8 research outputs found
Pengembangan Media Pembelajaran Digital Sistem Distribusi Energi Listrik Berbasis Pemahaman Konsep Pada Pembelajaran Energi Baru dan Terbarukan Bagi Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Putra, David Anggara. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Digital Sistem Distribusi Energi Listrik Berbasis Pemahaman Konsep Pada Pembelajaran Energi Baru dan Terbarukan Bagi Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Distribusi, Pemahaman Konsep, Energi Baru dan Terbarukan Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: (1) Merancang dan membuat media pembelajaran digital sistem distribusi energi listrik berbasis pemahaman konsep pada pembelajaran energi baru terbarukan di TE UM; (2) Merancang dan membuat simulasi sistem distribusi energi listrik berbasis pemahaman konsep pada pembelajaran energi baru terbarukan di TE UM; (3) Menguji kelayakan media pembelajaran digital sistem distribusi energi listrik berbasis pemahaman konsep pada pembelajaran energi baru terbarukan di TE UM. Pengembangan ini menggunakan model penelitian ADDIE dengan 5 (lima) tahap penelitian dan pengembangan. Uji kelayakan bahan ajar dilakukan oleh 2 (dua) dosen ahli Teknik Elektro, mahasiswa S1 TE angkatan 2015 dan mahasiswa S1 TE angkatan 2016 untuk megevaluasi kelayakan media pembelajaran digital dan simulasi menggunakan instrumen berupa angket. Uji coba kelayakan bahan ajar dilakukan oleh 2 (dua) dosen ahli Teknik Elektro, 10 (sepuluh) mahasiswa S1 TE 2015 konsentrasi arus kuat dan mahasiswa S1 TE 2016 konsentrasi arus kuat untuk menguji kelayakan materi dan media dengan menggunakan instrument berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media pembelajaran digital energi baru dan terbarukan tentang sistem distribusi tenaga listrik pembangkit energi baru dan terbarukan memperoleh persentase sebesar 83,4% dari 2 (dua) dosen ahli yang artinya produk layak digunakan dengan sedikit revisi, 86% dari 10 (sepuluh) mahasiswa S1 TE 2015 konsentrasi arus kuat yang artinya produk sangat layak untuk digunakan, sedangkan dari mahasiswa S1 TE 2016 konsentrasi arus kuat memperoleh 88% yang artinya produk sangat layak digunakan tanpa ada revisi lagi. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini terbukti bahwa media pembelajaran digital energi baru dan terbarukan sangat layak digunakan. Media pembelajaran digital juga mampu memberikan pemahaman tentang konsep sistem distribusi tenaga listrik pembangkit energi baru dan terbarukan kepada mahasiswa S1 TE
The plot of time travel in predestination (2014)
ENGLISH
Predestination (2014) has a concept of science fiction with the time travel characteristics associated with this discussion. The first is the concept of time travel, the second is paradox, the last is changing the past. The first is Concept of time travelling. The concept of Time Traveling moving between different points in time has been a popular topic for science fiction for decades. There are three questions used as material for this research, the first, how the part changed in Predestination movie, the second, how is plot of the time travel described in Predestination movie, the third, what time travel guild finnest formula in Predestination movie.The method used in this research is qualitative method specifically by document analysis. The theory for the topic is Time Travel by David Lewis. While the object of this research is an movie in Predestination and also using plot theory to knowing about terms the frequency of time jumps to the past. Based on the data analysis it can be concluded that Predestination matchedwith time travel movie. the message that can be understand from the title itself. The past, the future and the present, they all exist in the same time frame. Humans are equipped with reason, mind, and choice. desire, ego, and greediness. All things that are created in this world are balanced, Created in pairs.
INDONESIA
Predestination (2014) memiliki konsep fiksi ilmiah dengan karakteristik perjalanan waktu yang terkait dengan diskusi ini. Yang pertama adalah konsep perjalanan waktu, yang kedua adalah paradoks, yang terakhir adalah mengubah masa lalu. Yang pertama adalah Konsep perjalanan waktu. Konsep Time Travelling bergerak di antara berbagai titik waktu telah menjadi topik populer untuk fiksi ilmiah selama beberapa dekade.Ada tiga pertanyaan yang digunakan sebagai bahan untuk penelitian ini, yang pertama, bagaimana perubahan bagian dalam film Predestination, yang kedua, bagaimana alur perjalanan waktu yang dijelaskan dalam film Predestination, yang ketiga, apa rumus perjalanan waktu paling akhir dalam film Predestination. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif khusus dengan analisis dokumen. Teori untuk topik ini adalah Perjalanan Waktu oleh David Lewis. Sedangkan objek penelitian ini adalah film dalam Predestination dan juga menggunakan teori petak untuk mengetahui tentang istilah frekuensi waktu melompat ke masa lalu. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa Predestination. cocok dengan film perjalanan waktu. pesan yang bisa dipahami dari judul itu sendiri. Masa lalu, masa depan dan sekarang, mereka semua ada dalam kerangka waktu yang sama. Manusia dilengkapi dengan akal, pikiran, dan pilihan. keinginan, ego, dan keserakahan. Semua hal yang diciptakan di dunia ini seimbang, diciptakan berpasangan
Elevated Procalcitonin Levels in Pediatric Severe Bacterial Pneumonia Caused by Klebsiella pneumoniae
Background: Klebsiella pneumoniae is a major pathogen in pediatric pneumonia. Procalcitonin (PCT) distinguishes between Gram positive and Gram negative infections but lacks data on K. pneumoniae infection's relationship with PCT levels in children. Therefore, this study was conducted to investigate the serum PCT levels in children with K. pneumoniae infection.
