4 research outputs found
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning KD Sistem Respirasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Pengetahuan Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM Malang
RINGKASANPutri, Anggi Kharisma. 2019. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning KD Sistem Respirasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Pengetahuan Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si, (II) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Si.Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Interaktif, Keterampilan Berpikir Kreatif, Hasil Belajar Kognitif, Sistem RespirasiKeterampilan berpikir kreatif merupakan salah satu keterampilan yang diperlukan pada Abad XXI atau 21st century skills. Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada. Keterampilan berpikir kreatif harus dimiliki oleh siswa salah satunya pada mata pelajaran Biologi karena Biologi merupakan cabang ilmu yang mengkaji tentang kehidupan serta fenomena alam maupun fenomena makhluk hidup yang membutuhkan banyak pemikiran kreatif untuk penyelesaian masalah. Namun berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Laboratorium UM Malang pada tanggal 11 Januari 2018 melalui tes keterampilan berpikir kreatif yang diujicobakan pada kelas XI MIPA 1, keterampilan berpikir kreatif siswa masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kreatif pada kompetensi dasar sistem gerak yang diberikan oleh peneliti kepada 29 siswa XI MIPA 1 termasuk pada kategori rendah, yaitu dengan rerata nilai sebesar 43,13. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Enik selaku guru Biologi XI IPA 1 pada tanggal 4 Januari 2018 menyatakan bahwa guru belum pernah mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa saat pembelajaran. Selama pembelajaran pada KD Sistem Respirasi guru mengembangkan kreatifitas dari segi estetika saja, misalnya pembuatan mading dan pop up. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan guru sebenarnya telah berpendekatan saintifik dengan menggunakan model PBL, namun masalah yang disajikan disajikan pada pembelajaran kurang bersifat kontekstual. Langkah pembelajaran yang disajikan dalam RPP belum menggambarkan sintax PBL sepenuhnya. LKS yang dikembangkan guru belum mengikuti sintax PBL. Oleh karena itu dibutuhkan perangkat pembelajaran berbasis PBL yang mampu memfasilitasi peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif, menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif terhadap keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Borg and Gall dengan dua uji coba lapangan, yaitu uji coba lapangan awal dan uji coba lapangan utama yang dilaksanakan di SMA Laboratorium UM Malang pada kelas XI MIPA 1. Hasil validasi perangkat pembelajaran berbasis PBL menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran hasil pengembangan valid untuk digunakan dengan rerata nilai kevalidan silabus 88 %, RPP 86 %, LKS 89 %, media interaktif 97 %, dan instrumen penilaian pembelajaran 88 %. Hasil uji kepraktisan perangkat pembelajaran berbasis PBL ini termasuk pada kategori sangat praktis, dibuktikan dengan rerata nilai angket respon siswa dan angket respon guru sebesar 83 %. Keefektifan perangkat pembelajaran berbasis PBL dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif yang diukur dengan rumus g faktor (N-Gains) menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif yang termasuk dalam kategori g sedang atau cukup efektif, yakni masing masing sebesar 0,48 (keterampilan berpikir kreatif) dan 0,48 (hasil belajar kognitif).Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, perangkat pembelajaran berbasis Problem Based Learning berbantuan media interaktif ini valid, praktis, dan efektif diterapkan pada pembelajaran KD Sistem Respirasi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar kognitif. Pelatihan pemahaman model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada guru dan siswa membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga keterampilan berpikir kreatif dapat meningkat secara maksimal
EVALUASI PROGRAM INDONESIA SEHAT – PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI DESA SIDOSARI KECAMATAN NATAR TAHUN 2021
