5 research outputs found
Tazkiyatun Nafs Said Hawwa dan Penerapannya dalam Bimbingan dan Konseling Islam
Bimbingan dan konseling menjadi sebuah disiplin ilmu yang berkembang di Barat sebagai jawaban atas kebutuhan asupan spiritual yang sebelumnya banyak ditentang. Seiring berkembangnya zaman, bidang keilmuan tersebut sedikit banyak diadopsi dalam keilmuan agama Islam dan disesuaikan dengan nilai-nilai Islam, sehingga muncul sebuah disiplin ilmu baru, yaitu bimbingan dan konseling Islam. Perbedaan mendasar antara bimbingan dan konseling Islam dan konvensional adalah pada aspek spiritual. Konseling konvensional didasari atas penelitian empirik dan spekulatif. Sedangkan konseling Islam didasari atas syari’ah yang telah ditetapkan. Bahkan pembahasan tentang kejiwaan dalam agama Islam sudah dikaji sejak lama, dan dikenal istilah tazkiyatun nafs untuk mengatasi berbagai permasalahan jiwa. Salah satu tokoh yang membahas secara mendalam tentang tazkiyatun nafs adalah Imam Al-Ghazali, yang kemudian pemikirannya ditinjau ulang oleh Said Hawwa dan diringkas dalam karyanya Al-Mustakhlash Fii Tazkiyati Al-Anfus. Dalam telaah ini, didapati bahwa konsep tazkiyatun nafs Said Hawwa dapat diterapkan dalam bimbingan dan konseling Islam untuk mencapai tujuan umum maupun khususnya. Maka penulis berharap, semoga kajian ini dapat menjadi tambahan referensi dalam keilmuan bimbingan dan konseling Islam
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PENGERJAAN TUGAS PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI UTILITAS GEDUNG DI SMK NEGERI 6 BANDUNG
Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Pengerjaan Tugas pada Mata Pelajaran Gambar Konstruksi Utilitas Gedung di SMK Negeri 6 Bandung
Muhammad Izzuddin Al-Qossam1, Budi Kudwadi2, Amar Mufhidin3
Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan Indonesia.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji pengaruh motivasi belajar terhadap pengerjaan tugas pada mata pelajaran gambar konstruksi utilitas Gedung di SMK Negeri 6 Bandung. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa, gambaran pengerjaan tugas, serta seberapa besar akan pengaruh motivasi belajar terhadap pengerjaan tugas siswa. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 119 siswa yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup dengan skala likert, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar siswa berada pada kategori “Tinggi” dengan persentase sebesar 85,7% dan pengerjaan tugas juga berada pada kategori “Tinggi” dengan persentase sebesar 74,8%. Hasil analisis regresi membuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap pengerjaan tugas dengan koefisien determinasi sebesar 46,7% dan persamaan persamaan Y = 38,985 + 0,500X. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin baik pula dalam mengerjakan tugas-tugas pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya upaya peningkatan motivasi belajar siswa guna menunjang kualitas dan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu menciptakan strategi pembelajaran yang lebih menarik dan kondusif agar motivasi belajar siswa dapat terus ditingkatkan.
Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pengerjaan Tugas, Gambar Konstruksi Utilitas Gedung
The influence of Learning Motivation on Task Completion in the Subject of Building Utility Construction Drawing at SMK Negeri 6 Bandung
Muhammad Izzuddin Al-Qossam1, Budi Kudwadi2, Amar Mufhidin3
Building Engineering Education Study Program, Faculty of Engineering and Industrial Education, Indonesian University of Education.
ABSTRACT
This study examines the influence of learning motivation on task completion in the subject of Building Utility Construction at SMK Negeri 6 Bandung. The main objective of this research is to determine the level of students learning motivation, the level of task completion, and the extent to wich learning motivation influences students task completion. This research uses a quantitative method with a correlational approach. The sample consisted of 119 students selected using simple random sampling. Data were collected through a close-ended questionnaire using a likert scale and analyzed using descriptive statistics and simple linear regression. The result showed that students learning motivation was in the “High” category with a percentage of 85,7%, and task completion was also in the “High” category with a percentage of 74,8%. Regression analysis indicated a significant influence of learning motivation on task completion, with a coefficient of determination of 46,7% and the regression equation Y = 38,985 + 0,500X. these findings indicate that the higher the student learning motivation, the better they perfom in completing learning tasks. The implications of this research emphasize the importance of efforts to improve student learning motivation to support quality and responsibility in task completion. Therefore, teachers are expected to create more engaging and conducive learning strategis to continuously enhance students motivation to learn.
