1,720,956 research outputs found
PENGARUH CURAH HUJAN DAN SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN BERAT JENIS KAYU SUNGKAI (Peronema cannescens Jack) DI HUTAN KAMPUS UNIVERSITAS BENGKULU : PENDEKATAN STUDI DENDROKRONOLOGI
Intensitas curah hujan dan suhu merupakan faktor yang dominan terhadap
periodisitas pertumbuhan pohon. Korelasi curah hujan dengan lingkar tumbuh di daerah
tropis masih kontradiksi karena musim di daerah tropis lebih seragam sepanjang tahun
sehingga tidak memperlihatkan perbedaan yang tajam antara periode curah hujan tinggi
dengan pergantian curah hujan rendah (Masyurdin, et al., 2016). Curah hujan merupakan
bagian yang menentukan proses pertumbuhan dan pembentukan lingkar tumbuh pada pohon.
Pertumbuhan pohon dapat dilihat dari lingkaran tumbuh yang terdapat pada kayunya terlihat
perbedaan luas atau lebar lingkaran tumbuh dari waktu ke waktu. Lingkar tumbuh dapat
dibaca dari variasi iklim terhadap pertumbuhan pohon terutama disebabkan oleh perubahan
suhu dan kelembaban ekstrem yang terbentuk akibat aktivitas kambium yang dipengaruhi
oleh perubahan musim (Premyslovskaet al., 2008). Hal tersebut dapat dikaji pada studi
dendrokronologi yang mengaitkan hubungan antara pohon dengan iklim maupun kondisi
ekologi setempat kronologi lingkaran tumbuh atau cincin pohon (tree rings dating) yang
dihubungkan dengan kondisi iklim lingkungan pembentuknya. Pada hutan tropis di
Indonesia yang memiliki lingkar tumbuh tampak jelas tidak banyak dan disebabkan oleh
pengaruh perubahan iklim yang berubah setiap tahun. Kayu sungkai merupakan pohon yang
memiliki lingkar tumbuh yang jelas. Sungkai (Peronema canescens) sering disebut sebagai
jati sabrang. Pohon sungkai umumnya tumbuh dalam hutan hujan tropis pada tanah kering
atau sedikit basah. Selain pertumbuhan pohon yang berpengaruh terhadap faktor sifat-sifat
kayu, berat jenis kayu juga merupakan sebagai salah satu sifat fisik kayu. Berat jenis kayu
merupakan salah satu sifat fisik suatu kayu yang dimana berat jenis sangat penting untuk
diketahui karena hampir setiap jenis penggunaan kayu untuk tujuan tertentu memerlukan
persyaratan berat jenis kayu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh curah hujan dan suhu terhadap
lingkar tumbuh dan berat jenis pada kayu sungkai, yang tumbuh di area hutan kampus
Universitas Bengkulu dengan pendekatan studi dendrokronologi. Sampel yang digunakan
diambil dari 3 pohon dengan umur dan tempat tumbuh yang sama. Penentuan lingkar tumbuh
menggunakan metode dendrokronologi dan dilanjutkan dengan crossdating dan pengukuran
berat jenis kayu. Pengukuran menggunakan kondisi iklim yaitu curah hujan, suhu minimum,
suhu rata-rata dan suhu iklim. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi
mengenai pengaruh curah hujan dan suhu terhadap pertumbuhan dan berat jenis kayu
sungkai dan mengetahui keadaan kondisi iklim yang sesuai dengan kayu sungkai.
Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 sampai Juni 2022 (kurang lebih
8 bulan). Sampel penelitian diambil di lokasi Hutan Kampus Universitas Bengkulu. Uji dan
pengelolaan data dilakukan di Laboratorium Kehutanan Universitas Bengkulu. Data yang
diperoleh dianalisis menggunakan analisis korelasi dan analisis linier regresi.
Berdasarkan penelitian Pengaruh Curah Hujan dan Suhu Terhadap Pertumbuhan dan
Berat Jenis Kayu Sungkai (Peronema canescens Jack) di Hutan Kampus Universitas
Bengkulu Pendekatan Studi Dendrokronologi bahwa curah hujan terhadap pertumbuhan
lingkar tumbuh dan berat jenis berpengaruh tidak nyata. Suhu minimum dan suhu rata-rata
terhadap pertumbuhan lingkar tumbuh dan berat jenis berpengaruh nyata atau memiliki
pengaruh dengan nilai berkorelasi negatif dan positif
PERSEPSI DAN INTERAKSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN PUSAT LATIHAN GAJAH (PLG) DI TWA SEBLAT DESA SUKA BARU KECAMATAN MARGA SAKTI KABUPATEN BENGKULU UTARA
Taman Wisata Alam (TWA) merupakan salah satu bentuk pelestarian alam yang
dimanfaatkan terutama untuk kepentingan pariwisata alam dan rekreasi. Taman Wisata Alam
Seblat merupakan salah satu TWA yang berada di provinsi Bengkulu tepatnya di Kabupaten
Bengkulu Utara. Desa Suka Baru yang berada di Kecamatan Marga Sakti Seblat merupakan
Salah Satu desa yang letaknya berbatasan langsung dengan Taman Wisata Alam Seblat.
