519 research outputs found
PENGARUH PENGETAHUAN ZAKAT, TINGKAT PENDAPATAN, TINGKAT KESADARAN DIRI DAN TINGKAT KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT MUZAKKI MEMBAYAR ZAKAT PROFESI PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) BLITAR
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pengaruh Pengetahuan Zakat, Tingkat Pendapatan,
Tingkat Kesadaran Diri dan Tingkat Kepercayaan Terhadap Minat Muzakki
Membayar Zakat Profesi pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Blitar” ini
ditulis oleh Ika Puspitasari, NIM. 17103163011, pembimbing Elok Fitriani
Rafikasari, M.Si.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena di dalam
masyarakat yang mempunyai profesi namun tidak mau membayar zakatnya.
Padahal di dalam agama Islam sudah dijelaskan dalam al-Qur’an tentang
kewajiban umat muslim membayar zakat profesi. Selain itu untuk mengetahui
alasan serta penyebab mereka tidak mau membayar zakat profesi padahal sudah
tergolong muzakki.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan zakat,
tingkat pendapatan, tingkat kesadaran diri dan tingkat kepercayaan terhadap minat
muzakki membayar zakat profesi secara parsial, simultan dan faktor yang paling
berpengaruh dari keempat variabel tersebut. Metode penelitian ini sampel yang
diambil yaitu 97 muzakki pada BAZNAS Blitar. Teknik sampling yang digunakan
adalah sampling purposive. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dan metode analisis regresi linier berganda. Sumber data yang digunakan adalah
data primer dengan menyebarkan kuisioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel yang
mempengaruhi minat muzakki membayar zakat profesi adalah tingkat pendapatan
dan tingkat kepercayaan. Sedangkan variabel pengetahuan zakat dan tingkat
kesadaran diri tidak mempengaruhi minat muzakki membayar zakat profesi pada
BAZNAS Blitar. Penelitian yang dilakukan secara simultan memberikan hasil
bahwa pengetahuan zakat, tingkat pendapatan, tingkat kesadaran diri dan tingkat
kepercayaan berpengaruh terhadap minat muzakki membayar zakat profesi pada
BAZNAS Blitar dengan total pengaruh sebesar 54,5% dan variabel tingkat
kepercayaan merupakan faktor yang paling besar dan berpengaruh signifikan
terhadap minat muzakki membayar zakat profesi.
Kata Kunci : Pengetahuan Zakat, Pendapatan, Kesadaran Diri, Kepercayaan,
Minat Muzakki, Zakat Profesi dan BAZNAS Blitar
Bhinneka Tunggal Ika: Keanekaragaman Sukubangsa atau Kebudayaan?
In this article, the author presents his thoughts on cultural diversity as the motto of Indonesia nation, on the basis of the ideology of 'Unity in Diversity' (Bhinneka Tunggal Ika). The author has a notion that the meaning of bhinneka tunggal ika was emphasized as ethnics' diversity during New Order (Orde Baru) and Habibies rezim era. It represents the consequence of ethnical politics with plural society model used by the regimes. The fall down of the New Order regime, caused any social conflicts and national disintegration especially in a period of Habibie governance. To rebuild social solidarities and the Indonesian national integration, the author offers model of multiculturalism in comprehending bhinneka tunggal ika which emphasizing equal cultural diversity. The author stresses that the model of multiculturalism only possible exist and expand in societies which uphold principles of democracy, justice supremation of law, and also eradication of corruption and collusion
Pengaruh Konsentrasi Sorbital Dalam Medium Purifikasi Terhadap Perolehan Jumlah Sel Variabel Pada Isolasi Sel Mesofil Daun Pegagan
RINGKASAN
IKA PUSPITASARI ISTYANINGWATI. J2B 001 085. Pengaruh Konsentrasi Sorbitol dalam Medium Purifikasi terhadap perolehan Jumlah Sel Viabel pada Isolasi Sel Mesofil Daun Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban). (Di bawah bimbingan Erma Prihastanti dan Sri Haryanti).
Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan salah satu jenis tumbuhan obat yang telah dikenal oleh masyarakat. Tumbuhan ini dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit antara lain untuk obat luka, sakit perut, kencing batu, demam dan lain sebagainya. Manfaat pegagan sebagai tumbuhan obat berasal dari kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa triterpenoid. Senyawa metabolit ini dapat diperoleh dengan cara ekstraksi langsung maupun dengan cara in-vitro. Salah satu metode dalam kultur in-vitro tersebut adalah kultur suspensi sel. Tahapan kerja pada kultur suspensi sel meliputi : isolasi sel, purifikasi sel dan kultur sel. Isolasi sel merupakan tahap pemisahan sel dari jaringan, sedangkan purifikasi sel merupakan proses pemurnian sel dari debris/kotoran. Pada kedua proses ini diperlukan adanya zat osmotikum yang berfungsi untuk menjaga stabilitas tekanan osmotik sel sehingga sel tetap viabel untuk dapat tumbuh ketika dikulturkan. Sorbitol merupakan salah satu zat osmotikum yang digunakan pada waktu purifikasi sel.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan sorbitol dal= medium purifikasi terhadap perolehan jumlah sel viabel dan konsentrasi sorbitol yang efektif dalam medium purifikasi untuk mendapatkan jumlah sel viabel paling tinggi pada tahap isolasi sel mesofil pegagan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menyediakan eksplan sel yang kemudian akan ditanam pada tahap kultur suspensi sel.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kelompok/blok. Konsentrasi sorbitol dalam medium purifikasi yang digunakan sebagai perlakuan adalah 0 g/L, 25 g/L, 50 g/L, 75 g/L, 100 g/L dan 125 g/L. Parameter yang diamati meliputi perolehan jumlah sel total, Jumlah sel viabel dan viabilitas sel. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Jika terdapat pengaruh antara perlakuan terhadap hasil maka dilanjutkan dengan Uji DMRT pada taraf kepercayaan 95 %.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sorbitol dalam medium purifikasi mempengaruhi perolehan jumlah sel viabel dan viabilitas sel. Konsentrasi sorbitol yang efektif adalah 25 g/L dengan perolehan jumlah sel viabel paling tinggi yaitu 13,19x107sel/mL dan viabilitas selnya 99,35%
PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE BALANCED SCORECARD DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN USAHA STUDI KASUS PADA USAHA SALE PISANG ISTIMEWA “CANDRA” DI DESA NGENI KECAMATAN WONOTIRTO KABUPATEN BLITAR
ABSTRAK
Skripsi yang berjudul “Pengukuran Kinerja Dengan Metode Balanced Scorecard Dalam Meningkatkan Perekonomian Usaha (Studi Kasus Pada Usaha Sale Pisang Istimewa “Candra” Di Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar)” penelitian ini ditulis oleh Adita Ika Puspitasari, Jurusan Ekonomi Syariah, NIM 17402163328. Dosen Pembimbing Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag.
Penelitian skripsi ini dilatar belakangi oleh pengukuran kinerja dengan hanya menggunakan profitabilitas sebagai indikator kinerja. Tidak melihat pada indikator lainnya seperti individu karyawan, kepuasan konsumen, proses produksi sehingga sulit bagi perusahaan untuk mengidentifikasi penyebab atau masalah-masalah terjadinya penurunan kinerja dari perspektif non-keuangan. Metode yang dianggap dapat memenuhi keinginan untuk mengukur kinerja secara keseluruhan adalah balanced scorecard.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengukuran kinerja dengan metode balanced scorecard dalam meningkatkan perekonomian usaha sale pisang istimewa “Candra” di Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kombinasi (mixed methods) model urutan penemuan analisis kuantitatif dan kualitatif (Sequantial Explanatory). Objek penelitian yang digunakan yaitu karyawan usaha sale pisang istimewa “Candra” di Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden dengan menggunakan kuesioner dan wawancara sebagai alat pengumpul data.
Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel perspektif keuangan dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan tidak berpengaruh dan tidak signifikan dalam meningkatkan perekonomian usaha, variabel perspektif pelanggan dan proses bisnis internal berpengaruh dan signifikan dalam meningkatkan perekonomian usaha. Adjuster R square sebesar 51,1% menunjukkan bahwa sebesar 51,1 % variabel peningkatan perekonomian usaha bisa dijelaskan oleh keempat variabel independen yang digunakan dalam persamaan regresi. Sedangkan sisanya sebesar 0,489 yang artinya 48,9% dijelaskan oleh perspektif lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.
Data kuantitatif tersebut didukung dengan hasil wawancara kepada beberapa responden yang menyatakan bahwa perspektif keuangan dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan tidak berpenagruh dalam meningkatkan perekonomian usaha, perspektif pelanggan dan perspektif proses bisnis internal berpengaruh dalam dalam meningkatkan perekonomian usaha. Jadi pengukuran kinerja dengan metode balanced scorecard secara simultan dapat mempengaruhi dalam meningkatkan perekonomian usaha sale pisang istimewa “Candra”. Dengan demikian data kualitatif ini memperkuat data kuantitatif dan memperluas data kuantitatif yaitu dengan menambah faktor lain yang mempengaruhi dalam peningkatan perekonomian usaha sale pisang istimewa “Candra” di Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar.
