1,721,015 research outputs found
ANALISIS PEKERJAAN PENGEROLAN PLAT PADA TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA DI PT GUNAWAN DIANJAYA STEEL TBK SURABAYA
Setiap industri dituntut untuk dapat selalu meningkatkan produktivitasnya, Oleh karena itu pentingnya mempelajari penyebab rendahnya dan upaya perbaikannya, sehingga produktivitas tenaga kerja perusahaan dapat mencapai hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja dari operator pengerolan plat di PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, metode LUR (Labour Utilition Rate) dan angket. Data diperoleh dengan meneliti 20 tenaga kerja yang mengoperasikan mesin pengerolan plat pada proses produksi plat. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa rata-rata produktivitas kerja/LUR dari pekerja di divisi pengerolan plat adalah 65,91 % dan Berdasarkan 7 faktor yang ditentukan, secara stilmultan, semua faktor tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas kerja, namun secara parsial, faktor yang paling mempengaruhi dalam produktivitas kerja adalah pengalaman kerja
ANALISA KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN BENGKEL MENGGUNAKAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) di PT CITRA CAKRA PERSADA HONDA JEMURSARI
Abstrak Pasar bisnis menuntut setiap perusahaan untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas produknya. Perusahaan didirikan dengan tujuan mencapai tingkat penjualan tertentu, meraih laba, meningkatkan pangsa pasar, mempertahankan eksistensi, mencapai tingkat pertumbuhan tertentu dan memberikan pelayanan optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan bengkel dengan menggunakan metode QFD (Quality Function Deployment). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probablysampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuisioer yang berisi 5 atribut kepada customer yang menggunakan jasa pelayanan service di Honda Jemursari. Jumlah sampel dalam penelitian dihitung menggunakan persamaan Solven. Analisa data Quality Function Deployment meliputi analisa planning matrix, evaluasi tingkat kepuasan konsumen, penentuan prioritas dari kepentingan teknik.Dari 25 atribut jasa pelayanan yang dianggap paling penting oleh pelanggan adalah hasil perawatan dan perbaikan sesuai dengan yang diinginkan konsumen (4,71). Sedangkan penilaian kepuasan konsumen terhadap kualitas layanan bengkel adalah kemampuan petugas bengkel dalam menganalisa masalah (0,050). Dari urutan prosedur hasil analisis QFD, maka diperoleh urutan prioritas yang harus dilakukan bengkel Honda Jemursari untuk mengembangkan peningkatan kinerja yaitu mulai dari pelatihan Service advisor (0,293). Pelatihan mekanik (0,154). Persediaan suku cadang (0,101). Pemberian insentif bonus dan diskon (0,089). Kata Kunci : Keinginan pelanggan, Jasa pelayanan, Kualitas jasa, Kepuasan pelanggan, QFD (Quality Function Deployment). Abstract The business market requires every company to always try to improve the quality of its products. The company was established with the aim of achieving a certain level of sales, earning profit, increasing market share, maintain existence, achieve a certain level of growth and provide optimal service. This research was conducted with the aim to determine customer satisfaction with the quality of workshop services using the QFD (Quality Function Deployment) method. This type of research is a quantitative descriptive research technique used in sampling in this study using the probably sampling technique.Data collection is done by distributing queries containing 5 attributes to customers who use service services at Honda Jemursari. The number of samples in the study was calculated using the Solven equation. Analysis of Quality Function Deployment data includes planning matrix analysis, evaluation of the level of customer satisfaction, prioritization of engineering interests.Of the 25 service attributes that are considered most important by customers are the results of care and repair in accordance with what consumers want (4.71). While the assessment of customer satisfaction with the quality of workshop services is the ability of workshop staff to analyze problems (0.050). From the sequence of procedures from the QFD analysis, a sequence of priorities must be obtained from the Honda Jemursari workshop to develop performance improvements, starting from Service advisor training (0.293).Mechanical training (0.154). Spare parts inventory (0.101).Giving bonus and discount incentives (0.089). Keywords: Customer desires, Service services, Service quality, Customer satisfaction, QFD (Quality Function Deployment)
PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DI BENGKEL RESMI ADITYAWARMAN SURABAYA
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF DI SMK PERSATUAN 2
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya efektivitas dan minat belajar siswa di sekolah. Pembuatan modul keselamatan dan kesehatan kerja ini untuk memenuhi kriteria kelayakan dan efisiensi guna meningkatkan minat dan efisiensi belajar bagi siswa kelas X Teknik Otomotif di SMK Persatuan 2 Penguatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan metode penelitian kualitatif-kuantitatif. Hasil kajian pembuatan modul pembelajaran tergolong layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran, diperoleh nilai ahli materi 82,6%, pendapat ahli desain Selanjutnya 86%, ahli bahasa 85%, kelompok kecil . Tes 88%, tes kelompok besar 88%. Dari semua kemungkinan nilai berdasarkan skala Likert, termasuk dalam kategori sangat mungkin untuk digunakan. Untuk pretest dan posttest gain dari hasil skoring N-Gain yang diperoleh sebesar 0,585 berdasarkan kriteria interpretasi skor N-Gain, nilai tersebut menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa pada kategori sedang. Ketertarikan siswa terhadap modul pembelajaran dinilai tinggi sebesar 88%, sedangkan efisiensi belajar siswa terhadap modul pembelajaran dinilai efektif sebesar 82%.
