27 research outputs found

    Penerapan Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 9 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Indra, Puspita. 2011. Penerapan Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 9 Blitar. Skripsi. Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Ach. Amirudin, M.Pd, (2) Drs. Soetjipto. TH, S.H, M.Pd.   Kata kunci: Problem Based Learning, kemampuan memecahkan masalah, hasil belajar   Fakta pembelajaran geografi di SMP Negeri 9 Blitar menunjukkan bahwa (1) evaluasi hasil belajar  siswa kelas VIII F pada materi Permasalahan Penduduk dan Dampaknya terhadap Pembangunan didapatkan nilai rata-rata hasil tes kognitif yang rendah yaitu sebesar 48 siswa (60%) belum mencapai KKM mata pelajaran geografi. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep geografi siswa masih rendah. (2) kemampuan dalam memecahkan masalah siswa kelas VIII F masih kurang, berdasarkan hasil observasi sebelumnya siswa yang belum mampu memecahkan masalah sebesar 21 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum dapat berpikir kritis dalam menanggapi masalah yang ada di sekitarnya. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Blitar pada semester genap tahun ajaran 2010/2011 pada tanggal 13 November 2010 - 4 Februari 2011. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus. Tahapan tiap siklus meliputi observasi awal, pemberian tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara klasikal, pada siklus 1 dan 2 skor rata-rata kemampuan memecahkan masalah berturut-turut sebesar 3,5 (cukup mampu) dan 4 (mampu). Rata-rata skor tes hasil belajar siswa pada siklus 1 dan 2 berturut-turut sebesar 76 dan 82. Dari hasil penelitian disarankan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning diterapkan untuk materi lingkungan dan didukung dengan media yang relevan. Siswa yang berkemampuan rendah dan mengalami kesulitan terhadap materi yang diajarkan untuk lebih diperhatikan agar diskusi dapat berjalan lancar.

    Tingkat Kesiapsiagaan SMP Muhammadiyah Terhadap Bencana Gempa Bumi di Wilayah Urban Solo

    No full text
    wilayah urban Solo merupakan wilayah yang memiliki potensi terjadinya bencana gempa bumi. Jika tidak disiapkan dengan baik, maka jika terjadi bencana akan beresiko tinggi menimbulkan dampak kerusakan bahkan jatuhnya korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan SMP Muhammadiyah wilayah urban Solo terhadap bencana gempa bumi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dan observasi. Angket ditujukan untuk siswa dan perwakilan guru. Sedangkan teknik observasi menggunakan daftar list struktur bangunan sekolah. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, yaitu dengan teknik persentase. Teknik analisis ini digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat kesiapsiagaan sekolah, apakah masuk kategori tinggi, sedang atau rendah. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan SMP Muhammadiyah di wilayah urban Solo terhadap bencana gempa bumi masuk pada kategori tinggi. Hal ini dibuktikan dengan indeks kesiapsiagaan masing-masing variabel yaitu kesiapsiagaan siswa sebesar 70,75, kesiapsiagaan guru sebesar 87,87 dan kelayakan struktur bangunan sekolah sebesar 84. Dari data tersebut kemudian diperoleh nilai rata-rata indeks kesiapsiagaan sebesar 80,87 yang masuk dalam kategori tinggi

    Dynamic Land Resources Management at the Mount Kelud, Indonesia

    No full text
    There is a contradictive situation between the theory that believes that high volcanic hazard areas should be for limited production zones and those areas that are intensively utilised for several production activities. This paper tries to discuss that contradictive situation from both the perspective of natural hazards and natural resources, therefore, the best options for the land utilisation pattern might be formulated at these high volcanic hazards areas. We conducted landscape analysis that covers volcanic morphology, volcanic materials, and both natural and artificial processes that modify the morphology and materials characteristics. The natural processes occurring in the high volcanic hazard might cover non-volcanic processes such as erosion and landslide. The artificial processes were usually considered as land utilisation activities by the local community. In such areas where both natural and artificial processes occurred, we conducted in-depth interviews to assess the community perception on thread and benefits of the last Kelud Eruption in February 2014. We evaluated the current land resources utilisation and portrayed the local adaptive land resource utilisation. There were three types of land resources available at the active volcano: space, natural scenery, and volcanic materials. The availability of these land resources was in a dynamic condition both in terms of quality and quantity. Immediately after the eruption, the natural scenery made the area attractive as a tourist destination. Following the high intensity of rainfall, the volcanic materials might be used as high-quality construction materials. The available space might be utilised for any purposes after the situation became relatively stable. The current space was mostly used for agricultural enterprises which accommodates the physical and socio-cultural characteristics of the active volcano environment