Keywords: Learning Motivation, Task Completion, Building Utility Construction Drawin
Penyutradaraan Film Dokumenter Biografi Seni Tradisional Bringbrung
Film dokumenter biografi Bringbrung adalah film dokumenter tentang seni tradisi yang ada di Kelurahan Ledeng Kecamatan Cidadap Kotamadya Bandung. Seni tradisi ini cukup unik, dengan adanya ritual yang mengharuskan memakai kemenyan dan berbau mistis digabungkan dengan pembacaan kitab Al-Barzanjie oleh dalang yang bercerita tentang sejarah nabi Muhammad SAW diiringi dengan perkusi oleh pemain terbang yang berjumlah 7 orang dan 2 orang penari. Pertunjukan Bringbrung diadakan semalam suntuk dan dimulai dari setelah ba’da Isya sampai menjelang subuh, Seni tradisi ini biasa diadakan untuk mengisi acara sunatan, nikahan, selametan panen dan ruwatan rumah. Akibat perkembangan zaman, seni tradisi ini mulai tersisihkan oleh seni pertunjukan modern seperti orkes tunggal dan acara dangdut, selain faktor itu seni tradisi ini terancam punah karena regenerasinya yang terkesan lambat yang disebabkan oleh kurangnya minat dari generasi muda. Pak Danis Suara selaku dalang Bringbrung generasi ke lima menyampaikan kepada masyarakat agar seni tradisi ini harus dilanjutkan karena Bringrung adalah aset budaya dan kearifan lokal yang harus dijaga bersama
Analisis Daya Saing Dan Struktur Pasar Kayu Lapis Indonesia Di Pasar Internasional
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya saing dan struktur pasar
kayu lapis Indonesia di pasar internasional. Penelitian ini menggunakan analisis
deskriptif dengan periode penelitian tahun 2001-2015. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kayu lapis Indoensia memiliki keunggulan komparatif dan
memiliki daya saing, struktur pasar kayu lapis di pasar internasional adalah
oligopoli, dan analisis SWOT dengan strategi ST yang dimana menggunakan
kekuatan untuk mengatasi ancaman yang ada pada komoditas kayu lapis
Indonesia. Strategi ST adalah dengan meningkatkan mutu kayu lapis dengan cara
mengurangi hambatan terkait biaya, fasilitasi regulasi, dan oeningkatan peran
lembaga pengawasan mutu dan perbaikan SDM nya
TASAWUF MODERN MENURUT HAMKA; STUDI ANALISIS TERHADAP TASAWUF KLASIK
Sufism has developed in the Islamic world since the 2nd century Hijriah. Many of the companions and tabi'in figures were Sufism groups, including Abu Ubaidah Al-Jarrah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, Abdullah Ibn Mas'ud, and many more. Initially Sufism emerged as a criticism of various problems that occur in life. Whether it was the aristocratic love of wealth, or the endless debates of religious scholars on trivial matters. So there are some groups who want to stay away from worldly problems to be alone and get closer to Allah SWT. Their initial intentions were good. But over time, with the mixing of cultures, traditions, and thoughts from non-Arab civilizations, the practice of Sufism began to change. No longer running in accordance with Islamic law, and even began to deviate far. The result is a mistaken view of Sufism. So in this paper, the author wants to try to explain the concept of 'modern Sufism' which was initiated by Hamka and to give it a difference from the concept of classical Sufism. With the library research method, the authors found that there was a new principle in the Hamka concept. He no longer thinks that Sufism is away from the world and draws closer to Allah alone, but even as an approach to Allah without leaving the world.Tasawuf sudah berkembang di Dunia Islam sejak abad ke-2 Hijriah. Banyak di antara tokoh sahabat dan tabi’in yang merupakan kelompok tasawuf, diantaranya adalah Abu Ubaidah Al-Jarrah, Abu Dzar Al-Ghifari, Salman Al-Farisi, Abdullah Ibn Mas’ud, dan masih banyak lagi. Mulanya tasawuf muncul sebagai kritik atas berbagai problematika yang terjadi dalam kehidupan. Entah itu kecintaan kaum bangsawan yang berlebihan terhadap harta kekayaan, maupun perdebatan tiada akhir dari para ahli agama tentang hal-hal sepele. Maka hadirlah sebagian golongan yang ingin menjauhi permasalahan duniawi itu untuk menyendiri dan mendekatkan diri pada Allah swt. Niat awal mereka baik. Namun seiring berjalannya waktu, dengan bercampurnya kebudayaan, tradisi, serta pemikiran dari peradaban non-Arab, maka pengamalan tasawuf itu mulai berubah. Tidak lagi berjalan sesuai dengan syariat Islam, bahkan mulai melenceng jauh. Dan tasawuf semacam itulah yang dipahami oleh umat muslim dunia saat ini. Hasilnya adalah pandangan yang salah terhadap tasawuf. Maka dalam tulisan ini, penyusun ingin mencoba menjelaskan konsep ‘tasawuf modern’ yang digagas Hamka serta memberikan perbedaannya dengan konsep tasawuf klasik. Dengan metode penelitian kepustakaan, penyusun menemukan terdapat kebaruan prinsip dalam konsep Hamka. Beliau tidak lagi menganggap bahwa tasawuf adalah menjauhi dunia dan mendekatkan diri pada Allah saja, namun bahkan merupakan pendekatan diri dengan Allah tanpa meninggalkan dunia