Kata Kunci : Modul Pembelajaran, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Minat Belajar, Efektivitas Belajar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PERANCANGAN DESAIN MESIN PEMOTONG SINGKONG DAN SIMULASI METODE ELEMEN HINGGA (STUDI KASUS: UKM ZEANS SNACK)
AbstrakMakanan merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Kualitas makanan yang buruk dapat mengakibatkankeracunan, sehingga sanitasi dan higienitas makanan yang dikonsumsi perlu mendapat perhatian khusus. Untukmengatasi kasus keracunan makanan salah satu upaya agar produk makanan yang dihasilkan tidak mudah berubahkarena basi maupun terkontaminasi bakteri maka produk makanan diubah menjadi keripik. Salah satu usaha kecilmenengah yang bergerak di bidang produksi keripik singkong adalah UKM Zeans Snack. Usaha yang telahberoperasi selama 7 tahun ini mempekerjakan 2 orang karyawan tetap. Ketika pesanan mencapai 1000 kemasan,proses pemotongan singkong menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan tenaga kerja. Untuk mengatasi halini, UKM terkadang mempekerjakan tenaga kerja lepas (freelancer) guna memenuhi target produksi. Sesuaidengan hal ini peneliti berupaya membuat mesin pemotong singkong dan simulasi metode elemen hingga. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk desain dan fitur dari mesin pemotong singkong dan mengetahuipenggunaan analisa elemen hingga. Metode dan Teknik analisa data yang peneliti gunakan pada penelitian inibersifat kualitatif dari data hasil desain diuji pembebanan pada rangka menggunakan simulasi metode elemenhingga. Dengan penelitian ini diharapkan hasil desain mesin pemotong singkong dijadikan sebagai referensi untukmelakukan penelitian serupa. Temuan dari penelitian yang dilakukan adalah sistem transmisi mesin perajangsingkong ini mampu mengubah putaran motor listrik dari 1400 rpm menjadi 280 rpm, dengan komponen berupa2 pulley diameter ?475 mm, dan ?95 oleh v-belt Tipe A No. 84 berdiameter 2134mm Poros yang digunakanberdiameter 20 mm dengan bahan S35C. Mesin memiliki 4 pisau pemotongan yang membutuhkan daya dari motorlistrik sebesar 1 HP. Rangka mesin perajang singkong dengan material S35C memenuhi persyaratan keamanankarena pada stress analysis didapat yield strengh yang sesuai dan dibawah titik tertinggi 2 kali lipat sehingga amanjika dibandingkan material AISI 316, juga penambahan keranjang luaran diharapkan menambah nilai jualperancangan mesin ini Kata kunci: Finite Element Method, Metode Elemen Hingga, CAD, CAE, Mesin Perajang Singkon
ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PART MOBIL DENGAN METODE ABC (KONSEP 80-20 ) PADA GUDANG SUKU CADANG DI BENGKEL PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN
ABSTRAK ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PARTMOBILDENGAN METODE ABC (KONSEP 80-20 ) PADA GUDANG SUKUCADANG DI BENGKEL PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN Nama : Qurrotul Aini NIM : 14050524024 Program Studi : S-1 Pendidikan Teknik Mesin Otomotif Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dyah Riandadari, S.T., M.T. PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan merupakan dealer satu-satunya dipulau Madura serta salah satu dealer resmi penjualan produk Toyota di Kota Pamekasan merupakan jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan spare part Toyota yang manajemennya dibawah jaringan PT. Toyota Astra Motor. Keberadaan persediaan dalam suatu usaha tidak dapat dihindarkan, hal tersebut dikarenakan persediaan merupakan modal yang berbentuk barang. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan modal yang tertanam terlalu besar, sebaliknya kekurangan persediaan akan mengganggu proses operasional kedua kondisi tersebut memiliki konsekuensi biaya yang besar, oleh karena itu diperlukan manajemen persediaan yang tepat. Untuk mengkondisikan tingkat persediaan yang optimal. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan bantuan analisis kuantitatifyaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis, faktual dan akurat mengenai hasil selama pengolahan data. Metode pengumpulan data menggunakan dua macam metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara.Perencanaan persediaan suku cadang yang dilakukan PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan dengan metode ABC bertujuan untuk Untuk mengetahui maksimalnya sistem pengendalian persediaan sehingga tidak terjadi kekurangan atau penumpukan barang spare part di gudang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil perhitungan Rata-rata MAD dan MSE dengan menggunakan 3 metode permalan, rata-rata untuk semua suku cadang hasil perhitungan kesalahan peramalan terkecil terdapat pada metode Linier dengan hasil peramalan pada suku cadang TGMO Bensin sejumlah 13.680 unit, TGMO Diesel sejumlah 10957 unit, Spark plug sejumlah 640 unit, Oil filter sejumlah2.044 unit, TGGO Gardan sejumlah 1.030 unit, TGGO Transmisi Manual sejumlah 1.250 unit dan Brake Fluid sejumlah 635 unit. Dari hasil perhitungan metode ABC (Konsep 80-20) didapat hasil kebijakan optimal seluruh suku cadang yaitu Analisis ABC yaitu kelompok A dengan item TGMO SYN10W-40SN Bensin dan TGMO SYN10W-40SN Diesel memiliki persen Akumulasi sebanyak 75% atau sejumlah Rp. 668.949.788 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825., Kelompok B pada item Spark plug,Oil Filter dan TGGO Gardan adalah persen Akumulasi sebanyak 18% atau sejumlah Rp. 161.663.649 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825. dan kelompok C pada item TGGO Transmisi Manual dan Brake Fluid adalah persen Akumulasi sebanyak 7% atau sejumlah Rp. 64.397.388 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825. Hasil perhitungan persediaan pengamanan suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 485 unit, Reorder point pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 41.525. Untuk persedian maksimal pada TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 83.051 unit, nilai rata-rata persedian pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar Rp. 1.767.676.215 dan inventory turnover pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin dilakukan sebanyak 0,2 kali. Kata Kunci: pesediaan, spare part, analisis ABC, Safety Stock, ROP, ITO.ABSTRACT ANALYSIS DESIGN INVENTORY CAR SPARE PART WITH METHODE ABC (CONSEP 80-20 ) ON THE WAREHOUSE PARTS IN WORKSHOP PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN Name : Qurrotul Aini NIM : 14050524024 Study Program : Bachelor of Education Mechanical Engineering Concentration : Automotive Department : Mechanical Engineering Faculty : Engineering Instution : Surabaya State University Pembimbing : Dyah Riandadari, S.T., M.T. PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan is the only dealer in the island of Madura and one of the authorized dealers selling Toyota products in the City of Pamekasan is a network of sales, maintenance, repair and supply of Toyota spare parts whose management is under the network of PT. Toyota Astra Motor. The availability of inventory in a business cannot be avoided, this is because inventory is capital in the form of goods. Inventories that cause too much embedded capital are too large, whereas a shortage of inventory will disrupt the operational process of both conditions has a large cost consequence, therefore proper inventory management is needed. To condition optimal inventory levels. This research method is descriptive research with the help of quantitative analysis that is by describing the data systematically, factually and accurately about the results during data processing. Data collection method uses two kinds of data collection methods namely observation and interview. Spare parts inventory planning conducted by PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan with the ABC method aims to determine the maximum inventory control system so that there is no shortage or accumulation of spare part goods in the warehouse. The results of this study indicate that the results of the calculation of the average MAD and MSE using 3 permalance methods, the average for all spare parts calculated from the smallest forecasting error is the Linear method with the results of forecasting TGMO Gasoline spare parts of 13,680 units, TGMO Diesel a number of 10957 units, Spark plug of 640 units, Oil filter of 2,044 units, TGGO Gardan of 1,030 units, TGGO Transmission Manual totaling 1,250 units and Brake Fluid of 635 units. From the calculation of the ABC method (Concept 80-20) obtained the optimal policy of all spare parts, namely ABC Analysis, namely group A with the TGMO SYN10W-40SN Petrol item and the TGMO SYN10W-40SN Diesel having accumulated percent of 75% or a total of Rp. 668,949,788 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825., Group B on Spark plug, Oil Filter and TGGO Gardan items are accumulated percent as much as 18% or as much as Rp. 161,663,649 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825. and