    Analisis Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Pembelajaran Jarak jauh Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Klaten

    No full text
    Abstrak: Pembelajaran jarak jauh menjadi sesuatu yang baru dalam sistem pendidikan di Indonesia. Hal tersebut tentu membutuhkan adaptasi dan penyesuaian baik bagi pendidik maupun peserta didik. Pembelajaran jarak jauh sebagai solusi yang dilaksanakan selama pandemi tentunya tidak berjalan secara mulus tanpa kendala. Masalah yang muncul tersebut akan berakibat pada menurunnya semangat belajar dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian terdiri atas informan kunci yaitu guru mata pelajaran geografi, informan utama yaitu peserta didik, dan informan pendamping yaitu wali murid dan wali kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Teknik analisis data menggunakan teknik kualitatif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa motivasi belajar peserta didik mengalami penurunan setelah diterapkan pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran geografi. Oleh karena itu, diharapkan guru dan peserta didik bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi yang sedang terjadi, sehingga guru dapat menyampaikan pembelajaran dengan baik dan peserta didik dapat termotivasi untuk belajar secara optimal.   Kata kunci: motivasi belajar, pembelajaran geografi, pembelajaran jarak jauh

    HUBUNGAN PENGALAMAN BENCANA DENGAN SELF EFFICACY SISWA SMP N 3 GANTIWARNO DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR

    No full text
    Abstrak: Klaten merupakan kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang paling rawan banjir untuk kategori non pesisir. Berdasarkan Peraturan Daerah Klaten Nomor 11 Tahun 2011 mengenai Tata Ruang Wilayah Kabupaten Klaten Tahun 2011-2031 dijelaskan bahwa kawasan rawan bencana banjir di Kabupaten Klaten salah satuanya adalah Kecamatan Gantiwarno. Pengalaman bencana yang pernah dialami peserta didik sebelumnya akan menjadi pembelajaran supaya siswa lebih siap untuk menghadapi bencana di kemudian hari, sedangkan self efficacy pada diri siswa dapat menentukan keyakinan siswa untuk mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengalaman bencana dan self efficacy serta hubungan antara keduanya bagi siswa SMP N 3 Gantiwarno.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan desain kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 203 responden dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis tingkat pengalaman bencana siswa SMP N 3 Gantiwarno sebesar 78,98% dan termasuk dalam kategori Sedang. Selanjutnya, tingkat self efficacy siswa SMP N 3 Gantiwarno yaitu 75,7% yang termasuk dalam kategori Cukup Tinggi. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment, diperoleh nilai sig. 0.00<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel pengalaman becana dan self efficacy.Abstract:  In the non-coastal category, Klaten is the district most vulnerable to flood disasters. Based on Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Klaten Number 11 of 2011, which determines the spatial layout of Klaten Regency in 2011-2031, one place that is vulnerable to flooding catastrophes is the Gantiwarno District. Students' past disaster experiences will serve as lessons to make them more resilient to disasters in the future, and how confident they are to react effectively in the case of a flood disaster would depend on their degree of self efficacy.The purpose of this study is to ascertain the degree of self-efficacy and disaster experience among students at SMP N 3 Gantiwarno, as well as the correlation between the two.The type of research used is quantitative using univariate and bivariate methods. The data analysis technique used in the research is the Pearson product moment. Utilizing a simple random sampling methodology, 203 respondents were gathered for the sample. The results of the analysis of the disaster experience level of students at SMP N 3 Gantiwarno were 78.98% which was included in the medium category. Furthermore, the level of self-efficiency of students at SMP N 3 Gantiwarno is 75.7% which is included in the Quite High category. Based on the Pearson product moment correlation test, self efficacy and the catastrophe experience variable are positively correlated with the resulting Sig value. 0.00<0.05

    The Role of The Surrounding Environment as A Learning Source on Learning Outcomes of Class XI Students in SMAN 1 Polanharjo Klaten

    No full text
    The purpose of this study was to determine the learning outcomes of class XI students at SMA Negeri 1 Polanharjo in the subject of geography by using the surrounding environment as a learning resource. The research method used is descriptive quantitative research with a correlation research design. Data collection techniques using interviews and questionnaires. Interview data was conducted with the teacher while the questionnaire data was carried out on students with the number of respondents being 60 students from 4 classes. To test the role of the surrounding environment on student learning outcomes used analytical techniques using product moment correlation. The results showed that the learning outcomes of class XI IPS students at SMA Negeri 1 Polanharjo, Klaten Regency, showed significant results, namely 0.329, the value had a positive value with a strong degree of relationship