Program Indonesia Sehat – Pendekatan Keluarga (PIS - PK) merupakan program pembangunan kesehatan yang pendekatannya berfokus pada satu kesatuan keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) sebagaimana dinyatakan dalam Kartu Keluarga. Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga dan penghitungannya menggunakan Indeks Keluarga Sehat (IKS) Implementasi pendekatan keluarga untuk mencapai Indonesia Sehat sudah dilakukan oleh banyak kabupaten/kota, termasuk kabupaten Lampung Selatan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Hajimena. Dari data survei tahun 2020 yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Hajimena diperoleh bahwa dari 12 indikator program PIS-PK, ada 2 indikator dengan capaian masih rendah, yaitu anggota keluarga tidak merokok dan anggota keluarga sudah menjadi anggota JKN. Indikator pra-sehat anggota keluarga tidak ada yang merokok hanya 40%. Tujuan dari kegiatan KKL-PPM ini adalah untuk mengetahui permasalahan kesehatan apa saja yang persentase capaiannya masih rendah dan untuk mengetahui penyebab masalah serta cara penyelesaiannya. Metode pengumpulan data pada kegiatan ini adalah dengan metode observasi dan wawancara, dengan jumlah sampel sebanyak 17 KK yang berlokasi di desa Sidosari kecamatan Natar kabupaten Lampung Selatan. Penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode USG dan diagram fishbone. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan peneliti, dapat disimpulkan bahwa anggota keluarga yang merokok menjadi prioritas masalah kesehatan di desa Sidosari karena diketahui bahwa dari total sampel 17 KK, hanya ada 7 KK (41,17%) yang anggota keluarganya tidak merokok (bukan perokok), yang artinya cakupan indikator tersebut masih rendah.Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar diadakannya edukasi, intervensi dan sosialisasi yang konsisten agar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait bahaya rokok
Psikoedukasi Fase Perkembangan Anak dan Kenakalan Remaja
Penyuluhan dilakukan sebagai langkah untuk mendorong perubahan perilaku individu, kelompok, komunitas. Tujuannya agar mengetahui, memiliki kemauan, dan kemampuan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Proses wawancara pada survey pertama menyimpulkan bahwa terjadi tawuran di lingkungan setempat sehinggamuncul kegelisahan masyarakat, selain itu kurangnya pengetahuan pada para ibu terkait fase perkembangan anak. Psikoedukasi ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kenakalan remaja dan memberikan edukasi kepada ibu-ibu terkait fase perkembangan anak. Metode psikoedukasi dilakukan dengan penyuluhan materi terkait kenakalan remaja kepada karang taruna dan materi fase perkembangan anak kepada ibu-ibu PKK RW 025 Perumahan Graha Prima. Luaran yang didapatkan yakni para remaja mampu memahami dampak dari kenakalan remaja sehingga meminimalisir terjadinya kenakalan remaja dan ibu-ibu yang mengetahui fase perkembangan anak untuk dapat memenuhi peran orang tua yang berkualitas dalam masa perkembangan anak.
Prarancangan Pabrik Etilen Glikol dari Etilen Oksida dengan Kapasitas 55.000 Ton/Tahun
Perkembangan industri kimia di Indonesia semakin mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satunya adalah pabrik etilen glikol yang banyak dibutuhkan namun produksinya semakin turun dalam tiga tahun terakhir. Pabrik etilen glikol dengan bahan baku berupa etilen oksida dan air dirancang dengan kapasitas 55.000 ton/tahun dengan waktu operasi selama 330 hari/tahun. Bahan utama yang dibutuhkan adalah etilen oksida sebanyak 5.651,7992 kg/jam yang menghasilkan yield sebesar 60%. Secara garis besar, proses produksi terbagi menjadi 4 tahap yaitu proses pencampuran, reaksi di dalam reaktor, evaporasi, dan distilasi. Proses reaksi di dalam reaktor terjadi pada suhu 190℃ dan tekanan 18 atm. Hasil pemurnian berupa produk utama berupa etilen glikol (EG) dan produk samping berupa dietilen glikol (DEG) dan trietilen glikol (TEG). Hasil pemisahan, diperoleh kemurnian EG sebesar 99,9%, DEG 99,9%, dan TEG 99,7%. Pabrik etilen glikol memiliki bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT). Dari hasil evaluasi ekonomi, nilai Annual Cash Flow (ACF) yang diperoleh pabrik ini sebesar US$15.969.484,85. (89,68 %) dengan laju pengembalian modal atau Pay Out Time (POT) selama 1,39 Tahun dan memiliki nilai Break Event Point (BEP) sebesar 43,2 %. Dari evaluasi ekonomi dapat dinyatakan bahwa pabrik Etilen Glikol layak untuk didirikan di Indonesia