group C on the TGGO Manual Transmission and Brake Fluid items are accumulated percent as much as 7% or a total of Rp. 64,397,388 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825. The results of the inventory calculation for the security of TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts amounted to 485 units, the Reorder point for TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts was 41,525. For maximum supply at TGMOSYN10W-40SN Gasoline of 83,051 units, the average value of supplies for TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts is Rp. 1,767,676,215 and inventory turnover on TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts was carried out 0.2 times. Keywords: Stock, spare parts, ABC analysis, Safety Stock, ROP, IT
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA GUNA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS DI PT. CITA CAKRA PERSADA HONDA JEMURSARI
PT Cita Cakra Persada Honda Jemursari merupakan perusahaan yang bergerak dibidang otomotif yang merupakan dealer resmi Honda. PT Cita Cakra Persada Honda Jemursari memiliki peralatan pendukung seperti car lift, dongkrak, alat test putaran roda dan peralatan pendukung lainnya, bekerja diperalatan pendukung yang umumnya digunakan dibengkel tak lepas dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Selama 3 tahun terakhir tercatat kecelakaan kerja diantaranya seperti luka, tangan terjepit, kaki terpeleset, tersetrum, hingga tertimpa benda yang jatuh. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan mengidentifikasi kejadian kecelakaan kerja berdasarkan kasus dan penyebab kemudian mengkategorikan kasus kecelakaan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dengan mempertimbangkan nilai severity, occurence, dan detection untuk menghitung nilai RPN. Dari hasil perhitungan RPN diketahui mode kegagalan yang harus diprioritaskan di PT. Cita Cakra Persada Honda Jemursari adalah mobil terjatuh dari car lift dengan nilai RPN 192. Bedasarkan potensi bahaya nilai Severity mobil terjatuh dari carlift memiliki nilai paling tinggi yaitu 8, sedangkan untuk nilai occurence tergores plat mobil memiliki nilai tertinggi 6, dan untuk nilai detection terjepit saat mendongkrak, dan mobil terjatuh dari carlift memiliki nilai tertinggi dengan nilai 8 dari hasil perhitungan. Dampak yang ditimbulkan dari mode kegagalan dirasakan baik karyawan pribadi, maupun juga perusahaan tempat karyawan bekerja. Terjadinya kecelakaan kerja dapat diminimalisir dengan penanganan yang tepat, termasuk pengawasan yang ketat, penggunaan prosedur kerja yang sesuai dan mengingatkan pentingnya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur.Kata Kunci : Otomotif, kecelakaan kerja, FME
EVALUASI PENERAPAN SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU DAN SHITSUKE (5S) DI BENGKEL HONDA GRAHA PT. SUPREME SURABAYA MOTOR SERVICE: Indonesia
Abstrak
Supreme Surabaya Motor Service (Honda Graha) merupakan salah satuindustri yang bergerak di bidang jasa dan penjualan. Perusahaan dalam mengatur kinerja karyawan dan segala hal mengenai workshopnya menggunakan metode 5S. 5S adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang berasal dari Jepang yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik pengamatan/observasi. Data yang didapat dari pengamatan/observasi langsung di bengkel Honda Graha PT. Supreme Surabaya Motor Service. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan instrumen daftar cocok (checklist). Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengenai prosentase ketercapaian penerapan 5S di Bengkel PT.Supreme Surabaya Motor Servicemeliputi penerapan seiri (pemilahan)sebesar 75%, penerapan seiton (penataan) sebesar 75%, penerapan seiso (pembersihan) sebesar 100%, penerapan seiketsu (pemantapan) sebesar 100%, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) sebesar 75%. Dari hasil prosentase tersebut menunjukkan bahwa ada 3 aspek dari 5S yang belum diterapkan secara maksimal yaitu seiri, seiso, dan shitsuke. Kemudian dari hasil prosentase dirubah menjadi tingkat predikat untuk mengetahui efektivitas penerapan 5S. Adapun hasilnya dapat disimpulkan bahwa penerapan seiri (pemilahan) cukup efektif, penerapan seiton (penataan) cukup efektif, penerapan seiso (pembersihan) sudah efektif,penerapan seiketsu (pemantapan) sudah efektif, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) cukup efektif.
Kata kunci: 5S, Honda Graha, Bengke
- …
