2 research outputs found
Gagasan dalam Teks Nonsastra Karya Siswa SDN Purwantoro IV Malang
ABSTRACT Ramadhani, Putri Caesar. 2015. Gagasan dalam Teks Nonsastra Karya Siswa SDN Purwantoro IV Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Nurhadi, M.Pd (II) Prof. Dr. Suyono, M.Pd. Kata Kunci:produktivitas, gagasan, teks nonsastraMenulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa. Dengan kegiatan menulis, siswa bisa menuangkan gagasan yang ia miliki dalam bentuk tulisan. Gagasan juga sebagai manifestasi pemahaman siswa terhadap konteks maupun informasi yang akan ditulis atau disampaikan. Penyajian gagasan berpengaruh terhadap tersampaikannya informasi serta pemahaman pembaca terhadap isi teks. Gagasan yang dimiliki siswa merupakan modal utama untuk melakukan kegiatan menulis. Beragam kesulitan dialami oleh siswa, khususnya jenjang sekolah dasar untuk memunculkan gagasan di awal penulisan, terlebih dalam penulisan teks nonsastra karena gagasan-gagasan pada teks nonsastra bersumber dari fakta-fakta yang ada dan real. Fokus penelitian ini adalah ragam gagasan dalam teks nonsastra yang ditulis oleh siswa SDN Purwantoro IV Malang. Gagasan-gagasan pada karangan tersebut dilihat dari berbagai aspek, yaitu produktivitas gagasan, kualitas gagasan, variasi gagasan, pola pengembangan gagasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif kajian teks. Sumber data dalam penelitian ini adalah karangan Siswa SDN Purwantoro IV Malang, sedangkan data penelitian berupa kata-kata, kalimat, dan paragraf dalam karangan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tugas pada siswa, yaitu berupa menulis teks nonsastra. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kerja siswa dan tabel analisis data. Kegiatan analisis data diawali dengan reduksi data sesuai dengan ketentuan instrumen, kodifikasi karangan, klasifikasi data berdasarkan lembar kerja, analisis data berdasarkan rumusan masalah dan penyimpulan. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi, yaitu (1) mencari referensi, (2) konsultasi dengan ahli atau pakar, dan (3) diskusi dengan teman sejawat. Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini ada empat butir. Pertama, berdasarkan produktivitas gagasan, siswa paling produktif menghasilkan gagasan pada saat menulis teks nonsastra dengan topik bebas. Kedua,berdasarkan kualitas gagasan, ada tiga rincian, yaitu (1) kejelasan gagasan siswa dalam menulis teks nonsastra disampaikan dengan jelas dan dinyatakan dalam satu kalimat, (2) kerincian gagasan siswa dalam menulis teks nonsastra disampaikan dengan rinci dengan beberapa kalimat penjelas, (3) kepaduan gagasan siswa dalam menulis teks nonsastra disampaikan secara kohesif dan koheren. Ketiga, berdasarkan variasi gagasan, siswa cenderung tidak menggunakan variasi dalam menulis teks nonsastra. Akan tetapi, dari beberapa karangan siswa tetap ditemukan beberapa variasi gagasan, variasi gagasan yang dominan adalah variasi sinonim kata. Keempat, berdasarkan pola pengembangan gagasan, siswa lebih dominan mengembangkan paragrafnya menggunakan pola umum—khusus.
Kesantunan Respon Tuturan Direktif dalam Film Alangkah Lucunya Negeri Ini
Abstract: This qualitative research aims described the politeness of response to the directive speech in the movie Alangkah Lucunya Negeri Ini. This study uses a qualitative approach to the type of social ethnographic research, especially sociopragmatic. The results showed that the politeness response in the movie Alangkah Lucunya Negeri Ini emphasized from the (1) forms, (2) functions, and (3) strategies of speech. Each of that showed the politeness response directive speech.
Abstrak: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan respon terhadap tuturan direktif dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi sosial, khusunya sosiopragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesantunan Respon dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini dapat dilihat dari segi (1) wujud, (2) fungsi, dan (3) strategi tuturan. Masing-masing aspek menunjukkan kesantunan dalam merespon tuturan direktif