Kata kunci : pengukuran kinerja, balanced scorecard, perekonomian usah
Arcangelisia flava LEAVES ETHANOLIC EXTRACT SUPPRESSES CANCER CELL LINES VIA NON APOPTOTIC PATHWAY
Proceeding 1st International Conference on Medicine and Health Sciences (ICMHS) 2016Arcangelisia flava is a potential candidate to be
developed as cancer chemoprevention agent. A.
flava was proven to exhibit antioxidant and cytotoxic
activity against MCF-7 breast cancer cell line. These
ability were suggested to be related to its alkaloid
content: berberine, palmatine, and jatrorrhizine
(Keawpradub et al., 2005). Although this plant is
stated as a rarely found species (Koran Jakarta,
2012), we could find it abudantly in Meru Betiri
National Park, Jember.
Our previous studies showed that A. flava leaves
increase the immune system in doxorubicin-treated
rats (Puspitasari et al., 2014
b
) with no signs of
toxicity based on sub chronic toxicity assay
(Puspitasari et al., 2014
a
). The A. flava leaves
ethanolic extract (EEAfL) had been proven to have
cytotoxic activity on HeLa, MCF-7, and WiDr cancer
cell lines with the IC
50
value of 467 + 70; 136 + 17;
and 213 + 79 µg/ml, respectively. The activity was
selective on MCF-7 and WiDr, but not likely on HeLa
cell line (Puspitasari et al., 2015)
Efek Edamame (Glycine max (L.) Merrill) Terfermentasi Kombinasi Aspergillus oryzae dan Rhizopus oligosporus Terhadap Kadar Kolesterol dan Trigliserida Tikus Terovariektomi
Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipoprotein yang mengarah
pada peningkatan persisten konsentrasi plasma kolesterol total dan trigliserida
(Jocelyne dkk., 2017). Dislipidemia menjadi salah satu faktor risiko signifikan
terjadinya penyakit kardiovaskuler terutama penyakit jantung koroner (PJK) yang
memiliki tingkat morbiditas dan jumlah angka kematian tinggi di seluruh dunia
(Sifri dkk., 2014). Berdasarkan data statistik pada tahun 2017, penyakit jantung
koroner menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia (Benjamin dkk.,
2017). Selain itu, pada tahun 2030 diperkirakan penyakit kardiovaskuler
berpotensi menyebabkan 25 juta kematian terutama akibat penyakit jantung
koroner (Sifri dkk., 2014). Menurut hasil statistik WHO, prevalensi dislipidemia
di Indonesia (kolesterol total ≥160 mg/dL) pada kelompok usia ≥ 25 tahun sebesar
36% (33,1% untuk pria dan 38,2% untuk wanita) (Lin dkk., 2018). Risiko
terjadinya dislipidemia semakin meningkat setiap tahunnya, ditunjukkan dengan
tingginya proporsi overweight sebesar 13,6% dan obesitas sebesar 21,8% dari
tahun 2007-2018 sebagai faktor pencetus terjadinya dislipidemia (Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia, 2018)
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOLIK DAUN KEPUH (Sterculia foetida) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHIDA SERUM TIKUS YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK
Penelitian ini menggunakan jenis desain true experimental laboratories. Desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Post Test Only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan pada tikus putih jantan galur Wistar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok secara acak dengan metode Cluster Random Sampling. Masing-masing kelompok terdiri dari lima tikus. Penelitian ini terdiri atas satu kelompok kontrol yang tidak diberi perlakuan dan empat kelompok perlakuan berupa diet tinggi lemak dan ekstrak daun kepuh dosis 200, 400, dan 800 mg/kg BB. Diet tinggi lemak menggunakan kuning telur bebek 5 g/200g BB. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Pemberian ekstrak etanolik daun kepuh dapat menurunkan kadar MDA serum tikus yang diinduksi diet tinggi lemak. Ekstrak etanolik daun kepuh positif mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, dan terpenoid berdasarkan metode penapisan fitokimia secara KLT dan positif mengandung saponin dan tanin berdasarkan tube test. Pola kromatogram diperiksa secara KLT densitometri dengan menggunakan fase gerak butanol: asam asetat glasial:air (4:1:5) dan fase diam silika gel 60 F254 menghasilkan empat puncak senyawa pada Rf 0,28; 0,48; 0,52; 0,72. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Ekstrak etanolik daun kepuh dapat menurunkan kadar MDA serum tikus putih jantan galur Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak secara bermakna, (2) Ekstrak etanolik daun kepuh mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, terpenoid, saponin, dan tanin, dan (3) Pola kromatogram ekstrak etanolik daun kepuh menunjukkan adanya empat puncak senyawa, namun ada dua puncak yang masih belum terpisah
Edamame (Glycine max (L.) Merril) Terfermentasi Memengaruhi Kadar Malondialdehid (MDA) Tikus (Rattus novergicus) Model Menopause
Jumlah wanita di Indonesia yang memasuki masa premenopause sebanyak
17,21 juta jiwa dan menopause sebanyak 21,22 juta jiwa pada tahun 2015. Jumlah
tersebut meningkat dari tahun 2009, yaitu sebanyak 5.320.000 wanita. Kondisi
estrogen yang terlalu rendah seperti pada wanita menopause bersifat prooksidan
yang mengganggu keseimbangan radikal bebas dan antioksidan. Radikal bebas
yang berlebih menyebabkan stres oksidatif dengan menginduksi terjadinya
peroksidasi lipid. Peroksidasi lipid terjadi karena struktur radikal bebas yang belum
stabil akan mencari pasangan elektron lainnya dengan memecah asam lemak tidak
jenuh atau Poly Unsaturated Fatty Acid (PUFA) dari membran sel dan lipoprotein
plasma. Salah satu hasil dari proses tersebut ialah MDA. MDA bersifat paling
mutagenik terutama terhadap gen M1dG sehingga dapat menyebabkan kanker.
