29 research outputs found

    Muhammad Syukri Pulungan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Muhammad Syukri Pulungan's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Self-regulated learning: upaya peningkatan prestasi akademik

    No full text
    Learning achievement is a measure of achievement of learning goals during the learning process of a wide range of material taught by the teacher to the learner. Achievement is the result of an activity that has been done, created both individually and in kolompok. Furthermore Nurkencana argued that learning achievement is the results that have been achieved or acquired subsidiary subjects of value. Besides learning achievement is the result of that result in changes in the individual as a result of the learning activities. Self - Regulated Learning is an effort to organize themselves in learning by involving metakognisis ability, motivation and active behavior. Students who have a Self - Regulated Learning will be active in learning activities, thus academic performance can be improved

    Hubungan Konsep Diri dan Komunikasi Interpersonal Antara Dosen dan Mahasiswa Dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Institut Agama Islam Negeri Padang Sidimpuan

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk menguji 1) hubungan konsep diri dengan prestasi akademik mahasiswa, 2) hubungan komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa dengan prestasi akademik, 3) hubungan konsep diri dan komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa dengan prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelasional untuk memecahkan masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas dakwah dan ilmu komunikasi yang berjumlah 358 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan proportionate sampling sebanyak 89 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk variabel konsep diri dan komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa serta dokumentasi fakultas dakwah dan ilmu komunikasi untuk melihat prestasi akademik mahasiswa. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis korelasi product moment dan regresi ganda dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linearitas dengan bantuan program SPSS 17.0 for windows. Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa ketiga hipotesis dalam penelitian ini diterima: (1) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan prestasi akademik mahasiswa fakultas dakwah dan ilmu komunikasi Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan (rhitung > rtabel atau 0,474> 0,113 pada taraf signifikansi 5 %), sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya, (2) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa dengan prestasi akademik mahasiswa fakultas dakwah dan ilmu komunikasi Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan (rhitung > rtabel atau 0,463> 0,113 pada taraf signifikansi 5 %), sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya, (3) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dan komunikasi interpersonal antara dosen dan mahasiswa secara bersama-sama dengan prestasi akademik mahasiswa fakultas dakwah dan ilmu komunikasi Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan (fhitung > ftabel atau 24,592>3,10 pada taraf signifikansi 5 %), sehingga hipotesis yang dikemukakan teruji kebenarannya

    Analisis Hukum Terhadap Peranan Patroli Kepolisian Dalam Penanggulangan Tindak Kejahatan (Studi Pada Polres Serdang Bedagai)

    No full text
    Sebagai kajian penelitian tesis ini akan dilakukan analisis terhadap Kepolisian sebagai bagian integral fungsi pemerintahan negara, ternyata fungsi tersebut memiliki takaran yang begitu luas, tidak sekedar aspek refresif dalam kaitannya dengan proses penegakan hukum pidana saja, tetapi juga mencakup aspek preventif berupa tugas-tugas yang dilakukan yang begitu melekat pada fungsi utama administrasi negara mulai dari bimbingan dan pengaturan sampai dengan tindakan kepolisian yang bersifat administrasi dan bukan kompetensi pengadilan. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana peranan kepolisian dalam menanggulangi suatu tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai, bagaimana bentuk patroli yang dilakukan aparatur kepolisian dalam penanggulangan tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai dan bagaimana hambatan-hambatan yang dihadapi patroli polisi dalam menanggulangi tindak pidana kejahatan di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yaitu merupakan suatu proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan suatu hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Hasil penelitian dan pembahasan menjelaskan peranan kepolisian dalam menanggulangi suatu tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai adalah sebagai pengemban fungsi preventif yaitu mencegah agar peluang terjadinya tindak kejahatan semakin sempit dan juga sebagai pengemban fungsi represif yaitu mengungkap tindak kejahatan dan menindak pelaku kejahatan. Sementara tanggung jawab POLRI adalah menciptakan keamanan dan ketentraman bagi masyarakat memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menegakkan hukum memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Bentuk patroli yang dilakukan aparatur kepolisian dalam penanggulangan tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Serdang Bedagai adalah berdasarkan petunjuk pelaksanaan yang diberikan secara internal kepolisian berlaku secara menyeluruh baik patroli yang dilaksanakan oleh Kesatuan Lalu Lintas, Kesatuan Samapta, maupun Kesatuan Obsus pada dasarnya adalah sama yaitu secara stasioner (menetap) dan mobile (bergerak), letak perbedaannya adalah sasaran gerakny

    Islamic civilization and globalization in the modern era

    No full text
    Background: The issue of globalization is a concern in various aspects ranging from economics, politics and culture. Recognizing the fact that globalization comes from rich and powerful countries in the West that indirectly replace traditional values in the East with foreign values by marginalizing local culture. Meanwhile, the values transferred through globalization tend to be value-free and not in accordance with religious values, morals and local wisdom. Methods: To counter the world's injustices, especially in the economic and political fields, it is necessary to develop global ethics from existing cultures and civilizations in the world. This involves formulating a vision of global transformation based on ethical awareness, applicable at the world, national, or local levels, encompassing both men and women. Results: This research underscores the importance of establishing basic ethical values, criteria, and common attitudes for peaceful coexistence in response to the challenges posed by globalization. Conclusion: The development of global ethics is crucial for addressing the disparities and injustices brought about by globalization, ensuring that ethical awareness and local wisdom are incorporated into global interactions

    Strategy For Integrated Service Center For Women Empowerment And Children Protection In Children Prevention

    No full text
    Violence in children is one of the issues that is most often found in news through electronic media and print media. Based on the results of the 2018 National Survey on Child and Youth Life Experience (SNPHAR) released by the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, showed that 6% of boys and 9% of girls had experienced sexual violence. 50% of boys and 60% of girls have experienced emotional abuse. Furthermore, 33% of boys and 20% of girls experience physical violence. The rise of various types of violence requires P2TP2A to be more proactive to reduce the number of violence against children in Mandailing Natal Regency. The purpose of this study is to find a picture of the strategy carried out by P2TP2A in Mandailing Natal Regency in preventing cases of violence against children. The method used is descriptive qualitative by interviewing respondents who come from P2TP2A devices Mandailing Natal Regency. The results showed that P2TP2A Mandailing Natal Regency had carried out its duties and functions based on the Standard Operating Procedures established by the Chairman of the Mandailing Natal P2TP2A Technical Team. The strategy undertaken is to conduct socialization to schools and villages to report acts of violence so that services can be provided in accordance with the needs of victims of good advocacy services, rehabilitation, health, counseling as well as complaints and assistance. The strategy carried out by P2TP2A in Mandailing Natal District has shown results but requires cooperation from various parties due to the limited facilities owned by P2TP2

    Islamic civilization and globalization in the modern era

    No full text
    Background: The issue of globalization is a concern in various aspects ranging from economics, politics and culture. Recognizing the fact that globalization comes from rich and powerful countries in the West that indirectly replace traditional values in the East with foreign values by marginalizing local culture. Meanwhile, the values transferred through globalization tend to be value-free and not in accordance with religious values, morals and local wisdom. Methods: To counter the world's injustices, especially in the economic and political fields, it is necessary to develop global ethics from existing cultures and civilizations in the world. This involves formulating a vision of global transformation based on ethical awareness, applicable at the world, national, or local levels, encompassing both men and women. Results: This research underscores the importance of establishing basic ethical values, criteria, and common attitudes for peaceful coexistence in response to the challenges posed by globalization. Conclusion: The development of global ethics is crucial for addressing the disparities and injustices brought about by globalization, ensuring that ethical awareness and local wisdom are incorporated into global interactions
    corecore