4 research outputs found

    KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LIANA DI HUTAN MUSIM BLOK CURAH JARAK TAMAN NASIONAL BALURAN

    No full text
    ABSTRAK   Restiani, R.A 2013. Keanekaragaman Tumbuhan Liana di Hutan Musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si, (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata kunci: Taman Nasional Baluran, Hutan musim, Liana, Keanekaragaman. Taman Nasional Baluran merupakan kawasan Konservasi Sumberdaya Alam, yang berarti di dalam kawasan Taman Nasional Baluran terdapat pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana, untuk menjamin kesinambungan persediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Kawasan hutan musim Blok Curah Jarak terletak dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga memungkinkan adanya aktivitas manusia di dalam kawasan hutan. Aktivitas manusia di dalam kawasan hutan ini dapat merusak liana, karena liana hidup menumpang pada pohon, sehingga keanekaragaman dapat berkurang. Kelestarian dan keanekaragaman liana harus dijaga dan dilestarikan. Liana mempunyai banyak peranan dalam menjaga kestabilan ekosistem di dalam kawasan hutan musim. Tujuan Penelitian adalah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan indeks keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (2) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kemerataan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (3) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (4) Menganalisis dan mendeskripsikan faktor abiotik yang berhubungan dengan keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada bulan Maret 2013. Data penelitian diperoleh dengan pengumpulan dan penyusunan data untuk mengungkap keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Jenis tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran terdapat 24 jenis. Indeks keanekaragaman tergolong tinggi menunjukkan ekosistem yang cenderung stabil, indeks kemerataan tergolong tinggi yang mengindikasikan bahwa penyebaran tumbuhan liana relatif stabil atau merata di semua plot dan indeks kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran tergolong sedang

    ANALISIS KINERJA GURU SMA KELAS XI DI KOTA MALANG DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KURIKULUM 2013

    No full text
    ABSTRAK   Restiani, R.A 2013. Keanekaragaman Tumbuhan Liana di Hutan Musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Skripsi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Suhadi, M.Si, (II) Dra. Hawa Tuarita, M.S Kata kunci: Taman Nasional Baluran, Hutan musim, Liana, Keanekaragaman. Taman Nasional Baluran merupakan kawasan Konservasi Sumberdaya Alam, yang berarti di dalam kawasan Taman Nasional Baluran terdapat pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana, untuk menjamin kesinambungan persediaanya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Kawasan hutan musim Blok Curah Jarak terletak dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga memungkinkan adanya aktivitas manusia di dalam kawasan hutan. Aktivitas manusia di dalam kawasan hutan ini dapat merusak liana, karena liana hidup menumpang pada pohon, sehingga keanekaragaman dapat berkurang. Kelestarian dan keanekaragaman liana harus dijaga dan dilestarikan. Liana mempunyai banyak peranan dalam menjaga kestabilan ekosistem di dalam kawasan hutan musim. Tujuan Penelitian adalah: (1) Menganalisis dan mendeskripsikan indeks keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (2) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kemerataan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (3) Menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. (4) Menganalisis dan mendeskripsikan faktor abiotik yang berhubungan dengan keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilaksanakan pada bulan Maret 2013. Data penelitian diperoleh dengan pengumpulan dan penyusunan data untuk mengungkap keanekaragaman tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran. Jenis tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran terdapat 24 jenis. Indeks keanekaragaman tergolong tinggi menunjukkan ekosistem yang cenderung stabil, indeks kemerataan tergolong tinggi yang mengindikasikan bahwa penyebaran tumbuhan liana relatif stabil atau merata di semua plot dan indeks kekayaan tumbuhan liana di hutan musim Blok Curah Jarak Taman Nasional Baluran tergolong sedang

    Pengembangan Booklet Petunjuk Pembuatan Simplisia Kering Tanaman Salam (Syzygium Polyanthum (Wight.) Walp.) Bermuatan Karakter Dan Uji Kelayakan Angka Kapang Untuk Produk Home Industry Masyarakat Desa Argosuko