Pariwisata di Pusat Latihan Gajah Seblat (PLG) memiliki nilai komersil dimana gajah dan
habitatnya menjadi tempat wisata bagi para pengunjung. keberadaan PLG Seblat dengan
sendirinya akan memiliki keterkaitan dengan masyarakat Desa Suka Baru mengingat lokasi
Desa Suka Baru tersebut yang hanya dibatasi oleh sebuah sungai yaitu Sungai Seblat. Dengan
letak lokasi yang berbatasan langsung tersebut sehingga membuat masyarakat Desa Suka Baru
banyak yang melakukan kegiatan maupun aktifitas yang secara langsung maupun tidak
langsung dengan Taman Wisata Alam Seblat. Disisi lain bahwa dengan adanya Pusat Latihan
Gajah (PLG) di Taman Wisata Alam Seblat memunculkan berbagai tanggapan, pandangan,
dan penilaian dari masyarakat Desa Suka Baru. Penelitian ini dimulai pada bulan Mei - Juni 2021 bertempat di Desa Suka Baru
Kecamatan Marga Sakti, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui Persepsi dan Interaksi Masyarakat Terhadap Pengeloaan Pusat
Latihan gajahdengan menggunakan metodesecara accidental samplingsertapengambilan data
dilakukan dengan wawancara dan kuesioner.Penentuan Responden dalam penelitian ini terbagi
menjadi masyarakat umum dan perangkat desa dengan intensitas sampling 10%. Masyarakat
Desa Suka Baru memiliki jumlah penduduk 412 KK sehingga didapat jumlah responden
sebanyak 45 responden. Dari jumlah responden tersebut nantinya akan dikelompokkan lagi ke
dalam beberapa kategori berdasarkan tingkat kepentingan terhadap TWA Seblat seperti
masyarakat umum Desa Suka Baru (KK) dan perangkat Desa Suka Baru.
Berdasarkan perhitungan skoring hasil penelitian ini menunjukkan bahwamasyarakat
Desa Suka Baru memiliki persepsi yang positif terhadap Pusat Latihan Gajah di TWA seblat
dengan total skor 3048 dimana pada tabel skoring nilai tersebut merupakan termasuk dalam
kategori positif.
Masyarakat Desa Suka Baru cukup rendah dalam berinteraksi, pada 3 kategori
interaksi yang menjadi pertanyaan peneliti didapatkan rata-rata nilai dari 45 responden di Desa
Suka Baru 24,44% masyarakat desa berinteraksi terhadap PLG di TWA Seblat dan 75,56%
masyarakat tidak berinteraksi terhadap PLG di TWA Seblat karena masyarakat belum
merasakan adanya manfaat ekonomi dari PL
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMPN 3 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik dengan
Pendekatan Saintifik pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar untuk Meningkatkan
Pemahaman Konep Matematika Siswa Kelas VIII di SMPN 3 Kota Bengkulu
yang memenuhi kategori valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah
penelitian pengembangan (Research and Development) dengan memodifikasi
model 4D Thiagarajan menjadi 3 tahapan yaitu tahap pendefinisian (define), tahap
perancangan (design), dan tahap pengembangan (develop) yang terdiri dari
validitas, kepraktisan, dan efektifitas. Validasi dilakukan oleh 3 orang validator.
Kepraktisan LKPD diuji pada dua belas peserta didik di kelas VIII 2 SMP Negeri
3 Kota Bengkulu. Efektifitas LKPD diuji pada tiga puluh dua peserta didik di
kelas VIII 1 SMP Negeri 3 Kota Bengkulu semester genap tahun ajaran
2017/2018. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validitas, kepraktisan dan
efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik
Dengan Pendekatan Saintifik Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Untuk
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VIII Di SMPN 3
Kota Bengkulu termasuk dalam kategori : (a) valid dari aspek materi, konstruksi,
skor rata-rata bahasa 132,25 dan dengan skor rata-rata 36,5; (b) sangat praktis
dengan skor rata-rata 78,04 dan; (c) efektif berdasarkan : 1) respon peserta didik
dengan skor rata-rata 63,88 dalam kategori sangat baik; 2) aktivitas peserta didik
dengan skor rata-rata 66,5 dalam kategori sangat baik dan; 3) hasil belajar peserta
didik mencapai ketuntasan klasikal 81,25%.
Kata Kunci : Lembar Kerja Peserta Didik, Pendekatan Saintifik, Pemahaman
Konsep matematika
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