Materials and methods: A cross-sectional study was conducted on 61 pediatric subjects with the age of 2-59 months with severe bacterial pneumonia. Blood and sputum samples were collected and analyzed for PCT and cultured for 24 hours. PCT levels and K. pneumoniae infection were statistical analyzed with chi-square and logistic regression. Receiver operating characteristic (ROC) analysis was used to determine the PCT cut-off specific to K. pneumoniae.
Results: K. pneumoniae was identified in 33%. Median PCT levels were significantly higher in the K. pneumoniae group (p<0.05). A PCT cut-off of 0.725 ng/mL yielded 70% sensitivity, 70.7% specificity, negative predictive value (NPV) of 82.9%, and area under the receiver operating characteristic curve (AUROC) of 0.74. Elevated PCT was significantly associated with K. pneumoniae infection with Odds ratio (OR) of 12.08, 95% Confidence Interval (CI): 2.54-57.36; p=0.002).
Conclusion: Along with K. pneumoniae infection, serum PCT levels was elevated, supporting its potential as a biomarker for early diagnosis.
Keywords: K. pneumoniae, procalcitonin, bacterial pneumonia, pediatri
Development of Digital Learning Media for Renewable Energy Subject Based on Concepts Understanding of Electrical Engineering Department’s Students State University of Malang
Pneumonia Pada Pasien Anak Di Rumah Sakit Umum DR. Moewardi Surakarta Sebelum Dan Selama Pandemi COVID-19
Indonesia sebagai negara berkembang terus menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengurangi kasus dan kematian akibat pneumonia pada anak-anak. Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi, rumah sakit rujukan di Surakarta, menangani banyak kasus pneumonia anak. Namun, munculnya pandemi COVID-19 membawa tantangan baru, termasuk kebutuhan untuk menyesuaikan prosedur perawatan kesehatan dan prioritas layanan, yang kemungkinan mempengaruhi penanganan kondisi non-COVID seperti pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pengobatan pneumonia pada anak sebelum dan selama pandemi, untuk mengevaluasi apakah pandemi tersebut berdampak positif atau negatif terhadap kualitas perawatan. Metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional digunakan untuk menganalisis perbedaan kasus pneumonia anak di RS Dr. Moewardi antara tahun 2019 dan 2021. Hasilnya mengungkapkan pergeseran penting dalam karakteristik dan pola insiden pneumonia anak. Pada tahun 2019, kasus lebih sering, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun. Sebaliknya, tahun 2021 melihat lebih sedikit kasus tetapi proporsi anak yang lebih tua yang terkena dampak lebih tinggi. Selanjutnya, jumlah pasien yang dirawat di PICU menurun, sementara lebih banyak anak dirawat di bangsal umum, HCU, dan NICU. Perubahan signifikan juga diamati dalam kultur bakteri. Pada tahun 2019, Acinetobacter baumannii dan Klebsiella pneumoniae dominan, tetapi pada tahun 2021, prevalensinya menurun dan Pseudomonas aeruginosa muncul sebagai patogen baru. Temuan ini menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 tidak hanya memengaruhi pola pengobatan tetapi juga etiologi pneumonia pada anak-anak, kemungkinan karena perubahan protokol kesehatan, penggunaan antibiotik, dan tindakan pengendalian infeksi
Simulation of a Solar Power System with Generator Set Backup Source for Hybrid Power System Application
Upaya Optimalisasi Peternakan Kambing Perah “Sapera” di Desa Purworejo Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen
Peternakan merupakan salah satu usaha yang menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat,
khususnya di pedesaan. Ternak yang cukup banyak dibudidayakan di Desa Purworejo,
Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah adalah kambing perah. Kambing
perah dipilih karena dianggap memiliki nilai jual hasil produksi susu yang cukup bagus dan
harga yang stabil. Permasalahan yang muncul ketikan beternak kambing perah adalah sistem
pemeliharaan hingga hasil akhir susu yang dihasilkan. Tujuan dari kegiatan pemberdayaan
masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi peternak lokal di desa
setempat untuk bisa memecahkan masalah mengenai produksi susu dan harapannya wilayah
desa setempat menjadi sentra kambing perah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Purworejo,
Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini melibatkan kelompok mitra dalam
pelaksanaannya atau dengan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA),
melalui kegiatan focus group discussion, penyuluhan, transfer teknologi tepat guna,
pendampingan dan percontohan. Hasil yang dicapai adalah terjadinya peningkatan
pengetahuan yang ditunjukkan dari peningkatan nilai pre-test dan post-test, sedangkan
peningkatan motivasi ditunjukkan dengan perubahan sikap peternak semakin open minded dan
melakukan praktek secara mandiri. Dampak ikutan dari kegiatan ini adalah masyarakat bisa
lebih mengerti mengenai manajemen pemeliharaan serta seluruh manajemen yang dibutuhkan
ketika beternak kambing perah dan dapat digunakan sebagai nilai tambah (value added) serta
meningkat perekonomian keluarga