Kejadian kanker yang diakibatkan oleh kondisi menopause sebanyak 70% di
Indonesia pada tahun 2013. Terapi HRT banyak digunakan oleh wanita menopause,
akan tetapi terapi tersebut membutuhkan biaya yang banyak, sulit didapatkan
karena memerlukan resep dokter, dan dapat menimbulkan efek samping seperti
kanker payudara.
Edamame merupakan produk unggulan Jember yang memiliki kandungan
fitoestrogen berupa isoflavon. Isoflavon memiliki aktivitas estrogenik dengan
berikatan pada reseptor estrogen. Efek estrogenik yang ditimbulkan dapat
mencegah ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan sehingga
menurunkan kadar MDA pada wanita menopause. Isoflavon dibagi dalam bentuk
aglikon, glikosida, asetilglikosida, dan malonilglikosida. Senyawa utama isoflavon
pada edamame ialah bentuk glikosida, akan tetapi bentuk glikosida tidak dapat
diserap oleh tubuh sehingga perlu diubah menjadi bentuk aglikon oleh proses
hidrolisis enzim ß-glucosidase selama fermentasi. Penelitian ini menggunakan
Aspergillus oryzae dan Rhizopus oligosporus untuk fermentasi edamame dan tikus
putih betina yang diovariektomi sebagai model menopause.
Penelitian ini menggunakan desain true experimental design secara in vivo
dengan rancangan post test control group design. Pemilihan sampel dilakukan
dengan simple random sampling. Tikus sebanyak 45 ekor dibagi ke dalam sembilan
kelompok, yaitu kelompok shamed ovariektomi, kelompok dengan pemberian Na
CMC 1%, estradiol, edamame terfermentasi 100, 250, 500, 750, 1.000, dan 1.250
mg/kgBB. Masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor tikus. Populasi yang
digunakan dalam penelitian ini ialah 45 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) betina
galur Sprague dawley. Usia saat perlakuan tikus yaitu 59 hari dengan berat rata-rata
140-190 gram. Prosedur penelitian terdiri dari pengajuan etik penelitian,
peremajaan isolat Aspergillus oryzae dan Rhizopus oligosporus, pembuatan
suspensi spora, perhitungan kepadatan spora, preparasi edamame terfermentasi,
adaptasi hewan coba, pembagian kelompok perlakuan, ovariektomi, terminasi, dan
pengukuran MDA serum setelah 28 hari. Hasil penelitian didapatkan kadar MDA
serum pada kelompok edamame terfermentasi dengan dosis 100, 250, 500, 750,
1.000, dan 1.250 mg/kgBB berturut-turut ialah 5,5157 ± 1,4304; 7,4087 ± 1,3431;
5,3829 ± 1,9746; 10,2227 ± 2,3601; 7,8973 ± 1,3258; dan 7,0280 ± 1,2313 µg/mL.
Kadar MDA pada kelompok shamed ovariektomi sebesar 4,1724 ± 0,2139, kontrol
negatif sebesar 3,2025 ± 0,2070, dan kontrol positif sebesar 8,3654 ± 0,2769. Kadar
MDA pada kelompok edamame terfermentasi dosis 250, 750, 1000, dan 1250
mg/kgBB meningkat secara signifikan dibanding kelompok kontrol negatif. Pada
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa edamame terfermentasi dapat memengaruhi
kadar MDA dengan cara meningkatkan kadarnya pada tikus model menopause.
Saran dari penelitian ini yaitu diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh
fitoestrogen edamame terfermentasi terhadap kadar MDA tikus model menopause
dengan jarak waktu antara ovariektomi dan perlakuan lebih lama untuk
mengondisikan tikus dalam keadaan membutuhkan estrogen dan diperlukan
penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi aktivitas
estrogenik edamame terhadap kadar MDA
- …