    No full text
    ABSTRAK Home industry adalah sektor yang memiliki peran penting untuk mensejahterakan masyarakat ekonomi rendah. Peran home industry mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Masyarakat ekonomi rendah di Kabupaten Malang kurang memahami terhadap potensi wanafarma yang ada di lingkungan sekitarnya yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan. Pemanfaatan tanaman untuk obat tradisonal dapat dikembangkan untuk produk home industry. Pembuatan obat tradisional dapat diolah dalam bentuk simplisia. Simplisia yang sudah jadi perlu diuji angka kapang khamir (AKK) hal ini bertujuan untuk mengetahui keamanan pada saat dikonsumsi.Berdasarkan survei pada tanggal 30 Mei 2016 yang dilakukan pada beberapa kecamatan di Kabupaten Malang menunjukkan bahwa Desa Argosuko Kecamatan Poncokusumo terdapat potensi tanaman salam yang melimpah. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat pada pemanfaatan tanaman obat untuk obat tradisional masih kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan dan rasa ingin tahu pada masyarakat masih sangat rendah, makadariituperluditanamkanpendidikankarakterpadamasyarakatmelaluipenyuluhandalampembuatansimplisiakeringtanamanobatsalam. Penyuluhankepadamasyarakatdapatdilakukandenganmenggunakan media booklet.Tujuandaripenelitianiniadalah menghasilkanbooklet petunjuk pembuatan simplisia kering tanaman salam(Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) bermuatan karakter untuk produk home industry masyarakat Desa Argosuko.Model pengembangan yang digunakanadalah model pengembangan ADDIE.Jenis penelitianyaitu deskriptif kualitatif. Penelitianini dilaksanakan pada bulanJuni 2016 – April 2017.Tempatpenelitian di DesaArgosukoKecamatanPoncokusumoKabupaten Malang.Pengumpulan data menggunakanangket, wawancara, observasidanskorpenggunabooklet. Hasil validasi media dan materi sebesar 100% menyatakan booklet tergolong sangat baik/ sangat validsehinggadapatdigunakandandisebarluaskan. Serta hasilujiskalakecilyaitu 100%, danujiskalabesar 97,69% yang tergolongsangatbaiksehinggadapatdigunakandandisebarluaskan.Hasiltespengetahuanmasyarakatsebelummenggunakanbooklet 62,14 dan sesudah menggunakanbooklet mejadimeningkatyaitu 91,35

    Test of Fungi Number of Syzygium polyanthum Bark Simplisia for Traditional Medicine as Disseminate Material to the Low Economic Communities in Malang

    Get PDF
    Penggunaan obat tradisional sangat disarankan oleh lembaga kesehatan dunia. Obat tradisional memiliki kegunaan yang efektif, tingkat keamanan yang tinggi, serta memiliki nilai ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan uji kelayakan simplisia kulit batang salam (Syzygium polyanthum) berdasarkan angka kapang. Kemudian disosialisasikan kepada masyarakat ekonomi rendah di kabupaten Malang, sehingga dapat digunakan untuk menambah pengetahuan tentang potensi kulit batang salam sebagai obat tradisonal. Jenis penelitian merupakan penelitian deskripstif laboratorik dengan rancangan deskriptif kualitatif. Sampel simplisia dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1% sehingga diperoleh tingkat pengenceran 10-1. Larutan diencerkan secara bertahap, sehingga diperoleh tingkat pengeneran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. kemudian dilakukan inokulasi masing-maisng larutan sampel tersebut sebanyak 0,1 ml pada medim Potato Dextrose Agar (PDA), lalu diinokulasikan pada suhu 250C-270C selama 3 x 24 jam. Perlakuan dilakukan dalam 6 ulangan, selanjutnya dilakukan penentuan koloni angka kapang. Hasil perhitungan koloni angka kapang dirujuk pada ketentuan batas minimal cemaran kapang menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 2014 ialah ≤ 104 koloni/ gram. Jadi hasil perhitungan pada simplisia kulit batang salam adalah 0,3 x 101 berarti simplisia kulit batang salam memenuhi syarat dari ketetapan BPOM 2014. Selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat ekonomi rendah di kabupaten Malang
    corecore