    PENGARUH PENGGUNAAN GADGET PADA PERILAKU BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMAN 1 POLOKARTO SEBAGAI GENERASI MILLENIAL (DIGITAL NATIVE)

    No full text
    Abstrak: Gadget memiliki berbagai fungsi dan kegunaan, bahkan telah merambah kaum millenial (digital native), salah satunya dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan gadget dan pengaruhnya terhadap perilaku belajar geografi siswa SMAN 1 Polokarto sebagai generasi millenial (digital native). Metode yang digunakan adalah jenis kuantitatif dengan sampel 114 responden dan teknik pengambilan data simple random sampling. Hasil analisis penggunaan gadget siswa SMAN 1 Polokarto berdasarkan indikator pembelajaran siswa (42%), penggunaan (53%), dan penerapan (47%) termasuk dalam kategori sedang. Selanjutnya, perilaku belajar siswa pada indikator kemampuan (57%), sikap (50%), dan pemahaman (57%) yang termasuk kategori sedang. Hasil uji korelasi Pearson product-moment, diperoleh nilai sig (2-tailed) 0.000 > 0.05, maka diperoleh bahwa keduanya memiliki pengaruh sebesar 0.407 atau 40,7%. Terdapat hubungan positif antara variabel penggunaan gadget dengan variabel perilaku belajar. Adanya penggunaan gadget dengan perilaku belajar yang baik, diharapkan terjadi perubahan dan peningkatan dalam pembelajaran geografi sehingga siswa dapat belajar dengan antusias melalui gadget.Abstract: Gadgets have various functions and uses and have even penetrated millennials (digital natives), one of which is the world of education. This study aims to determine the use of gadgets and their influence on the geography learning behavior of SMAN 1 Polokarto students as a millennial generation (digital native). The method used was a quantitative type with a sample of 114 respondents and a simple random sampling data collection technique. The results of the analysis of the use of gadgets by SMAN 1 Polokarto students based on student learning indicators (42%), use (53%), and application (47%) are included in the medium category. Furthermore, students' learning behavior is in the indicators of ability (57%), attitude (50%), and understanding (57%) which are in the medium category. The results of the Pearson product-moment correlation test, obtained a sig value (2-tailed) of 0.000 > 0.05, so it was obtained that the two influenced 0.407 or 40.7%. There was a positive relationship between the variable of gadget use and the variable of learning behavior. The use of gadgets with good learning behavior, it is hoped that there will be changes and improvements in geography learning so that students can learn enthusiastically through gadgets

    Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan melalui Metode SAS Mata Pelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas 1 SD Muhammadiyah 7 Surakarta

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kemampuan membaca awal siswa kelas I SD Muhammadiyah 7 Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan dengan metode SAS pada siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas I yang berjumlah 24 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, tes keterampilan membaca, dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data tes keterampilan membaca siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebelum dilakukan tindakan hanya 7 siswa atau 29,16% yang tuntas. Sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 13 siswa atau 54,16%. Pada siklus II meningkat lagi hingga mencapai 22 siswa atau persentase 91,66%. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode struktural analitis sintetik dapat meningkatkan kemampuan membaca awal siswa SD Muhammadiyah 7 Surakarta

    Analisis Potensi dan Strategi Pengembangan Wisata Curug di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Kabupaten Bogor

    No full text
    Tourism development is a series of efforts to create integration in the use of various tourism resources and integrate all forms of aspects outside tourism that are directly or indirectly related to the continuity of tourism development. The aim of this research is to analyze internal potential, external potential and strategies for developing waterfall tourist attractions in Bogor Regency. Data processing in this research began by collecting a list of tourism objects in Bogor Regency to be visited one by one to carry out field observations. Variables were selected based on high, medium and low classifications. There are 2 variables used in this research, namely, the internal potential of the tourist attraction and the external potential of the tourist attraction and then carry out a scoring analysis and SWOT analysis. The results of research on waterfall tourist objects in Bogor Regency have a high combined potential value, all 4 objects have the potential to be developed. The development strategy of tourist attraction managers is related to the development and development of tourist attractions in the Mount Halimun Salak National Park, Bogor Regency. The development strategy for an object in the Gunung Halimun Salak National Park, Bogor Regency is not far from accessibility and promotional development
    corecore