dua kelompok, Menyesuaikan waktu dengan materi yang hendak disampaikan, Banyak membaca dan shering tentang metode yang dapat digunakan, Menyiapkan media pembelajaran yang bervariasi, dan Berkoordinasi dengan pihak penyedia sarana prasaran sekolah.Kata kunci: keterampilan menulis, menulis permulaan, KTS
- …
